
"satu suap lagi bii. masa ga mau" Rio menyodorkan Sendok yang sudah di isi makanan yang ia pesan untuk Bianca itu, namun Bianca tak menerimanya.
"ga mau Rio. kenyang" ucap Bianca.
Rio menyimpan sendok itu di piring.
"satu lagi sayang. mau cepet sembuh kan biar besok pulang?" ucap Rio mengelus kepala Bianca membujuk.
"udah kenyang. kan udah banyak tadi makan nya" ucap Bianca.
Rio menghela nafasnya.
Bianca Cemberut. ia tau bahwa sang suami sedang lelah menghadapinya.
Bianca mengambil sendok yang sudah Rio letakan di piring tadi, dan menyuap makanan nya ke dalam mulutnya sendiri.
lalu ia mengambil gelas berisi air mineral, dan langsung menelan Kasar air Mineral itu agar membuat makanan di dalam mulut Bianca ikut terbawa Telan bersama air mineral.
Bianca tak bisa Menelan makanan apapun jika ia sudah benar benar kenyang. rasanya ia ingin muntah sekarang juga, namun ia menahannya dan terus berusaha menelan.
Hingga setelah beberapa kali meminum air mineral akhirnya makanan itu terbawa masuk kedalam tenggorokan dan pencernaan nya.
Bianca ter batuk karena tenggorokannya itu sakit.
ia mengambil minum dan meminum nya kembali hingga tenggorokan nya kembali pulih.
"ga usah di paksain bii" ucap Rio mengelus elus punggung Bianca karena Bianca yang tadi terbatuk.
"engga di paksa. emang mau aja" ucap Bianca berbohong sembari mengelap Bibir nya Dengan tisu.
..
"bii, Rio. hari ini Kaka ada Urusan keluar, kayanya sampe malem deh.. kalian kalo mau balik Ke villa, gapapa kok" ucap Sintia.
"iya sih kak. Bianca sama Rio emang harus pulang ke villa untuk beres beres barang kita, soalnya besok kita mau Pulang ke Jakarta.. tapi Bianca masih pengen Deket deh sama Kaka" ucap Bianca dengan cemberut sedih nya.
Sintia tersenyum. tangan nya naik mengelus kepala Bianca.
"kalian bisa kesini lagi nanti kok.. pintu rumah Kaka terbuka lebar buat kalian berdua" ucap Sintia di balas senyuman Bianca.
Bianca menggengam tangan Sintia.
"makasih ya kak. Bianca ga nyangka Kak Rey punya temen sebaik Kaka tapi bisa bisa nya dia belum ngenalin Kaka ke bianca dari dulu " ucap Bianca.
Sintia mengangguk.
"Kaka juga nyesel banget baru ketemu dan Deket sama kamu sekarang.. Kaka ga nyangka adek nya Rey secantik dan sebaik kamu bii" ucap Sintia.
Bianca tersenyum.
"Kaka juga cantik!"
Sintia tersenyum, Bianca pun ikut tersenyum.
mereka lupa ada seorang lelaki yang sejak tadi memperhatikan mereka.
Sintia menoleh ke arah Rio.
"Rio, titip Bianca selamat sampe rumah kalian besok ya. jangan di bikin nangis lagi" bisik Sintia.
Rio tertawa tipis.
"ga bakal, tenang aja" ucap Rio.
Rio menggandeng tangan Bianca.
"thanks ya udah jaga Bianca dari kemarin. Thanks udah rawat Bianca. thanks juga udah kasih alamat Lo ke gw" ucap Rio.
Sintia mengangguk dengan senyuman di wajah nya.
"kak, Bianca sama Rio pergi ya" ucap Bianca.
"iya bii" jawab Sintia mengelus pundak Bianca.
Rio menuntun Bianca keluar pintu utama Rumah dan Di temani oleh Sintia juga.
Bianca dan Rio masuk ke dalam mobil Sewaan Rio dan Sintia masih setia menunggu hingga mereka Pergi.
"dah kak" ucap Bianca dari dalam mobil sembari melambaikan tangan nya.
lambaian tangan Bianca di balas oleh Sintia juga dengan senyuman nya.
Mobil Itu sudah tak tampak lagi di pandangan Sintia. ia tersenyum dan langsung masuk ke dalam rumah nya.
..
Rio menuntun Bianca menuju villa mereka.
Setelah beberapa detik berjalan, kaki mereka menginjak ubin Villa mereka.
Rio mengeluarkan kunci pintu dan langsung membuka nya.
Mereka berdua langsung duduk di sofa dan menghela nafasnya Bersamaan.
Bianca tertawa tipis. ia menatap Rio yang sedang menyender di punggung sofa dan pandangan nya berada di tembok atas.
Tangan Bianca terulur memijat bahu Sang suami.
Pandangan Rio teralih pada Wajah cantik Sang istri.
"engga. Udah ga usah, gw gapapa" ucap Rio menyingkirkan Tangan Bianca dari bahu nya.
Tangan Bianca itu kembali naik terulur di bahu Rio, namun Tak Memijat nya.
ia menyimpan dagu nya di punggung tangan Yang sedang saling menimpa itu.
Bianca menghela nafasnya.
Rio menggeliat merasakan Nafas Bianca di Leher nya.
Bianca memejamkan Mata nya.
"gw ngantuk banget. padahal ini masih pagi, terus gw ga ngapa ngapain juga hari ini" ucap Bianca.
"yaudah tidur lagi, gw aja yang beresin barang barang buat Besok" ucap Rio. tangan nya naik mengelus kepala Bianca.
"jangan. Gw aja" ucap Bianca dengan mata yang masih terpejam, dan Suara yang menipis
Rio yang sedari tadi menatap kedepan, kini ia menolehkan kepala nya menatap Wajah Bianca dengan begitu dekat.
Tangan Rio kembali mengelus Kepala Bianca.
"udah tidur ya?" tanya Rio yang tak mendapat jawaban apapun dari Bianca yang mungkin memang sudah terlelap.
Rio tersenyum.
Ia menggendong Bianca ala bridal style menuju kamar nya.
setelah sampai di kamar, ia menidurkan Tubuh Bianca Di kasur.
Rio menatap wajah Bianca beberapa detik, hingga akhir nya ia mencium kening Bianca.
lalu ia meninggalkan Bianca di kamar, dan ia Pergi keluar kamar memilih duduk santai di Ruang Utama sembari menonton tv.
..
pada pukul empat sore Bianca Terbangun.
3 jam Bianca tertidur.
Saat bangun, sosok pertama yang ia cari adalah sang suami.
Ia menatap setiap sudut kamar, namun sang suami tak ada.
Ia bangun dan berdiri lalu keluar kamar untuk mencari sang suami.
Bianca melihat Rio berada di sofa.
ia menghampirinya.
"Rio" panggil Bianca.
Namun Rio tak menjawab nya.
Bianca semakin menghampirinya dan ia duduk di samping Rio.
Wajah tampan Rio itu tertutup oleh rambut acak acakan nya.
Bianca membukanya.
Bianca tersenyum saat melihat wajah tampan sang suami yang ternyata sedang tertidur itu.
"ketiduran kaya nya" ucap Bianca.
Bianca Mencoba menidurkan Rio di paha nya.
dengan susah payah nya, akhirnya Rio tertidur di paha nya.
Bianca tersenyum.
terlihat jelas wajah tampan Rio yang sedang tertidur itu.
Ia memainkan rambut acak acakan Milik Rio sembari tersenyum menatap Wajah Rio.
"tidur aja secakep ini. gw ga ngerti kenapa gw ga pingsan Setiap liat dia" ucap Bianca.
-
setengah jam berlalu, dan Bianca masih setia Memainkan dan menatap wajah tampan Sang suami.
Tiba tiba Rio yang masih belum terbangun itu memeluk Pinggang ramping Bianca, dan ia menyembunyikan Wajah tampan nya di perut Bianca.
Bianca sedikit kaget saat Rio memeluk nya.
"Lo bangun?" tanya Bianca yang tak dapat jawaban apapun.
Bianca bernafas lega.
Ia kembali memainkan Rambut sang suami tanpa bosan.
Rambut Rio adalah Bagian favorit untuk Bianca.
...----------------...