UNTITLED

UNTITLED
first kiss



Cklek..


"SAYANGG.. KAMU LAGI NGAPAIN!" ucap seseorang yang tiba² masuk rumah Tanpa mengetuk.


Rio yang kaget langsung melirik pada seseorang yang sedang menghampirinya itu.


"Tamara? ngapain kesini?" Tanya Rio.


"kangen" ucap Tamara yang langsung duduk di pangkuan Rio.


Rio hanya diam karena dia sedang sangat fokus pada gamenya itu.


Tamara cemberut mendapati Rio yang cuek dengannya dan malah lebih mementingkan Gamenya itu.


Tamara dengan cepat langsung merebut Hp Rio.


"apa²an sih! kembaliin!" ucap Rio berusaha mengambil Hpnya dari Tangan Tamara yang begitu lincah menghindar.


"aku ada disini, kok kamu malah main game sih! mending main sama aku!" ucap Tamara.


Rio roll eyes dan membanting punggung nya pada punggung Kursi.


"kamu kok gitu? gak suka aku Dateng kesini?" Ucap Tamara kesal.


Rio hanya diam.


"udh lah, lupain aja Game kamu yang ada di hp itu, mending main sama aku" ucap Tamara.


"di kasur juga boleh" bisik Tamara genit.


Rio kembali roll eyes.


Tiba²..


ada seseorang yang mengambil Hp Rio dari tangan Tamara.


Tamara Langsung melirik seseorang itu.


"apa²an Lo! sini kembaliin!" ucap Tamara berusaha Mengambil hp Rio yang sedang ada di tangan Bianca.


"Lo gak ada hak ya Buat Ngatur SUAMI gw!" ucap Bianca yang langsung menarik Rio pergi.


"kalian mau kemana!" teriak Tamara yang jatuh karena Rio langsung berdiri begitu saja karena Tarikan Bianca.


Bianca smirk mendengar teriakan Tamara itu.


Bianca memberhentikan langkahnya, begitupun Rio.


Bianca langsung menghadap Rio dan langsung menatap dalam Mata Rio.


"oh iya sayang.. mamah sama bunda kan Udh nanyain Soal Cucu ya.. mending kita kasih aja" ucap Bianca.


"Hah?!" ucap Rio kaget.


"udh ayok" ucap Bianca menggandeng Manja tangan Rio menuju Kamar.


disisi lain mereka.


"apa²an mereka! gw gak akan biarin mereka Ngelakuin itu!" Gerutu Tamara dalam hati, dan langsung membuntuti diam² mereka dari belakang.


sesampainya di depan kamar.


Tamara mengintip Rio dan Bianca.


Terlihat Rio sedang menyenderkan Bianca pada dinding sambil menatap Bianca.. Rio juga mengunci pergerakan Bianca.


"aduh mampus gw, padahal gw cuman pura²" batin Bianca menutup matanya.


Rio memiringkan kepalanya dan mendekatkan Bibirnya dengan Bibir Bianca.


Tamara yang sudah panas langsung membanting pintu kamar itu.


"apa²an ini!" ucap Tamara kesal.


Rio ingin Menenggak kan Posisinya, tetapi Bianca langsung Menahan dan Menarik Pinggang Rio.


dan..


Cup..


niat nya hanya ingin memanaskan Tamara, tetapi kini bibir mereka malah benar² menyatu.


Bianca melotot kaget karena tindakan Yang dia lakukan.


begitupun Rio, dia kaget Dengan tarikan Bianca yang membuatnya jatuh pada Bibir Bianca.


Deg Deg Deg..


Suara jantung keduanya berdetak begitu kencang.


Tamara langsung menutup mulutnya tak percaya.


"apa apaan ini!" ucap Tamara Meneteskan air mata dan langsung berlari pergi.


Bianca yang sudah menyadari Bahwa Tamara sudah pergi, langsung melepas Bibirnya. Tetapi Dengan Cepat Rio langsung menahan dan Menarik Pinggang Bianca agar tubuh mereka lebih dekat.


Rio Menutup matanya, dan mel*mat lembut bibir Bianca.


Bianca kaget dengan apa yang dilakukan Rio.


Tetapi Bianca tak tau caranya menghindar dari keadaan ini.


Dan setelah puas..


Rio melepasnya dan menatap Bianca.


Bianca menendang Betis Rio yang membuat Rio terjatuh pada lantai.


"Bisa²nya Lo ambil first kiss gw!" ucap Bianca marah.


"bukannya Lo yang tdi narik gw?" ucap Rio membela diri.


"Tapi kenapa Lo harus lanjutin sih.. gw cuman mau bikin Pacar Lo itu pergi, Lo malah ngelanjutin!" ucap Bianca.


"terserah gw lah.. lagi pula bibir Lo ini emang Udh jdi hak gw!" ucap Rio.


"cih, bisa²nya Lo!!! gw benci sama Lo!!!" ucap Bianca.


"terserah, gw gak peduli.. Lo mau marah sama gw? mau ngadu sama Bunda Lo dan ayah Lo? silahkan!gak bakal ada yang Ngedukung lu, Lagi pula kita udh suami istri, apa salahnya!" ucap Rio santai.


"salah nya, gw gak cinta sama Lo!" ucap Bianca nada tinggi dan langsung pergi.


Rio menatap Kepergian Bianca, namun dia tak memedulikannya.


sudah Malam, namun Bianca belum juga Pulang.


Selepas kejadian tdi Sore, Bianca langsung pergi dari rumah tanpa mengganti bajunya,bahkan dia tak membawa hpnya.


Rio sedikit khawatir pada Bianca saat ini.


Dia juga gelisah dan bingung, dimana Bianca pergi.


Rio sudah Menelefon Luna, tetapi Luna bilang dia tak tau soal Bianca.


Bianca tidak bertemu dengannya selain Siang tdi.


"ck.. Ngeribetin aja ni orang!" ucap Rio mengusap kasar Mukanya.


"gw harus ngapain sekarang? harus cari dia gitu? cih males banget!" ucap Rio.


Tiba²....


tringg tringg tringg..


Dering telfon Rio berbunyi.


Nama kontak yang tertera adalah TANTE LARAS.


call on:


Tante laras :" Rio, kamu sama Bianca gak?"


Rio :"i-iya Tan, sama Bianca"


Tante Laras :"kamu panggil saya Tante?"


Rio :"e-eh maksudnya Bun"


Tante Laras :"hmm.. bunda boleh ngomong sama Bianca gak? tadi Bunda nelfon ke nomornya, tpi gak di angkat"


Rio :"o-oh.. Bianca Lagi tidur Bun, dia kecapean habis - " terpotong.


Tante laras :"kalian habis Buat cucu buat kita?" kesenangan.


Rio :" i-iya Bun" terpaksa.


Tante Laras :"Bunda tunggu kabar bahagianya ya"


Call off.


"ck.. apa²an! baru dicium aja marah sampe kabur, gimana klo di..." ucap Rio menggantung.


"ahh! udh lah" ucap Rio yang langsung mengambil jaketnya dan membawa Motornya pergi untuk mencari Bianca.


Rio Terlihat gelisah saat membawa Motornya.


Sepertinya ia khawatir dengan Bianca yang hingga kini Belum pulang.


Rio takut jika Bianca diculik, apalagi jika Bianca sampai diperk*sa.


Rio Tak akan pernah Menyentuh nya sama sekali, jika Bianca benar² sudah Tak suci.


Rio menghendaki kan Motornya dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Luna.


sesampainya di rumah Luna, Rio mengetuk pintu rumahnya.


Tok Tok Tok


Luna membuka pintunya.


"Rio? ngapain Lo kesini?" tanya Luna.


"Gw cuman mau mastiin klo Bianca bener² gak ada disini" ucap Rio.


Luna pun mempersilahkan Rio masuk.


"lagi pula ada apasih Lo sama dia?" tanya Luna.


"ntar juga Lo tau ceritanya dari dia sendiri" ucap Rio sambil menatap sekeliling rumah Luna.


"Yaudah, mending Lo buruan cari Bianca.. Lo tau gak sih, jam jam segini tuh banyak banget kasus Penculikan, terus pemerk*saan, bahkan sampai di bunuh" ucap Luna.


"hah?! yang bener Lo? yaudah gw harus cari dia" ucap Rio yang langsung pergi.


"haha.. kayanya tu anak udh mulai Sayang sama Bianca.. segitu khawatirnya dia sama Bianca" ucap Luna.


Rio sudah mencari Bianca sampai hampir Jam 10, namun Bianca belum Ditemukan.


"haish sialan ni anak! dimana sih Lo Bii! mana Lo gak bawa apa² lagi" ucap Rio yang sudah mengeluh untuk mencari Bianca.


"ini udh malem banget bii.. Lo pulang kek! gw cape nyariin Lo, gw cape khawatirkan Lo! ck!" ucap Rio langsung mengacak² rambutnya, sangking stress nya mencari Istrinya itu.


(like,komen,vote yaa.. biar author makin semangat upnya)