UNTITLED

UNTITLED
Bab 117 Sebuah Rencana Atia



Alby merasakan sakit yang lebih dari apa yang dirasakannya 6 tahun yang lalu.6 tahun yang lalu dirinya merasakan sakit karena harus kehilangan orang yang sangat dicintainya.Saat itu,dirinya masih mempunyai kesempatan untuk memiliki Bee seluruhnya.


Dengan waktu yang dirasa sangat lama dan melelahkan,Alby mencoba membuat dirinya layak dan pantas menjadi pendamping hidup Bee nantinya.Ditahan Alby rasa rindu yang menyiksa yang setiap saat menderanya,ditutupnya mata dan telinga menahan semua godaan suara juga wajah cantik Bee yang setia menghiasi mata dan telinganya.


Alby sanggup menahannya sampai saat ini,menanti dengan kesabaran yang terus di tambah dosisnya.Semuanya terasa sia-sia sekarang.Mimpi-mimpinya,doa-doanya,masa depannya..


Pingin rasanya menjadi gila saja dirinya.bagaiamana bisa dirinya mengeluarkan semua yang menyangkut Bee dari hati juga pikirannya.Semuanya harus di kuburnya dala-dalam kini.


Suara ketukan pintu membuyarkan pikiran Alby yang kacau.Alby dengan lunglai melangkah menghampiri pintu kamar yang sengaja di kuncinya tadi.


"pulang gak pake ngomong !,ayah ma bunda tadi kecarian kamu.kayak kehilangan bocah aja"


sungut sang ayah dengan muka kesalnya


Alby diam saja melihat sang ayah tanpa ekspresi.Atia memandang bingung anaknya,seperti ada sesuatu yang terjadi.Rencana awal dirinya juga Indah adalah memberikan kejutan kepada Alby.Tapi sepertinya kejutan itu tidak berhasil.


"apa yang tadi mau di tanya ke ayah ?"


ucap Atia dengan muka bingungnya menatap Alby dan mencoba mengubah mod anaknya.


"udah gak ada ayah"


jawab Alby malas


"kok bisa ?"


"udah gak penting lagi ayah !"


"kok bisa ?"


"the end"


ucap Alby datar lagi dengan mata yang menerawang


"kok bisa ?"


"AYAH !!"


Hardik Alby kesal


"happy ending ?"


tanya Atia lagi dengan muka tidak bersalahnya.


Alby mengarahkan kepalanya tepat di hadapan Atia.Menunjukkan ekspresi muka sedihnya


"Sad ending"


jawab Alby lalu memejamkan matanya lemas..


"NO "


jawab Atia penuh semangat


"to be continued "


lanjut atia lagi


"mission impossible !"


jawab Alby lemas sambil mendorong tubuh Atia keluar dari kamarnya dan menutup pintunya cepat.


----------------------------------------


*ke esokan harinya


Bee menyerahkan laporan rencana kerjasama Maha Group dengan Steel Coo yang telah di bicarakannya bersama Bintang kepada Atia.


Atia membaca poin demi poin dengan teliti.Menganggukan kepalanya lalu menatap Bee sekilas.


"kenapa dana yang di gelontorkan cuma segini ?"


Komentar Atia


"Maaf pak,kerjasama kita dengan perusahaan pertambangan baru kali pertama. Saya akan terus mengevaluasi setiap perkembangan yang ada.Pertambangan adalah hal baru di bisnis yang selama ini kita geluti.Jadi,saya belum mau ambil resiko dulu,Pak.


tapi bagaimanapun,saya pasti akan memberikan keuntungan yang terbaik buat perusahaan ini "


jawab Bee dengan lugas


"Oke !"


"Bagaimana dengan pertemuan dengan pengusaha-pengusaha muda kemaren ? ada yang potensial untuk kita jalin bekerja sama ?"


"saya lagi mempelajari tentang perusahaan-perusahaan mereka,Pak.Jadi,saya belum bisa memutuskannya "


Atia menarik tubuhnya dari sandaran kursi,lalu jari tangannya mulai mengetuk-ngetuk mejanya dengan pulpen yang ada di jarinya.Mencoba memikirkan sesuatu di kepalanya.


"Maha Group akan merayakan hari jadinya yang ke 22.Semua konsep acara telah diatur oleh divisi keuangan dan OHC.


kamu tinggal finishing nya aja "


ucap Atia lagi dengan mata licikny lalu menyerahkan proposal yang ada di ujung mejanya.


Bee membuka lembaran proposal itu dan mulai membacanya.


"kamu bisa ?"


tanya Atia begitu melihat Bee selesai membaca propsal itu dengan singkat.


"bukannya Maha Resort adalah anak perusahaan dari Maha Group,pak. Untuk apa lagi saya harus meminta ijin CEO disana dan harus menego kan juga masalah biaya semuanya"


tanya Bee bingung.


"walau pun anak perusahaan,tetap harus menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.kamu atur saja semuanya,apakah kamu bisa meyakinkan CEO nya agar memberikan seluruh kamar yang ada juga tempat yang ada untuk seluruh pegawai Maha Group "


ucap Atia lagi dengan menantang.


"Baik Pak,saya akan selesaikan ini seperti apa keinginan Bapak.Tapi maaf sebelumnya pak,Boleh saya tahu di mana meja saya bekerja ?"


tanya Bee dengan malu-malu.


Atia pun tertawa renyah mendengar pertanyaan Bee.


"Maaf pak,karena saya harus meletakkan barang-barang saya dulu di meja saya sebelum keluar menemui CEO Maha Resort "


"Saya yang minta maaf kalau gitu karena tidak memberitahu ruangan kamu kerja.Jadi bukan meja ya Ibu Bee,Ibu akan mendapatkan sebuah ruangan sendiri dan nanti akan di bantu dengan satu pegawai.Ruangan Ibu ada di lantai 14 dan untuk menemui CEO Maha resort,Ibu tidak perlu ke puncak.Ruang CEO Maha Resort ada di lantai 15 "


Atia menjelaskan dengan senyum tersembunyi nya.


"O,baik.


Terima kasih,Pak.Saya pamit diri dulu"


ijin Bee sopan dan Atia tersenyum tanda setuju.


----------------------------------------


Bee telah sampai ke lantai 15,dulu saat magang dirinya memang tidak pernah sampai ke lantai ini.Bee memperhatikan sekitar ruangan yang sudah di atur sedemikian rupa.Terlihat sangat elegan dan modern dengan dominasi warna coklat.


"Mmmm,sepertinya hanya merupakan kantor perwakilan untuk memudahkan pemasaran saja " batin Bee. Karena Bee melihat tidak banyak aktifitas berarti di ruanagan itu.


"Maaf,Apa ada CEO dari Maha Resortnya ?"


tanya Bee sopan pada wanita cantik yang duduk di tepi ruangan dan menghadap pada sebuah meja.


"Maaf ibu,sudah ada janji sebelumnya ?"


balas wanita itu


"saya belum buat janji sebelumnya.tapi Ibu


bisa coba dulu informasikan ke CEO nya kalau perwakilan dari Maha Group ingin bertemu"


mohon Bee sambil memberikan senyum harapnya.


Wanita cantik itu pun,mengangkat telpon yang ada di hadapannya dan mulai berbicara dengan suara di ujung telpon.


"Ibu langsung saja ke ruangan Bapak yang ada di ruang atas.Ibu jalan lurus dari sini terus ada gang di sebelah kanan nanti ibu akan melihat tangga.tangga itu yang akan membawa Ibu ke ruang CEO"


Bee meng anggukan kepalanya sambil tersenyum tanda mengerti kapada wanita itu.Lalu mulai melangkah sesuai arahan sang wanita.


Bee telah berhadapan langsung didepan pintu ruang CEO,menarik nafasnya panjang lalu mencoba mengetuk pintunya.


Bee mencoba membayangkan wajah CEO yang nanti akan di hadapinya seperti apa.Tapi entah kenapa yang ada di mata juga pikirannya adalah wajah Alby yang menatapnya dengan mata penuh kesedihan.


Belum sempat jarinya mendarat di pintu,pintu itu telah terbuka dan muncul wajah yang hampir sama yang ada dalam bayangan nya tadi.


Bee membesarkan matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya kuat mencoba menormalkan kembali mata dan pikirannya tapi sosok lelaki tinggi tegap yang memakai jas berwarna navy itu tetap tidak berubah wajahnya.


Bee jadi sedikit panik,karena merasa tingkah konyolnya membuat lelaki yang ada di hadapannya malah menatapnya lebih tajam dan sialnya wajah itu tetap tidak tergantikan.Bee langsung menundukkan kepalanya lalu memejamkan matanya kuat.Doa pun langsung dirafalkan oleh Bee atas kesembuhannya akibat penyakit pikirannya atas virus Alby.