
2 Minggu berlalu.
hari ini mereka memutuskan untuk pulang kerumah.
Rumah Yang menyimpan banyak kisah Mereka berdua didalam nya.
mereka membawa Pakaian pakaian juga beberapa barang penting yang harus dibawa.
setelah selesai semua persiapan nya untuk pulang, akhirnya mereka meninggalkan Apartemen itu.
Bianca dan Rio sangat ingin masih tinggal di apartemen itu, karena mereka berdua menyimpan kenangan Pertama yang luar biasa di sana.
"sayang banget ya, kita udah mau pulang aja" ucap Bianca.
"nanti juga kesini lagi, tenang aja" ucap Rio.
Bianca dan Rio pun langsung meninggalkan Apartemen mereka sambil membawa barang barang nya.
mereka dibantu oleh Nando dan Doni.
mereka memasukan barang barang ke dalam mobil, karena barang barang nya tak begitu banyak.
namun setelah itu mereka akan pergi ke lobby kembali untuk ber sarapan di resto.
sambil menyantap makanannya, mereka juga mengobrol.
"oh iya gw belum ngenalin diri ke Lo Bii" ucap Nando.
"gw Nando" ucap Nando Mengulurkan tangannya.
Bianca ingin membalas ukurannya, namun Rio malah menepuk Tangan Nando.
"kalo mau kenalan, kenalan aja, jangan pake jabat tangan segala" ucap Rio.
"iya iya. posesif amat Lo" ucap Nando.
"gw Doni" ucap Doni di tengah pertengkaran mulut itu.
Bianca tersenyum kepada Nando dan Doni.
"gw Bianca. nice to meet you" ucap Bianca.
Nando dan Doni tersenyum ramah.
"jadi dia tuh temen gw. kita udah lama kenal, tapi Semenjak Gw Deket sama Lo dan ngabisin waktu sama Lo, kita jadi gak pernah ketemu lagi. dan kita ketemu lagi waktu Gw kabur setelah Lo minta cerai itu" ucap Rio.
Bianca mengangguk mengerti.
"maafin sikap Rio ya" ucap Bianca.
Nando dan Doni menatap penuh pertanyaan dan juga bingung.
"emang nya kenapa?" tanya Rio.
"ya Lo kan orang nya nyebelin. terus Lo Dateng ke mereka cuman pas butuh doang" ucap Bianca.
"gw gak sengaja ketemu sama mereka, bukan Nyamperin mereka" ucap Rio.
"tapi dia emang nyebelin kan ya?!" ucap Bianca pada Nando dan Doni.
Nando dan Doni hanya cengengesan tak bisa menjawab.
mereka tak enak dengan Rio jika mereka berkata jujur.
"jujur aja" ucap Rio.
"sebenernya gak nyebelin, cuman kaya gimanaa gitu" ucap Nando menggaruk lengkuk leher nya yang tidak gatal.
"gw nyebelin maksudnya?" tanya Rio.
"hehe. dikit" ucap Nando.
"do, Lo apa apaan sih" bisik Doni pada Nando.
"kan disuruh jujur" bisik balik Nando pada Doni.
Doni hanya menghela nafas.
"udah udah gak usah si bahas, Bianca emang orang nya gitu. suka ngajak berantem" ucap Rio.
Bianca cemberut.
"cih, nyebelin banget Lo tuh. gw Heran kenapa gw mau nikah sama Lo" ucap Bianca.
"bukannya kalian dijodohin?" ucap Nando polos.
"iya emang, tapi kok bisa ya gw mau mau aja" ucap Bianca.
"gw sih ga heran. Lo cantik" ucap Rio.
Bianca menghela nafasnya.
"gak usah gombal, gw lagi marah juga!" ucap Bianca.
"siapa yang gombal, emang bener" ucap Rio.
Doni dan Nando bingung harus bagaimana Melerai pertengkaran mulut pasangan ini.
"gimana nih Don" bisik Nando.
"ya Lo lerai kek" bisik balik Doni.
"Lo aja" bisik Nando.
Doni menghela nafasnya.
Doni memulai strategi nya.
ia menatap jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 9.
"udah jam 9. bukannya kalian harus cepet cepet Pulang ya?" tanya Doni pada pasangan itu.
Bianca dan Rio yang sedang berdebat mulut itu langsung terdiam.
"oh iya juga" ucap Bianca langsung berhenti bertengkar dan Menghabiskan makanannya.
Rio pun begitu.
Doni dan Nando tos sembunyi untuk strategi yang Berhasil ini.
tak lama kemudian, mereka selesai makan.
"kapan kapan kalian Main kerumah Kita ya" ucap bianca.
"pasti. kabarin aja waktu yang pas. siapa tau kalian lagi mesra mesraan, gw sama Doni malah Dateng, kan jadi gak enak nanti nya" ucap Nando.
Rio tertawa kecil.
"yaudah bro, Gw sama Bianca pulang ya" ucap Rio.
"gw sama Doni juga pulang ya" ucap Nando.
Rio mengangguk.
mereka berpisah disana.
Bianca dan Rio pergi menggunakan lift menuju basement, sedangkan Doni dan Rio Keluar lobby menuju mobil nya yang mereka parkirkan di Parkiran depan.
..
sesampainya di rumah.
Bianca berlari Masuk ke rumah.
"gw kangen banget Rumah iniii" ucap Bianca.
"udah sana kekamar ganti baju duluan" ucap Rio.
"loh, emang nya Lo mau kemana?" tanya Bianca.
"mau keluarin barang barang" ucap Rio.
"gw bantu ya" ucap Bianca.
"gak usah, cuman dikit doang kok" ucap Rio.
"beneran?" tanya Bianca.
"iya sayang, udah sana" ucap Rio.
Bianca mengangguk.
ia langsung menuju kamar nya yang berada di lantai atas.
Bianca membuka pintu kamar dan menatap nya lega.
"gw kangen banget kamar inii" ucap Bianca.
Bianca tersenyum.
lalu ia langsung menuju lemarinya.
ada beberapa baju yang ada di lemari.
"kok baju gw cuman segini?" tanya Bianca bingung sendiri.
Bianca langsung menepuk Kepalanya saat menyadari sesuatu.
"gw lupa, baju baju gw yang gw bawa selama kabur itu kan ada banyak. Rio gak mungkin bawain semuanya" ucap Bianca.
ia langsung berlari menuju lantai bawah dan menghampiri Rio yang seperti kelelahan.
"Rio gw lupaa! maafin gw" ucap Bianca sambil berlari menuju mobil yang berada di garasi.
Namun Rio menariknya.
"kenapa?" tanya Rio.
"gw baru inget Kalo gw selama Kabur itu punya beberapa koper yang isinya baju baju.. itu lumayang banyak" ucap Bianca.
"udah gapapa biar gw aja" ucap Rio dengan nada kelelahan.
"Lo kecapean gitu" ucap Bianca yang langsung berjalan menuju mobil.
Rio mengikutinya.
Bianca membawa 2 koper sekaligus.
namun Rio melarangnya.
"bawa satu satua aja" ucap Rio.
"biar cepett, udah jangan ngelarang larang gw" ucap Bianca langsung berjalan menarik 2 koper miliknya.
Rio hanya menggelengkan kepalanya.
lalu ia kembali mengeluarkan barang barangnya.
ada 2 koper lagi.
itu koper berisi pakaian dan barang barang Bianca selama Kabur.
Setelah itu, mereka istirahat sejenak.
"Lo kabur kaya bener bener mau kabur selamanya. barang nya banyak banget" ucap Rio.
"ya maaf, kan emang awalnya gw kira kita bakal beneran pisah" ucap Bianca.
"ah udah gak usah bahas itu lagi deh, mendingan Lo ganti baju. bau tuh badan Lo keringetan. biar gw yang bawa barang barang ini ke Kamar" ucap Rio.
"gak deh, Lo Nya aja mukanya sampe keringetan gini" ucap Bianca mengelap keringat bercucuran Di wajah Rio.
Rio hanya tersenyum melihat perhatian Bianca.
"udah sana Ganti baju. cewe kan harus cantik" ucap Rio.
"sebenernya Lo mau diapain juga tetep cantik, tapi Lo harus lebih cantik. sana sana ganti baju, terus cuci muka. keringet Lo Banyak, padahal cuman bawa 2 koper" ucap Rio tertawa kecil.
"tapi Lo gak papa nyelesain semua ini sendiri?" tanya Bianca.
"iya gapapa, udah sana" ucap Rio.
"yaudah. nanti kalo udah beres semua, gw kasih Lo hadiah deh" ucap Bianca.
Rio tersenyum.
"iya iya, sana" ucap Rio.
Bianca pun pergi menuju Kamar nya juga kamar Rio yang berada di lantai atas, sedangkan Rio melanjutkan membereskan semua barang barang itu.
...----------------...