UNTITLED

UNTITLED
Bab 125 dibalik permintaan



Tatapan Bee yang kosong sepanjang perjalan menuju rumah kediaman Alby mendadak seperti tersadar begitu melihat papan bunga ucapan duka cita yang berdiri berjejer sepanjang jalan yang jumlahnya sungguh fantastis.Berharap bahwa apa yang tadi di dengarnya adalah salah sepertinya harapan itu pupus sudah.


Langkah kaki Bee sangat kaku begitu memasuki pintu rumah.Bee bisa merasakan suasana duka yang masih begitu dalam,terlihat juga orang-orang yang masih bertahan di rumah itu yang Bee tahu kebanyakan adalah para karyawan Maha Group.


"gue capek nelponi lu dari tadi Bee !"


Serbu Inggrit langsung begitu melihat Bee yang terlihat bingung melihat seisi ruangan.Bee yang melihat Inggrit ada didepannya pun langsung memeluk erat tubuh Inggrit mencoba meluapkan rasa sedih dengan tangisannya.


"gue antar lu ke kamar Alby"


ajak Navy yang telah berada di dekat Bee juga sambil menepuk lembut pundak Bee.


Bee melepaskan pelukannya dari Inggrit lalu menganggukan kepalanya mengikuti langkah Navy.


"masuk aja Bee,


Alby sangat butuh kehadiran lu"


perintah Navy lagi sambil membuka kan pintu kamar Alby.


Bee mamasuki kamar Alby lalu menyapu seisi ruangan yang cukup lumayan luas itu mencari sosok Alby disana.Dan matanya terhenti di ranjang tampak tubuh yang lagi berbaring di tepi ranjang memunggungi tubuh Bee.Bee berlahan pun menghampiri.


Bee melipat kakinya dengan ditekuk seperti bersimpuh,Bee melihat Wajah Alby yang terlihat sedang tertidur.Bee mencoba menahan sekuat tenaga tangisnya yang sudah mau meledak.Tangis itu akhirnya tumpah begitu melihat mata Alby yang terpejam mengeluarkan air matanya.


Dengan tangan gemetar Bee mencoba menghapus air mata yang mengalir melewati batang hidung mancung alby juga di ujung sudut mata Alby.Tapi begitu Bee menghapus air mata itu dengan sapuan tangannya,air mata yang keluar kian deras mengalir dari mata Alby yang terpejam itu.


Bee sudah tidak dapat lagi menahan rasa sesak di dadanya.Dengan cepat Bee langsung menghamburkan pelukannya ke kepala Alby.Menahan sekuat mungkin tangisnya agar tidak pecah.Tubuh Bee terguncang karena isakan tangisnya tapi Bee merasakan guncangan yang lebih kuat lagi dari tubuh Bee yang berada dibawah tubuhnya sekarang.Bahkan baju depan dibagian dadanya dirasakan sudah basah.


Berlahan Bee bisa mendengar suara isak tangis dari Alby.Suara itu seperti mengiris nyeri hatinya.Bee tidak tahu harus berbuat juga berkata apa selain ikut terisak menemani Alby untuk meringankan sedikit rasa dukanya.Kamar yang lumayan luas itu akhirnya terisi dengan suara isak tangis tertahan oleh keduanya.


Entah sudah berapa lama keduanya larut dalam tangis duka.Bee bahkan sudah tisak merasakan lagi aliran darahnya mengalir ke kakinya karena posisi kakinya yang ditekuk dan tertumpu pada kedua lututnya.Bee melepaskan dekapan tangannya begitu sadar Alby sudah tidak ada pergerakan.


Bee menyingkirkan rambut Alby yang memenuhi dahinya dengan lembut.Mengusap kembali sisa air mata yang masih tersisa hampir diseluruh wajah Alby bahkan tanpa rasa jijik juga menghapus cairan hidung Alby.Bee memperhatikan wajah Alby yang lagi-lagi masih terpejam dan duka itu terlukis jelas diwajah tampannya.


Bee memberikan ciuman yang dikening Alby dengan rasa sayangnya dan meletakkan kepala yang lunglai itu diatas bantal.Bee memperhatikan kembali wajah Alby yang terlihat sangat lelah itu dan melihat ada hal yang tidak beres disana.


Bee mengguncang-ngguncang pundak Alby lalu beralih ketangan Alby yang melemah seperti tidak ada tenaga.Apa yang terjadi ? batin Bee panik.


"Alby..?"


panggil Bee pelan


"Alby..


By..."


panggil Bee lagi dengan suara seraknya karena tubuh Alby tidak merespon sama sekali.Seperti kehilangan kesadaran.Apa mungkin Alby pingsan ? batin Bee lagi.


karena takut terjadi sesuatu yang buruk,Bee langsung berlari keluar kamar dengan panik dan tangisnya pecah.


"NAVYYYYY..???


NAVYYYY...


Alby Nav..!"


teriak Bee panik sambil tangannya menunjuk kedalam kamar Alby ke Navy begitu Navy hadir di hadapannya begitu terdengar teriakan namanya.


Navy lalu berjalan masuk ke kamar Alby yang di ekor ole Bee dan langsung memeriksa keadaan Alby yang telah tertidur.


"gak pa pa ,Bee.


jangan panik.Gue emang tadi suntikan oba penenang ke Alby.Biar Alby istirahat bentar.Alby sangat terpukul dengan keadaan ini ditambah lagi Alby yang kurang istirahat.Aku takutnya Alby sakit "


Navy memberikan penjelasan sambil menarik selimut ke tubuh Alby.


Penjelasan yang cukup buat lega sebenarnya tapi Bee malah menangis sejadi-jadinya untuk menumpahkan perasaan nya.


"cuma lu yang bisa buat Alby tenang.Gue mohon lu terus berada disamping Alby dengan kondisi Alby sekarang "


mohon Navy sambil merangkul pundak Bee dan Bee dengan pasrah menjatuhkan kepalanya di dada Navy.


----------------------------------------


Tiga hari pasca kematian Atia,Suasana duka dikediaman Alby masih sangat terasa ditambah dengan keadaan Indah yang kian memburuk.Keadaan Alby juga kian terpuruk.Tidak ada aura semangat yang keluar dari wajahnya.Wajah dingin Alby kian muram tanpa senyum.


Bee menyerahkan secangkir lemon tea hangat ke Alby yang terlihat menatap kosong menerawang ke depan.


"di minum dulu teh nya,By "


saran Bee lembut sambil menepuk punggung tangan Alby.Bee tersenyum senang karena Alby langsung melakukan perintahnya.


"aku butuh bantuan kamu,Bee.


Ini menyangkut masalah perusahaan"


ungkap Alby tanpa ragu


"masalah apa,By ?"


"aku mau kamu langsung ke kalimantan memastikan langsung proyek kerjasama dengan Steel Co "


"perusahaan sudah mengirimkan orang khusus untuk mengawasi proyek itu.Itu gak cukup buat kamu ?"


"bukan itu maksud aku.Kerjasama dengan Steel Co adalah gagasan dari ayahku.aku hanya mau memastikan semuanya berjalan sesuai harapan dan aku mau orang yang ku percaya yang memastikan itu "


"kapan kamu mau aku berangkat ?"


tanya Bee dengan masih diliputi rasa bingungnya


"secepatnya..


besok kalau memang kamu siap,Bee"


"Aku akan berangkat besok kalau kamu janji ama ku,kamu bakalan baik-baik aja selama aku disana"


Bee merasa terkejut dengan apa yang diucapkannya.Semua di luar dari pikirannya.


"Maksud kamu...???"


tanya Alby panik


"Hah..


aku merasa ada yang kamu sembunyiin ke aku"


nilai Bee jujur


"aku gak ngerti maksud kamu"


elak Alby,dengan cepat mengalihkan pandangannya saat mata mereka saling bertabrakan


"By...


lihat aku sekarang !!"


perintah Bee dengan lembut dan Alby sendiri terlihat kelabakan.


"Byyyy.."


panggil Bee lagi,dan tanpa ragu langsung bersimpuh didepan Alby yang terduduk.Menangkup wajah Alby dengan kedua tangannya.Memperhatikan wajah Alby dengan teliti,mencoba menilai wajah itu dan mencari tahu kebenaran yang ada.


"kamu gak harus terima permintaan aku"


seru Alby dengan nada ketusnya.


"aku akan telpon Bu Neta untuk mempersiapkan semuanya"


putus Bee akhirnya lalu meninggalkan Alby.


----------------------------------------


"lu dimannaa,Beee ?"


tanya suara di sebrang sana panik.


"handphone lu gak bisa gue hubungi,gitu nyambung lu gak angkat telpon gue"


protes suara itu lagi dengan emosi.


"Aisssssh,


kenapa se kok malah marah-marah ku gue..!!


hardik Bee dengan nada kesel gak mau kalah


"lu ke rumah sakit sekarang..!!!"


"bu Indah kenapa,Vy...???


tanya Bee panik


"kelamaan gue jelasinya.Lu buruan ke rumah sakit.Gue tunggu..!!"


ucap Navy lalu berniat memutus telponnya tapi urung di lakukannya karena mendengar jawaban Bee di sebrang sana


"Gue lagi di Kalimantan "


"Ya..,Tuhaaaan..."


apa lagi ini teriak Navy emosi.Dan Bee bingung dengan apa yang terjadi


"lu buruan balik.Sekarang..!!!"


"gue baru aja nyampe dan ada kerjaan yang harus gue selesaikan"


elak Bee


"persetan dengan kerjaan itu...!!!!


itu akal-akalan Alby,Bee.Lu buruan balik atau lu bakalan nyesel.Ini menyangkut nyawa Alby "


"Apa...??"


"lu kemasi barang lu aja.Ntar di perjalanan lu menuju bandara gue akan jelasi"


saran Navy akhirnya.Dan dengan tanda tanya besar Bee mengikuti kemauan Navy.