UNTITLED

UNTITLED
Kepercayaan Reygan



pukul 8:30 Bianca terbangun.


Rio yang sudah bangun sedari tadi itu terus menatap nya sambil tersenyum.


Bianca membalas senyuman Rio.


"pagi sayang" ucap Rio.


Bianca mengangguk dan tersenyum.


"mau sarapan apa?" tanya Rio.


"apa aja, gw mau Mandi dulu " ucap Bianca bangun dari posisi nya.


ia merasakan Badannya yang begitu kesakitan.


"Badan gw remuk " batin Bianca.


Rio menggendong Bianca menuju kamar mandi.


dikamar mandi, Rio menyimpan Bianca di bath up.


setelah itu Rio menyalakan kran air Bath up dan memberi sabun pada air nya.


lalu ia mandi di Shower.


Setelah selesai mandi, Mereka memakai baju masing masing.


setelah itu mereka duduk santai di Sofa.


"kok Lo ada baju?" tanya Bianca.


"Kaka Lo yang tadi Anter baju gw" ucap Rio.


Bianca tercengang.


"t-tadi kak Rey kesini? terus gimana?" ucap Bianca panik.


"tenang aja, Kaka Lo udah tau dari awal" ucap Rio.


Bianca memukul pelan Lengan Rio.


"jadi ini udah Lo rencanain ?!" ucap Bianca.


"engga sih, karena awalnya gw gak tau Kalo Lo ada disini. tapi karena gedung apartemen kita sama, kenapa engga" ucap Rio.


"Kaka gw tuh nginep disini jugaa.. apa tadi malem dia liat Kita?" tanya Bianca.


"engga. gw udah suruh Kaka Lo gak pulang dulu. dia nginep di apart gw" ucap Rio.


Bianca menghela nafas lega.


"emang nya kenapa kalo dia liat?" tanya Rio.


"gw malu, gw juga Gak enak" ucap Bianca.


"gak enak kenapa sih sayang? emang nya kenapa?" tanya Rio.


"Ya maksudnya kan Kak Rey belum nikah, tapi gw sebagai adek nya lancang Banget Ngelakuin itu, apa lagi kalo sampai dia liat" ucap Bianca.


"engga, tenang aja" ucap Rio.


Rio mengelus kepala Bianca sambil tersenyum.


"gw makin sayang sama Lo. sayang banget" ucap Rio sambil memainkan rambut Bianca yang masih basah itu.


"Rio" ucap Bianca.


"apa sayang" ucap Rio.


"gw boleh meluk Lo gak?" tanya Bianca.


Rio tersenyum.


"boleh dongg, sini sini" ucap Rio membuka Lengannya Lebar.


Bianca memeluk nya erat.


"gw kangen pelukan ini. gw kangen meluk Lo erat. gw juga kangen di peluk erat" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


ia memeluk erat Bianca.


Tiba tiba Pintu apart terbuka.


"kak rey?!!! " batin Bianca.


Bukan ingin melepaskan Pelukan nya, namun Rio menahannya.


"gw gak enak sama Kak Rey Rio" bisik Bianca di telinga Rio.


Rio sedikit menggeliat kegelian, namun ia tersenyum.


ia tak melepaskan Pelukannya, dan membuka Rambut Bianca yang menutupi banyak nya tanda merah di Leher Bianca.


Reygan datang dan duduk di Sofa.


ia menatap adek dan adek ipar nya itu sambil menggelengkan kepalanya.


namun Tatapannya Tiba tiba tertuju pada leher Bianca.


Reygan tercengang.


Rio melepas pelukannya saat Reygan telah menyadari Tanda merah itu.


Reygan mendekat pada Bianca dan melihat jelas tanda itu.


ia menatap Rio dengan Tatapan tajam.


Rio hanya tersenyum.


"bii" ucap Reygan.


Bianca menatap Reygan.


"berapa lama Kalian-" ucap Reygan terpotong.


"sekitar 12 jam an lah" jawab Rio dengan wajah tanpa merasa bersalah.


Reygan tercengang menatap Bianca.


Bianca hanya tersenyum.


"iya kak, Bianca gapapa. bahkan Bianca lebih baik dari hari hari sebelum nya" ucap Bianca tersenyum pada Rio.


Rio membalas senyuman manisnya.


Reygan menghela nafas lega.


ia kembali duduk Di sofa.


"nih, gw bawain makanan Buat Lo sama adek gw" ucap Reygan pada Rio.


"thank you Bro" ucap Rio.


"kalo gitu Bianca siapin makanan ini di meja makan dulu ya" ucap Bianca.


"mau dibantuin?" tanya Rio pada Bianca.


"gak usah, gapapa" ucap Bianca dan langsung pergi membawa makanan yang di beri Reygan itu ke dapur untuk disajikan.


Reygan berpindah duduk di samping Rio.


"Rio" ucap Reygan.


Rio menatap Nya.


"gw gak bakal Maksa Lo lagi buat tinggalin Bianca. gw baru sadar selama berbulan bulan belakangan ini, klo dia emang butuh Lo dan kebahagiaan adek gw itu cuman Lo" ucap Reygan.


"Gw minta Lo jaga adek gw, gw serahin semua tugas gw selama ini ke Lo" ucap Reygan menepuk bahu Rio.


Rio mengangguk dengan senyumannya.


"gw bakal jaga adek Lo. Gw juga baru sadar apa yang bikin Lo mau pisahin gw sama dia waktu itu. ternyata gw itu orang yang Belum bisa ngendaliin emosi gw. gw juga belum bisa tanggung jawab soal apapun. gw tau Lo cuman gak mau liat adek yang Lo jaga dan sayang selama bertahun tahun, malah gak bahagia sama suami nya. soal bentakan gw sama adek Lo waktu itu, maafin gw ya" ucap Rio.


Reygan mengangguk.


"kak rey, Rio. ini makanannya udah" teriak Bianca dari meja makan.


"iya sayang, kita kesana" jawab Rio.


Rio dan Reygan pun Pergi menuju meja makan menyusul Bianca.


Mereka pun makan bersama.


setelah selesai makan, Mereka kembali mengobrol di Sofa.


"kalian mau pulang ke rumah?" tanya Reygan.


"iya, tapi gak sekarang" ucap Rio.


Reygan mengangguk mengerti.


"bii, Kaka bakal Pulang ke Bandung, karena Sekarang kamu udah bareng Rio lagi" ucap Reygan.


"tapi bianca masih pengen Kaka disini" ucap Bianca.


Reygan tersenyum.


"oh iya, keluarga Lo sama keluarga gw udah tau soal Masalah ini?" tanya Rio.


"gw gak mau Kasih tau mereka, mendingan kalian langsung yang diskusi baik baik sama mereka. Tenang aja, gw bakal ada di pihak kalian " ucap Reygan.


"thank you.."


"Kaka ipar" ucap Rio.


Reygan tersenyum.


Bianca yang melihat keakraban mereka juga Tersenyum.


"kalian udah akrab, bagus deh" ucap Bianca.


..


Hari sudah semakin siang.


Sedari tadi Rio dan Bianca membantu Reygan berkemas untuk pulang ke Bandung.


dan sekarang Reygan sudah uap untuk pulang.


"Kak, hati hati di jalan yaa.. jangan pikirin Bianca, soalnya Bianca udah Bareng Rio. Bianca gak bakal sedih sedih lagi. Bianca juga yakin, Rio gak bakal bikin bianca sedih" ucap Bianca.


Reygan tersenyum.


"Kaka juga percaya kalo Rio bisa jaga kamu. kamu juga jangan khawatirin Kaka ya. Kaka baik baik aja kok" ucap Reygan.


Bianca tersenyum dan mengangguk.


"Lo hati hati, gak usah mikirin istri gw terus, karena Dia milik gw" ucap Rio.


"dia adek gw, terserah gw lah" ucap Reygan.


"gw gak ngizinin. katanya Lo percaya sama gw kan? jadi gak usah mikirin adek Lo, karena cuman gw yang boleh mikirin dia" ucap Rio.


"iya terserah Lo, gw gak mau adu mulut sama Lo. nanti bisa bisa gw berubah pikiran, dan bisa bisa gw gak ngerestuin kalian" ucap Reygan.


"ck, jahat amat Lo. gw cuman bercanda" ucap Rio.


Reygan tertawa kecil.


ia menatap Bianca.


lalu mengelus kepalanya.


"Kaka pulang dulu ya" ucap Reygan.


Bianca mengangguk.


"gw Anter ke parkiran ya?"tawar Rio.


"cih gak usah. gw nugasin Lo jaga adek gw, bukan jaga gw" ucap Reygan.


"yaudah hati hati" ucap Rio menepuk Lengan Reygan.


Reygan mengangguk, lalu ia pergi.


Bianca masih ingin melihat kepergian Kaka nya itu.


ia menghela nafasnya lega, karena masalah sudah selesai. hanya tinggal berbincang dengan kedua keluarga mereka saja, dan menanti keputusan mereka.


...----------------...


.