
sesampainya di bandung.
Bianca menunjukan jalan Menuju tempat reuni SMA nya itu.
sesampainya disana, Rio terlihat sibuk dengan pakaiannya.
ia bahkan Memakaikan dirinya setelan jas kerja hanya untuk Mengantar Bianca ke dalam.
"Lo ngapain sih, ini cuman reunian" ucap Bianca.
"sttt, Lo gak mau Suami Lo keliatan ganteng di depan Temen temen Lo itu?!" ucap Rio.
"Lo pake kaos juga udh ganteng " ucap Bianca dengan volume ucapannya yang kecil.
"apa?" ucap Rio yang mendengar namun tak mau terlihat Salah tingkah.
"engga, udh ayo masuk" ucap Bianca berjalan lebih dulu.
Rio menarik tangan Bianca dan mengalungkan nya pada tangannya.
"gini aja" ucap Rio.
Bianca tertawa kecil melihat Keposesifan Rio.
didalam.
Bianca menyapa satu persatu teman temannya itu.
Saat Bianca ingin menyapa Teman lelakinya, Rio menariknya.
"yang mana aja Mantan Lo?" bisik Rio serius.
Bianca tertawa kecil melihat kekonyolan suaminya.
"Lo percaya kalo gw banyak mantan?" tanya Bianca.
"iya lah, Lo kan cantik" ucap Rio lagi lagi membuat Bianca baper.
Bianca berusaha menahan salah tingkahnya itu.
Lalu Bianca menunjuk salah satu lelaki Yang sedang bergaul dengan banyaknya gadis disana.
"itu mantan gw" ucap Bianca.
"mana lagi?" tanya Rio.
"gak ada, itu aja" ucap Bianca.
"gw gak percaya" ucap Rio.
"cih, gw bukan Lo yang sering ganti ganti cewe" ucap Bianca.
"gw cuman punya mantan 2" ucap Rio.
"yayaya" ucap Bianca.
"Lo cari pacar tuh ya Bagusan dikit kek, udh jelek, fakboy lagi, cih" ucap Rio.
"yaelah, bisa diem gak Lo.. Lo juga jelek, tapi gw sayang" ucap Bianca.
Rio tertawa tanpa suara karena salah tingkah.
"iya iya, yaudah sana gaul sama temen temen Lo" ucap Rio.
"gak deh.. ntar mantan gw nyamperin gw, Lo cemburu lagi" ucap Bianca.
Rio tertawa kecil mengelus kepala Bianca.
"yaudah ayo sama gw" ucap Rio menuntun Tangan Bianca.
teman teman Bianca mempersilahkan Bianca dan Rio duduk di Sofa.
"bii, ini siapa?" bisik salah satu teman SMA Bianca.
"suami gw" bisik Bianca pada temannya itu.
"SUAMI LO?!!!" teriak temannya itu histeris.
yang lain juga menjadi histeris saat mengetahuinya.
"suami Lo ganteng banget, kerja apa?" tanya Temannya yang lain berbicara langsung.
saat Bianca ingin menjawab, Rio terlebih dulu Mengatakan..
"karyawan biasa" ucap Rio.
"oh" ucap semua temannya itu.
"mobil mewah yang suami Lo bawa itu pasti mobil bos nya ya?! ngapain sih Lo nikah sama dia.. tajiran juga Bima" ucap teman Bianca yang lain.
Bianca menatap kesal pada semua temannya yang sepertinya sangat merendahkan Rio.
mereka semua akhirnya sibuk masing masing dan membiarkan Bianca dan Rio.
"Lo kok jawab gituu sihh?! liat, mereka malah ngucilin Lo kan?!!" bisik Bianca.
"Lo liat? temen temen Lo itu pada Matre.. gw gak mau Lo juga kaya gitu!!" ucap Rio.
"cih, gw gak matre!" ucap Bianca.
"yaudah, jangan gitu ya sayangg" ucap Rio mengelus kepala Bianca.
"hai bii, udh lama gak Ketemu ya" ucap Seorang lelaki itu dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
Rio menahan kedua tangan Bianca.
"hai juga, gw suami Bianca" ucap Rio menekan kata katanya.
Seseorang itu menyodorkan tangannya pada Rio.
"oh hai, gw Bima, mantan Bianca" ucap seorang lelaki itu yang ternyata adalah Bima, mantan Bianca.
Rio tak membalas Sodoran tangan Bima, ia menatap Bima sinis.
Bima menurunkan Tangannya.
"oh ya bii, kamu masih inget gak, dulu kamu itu sayangg banget sama aku.. dan kata kamu, aku cinta pertama kamu" ucap Bima memanas manaskan Rio.
"oh ya?.. tapi kamu aku pernah denger, kalo cinta pertama itu cuman masa lalu, tapi kalo cinta terakhir itu untuk selama lamanya" ucap Rio membalas Bima.
Bima yang tadinya ingin memanas manaskan Rio, menjadi panas sendiri.
Bima menghela nafasnya untuk mengatur emosinya.
"oh iya, nama Lo siapa? kerja apa? Bianca tercukupi kan semua kebutuhan Nya? waktu kita pacaran sih dia bahagia banget dan selalu tercukupi, karena keluarga gw orang kaya.. ayah gw Kerja di Salah satu perusahaan milik pak Adit sebagai Direktur" ucap Bima.
Rio dan Bianca saling bertatapan ingin tertawa.
"oh ya? bagus dong, istri gw Masa lalunya bahagia"
Rio mengeluarkan 1 kartu nama dan menyerahkan pada Bima.
terlihat disana.
tertera nama "Rio Rafael" sebagai CEO di salah satu perusahaan Milik Pak Adit.
"gw kerja disitu.. lumayan sih buat Kita berdua.. Gaji gw Selama setahun bisa gw pake sampe cucu gw nanti" ucap Rio.
"yang penting gw Pake uang hasil kerja keras gw sendiri, bukan uang orang tua gw" ucap Rio tersenyum dengan tujuan menjatuhkan Bima.
Bima terdiam membisu.
"yaudah, gw sama Bianca pulang dulu, bilangin sama temen temen Lo, jangan pada Matre" ucap Rio menggandeng Bianca berjalan Keluar dari tempat itu.
..
diperjalanan, mereka berdua tertawa melihat kekonyolan Bima itu.
"Lo kok bisa sih pacaran sama cowo kaya gitu? jelek, fakboy, pengangguran, bisanya pake duit orang tua, bodoh lagi" ucap Rio.
"dulu gw masih lugu, di rayu sedikit langsung kepincut" ucap Bianca.
"jadi dia bukan cinta pertama Lo?" tanya Rio.
"kayanya bukan.. mungkin dulu cuman baper aja" ucap Bianca.
"oke, berarti tugas gw sekarang bikin gw jdi cinta pertama dan terakhir Lo" ucap Rio.
"Lo udh jadi cinta pertama gw rio, dan mungkin udh jadi cinta terakhir dan selama lamanya " batin Bianca.
Bianca hanya tersenyum.
"gw bakal berusaha jadiin diri gw cinta pertama Lo, walau pun Lo bukan cinta pertama gw, tapi Lo cinta terakhir dan selama lamanya bagi gw " batin Rio.
mereka mengakhiri obrolan mereka dan Mencari penginapan untuk mereka menginap, karena Rio sedang ingin berlibur di Bandung.
Rio dan Bianca memilih penginapan di sekitar Lembang, karena mereka ingin menghirup udara segar disana.
sebelum Mencari penginapan, mereka memilih untuk bermain di salah satu karya wisata di Lembang.
mereka berlibur dari rasa penat.
Rio juga ingin melupakan Omongan Reygan kemarin.
..
selesai bermain, Bianca tertidur di mobil, mungkin karena kecapean.
Rio menatap Bianca yang sedang tidur itu.
Tiba tiba tatapannya Tertuju pada bibir manis Bianca yang sedang diam, tetapi mengundang hawa nafsu Rio.
"pagi ini gw belum rasain itu " batin Rio.
Rio menutup Pintu, dan jendela mobil.
ia mendekatkan wajahnya pada wajah Bianca.
Dan..
cup..
Rio mel*mat nya lembut.
ia tak mau Bianca terbangun karena nya.
1 menit saja.
setelah itu Rio mengelus kepala Bianca lalu mulai mengendarai mobilnya mencari penginapan.
...----------------...