
pagi hari kemudian.
Bianca sudah bersiap dengan barang² nya.
"semoga kamu betah ya bii disana.. jaga diri baik² disana.. layani suami kmu 24 jam.. rawat suami kamu.. kalo ada apa² langsung hubungi kita" ucap Laras.
"iya bun.. Bianca langsung pergi yaa, kayanya Rio udh ada diluar" ucap Bianca.
Laras dan Bayu mengangguk melihat kepergian anak perempuan satu²nya.
Reygan mengantar dan membantu Bianca membawa barang²nya kedalam mobil Rio, Rio pun ikut membantu.
setelah selesai memasukan barang² kemobill..
"bii.. kamu jaga diri disana yaa!.. kaka gak mau kamu kenapa² ! kalo seandainya ada apa² langsung calling kaka oke!! dan kalo suami kamu ini macem² sama kamu, telpon kaka! nanti kaka bakal bikin dia jdi ayam geprek!!! oke?! " ucap Reygan memperingati Bianca.
"iya kaka ku tersayanggg.. Bianca bakal terus ngasih kabar ke kaka, oh iya.. kaka juga jaga diri disini! makan yang teratur, pola tidur harus kaya biasa!gak boleh begadang²an oke?! jangan mikirin aku mulu yaa! pikirin tuh cari kaka ipar buat aku! " ucap Bianca.
"iya iya bii.." ucap Reygan smbil mengelus kepala Bianca.
Reygan dan Bianca berpelukan untuk terakhir kalinya sebelum Bianca pergi ke Jakarta.
.
.
.
.
"woii!! ini mau jalan apa mau disini aja sih! " ucap Rio yang dari tdi hanya melihat Mereka dari dalam mobil.
"iya iya sabar! " ucap Bianca yang langsung menghampiri mobil dan langsung menaiki mobil.
setelah itu, tanpa berlama², Rio langsung menancap gas menuju Jakarta.
Bianca melambaikan tangan pada Reygan yang masih berada di teras menatap kepergian Bianca.
.
.
.
.
.
.
diperjalanan.
"gw ngantuk, gw tidur ya" ucap Bianca.
"enak aja! enak banget lo tidur, Sedangkan gw nyetir" ucap Rio.
"ya terus gw harus gimana? " tanya Bianca kesal.
"ya jangan tidur! " ucap Rio.
"yaudah iya! dasar bawel" ucap Bianca kesal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
sesampainya di rumah yang sudah disiapkan.
Bianca dan Rio masuk kedalam dan membawa barang²nya.
.
.
.
setelah itu, Rio dan Bianca pergi ke kamar untuk bersih² dan mengganti bajunya.
.
.
.
dikamar.
mereka bergantian untuk memakai kamar mandi.
Bianca masuk terlebih dahulu ke kamar mandi, sedangkan Rio setelah Bianca.
.
.
.
Setelah Bianca selesai memakai kamar mandi, Rio masuk dan membersihkan dirinya.
Saat ini Bianca sedang membereskan barang²nya.
lalu, Bianca menuju lemari yang ada di pinggir kamar mandi untuk memasukan pakaian²nya.
didalam sana ternyata sudah ada baju² Rio.
"apa gw satuin aja ya baju² gw sama Rio, lagi pula kan kita udh nikah"
"eh tapi jangan deh" ucap Bianca yang langsung berbalik badannya.
Tiba² Rio keluar dari kamar mandi.
Bianca menoleh kearah Rio yang keluar dari kamar mandi.
Bianca kaget ketika melihat Rio keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililit ke pinggangnya.
"AAAAAAA" teriak Bianca yang langsung menutup matanya.
Rio menghampiri Bianca.
"woi! ambilin baju gw dong" ucap Rio yang sudah berada tepat di depan Bianca.
Bianca masih menutup matanya.
"ambil sendiri lah! " ucap Bianca.
"Ambilin lah! " ucap Rio.
"ambil sendiri aja lah, lo kenapa sih keluar pake anduk doang! " ucap Bianca.
"dih, lo kan istri gw, ya gapapalah gw keluar gini! " ucap Rio.
"y-ya tapii-" ucap Bianca terpotong.
Rio langsung mendorong Bianca ke dinding, dan mengunci pergerakan nya.
"l-lo mau ngapain? " ucap Bianca takut.
Rio menatap Bianca.
"apaan sih ga jelas" ucap Bianca.
"lo tuh istri gw, dan lo harus ngelayanin gw! " ucap Rio.
"n-ngelayanin apa maksudnya!? " tanya Bianca ketakutan.
Rio langsung membuka handuk yang dililit di pinggangnya.
"AAAAAAA" teriak Bianca lagi yang langsung menutup matanya.
Rio membuka pergerakan Bianca.
Bianca langsung membuka matanya dan melihat Kearah bawah Rio.
"o-oh" ucap Bianca yang melihat bahwa Rio memakai celana pendek se lutut.
"maksud gw ngelayanin gw tentang makan, baju, rumah, dll" ucap Rio.
"gw gak akan pernah sentuh lo! gak sudi! " ucap Rio yang langsung mengambil bajunya menuju lemari, dan langsung memakainya.
kata² Rio barusan membuat Bianca sakit hati dan membuat Bianca overthinking.
Rio dengan seenaknya hati berkata seperti itu.
Rio pergi ke luar kamar.
Bianca berusaha untuk tak menangis.
Bianca akan terus mencoba sabar selagi Bianca bisa.
Bianca pun pergi menuju dapur dan memasak untuk Rio.
.
.
Setelah selesai memasak, Rio datang dengan pakaian yang sudah rapi.
"mau kemana lo? " tanya Bianca.
"gw mau Ke perusahaan.. gw bakal makan disana, udh dimasakin sama Tamara" ucap Rio.
"t-tapi kan gw udh masak" ucap Bianca.
"ya terserah lah! lo makan aja semuanya, gw mau makan masakan tamara" ucap Rio yang langsung pergi keluar rumah.
lagi² Bianca sakit Hati dengan Rio.
Bianca berusaha sabar kembali.
Bianca langsung memakan makanan yang dia masak.
Bianca menghabisi semuanya karena dia tidak mau membazir.
.
.
.
.
setelah itu bianca kembali membereskan barang²nya dan membereskan rumahnya.
.
.
.
.
.
.
sore hari.
Bianca sudah selesai membereskan rumah dan barang²nya.
Cklek.
pintu rumah dibuka oleh seseorang.
ternyata itu adalah Rio bersama seorang perempuan, yaitu tamara.
"sayang? kok ada dia? " tanya Tamara yang sedang menggandeng Rio.
Bianca menghampiri mereka.
"gw sama dia udh nikah! " ucap Bianca.
"oh ya? .. tapi emangnya klian udh saling sentuh! " ucap tamara.
Bianca langsung menarik Rio dan menggandeng erat Tangan Rio.
"ya udah lah!! udah kan sayang! " ucap Bianca berbohong.
Rio bingung.
"udh kan yanggg! " ucap Bianca memelototi Rio.
"udahlah! gw sama tamara mau ke ruang kerja dulu, ada yang harus kita urus! " ucap Rio yang langsung menggandeng Tamara dan pergi.
Bianca hanya bisa melihat kepergian mereka.
.
.
.
.
.
sudah 2 jam Rio dan tamara tak keluar dari ruangan Kerja, j
karena Bianca penasaran, Bianca pergi menyusul mereka.
Bianca membuka pintu kerja Rio.
dan betapa kagetnya Bianca saat melihat Rio dan tamara sedang bermesraan.
(anggap aja di kursi kerja)
"ASTAGAAA! APA²AN INIII! " ucap Bianca kaget.
Rio kaget langsung berdiri, tetapi tamara menariknya kembali ke posisi semula.
"kenapa hmm? cemburu? " ucap Tamara santai.
"keterlaluan kalian! bisa²nya kaya gini di depan istri sahnya Rio! " ucap Bianca.
"iya sih istri sah, tapi terpaksa!!! " ucap Tamara.
"gak malu kalian? gw bisa aja videoin kalian lagi kaya gini! biar viral sekalian! " ucap Bianca.
"silahkan aja video in! biar kalian cerai, dan gw sama Rio bisa hidup bahagia! " ucap Tamara.
"apa? bahagia? hahaa mimpi! setelah video ini viral, karir kalian bakal hancur tau gak! " ucap Bianca.
mendengar itu, tamara dan Rio langsung berdiri.
"woii bii! jangan berani²ny lo hancurin karir gw ya! " ucap Rio.
"kalo gw pengen gimana? " ucap Bianca.
"gw bakal hancurin keluarga lo! " ucap Rio mengancam.
Bianca langsung terdiam.
"jangan bawa² keluarga gw! " ucap Bianca yang langsung pergi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(like, komen, vote yaa..biar author makin semangat up nyA)