UNTITLED

UNTITLED
6 : Gibah atau Sharing?



Beberapa pekan kemudian, setelah Dianne berangkat dari Jakarta menuju Semarang. Hari-hari Indira memburuk, mulai dari pertengkarannya dengan Ian sampai peneguran bu Audy membuat Indira jengah


Seseorang mengetuk pintu ruangan kerjanya sedikit agak kencang, Indira sontak melihat siapa yang mengetuk pintunya


Primy, Andien, Bianca, Talitha, dan Sati. Mereka berlima berada didepan pintu Indira dengan membawakan minuman bersoda, gelas cup plastik, dan dua dus pizza yang terlihat basah dari luar dusnya. Indira memberi tanda ke mereka untuk masuk


"Sibuk amat lo!" Ucap Primy yang disetujui Andien "Bener, Dira kalo ga diingetin pulang mana pernah mau pulang?"


Primy, Andien, dan Bianca adalah tiga perempuan yang berbeda jabatan. Jika Primy adalah bagian HRD, maka Andien adalah bagian keuangan dan Bianca adalah junior asisten. Sedangkan Thalita dan Sati mereka berdua bagian resepsionis.


"Lo akhir-akhir ini kenapa sih? Kayaknya lo bolak-balik diomongin terus sama pimpinan" Ucap Bianca


"Yang bener lo Ca?" Tanya Indira


"Iya sumpah, gue sama Thalita aja sampe denger lo jadi bahan obrolan yang Maha Kuasa"


"Ra, lo ga lagi putus pacar kan?" Tanya Andien, Indira terkekeh dan membuka botol minuman bersoda itu kemudian dituangkannya didalam gelas cup plastik nya "Pacar aja ga punya apalagi putus"


"Jomblo happy amat sih lo mbak, kalo gue jadi lo ya udah ga tahan lagi. Umur makin tua, pasangan belum ada, keluarga belum ada, yang ada kerjaan. Masa kalo kita resign gara-gara umur, kita ga dapet apa-apa? Rugi bandar dong?" Ucap Thalita


"Kan di sini kita dapet dana pensiun Lit, don't be worry okay?" Jawab Primy


"Ya lo yang ga worry mbak, orang lo udah mapan kerjaan ada suami ada kita-kita yang masih kehausan pelukan teman hidup gimana?" Tanya Thalita yang sukses membuat Primy bungkam


Andien, Bianca, Sati, dan Indira tertawa terbahak-bahak. "Emang sih ga salah emang, bahkan kalo kita masih hidup di jaman Siti Nurbaya kita di jodohin terus" Jawab Andien


"Eh ini dimakan, gue yang beliin loh malah di cuekin aja. Kasihan pizza nya nangis" Ucap Bianca


Lalu mereka mengambil potongan pizza itu satu-satu dan menuangkan minuman bersoda itu. "Gue, punya berita bagus buat kalian!" Ucap Primy


"Apaan mbak?" Tanya Sati


"Besok hangout yuk di mall, perlu cuci mata nih gue sekaligus gue mau kasih kabar baik buat kalian-kalian"


"Ugh aku jadi penasaran"


"Lo bunting? Eh maksudnya lo isi?"


"Pasti lo bisa mecat si Melissa ya?"


Mereka semua melihat ke arah Indira, seakan tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan Indira "Lo kenapa deh? Kenapa jadi Melissa?" Tanya Sati


"Kan dia berantem waktu itu sama Melissa" Jawab Andien santai


"Gue yang satu ruangan sama dia kok ga tau?" Tanya Primy


"Kapan ka?" Tanya Thalita


"Karna apa sih? Kepo gue" Gumam Sati


"Ya, karna gue kesel aja anak baru yang didampinin sama dia ga bener kerjanya numpuk map isi naskah dan terjadilah ruangan meja gue kayak kapal pecah, gue dimarahin Bu Audy"


"Tapi menurut gue ya Ra, dia sih emang selalu gitu. Apa ya namanya, aturan yang harus dia kasih malah dia lupain gitu aja" Pembenaran Primy


"Sorry-sorry to say, gue sih ga heran" Ucap Primy dan mengambil potongan pizza


"Mbak Primy, selama lo kerja sama dia sabar banget kayaknya ya?" Tanya Andien


"Ya orang dia lola, kalo dia ga lola gue omelin lah" Ujar Primy


❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄Halo!


Saya muncul lagi!


Next?


Like ya