UNTITLED

UNTITLED
Membersihkan rumah



pada malam hari pukul 20.00, Rio menyelesaikan Pekerjaannya.


ia langsung bergegas menuju Kamar untuk melihat Bianca.


Rio masuk kamar, Ia melihat Bianca masih duduk di sofa sambil menonton tv.


Rio menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"kok belum tidur?" tanya Rio.


"masih jam 8, gw juga nungguin Lo" ucap Bianca.


"kenapa nungguin gw?" tanya Rio.


"ya gapapa. gw gak bisa tidur kalo ga ada Lo" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"Lo gak bisa tidur kalo Gak ada gw? terus selama Lo kabur, Lo gak tidur dong" ucap Rio.


"iya. biasanya sih setiap malem gw nangis, terus tidur karena di peluk kak rey" ucap Bianca.


"Lo seranjang sama Rey?!" ucap Rio.


"engga. Kak Rey biasanya tidur di sofa, Tapi dia selalu mergok gw nangis malem malem, terus dia peluk gw dan kalo gw udh tidur dia balik lagi ke sofa" ucap Bianca.


Rio mengangguk mengerti.


"yaudah, mau tidur sekarang?" tanya Rio.


"iya, Lo pasti Cape kan" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


mereka menuju kasur merebahkan dirinya masing masing.


Rio menghadapkan tubuhnya pada Bianca.


Lalu ia memeluk Tubuh Bianca.


"biar Lo bisa tidur" ucap Rio.


Bianca tersenyum.


"sebenernya kalo Lo ada di samping gw, tanpa pelukan juga gw bisa tidur" ucap Bianca.


"Jadi ga mau dipeluk?" ucap Rio ingin melepas pelukannya.


Namun dengan cepat Bianca menahannya dan mengembalikan Tangan Rio seperti semula.


"tapiiii, gw bakal lebih nyenyak sambil dipeluk" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


Ia memeluk erat Bianca.


"yaudah. tidur yang nyenyak ya Bianca, i love you" ucap Rio.


"cih, tumben" ucap Bianca.


"ya kenapa emangnya? gak boleh ngomong i love you sama istri?" ucap Rio.


"engga sayang boleh" ucap Bianca.


"tumben" ucap Rio.


"ya kenapa emangnya? gak boleh ngomong sayang sama suami?" ucap Bianca.


Rio tersenyum salah tingkah.


"lo tuh bisa aja yaa" ucap Rio mencubit hidung Bianca.


"Lo kok salting sih" ucap Bianca.


"ya emang nya Lo ga bakal salting kalo digituin?!" ucap Rio.


"ya bukan gituu. gw selalu salting sama gombalan gombalan Gajelas Lo itu, Lo gampang banget bikin gw salah tingkah, tapi ternyata Lo juga bisa salah tingkah" ucap Bianca.


"gw manusia Bii. apa lagi di gombalannya sama istri kesayangan" ucap Rio.


"cih. gombalan Lo yang kaya gini nih, ga jelas tapi bikin gw salah tingkah" ucap Bianca.


"tapi gw gak gombal" ucap Rio.


"iya emang gak gombal, tapi tetep aja bikin gw salting" ucap Bianca.


Rio tertawa kecil.


"Udah yuk tidur, udah malem" ucap Rio.


"masih jam setengah 9, belum terlalu malem" ucap Bianca.


"terus Lo mau apa? kita udah tiduran di kasur gini. apa mau..." ucap Rio menggantung nya.


"iya iya Ayo tidur, udah malem" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


merekapun menyelesaikan Percakapan mereka, dan tidur.


..


Pagi hari.


"sayang, cepetan mandi nyaa" Teriak Rio dari depan pintu kamar mandi.


Tak lama kemudian, Bianca keluar Kamar mandi.


ia melihat Rio sedang duduk di sofa menunggu nya.


"lama amat mandi nya, ngapain aja?" tanya Rio.


"biasalah, cewe. udah sana mandi, Lo harus ke kantor" ucap Bianca.


"iya sayang" ucap Rio sembari berjalan mengambil handuk di tangan Bianca, dan membawanya ke kamar mandi.


"eh, Lo pake anduk lain, itu kan bekas gw" ucap Bianca.


"ya gapapa lah, suami istri kan" ucap Rio.


Bianca hanya menggelengkan kepalanya, lalu Rio pergi masuk ke kamar mandi.


hanya menghabiskan 10 menit saja, Rio akhirnya keluar kamar mandi.


Namun ia tak melihat keberadaan Bianca di Kamar itu.


Ia bersiap siap untuk ke kantor, lalu setelah itu ia menuju Lantai bawah.


Rio melihat Bianca sedang menyiapkan Sarapan Di meja makan.


"Rey mana?" tanya Rio.


"masih di kamar nya" ucap Bianca.


"gw panggil dulu ya" ucap Rio dibalas anggukan Bianca.


Rio langsung berjalan menuju Kamar Yang Reygan tempatkan.


setelah didepan pintu, ia mengetuknya.


"iya masuk" ucap Reygan dari Dalma kamar.


Rio membuka pintunya dan masuk.


terlihat Rio sudah rapi dengan setelah jas nya.


"mau kemana lo?" tanya Rio.


"ada urusan" ucap Reygan.


"Terus Bianca gimana?" tanya Rio.


"bawa aja sama Lo, atau Suruh asisten Lo jagain dia dirumah" ucap Reygan.


"yaudah. Bianca udah Siapin sarapan tuh di bawah, mending kita cepetan ke bawah" ucap Rio.


Reygan mengangguk menyetujui nya.


Mereka berdua Pun pergi ke meja makan.


Mereka melihat semua makanan sudah siap di meja makan.


"ayo kak, Rio. kita makan" ucap Bianca.


Rio dan Reygan pun duduk, begitu juga Bianca.


"bii, Kaka ada urusan hari ini. kamu di rumah sendiri gapapa kan?" tanya Reygan.


"iya kak gapapa, Bianca udah sering kok" ucap Bianca.


"ntar gw suruh Tamara kesini buat jaga Lo" ucap Rio.


Reygan yang sedang minum itu tersedak.


"apa kata Lo?! Tamara?! gagaga! yang lain aja sih, kalo sama Tamara, bukannya dijagain malah bakal stress Bianca nya" ucap Reygan sewot.


"Sebenernya Gapapa, tapi Gw mau sendiri aja dirumah" ucap Bianca pada Rio.


"Beneran? Lo ga bakal kenapa Napa kan?" ucap Rio.


"iya gapapa, kan gw juga udah sering kali ditinggal Lo ke kantor" ucap Bianca.


"kan itu udah lama. siapa tau Lo takut sendiri di sini" ucap Rio.


"engga, gw gapapa" ucap Bianca.


"yaudah kalo gitu" ucap Rio.


Mereka melanjutkan sarapannya.


selesai sarapan, Reygan Dan Rio berpamitan untuk pergi.


sedangkan sekarang Bianca hanya sendiri di rumah.


Bianca menatap sekitar rumah.


terlihat rumah itu begitu kotor.


"Udah lama gak dibersihin, jadinya kaya gini deh" ucap Bianca.


"kayanya hari ini bakal banyak yang gw kerjain" ucap Bianca.


Bianca langsung memulainya.


Pertama ia membereskan meja makan bekas mereka bertiga sarapan, lalu mencuci piring gelas dan sendok bekas mereka sarapan.


setelah selesai itu Bianca lanjut mengelap seluruh kaca dan meja di Rumah.


Setelah selesai itu Bianca Menyapu Rumah dari lantai atas sampai bawah, dilanjutkan dengan mengepel.


rumah yang begitu besar itu, membuat Bianca cukup kelelahan


setelah selesai itu, Bianca menuju tempat mesin cuci. ia melihat begitu banyak pakaian pakaian Yang belum di cuci.


itu mungkin pakaian pakaian Yang Rio dan Bianca bawa sewaktu mereka tak ada dirumah.


Bianca memasukkan sedikit demi sedikit pakaian pakaian kotor itu kedalam Mesin cuci.


setelah itu Bianca memasukan sabun sabunan. lalu ia memencet tombol Untuk memulai Menyuci.


sambil menunggu, Bianca pergi ke taman belakang, dan melihat sekitar.


"tanaman tanaman udah hampir layu karena udah lama gak di rawat. mending gw siram deh" ucap Bianca.


ia mengambil selang dan Memulai Menyiram tanamannya.


ia senang menyiram tanaman tanaman itu, karena Itu memang hobi nya sedari kecil. merawat tanaman.


Setelah selesai Menyiram tanaman, Bianca Masuk kembali ke dalam rumah dan menghampiri mesin cuci.


ia melihat cuciannya itu sudah selesai.


lalu ia mengambil keranjang dan mengambil sedikit demi sedikit pakaian pakaian itu.


lalu setelah semua selesai, Bianca membawa keranjang itu keluar dan menjemurnya.


Setelah selesai Menjemur, Bianca masuk ke Dalam Rumah, dan memutuskan beristirahat di sofa.


Bianca menghela nafasnya.


"huh, akhirnya selesai juga" ucap Bianca.


Bianca menatap jam di dinding.


tak terasa sekarang sudah pukul 11.00 siang.


Bianca memutuskan Untuk Beristirahat sebentar.


setelah jam menunjukan pukul 12.00, Bianca Pergi ke Dapur untuk masak makan siang.


ia makan siang sendiri di rumah.


dan setelah makan, Bianca yang kelelahan itu langsung menuju Kamar untuk tidur siang.


...----------------...