UNTITLED

UNTITLED
ingin ke monas



pada jam 11 siang, akhirnya Reygan datang.


"Kaka dari mana aja?" tanya Bianca.


"ga dari mana mana" ucap Reygan.


"terus kenapa baru jemput Bianca jam segini?" tanya Bianca lagi.


"kamu juga baru bangun jam 10 yakann" ucap Reygan tertawa kecil.


"kok Kaka tau?!" ucap Bianca.


"Kaka punya mata mata disini" ucap Reygan.


"siapa? mana?!" ucap Bianca.


"tuh! suami kamu" ucap Reygan.


Bianca cemberut menatap kesal pada Rio.


Rio hanya tersenyum polos.


"yaudah lah, mending sekarang kita Pergi aja kak" ucap Bianca.


"oke. mau pergi kemana?" tanya Reygan.


"kemana aja" ucap Bianca.


"Yaudah ayo" ucap Reygan menggandeng tangan Bianca berjalan menuju keluar kamar pribadi.


"heh! jangan gandeng tangan Istri gw" ucap Rio.


"mau Dikasih izin gw buat bawa Bianca bulan madu gak?! makannya diem aja sih. berisik amat" ucap Reygan.


Rio menghela nafasnya.


"sayang, pulang jam 5 sore paling telat! kalo belum pulang, awas aja" ucap Rio.


"iya iya. hari ini kan hari libur, mendingan Lo pulang. kalo mau lanjut istirahat dirumah aja, kayanya muka Lo pucet" ucap Bianca.


"anterin gw pulang dulu ya" ucap Rio.


Bianca menatap Reygan.


"engga engga! enak aja Lo" ucap Reygan.


"anterin doang sebentar, gw ngerasa gak enak badan. kalo nanti gw nyetir sendiri, gw bisa kecelakaan" ucap Rio.


"yaudah ay-" ucap Bianca terpotong.


"gw suruh orang buat anterin Lo pulang. hari ini gw mau sama istri Lo sampe malem" ucap Reygan.


Rio menghela nafasnya.


"kenapa? mau apa?!" ucap Rio.


"ga ada apa apa sih, cuman mau nyulik dan pinjem istri Lo aja sehari" ucap Reygan.


Rio menatap Reygan.


"cih. yaudah, tapi jagain Bianca! jangan sampe dia kenapa Napa" ucap Rio.


"yaelah tenang aja kali, gw udah jaga dia dari dia masih kecil" ucap Reygan.


"ya ya ya, terserah" ucap Rio.


"oh iya, gak usah suruh orang buat anter gw pulang. gw bisa" ucap Rio.


"beneran?" tanya Bianca tampak khawatir.


Rio tersenyum.


"iya sayang, udah sana ikut Kaka Lo aja" ucap Rio.


Bianca berjalan menghampiri Rio.


"yaudah, jaga diri ya. gw takut Lo kenapa Napa" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


Bianca pun berpamitan dan pergi bersama Reygan.


Rio juga bersiap siap untuk pulang kerumah nya.


..


Reygan membawa Bianca ke mall.


Mereka berjalan jalan sambil melihat lihat toko toko yang ada disana.


sesekali Bianca masuk ke toko, dan melihat lihat barang barang mewah di dalam toko itu.


"kamu mau bii?" tanya Reygan.


"engga. ini mahal" ucap Bianca.


"kamu kan punya suami pemilik perusahaan, kenapa gak minta dia aja?" ucap Reygan.


Bianca terdiam sejenak.


"engga deh kak, Bianca gak enak" ucap Bianca.


"gak enak kenapa? itu kan suami kamu" ucap Reygan.


"ya gak enak aja. lagi pula Bianca nikah sama dia bukan karena uang" ucap Bianca.


Reygan tersenyum.


"kamu tuh punya hak sama uang Rio, bii" ucap Reygan.


Bianca hanya tersenyum menanggapinya.


"udah yuk kak. mending kita jalan jalan lagi" ucap Bianca menuntun Reygan berjalan jalan di sekitar mall kembali.


waktu menunjukan pukul 12 siang.


waktu nya makan siang.


Reygan membawa Bianca menuju restoran di dalam mall itu.


restoran itu ramai sekali, mungkin karena sekarang jam makan siang.


Bianca dan Reygan beruntung karena mendapatkan tempat duduk disana, padahal restoran hampir penuh.


"bii, mau makan apa? Kaka denger sih disini tuh makanan nya enak enak" ucap Reygan.


"Bianca samain sama Kaka aja deh. bingung soal nya" ucap Bianca.


Reygan memesan makanan di restoran itu.


Tak lama kemudian, 2 porsi makanan datang.


tanpa menunggu lama, mereka langsung melahap makanan mereka masing masing.


Kelihatannya mereka makan dengan lahap, mungkin makanan nya begitu enak.


setelah selesai makan siang, mereka kembali berjalan jalan di sekitar mall.


"kak, Bianca bosen jalan jalan disini" ucap Bianca.


"terus kamu mau kemana?" tanya Reygan.


"emm.. Bianca kan gak pernah ke Monas, Gimana kalo kita ke Monas?!" ucap Bianca.


"Monas? mau apa?" tanya Reygan.


"Bianca mau jalan jalan aja sih disana. biar hirup udara segar juga. kalo di dalem mall kan gak ada udara segar" ucap Bianca.


Reygan tersenyum.


"yaudah ayo" ucap Reygan.


mereka pergi meninggalkan Gedung Mall menuju parkiran, lalu setelah itu mereka meninggalkan lingkungan mall untuk pergi ke Monas.


diperjalanan menuju Monas, Bianca terlihat sedih.


"bii, kok sedih. kan mau ke Monas" ucap Reygan.


"padahal Bianca pengen Pergi ke Monas sama Rio, tapi Rio ga ada di sini" ucap Bianca.


Reygan mengangguk mengerti.


"mau jemput Rio dulu gak?" tanya Reygan.


Bianca menoleh ke arah Reygan.


"beneran?" tanya Bianca.


Reygan mengangguk sambil tersenyum.


Bianca tersenyum.


"makasihhh kakk" ucap Bianca memeluk Reygan yang sedang menyetir itu.


"iya iya. Kaka tau Kamu kesepian dari tadi karena gak ada dia" ucap Reygan.


"Bianca ngerasa ada yang kurang aja kalo ga ada Rio" ucap Bianca.


"yaudah sekarang kita jemput dia" ucap Reygan.


"Bianca telfon Rio buat siap siap ya" ucap Bianca.


Reygan mengangguk dan kembali fokus pada jalanan.


Bianca mengambil Ponsel di tas nya, lalu menyalakan dan memencet nomor Rio.


[ halo sayang kenapa? kangen ya ]


"Rio. Gw sama kak Rey bakal kesana dan jemput Lo, Lo siap siap ya"


[ mau kemana emangnya? ]


"gak usah banyak tanya. siap siap aja cepetann"


[ iya iya sayang ]


Bianca mematikan teleponnya.


..


sesampainya dirumah.


Bianca turun dari mobil, sedangkan Reygan menunggu Di mobil.


Bianca masuk ke dalam Rumah dan melihat Rio yang sudah siap sedang duduk sambil bermain Game di ponselnya.


Bianca menghampirinya.


"yuk" ucap Bianca.


Rio mematikan Ponselnya dan menggandeng tangan Bianca keluar rumah.


setelah itu mereka masuk ke mobil, namun Rio malah menarik bianca Masuk ke barisan tengah.


"kok Lo duduknya disini? Lo didepan aja" ucap Bianca.


"engga, gw pengen duduk sama Lo" ucap Rio.


"emangnya gw supir?!" ucap Reygan.


"ya iya. kan Lo yang nyetir, kak reygannn" ucap Rio.


"cih, ni anak ngelunjak. untung Lo suami adek gw" ucap Reygan.


"yaelah, udah diem aja sih supirr" ucap Rio.


"udah udahh! berantem Mulu" ucap Bianca.


Reygan dan Rio berhenti bertengkar.


Reygan langsung menjalankan mobilnya menuju Monas.


Tak memakan waktu lama, Akhirnya mereka sampai di Monas.


"Lo ngajak gw kesini?" tanya Rio.


Bianca mengangguk.


"lo gak pernah bilang kalo Lo mau ke Monas. kenapa gak dari waktu itu, kan bisa jalan jalan berdua" ucap Rio.


"iya juga ya. gw lupa" ucap Bianca.


"yaudah ayo keluar dari mobil, malah ngobrol" ucap Reygan.


"iyaa kak supir" ucap Rio menggandeng Bianca keluar mobil dan berjalan.


Reygan Menendang Pelan kaki Rio.


Rio hanya tertawa.


Mereka bertiga berjalan jalan di Monas dan berfoto foto.


...----------------...