HAANIYA.

HAANIYA.
Hani bisa jelaskan!



Siang itu, saat keluar Xavier tengah berkumpul di ruangan keluarga, karena Hari ini adalah Hari libur. Tiba-tiba seorang pelayan menghampiri mereka dan mengatakan jika ada seorang Pria yang ingin bertemu dengan calon istri dan orang tuanya.


Mendengar hal itu, Semua orang langsung kompak menatap kepada Hana, karena hanya ada Hana yang ada di rumah, Sedangkan Hani, tentu saja di rumah suaminya dan tidak mungkin juga pemuda itu ingin menemui istri orang. Sementara Lisa, tidak tahu wanita itu dimana? Semenjak mendengar kata hati putrinya, Melly sudah tidak begitu perduli lagi dengan keberadaan Anak angkatnya itu. Untuk saat ini dan seterusnya, Wanita itu hanya ingin fokus untuk putra-putrinya, terlebih dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Hani.


" Jangan melihat Hana Seperti itu dong! Hana ini nggak punya pacar. Hana juga nggak pedekate dengan siapapun." Ucap Hana jujur.


" Terus kalau bukan kamu siapa? Masa iya kita." Sahut Gio, sembari mentoel ujung Hidung adik sepupunya itu.


" Tau nih kak Hana, udah ngaku aja." Bian pun ikut-ikutan membenarkan. Membuat bibir Hana semakin maju saja, karena cemberut.


" Dih, emangnya yang belum nikah di rumah ini cuma Hana aja! tuh si Lisa hmff." Hana langsung menutup mulutnya sendiri, saat tersadar memanggil Lisa tanpa Embel-embel kak di depan nama Lisa Seperti yang di minta Melly. Wanita itu bahkan sudah siap mendengar ceramah sang mommy, Namun yang di tunggu tidak kunjung terjadi. " Maksud aku, kak Lisa juga belum menikah." Ralat nya.


" Udah dari pada saling tuduh mending kita, lihat siapa yang datang dan ingin bertemu siapa?" Putus Melly, wanita itu pun beranjak dari tempat duduknya di ikuti Yang lainnya.


" Maaf kamu siapa ya? Dan mau ketemu siapa?" Tanya Melly kepada pria yang sedang duduk sembari menunduk kepalanya, menatap layar benda pipi yang sedang dia otak-atik, Sesampainya mereka di ruang tamu.


Mendapatkan pertanyaan dari Melly, pria itu pun refleks mengangkat wajahnya kemudian berdiri untuk memperkenalkan dirinya kepada sang nyonya rumah. " Oh, maaf Tante, om aku sudah menganggu waktu kalian, perkenalkan Nama Aku Regan." Ucap nya sembari mengulurkan tangannya, menjabat satu persatu tangan orang yang ada di ruangan itu.


Sikap pria itu begitu ramah! Entah keramah-tamahan itu hanya akting atau tulus, yang pasti itu sangat jauh berbeda dengan sosok Regan biasanya.


" Iya, kalau boleh tahu! Kamu ingin bertemu dengan siapa ya?" Tanya Melly, begitu to the points, tanpa ingin berbasa-basi.


" Aku Ingin bertemu Hani. Sudah beberapa bulan ini aku terus mencarinya dan aku di beritahu di sini, rumahnya. Kami pernah hampir menikah, tapi terjadi sediki kecelakaan, hingga aku tak datang di upacara pernikahan kami. Karena hal itu dia marah dan meninggalkan aku tanpa kabar, aku datang karena ingin meminta maaf Sekaligus menjelaskan semuanya." Aku Regan, tentu saja pria itu berbohong dan sengaja mengarang semua cerita itu, agar mereka percaya.


" Hmm, begini! Mungkin saja Anda salah orang, karena putri kami sud_"


Dan Baik Melly maupun semua orang yang melihat foto itu! Hanya bisa menarik nafas berat. Itu jelas foto Haaniya.


" Aiden, telpon ke rumah Tante Luna dan minta kakak kamu untuk pulang. Bilang sama dia kalau ada temannya disini." Bisik Melly.


Aiden pun mengangguk, kemudian segera menghubungi Hani, namun beberapa kali mencoba, Hani tidak kunjung menjawab panggilannya, hingga dia memutuskan untuk menelpon ke telpon rumah.


Bersyukurnya Panggilan itu langsung di jawab oleh, Nayna. Sehingga Aiden bisa menyampaikan apa yang di suruh mommy-nya.


Begitu selesai, pria itu langsung kembali keruang tamu bergabung dengan yang lainnya sambil menunggu kedatangan Hani.


Satu jam lebih menunggu, akhirnya yang di tunggu datang juga, Hani berjalan masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa di ikuti oleh Narendra di belakangnya.


" Mom, Dad teman ap_"


" Honey, Akhirnya aku bisa menemukan kamu. " Regan langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian memeluk tubuh Hani.


Membuat wanita itu begitu terkejut hingga dia tidak dapat melanjutkan ucapannya.


" Honey, kabar kamu Gimana? Aku kangen banget loh sama kamu, jangan marah dan ngambek lagi dong." Ucap Regan lagi dengan tidak tahu malunya. pria itu bahkan sengaja memanfaatkan, keterkejutan Hani.


" Mom, dad! Hani bisa jelaskan, tapi sebelum itu izinkan Hani berbicara terlebih dulu dengannya. " Ucap Hani begitu dia dapat menguasai perasaannya sendiri, sementara Narendra. Terdiam di tempatnya sembari mengepalkan tangannya, dia ingin menghajar Regan saat itu juga tapi tatapan kurang bersahabat dari, Ken, Dion dan Adik-adik Iparnya membuat dia hanya bisa diam.


Sedangkan Hani sendiri, sudah menyeret tubuh Regan menuju taman belakang, untuk berbicara empat mata dengan pria itu.