
Selama berada di mansion Regan, Hani selalu memanfaatkan kesempatan dengan baik dan selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatunya.
Wanita itu juga jarang bertemu dengan Regan karena tugasnya hanya bersih-bersih di mansion itu, sehingga tidak mengharuskan dia untuk bertemu dengan Regan.
Walaupun ada beberapa kali dia membersihkan kamar pria itu, namun tugas itu di lakukan setelah pria itu keluar atau sebelum dia datang sehingga kemungkinan untuk mereka bertemu itu sangat kecil.
Dan Hani berharap semua ini akan berjalan lama! sayangnya, Tuhan seakan tak berpihak padanya kali.
Karena orang yang dia ajak kerjasama untuk menjatuhkan Regan tidak hanya mempekerjakan Hani seorang.
Ada wanita lain yang berkerja untuk mereka, wanita itu sudah lebih dulu masuk kedalam mansion itu sebelum Hani setuju untuk berkerja sama dengan mereka.
Dan sialnya lagi, wanita itu adalah Elga. wanita yang terkenal dengan kelicikan dan tipu muslihatnya, sayangnya Elga adalah orang yang tidak sabaran. Hal itulah yang membuatnya dan Hani berada dalam bahaya.
Ketika Elga mencoba meretas sistem pada laptop Regan seperti yang di lakukan Hani beberapa hari yang lalu, namun wanita itu justru ketahuan.
Dan dia pun di masukkan ke sebuah bangunan yang terletak di samping paviliun tempat tinggal mereka. Hani tidak tahu apa yang mereka lakukan kepada wanita itu. Karena saat ini semua pelayan yang bertugas di lantai empat di kumpulkan untuk di periksa kembali identitas mereka satu persatu begitu pun dengan Hani.
" Siapa namamu?" Tanya orang kepercayaannya Regan kepada Hani.
" Alice." Jawabnya.
Mereka tidak hanya bertanya sekali, tapi berkali-kali dengan pertanyaan yang sengaja di buat berputar-putar untuk membuat Hani terjebak dan mengakui semuanya.
Namun Hani yang pintar tentu saja tidak gampang terkecoh dengan pertanyaan seperti itu tapi.
" Alice dan Irene." Jawab para pelayan itu sembari menunjuk kepada Hani dan wanita yang bernama Irene itu.
Para pelayan di mansion itu, tidak segan-segan untuk menjatuhkan satu sama lain demi keselamatan masing-masing. Mereka bisa tertawa dan bercanda juga berbagi tampar makan dan tempat tidur tapi jika sudah berada di situasi seperti ini mereka tidak akan sungkan untuk menumbalkan nyawa orang lain, seperti saat ini. Sungguh mengerikan bukan.
" Apa benar yang di katakan mereka?" Tanya pria berbadan kekar di hadapan Hani.
BRUK.
Dan seseorang tiba-tiba menendang kakinya dari belakang hingga membuat Hani tersungkur di lantai. Kedua lututnya terasa begitu ngilu saat membentur lantai.
" Ya madam Jenny meminta aku membersihkan kamar tuan saat Elga izin atau sakit, tapi aku tidak melakukan apapun." Ucap Hani mencoba untuk membela dirinya, Tapi tentu saja ucapnya tidak langsung di percaya.
Tidak Hanya Hani, Irene pun mendapatkan perlakuan yang sama, wanita itu bahkan sampai menjerit kesakitan.
"Tuan, saya berani bersumpah saya datang hanya untuk berkerja." Ucap Irene memohon, belas kasih mereka namun tidak ada yang peduli ia dan Hani justru di bawa ke ruangan yang sama dengan Elga.
Sementara itu di tempat lain, Narendra sudah berada di negara yang sama dengan Hani.
Pria itu mengunjungi makam Keenan terlebih dulu, kemudian! Membuat janji untuk bertemu dengan Regan.
Pria itu sengaja mencari keberadaan Hani dari sisi Regan terlebih dulu, karena Hati, Narendra sangat yakin, Hani pasti akan mencari Regan untuk dendamnya.