UNTITLED

UNTITLED
bantuan rio



keesokan hari nya.


Rio bersikap Dingin pada Bianca.


Bahkan malamnya, Saat tidur pun ia membelakangi Bianca.


Bianca menjadi bingung cara menjelaskan masalah kemarin.


Saat Pagi sekali, Bianca melihat Rio sudah rapi seperti akan pergi.


Namun Petir menyambar sangat keras dan Tak lama setelah itu, hujan pun turun.


Rio seperti nya sama Kesal dengan cuaca hari ini.


mungkin Bukan dengan cuaca nya, melainkan dengan gadis cantik yang sedari tadi menatapnya sambil cemberut.


Rio sangat ingin marah karena wajah Bianca yang sangat gemas itu membuatnya hampir luluh.


Sayang nya masih "hampir".


Rio berusaha terlihat dingin dan tak memedulikan Keadaan sekitar, dan Bianca juga merasakan itu.


namun Dalam hatinya, 40% hatinya sudah termakan Tatapan Bianca dengan wajah cemberutnya yang membuat luluh.


sedangkan 60% Hatinya masih diambang kebingungan dan kekesalan.


entah apa yang membuatnya begitu kesal, namun perasaan nya Sangat tidak tenang sebelum ia mengetahui apa yang dimaksud tugas dari mertua Bianca, Atau bisa dibilang orang tua Rio.


Awalnya Rio tak mempermasalahkan Itu, namun Ia Menjadi sangat terbakar kemarahan saat mendengar kata "ceraikan" dari mulut Reygan kemarin.


apa yang dimaksud Reygan? tugas dari mertua Bianca? apa itu penting? tentang apa? kapan mereka Bicara soal tugas itu? apa sebelum gw dan Bianca nikah? apa itu bersangkutan sama rumah tangga gw dan Bianca? kenapa Reygan minta Bianca cerain gw setelah nyelesain tugas nya?


kira kira itu yang Rio selalu tanyakan pada dirinya sendiri sejak malam.


Bisa dibilang, dia sangat overthingking.


Lamunannya tiba tiba dibuyarkan oleh keberadaan gadis Cantik didepannya.


dengan wajah Datarnya, ia memberi secangkir teh hangat dan menyimpannya di Meja Rio.


"kalo mau diminum, minum aja. kalo gak mau, gak usah" ucap Bianca.


Rio menatap Heran Pada Bianca.


nada bicaranya Sangat persis saat ia sedang marah pada Rio.


"harus nya Kan gw yang marah, kok dia juga ikutan marah?! " batin Rio.


Rio berlagak Tak sedikitpun memedulikan Bianca.


ia berusaha terlihat sibuk dengan koran yang ada ditangannya.


Bianca juga seperti nya sudah malas dengan kegiatan nya yang hanya sangat membuang buang waktu itu.


Ia memutuskan untuk membersihkan rumah.


Berawal dari mengelap kaca dan meja.


Kaca dan meja yang berada dirumah Itu tidak terlalu banyak, jadi Bianca Tidka terlalu kecapean.


lalu ia menyapu.


Ia menyapu dari lantai atas hingga bawah.


setelah itu ia mengepel.


ia mengawalinya dari lantai atas juga.


setelah selesai semua itu, Bianca menuju Tempat mesin cuci baju, dan Memilih milih baju yang akan ia Cuci terlebih dahulu.


setelah itu, ia memasukan Deterjen.


saat semua itu sudah selesai, Bianca memencet Tombol pada Mesin cuci baju itu.


Namun mesin cuci tak menyala.


Bianca sudah berulang kali menekan tombol nya, namun mesin cuci itu tetap Tak mau menyala.


"kayanya mesinnya rusak" ucap Bianca pada dirinya.


Bianca menghela nafasnya.


Karena cucian pakaian itu sudah menumpuk dan harus segera di cuci, Bianca memutuskan untuk mengeluarkan baju bajunya dan Membawanya ke ember.


ia berjalan sambil membawa Pakaian pakaian itu menuju kamar mandi.


Ia memutuskan untuk mencucinya dengan tangannya.


ia akan menggosoknya.


..


Sudah 30 menit Rio tak melihat Bianca keluar.


Ia menjadi khawatir.


Ia menyusul Bianca untuk melihat Kondisi Bianca.


saat didepan kamar mandi.


ia tercengang ketika melihat Bianca sedang menggosok pakaian pakaian dengan tangannya.


Rio mendekati Bianca dan menariknya hingga Bianca berdiri.


Bianca kaget ketika Bianca menariknya.


"apa sih!!!" ucap Bianca kesal.


"Lo ngapain Nyuci disini! gw udah beli Mesin cuci mahal mahal, kenapa gak dipake?!" ucap Rio.


"mesin cuci Lo mahal? kok rusak?!!" ucap Bianca menatap Rio datar.


"iya! gak usah banyak nanya" ucap Bianca sinis.


"yaudah gak usah dilanjutin.. gw bayar pembantu part time aja ya" ucap Rio.


"kenapa gak Lo benerin aja sih mesin cucinya?!" ucap Bianca.


Rio terdiam.


"gw gak bisa" ucap Rio.


"yaudah panggil tukang servis mesin cuci" ucap Bianca.


"oh iya, yaudah Lo duduk aja di sofa, jangan Lanjutin ini" ucap Rio.


Bianca menghiraukan Rio dan berjalan Menuju sofa.


tapi tiba tiba kakinya Lemas membuatnya terjatuh.


Rio dengan cepat Menangkap Bianca.


"Lo kenapa? cape? kaki Lo kenapa?" tanya Rio.


"kaki gw kayanya lemes kelamaan jongkok" ucap Bianca.


Rio dengan cepat Menggendong Bianca ala bridal style dan mendudukinya di sofa.


"udah jangan kemana mana! disini aja!" ucap Rio.


"iya bawel lo" ucap Bianca.


Rio pun menuju tempat Mesin cuci baju.


Ia mencoba memencet Tombol nya, namun memang tidak menyala.


Ia mengeluarkan Handphone nya dan memencet nomor Tukang service.


tak lama setelah itu, Tukang service pun datang.


Rio menjelaskan penyakit mesin cuci itu.


Tukang service Pun memeriksanya dan Memperbaikinya.


30 menit tukang service itu mencoba membenarkannya, dan akhirnya Sudah bagus seperti semula. Mesin cuci itu kembali menyala.


Setelah semua nya selesai, Bianca berjalan menghampiri Rio.


"udah selesai?" tanya Bianca.


"udah" ucap Rio.


"yaudah gw mau ambil ambilin baju di kamar mandi dulu" ucap Bianca.


saat Bianca akan Berjalan dengan kaki nya yang sedikit pincang karena masih merasa sakit, Rio menggendongnya Menuju sofa dan kembali mendudukannya.


"biar gw aja.. Lo disini aja" ucap Rio.


Rio pun berjalan menuju kamar mandi dan Membawa pakaian pakaian itu menuju mesin cuci.


Lalu ia memasukannya dan memberi deterjen. ia pun memencet tombolnya dan mesin cuci itu berputar.


Rio meninggalkan mesin cuci itu, karena Jika Sudah selesai, mesin cuci itu akan Berhenti sendiri.


Rio duduk disebelah Bianca.


Namun Bianca malah duduk menjauh.


"kenapa?" tanya Rio.


"Lo kan tadi gak mau Deket Deket sama gw" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


ia duduk mendekati Bianca dan Memegang pinggang Bianca.


"yaudah itu kan tadi, bukan sekarang" ucap Rio.


Bianca Menatapnya sekilas dan memfokuskan dirinya pada Handphone nya.


setelah 30 menit Menunggu cucian itu, Akhirnya Cucian sudah selesai.


Bianca berjalan Menuju mesin cuci, diikuti oleh Rio.


Bianca sudah Memegang Keranjang dan membuka mesin cuci untuk mengambil pakaian pakaiannya itu, namun tiba tiba Rio datang dan lebih dulu mengambil pakaian pakaian itu.


Rio juga membawa keranjang yang berisi pakaian itu menuju luar untuk menjemur kan.


"udh biar gw aja" ucap Bianca.


"gw aja" ucap Rio.


Rio berjalan pergi sambil menggandeng Bianca.


Ia menyuruh Bianca duduk di Kursi dekat tempat menjemur pakaian.


sedangkan ia Berjalan menuju tempat menjemur dan mulai menjemur pakaian pakaian itu.


Bianca memerhatikan nya.


Rio melakukannya dengan baik.


Setelah selesai Menjemur, Rio mengajak Bianca masuk kedalam rumah dan duduk di sofa Lalu bersantai.


Rio sepertinya sejak tadi memerhatikan Bianca yang membereskan Rumah nya hingga Lantai atas.


Ia tahu bahwa itu sangat melelahkan.


kali ini ia akan membayar semua itu dengan Pelayanannya untuk Bianca.


...----------------...