
sejak tadi, pasangan yang sedang Se ruangan ini terus berkontak mata, namun tak ada Percakapan diantara mereka. gengsi Wanita Yang sedang merebahkan dirinya di kasur Itu begitu tinggi, sedangkan lelaki yang sedang duduk di kursi sambil memandangi Keluar jendela balkon itu sedang lelah. lelah untuk memulai percakapan dengan wanitanya yang lagi-lagi pasti akan berakhir saling ' berdiam Diaman '.
Kali ini sepertinya Rio sedang benar benar lelah dengan sikap Bianca. Rio sudah sangat sering salah di mata Bianca, namun baru kali ini ia sampai selarut ini. selarut ini mendiamkan Bianca, bahkan Untuk Menatap wanitanya dengan senyuman saja tidak.
Bianca menyembunyikan tubuhnya Di dalam Selimut dan menimpa Kepalanya dengan bantal untuk menyembunyikan wajahnya. sepertinya Dia sedang overthingking. atau mungkin dia malah Kesal dengan Rio.
sikap kedua insan itu membingungkan. entah apa yang sedang terlintas dalam pikiran mereka.
mood Bianca hari ini sedang tidak baik-baik saja. Sejak pergi meninggalkan Rio keluar villa tadi siang, ia menangis entah kenapa. padahal Tak ada yang membuatnya menangis.
Mood Rio juga sedang tidak baik-baik saja. tidak biasanya ia membiarkan Bianca bahkan mendiamkannya hingga selarut ini.
..
Rio menghela nafasnya keras tanpa ia sadari.
Bianca mengintip nya sedikit memastikan ada apa.
"kayanya dia kesel banget sama gw " batin Bianca sambil mengintip Rio di bawah Bantal yang menimpa Kepalanya.
Ia ingin sekali menegur lelakinya dan bertanya ' kenapa? ' , namun disisi lain gengsinya itu telah menyerang dirinya sejak tadi.
Bianca ingin sekali melawan gengsinya, namun ia tak bisa. terlalu sulit melawan gengsinya. apa lagi Lelakinya itu sepertinya sedang sangat kesal pada nya.
Bianca berharap lelakinya itu menegurnya terlebih dahulu dan memulai percakapan. Menghilangkan kecanggungan diantara mereka, dan menghapus jarak diantara mereka.
hingga akhirnya satu jam berlalu. Bianca berharapan sesuatu yang ternyata Tak akan terjadi.
Rio malah Pergi keluar Kamar meninggalkan Bianca tanpa satu patah kata apapun.
Bianca melempar Bantal yang ada di atas kepalanya itu ke kasur sebelahnya. ia menghela nafas kasar karena kesal. Ia bangun dari posisinya sekarang dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. entah apa alasannya. ia hanya ingin mencuci mukanya.
ia keluar dari Kamar mandi. tatapannya Beralih saat melihat kotak besar di atas kasur. ia menghampirinya dan Menatap bingung.
"ini apa?" ucap Bianca bingung.
Ia membuka Kotak besar itu. Terlihat Gaun cantik di dalamnya. "ini kan gaun yang tadi?! gaun yang cantik di butik itu" ucap Bianca. ia menemukan Surat di dalam kotak itu dan langsung membacanya.
" gaun buat nanti malem. inget kata gw, jangan make up cantik cantik! gw emang masih ngambek sama Lo, tapi gw tetep cemburu kalo cowo lain liatin Lo "
itu isi surat yang ada di dalam kotak itu.
Bianca tersenyum.
"suami gw tuh masih aja posesif walau dia lagi ngambek" ucap Bianca dengan senyum yang masih terukir di wajahnya.
Bianca membuka ponselnya dan membuka aplikasi chat nya. ia memencet kontak bernama 'Rio' dan langsung men chat nya.
" Rio "
10 menit kemudian, Rio membacanya namun tak menjawabnya.
" makasih "
Chat Bianca itu langsung di baca oleh Rio tanpa menerima jawabannya.
disisi lain, Rio tersenyum dan menjawab kata ' terimakasih ' Bianca di dalam hatinya. " sama sama. sayang " batinnya.
"gw seneng Lo seneng, tapi tetep aja Gw masih ngambek sama Lo" ucap Rio sembari memandangi Chat Yang sudah terhenti sekarang.
^^^" Jam 7 Kita pergi "^^^
chat Rio itu hanya di baca oleh Bianca.
kini Bianca sedang sibuk dengan gaunnya.
ia mengambil gaun yang masih tersimpan rapi di kotak, dan menyimpannya di kasur.
"Lo tuh kadang peka banget jadi cowo. Tapi kadang Lo juga Ga peka jadi cowo. gw bingung sama Lo" ucap Bianca memandangi Gaun dari sang suami nya itu.
..
Entah mengapa Ia begitu cantik Walau hanya ber make up tipis.
Bianca berjalan melewati tangga menuju lantai bawah untuk menghampiri Rio yang juga sudah rapi duduk di sofa menunggu Bianca.
Bianca tersenyum menatap Rio. Ia berharapan Rio akan luluh dan Tidak Kesal lagi padanya karena Penampilan nya sekarang.
Kadang Rio menjadi luluh jika melihat Sang istri ber dandan cantik.
Senyuman Bianca memudar saat melihat Rio menoleh, namun Dengan ekspresi datarnya.
Rio bangkit dan berjalan terlebih dahulu keluar villa.
Namun dalam hati Rio.
"sial, kenapa cantik banget " batin Rio.
..
di perjalanan, keadaan begitu hening. Rio yang fokus pada Jalan dan Bianca yang melamun sedari tadi.
keheningan pecah sampai akhirnya Rio membuka suara.
"udah gw bilang make up nya ga usah cantik cantik" ucap Rio masih menatap jalanan.
Bianca menoleh.
"gw make up tipis kok" ucap Bianca tanpa menoleh ke arah Rio. ia masih memandang keluar jendela mobil.
Rio menoleh dan Menarik dagu Bianca agar menatapnya.
"kalo ngomong tatap gw" ucap Rio.
"Lo juga tadi ngomong liatin nya jalan kok, bukan liatin gw" ucap Bianca melepas tarikan Rio dan kembali menatap keluar jendela mobil.
Rio menghela nafasnya.
"terus, kenapa?" tanya Rio membuat Bianca bingung.
"kenapa apa?" tanya Bianca.
"kenapa cantik" ucap Rio.
Bianca menoleh menatap Rio yang fokus pada jalanan. ia mencoba tak menampakan ke salah tingkahan nya dan bersikap sinis.
"emang gw nya aja yang cantik" ucap Bianca.
Rio berusaha menahan kegemasannya pada Bianca.
"iya. gw salah suruh Lo make up tipis. harusnya gw suruh Lo ga usah make up aja" batin Rio.
"Lo juga, kenapa Rapi amat" ucap Bianca.
"kenapa emang" ucap Rio.
"ganteng " batin Bianca.
"ganteng ya" ucap Rio.
Mereka mengobrol tanpa Menoleh satu sama lain.
Bianca meringis geli. " dih, gak ya" ucap Bianca.
walaupun dalam hati nya, ia terus terkagum pada pesona suaminya.
Mereka menghentikan perdebatan mereka dan berfokus pada jalanan.
perjalanan mereka Berkisaran sekitar dua puluh menit lagi.
...----------------...