UNTITLED

UNTITLED
berpapasan



Pagi hari.


1 Minggu berlalu saat ia mulai menempatkan apart itu.


Rio sudah dalam aktivitas nya.


Ia menelfon Nando dan Doni untuk mengunjungi nya.


tak lama kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu apart Rio.


Rio membuka kan nya.


dan benar saja, itu adalah kedua teman nya.


Rio mempersilahkan masuk dan mempersilahkan duduk di sofa empuk Apart nya.


"waw.. apart Lo mewah banget ya" ucap Nando.


"mau minum apa?" tanya Rio.


"gak usah, lo kaya sama siapa aja. nanti klo kita mau minum, kita bisa ambil sendiri" ucap Doni.


"yaudah" ucap Rio.


Rio ikut duduk bersama kedua teman nya itu di sofa.


"oh iya, Lo kapan mau cari Bianca?" tanya Doni.


"ga tau. belum mau" ucap Rio.


Nando menepuk Punggung Rio.


"Lo jangan terus Menghindar gitu dong bro. setidak nya Lo punya hak buat Tanya soal alesan sebenernya dia minta Cerai" ucap Nando.


Rio mengangguk.


"iya sih, tapi gimana kalo dia Gak mau jelasin Alesan sebenernya, dan malah minta cerai lagi" ucap Rio.


Doni menghela nafasnya.


"kalo emang bener kaya gitu, Lo harus selesain masalah ini. ngobrol sama keluarga lo dan bawa Bianca ngobrol juga" ucap doni.


Rio menunduk, memikirkan kata kata Doni.


"bener tuh kata Doni, kalo emang Bianca minta cerai sekali lagi, mendingan Lo ngobrol sama Keluarga Lo dan keluarga Bianca. gw yakin mereka gak bakalan setuju kalo gak ada Alesan jelas. setidak nya dia bisa ngasih alesan jelas di depan Lo dan keluarga Lo, kalau pun dia bener bener minta cerai" ucap Nando.


Rio mengangguk.


"yaudah Kalo gitu, gw bakal nelfon dia untuk jelasin Masalah ini" ucap Rio.


Nando dan Doni mengangguk.


namun mereka heran karena Rio hanya duduk tak mengeluarkan ponsel nya.


"kenapa gak nelfon?" tanya Nando.


"nanti deh, gw belum mau denger Suara nya. itu bakal bikin gw makin kangen sama dia" ucap Rio.


"yaudah, setelah kita pulang, Lo telfon dia. dan besok kita berdua bakal Anter Lo ke Bandung, rumah keluarga Lo" ucap Doni.


Rio tersenyum.


"makasih ya Don, do.. kalian selalu ada buat gw selama ini, padahal waktu masa masa gw lagi bahagia sama bianca, gw lupa sama kalian, bahkan gak chat kalian" ucap Rio.


"alahh, udah lupain aja soal itu. kita gak keberatan sama sekali kok" ucap Nando.


Rio tersenyum dan mengangguk.


"Yaudah jangan bahas soal itu lagi, ntar Rio jadi sedih lagi.. mendingan kita having fun aja di sini" ucap Nando.


mereka mengobrol, dan bermain agar Rio tak terus memikirkan Bianca.


sampai waktu menunjukan pukul 12 siang.


"udah waktu nya makan siang, ke resto di lobby aja mau gak?" ajak Doni.


"Boleh tuh, Lo yang traktir ya Don" ucap Nando.


"Rio tuh" ucap Doni.


Rio hanya tersenyum dan mengangguk.


"yaudah ayo makan" ucap Nando menarik Rio.


mereka turun menuju lobby menggunakan Lift.


sesampainya di lobby, Nando dan Doni menarik Rio masuk resto.


Mereka duduk di kursi Resto yang kosong.


"Don, ambilin makanan buat gw dong" perintah Nando.


"enak aja Lo, emang gw babu Lo" ucap Doni.


"gw aja yang ngambil" ucap Rio.


Doni menahan Rio.


"gw mau ngambil juga, Lo tunggu sini ya Do" ucap Doni.


Doni dan Rio pun mengambil 3 piring makanan.


Untuk Rio, Doni dan Nando.


Doni berlari memburu makanan kesukaannya.


Rio ingin mengejarnya,


namun langkah Rio terhenti saat Berpapasan dengan seseorang.


"silahkan" ucap Rio memberi jalan seseorang itu.


seseorang itu menoleh untuk ber terima kasih.


"makasih-" ucap seseorang itu terpotong.


Rio kaget, seseorang itu juga kaget.


"Bianca?!" ucap Rio.


Seseorang itu ternyata Bianca.


Bianca ingin pergi, namun Rio menahannya.


"bii, gw mau ngomong sama Lo" ucap Rio.


Bianca melepaskan tangannya dan langsung berlari.


Rio ingin mengejarnya, namun Doni yang baru saja datang menahannya.


"mau kemana? ayo ambil makanan" ucap Doni menarik Rio.


"t-tapii-" ucap Rio yang tak tau harus berkata apa karena saking bingung dan kaget.


Doni pun tak Menghiraukannya.


setelah mengambil Makanan, mereka kembali ke Meja makannya lalu Makan.


Doni dan Nando makan dengan lahap, sedangkan Rio hanya memainkan Makanannya dengan sendok.


Doni heran dengan sikap Rio itu.


"Lo kenapa?" tanya Doni.


Rio menghela nafasnya tanpa mau menjawab.


Doni menatap Nando bertanya tanya, Nando pun begitu.


"makanan nya di makan" ucap Nando.


Rio berdiri dari duduk nya dan langsung berlari keluar resto lobby apartement, dan Masuk ke dalam lift.


namun di lift itu tidak ada Bianca.


Rio menghela nafasnya.


Ia memutuskan pulang ke apart nya.


.


.


tak lama kemudian, Doni dan Nando datang.


"Lo kemana aja sih? kok malah Pergi?" tanya Nando.


"ada urusan" ucap Rio dengan wajah masam.


Doni dan Nando duduk di samping nya.


"kenapa sih?" tanya Doni.


Rio menghela nafasnya.


"tadi gw papasan sama Bianca di resto" ucap Rio.


"hah?!" ucap Nando dan Doni serentak.


Rio mengangguk.


"jadi maksudnya Bianca juga tinggal di apartement ini?" tanya Nando.


Rio mengangguk.


"terus tadi Lo udah ngobrol sama dia?" tanya Doni.


"gw udah mau ngajak dia ngobrol, tapi dia malah lari dan gw gak ketemu dia" ucap Rio.


"Lo punya kontak temen Deket nya Bianca gak?" tanya Nando.


"ada. temen Deket Bianca itu mantan gw" ucap Rio.


Nando dan Doni bertatapan.


"o-oh yaudah coba tanya" ucap Doni.


•lanjut di eps berikutnya..