UNTITLED

UNTITLED
menikmati masa Kembali bersama



Bianca dan Rio masuk ke apart dan duduk di sofa.


Rio menatap Bianca sambil tersenyum.


Bianca menyadari tatapan Rio itu.


"kenapa?" tanya Bianca.


"mau natap istri gw aja. emang nya gak boleh?" ucap Rio.


"gak usah natap lama lama, nanti makin jatuh cinta" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"emang itu tujuan gw" ucap Rio.


Bianca menutup mata Rio.


"gw gak mau Lo makin cinta sama gw, karena gw kapan aja bisa bikin Lo kecewa" ucap Bianca lalu membuka tangannya yang menutupi mata Rio.


Rio tersenyum.


"makannya jangan terlalu cantik" ucap Rio.


Bianca cemberut.


Rio kembali tersenyum.


"gw kangen cemberut Lo ini" ucap Rio Mencubit pipi Bianca.


Bianca tersenyum.


lalu dengan refleks nya, Bianca mencium sekilas Bibir Rio.


Rio terdiam mematung.


Bianca yang menyadari perbuatannya langsung menutup mulut nya.


Rio menatap Bianca.


Dengan cepat ia menarik leher Bianca hingga bibir mereka menyatu.


Rio mel*mat kasar.


Bianca meremas Baju Rio.


beberapa menit kemudian, Rio melepas nya.


"kaya nya gw mau lagi" ucap Rio ingin kembali mencium bibir Istri nya, namun Bianca menahannya.


"gw gak mau! badan gw remuk gara gara Lo semalem" ucap Bianca.


"tapi Lo duluan mancing gw, bikin gw mau lagi" ucap Rio.


"engga engga!! Lo mau gw gak bisa ngapa ngapain?!" ucap Bianca.


Rio tertawa kecil.


Ia duduk berposisi seperti semula dan mendiamkan Bianca.


Bianca cemberut.


"gw emang gak mau yang tadi malem, tapi gw masih mau Yang iniii " batin Bianca.


"kenapa cemberut?" tanya Rio.


"hah? e-engga engga" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"gw Gak mau lanjutin itu. Gw yakin gw bakal Kebablasan nanti" ucap Rio.


"sebenernya kebablasan sebentar gapapa, tapi Lo gak mungkin kebablasan nya cuman sebentar " batin Bianca.


"yaudah, siapa juga yang mau Lo lanjutin" ucap Bianca dengan wajah judes nya.


"Keliatan kali dari muka Lo" ucap Rio.


Bianca menghela nafas nya.


"udahlah gak usah bahas kaya gituan" ucap Bianca.


"terus mau bahas apa? anak?" ucap Rio.


"kok anak sih, masih lama kali" ucap Bianca.


"tapi kita udah ngelakuin, bisa aja Lo bentar lagi hamil. kan gak ada yang tau" ucap Rio.


"kita baru ngelakuin tuh tadi malem. Lo Pikir Tuhan bakal semudah itu kasih Kita anak" ucap Bianca.


"bisa aja sih. kan gak ada yang tau rencana Tuhan" ucap Rio.


"Tuhan Gak bakal Semudah itu kasih kita keturunan, apa lagi Keadaan kita yang masih belum bisa bertanggung jawab" ucap Bianca.


Rio mengelus pipi Bianca.


"bisa aja kalo kita lakuin itu tiap hari" ucap Rio.


"itu mah Lo nya aja kali yang nafsuan" ucap Bianca membuat Rio tertawa kecil.


"lagi pula Gw belum mau hamil" ucap Bianca.


Rio menatap heran.


"kenapa?" tanya Rio.


"ya gapapa, gw cuman mau ngabisin waktu muda kita berdua. setelah kita udah lebih dewasa, gw pasti bakal siap Buat fokus sama anak kita" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"gw juga masih mau ngelakuin semua yang belum kita lakuin selama Kita bareng" ucap Rio.


Bianca tersenyum.


Rio mengelus kepala Bianca.


"oh iya, udah lama kita gak jalan jalan bareng. mau jalan jalan gak?" tanya Rio.


Bianca mengangguk sambil tersenyum excited.


Mereka berdua Bersiap siap untuk pergi.


.


.


Bianca mengalungkan tangannya pada lengan Rio.


sambil berjalan menuju basement, mereka berbincang bincang.


"oh iya, apart Lo sekarang gimana?" tanya Bianca.


"gak gimana gimana" ucap Rio.


"maksud gw Sekarang di tempatin nya sama siapa?" jelas Bianca.


"gak ada" ucap Rio.


"terus sekarang mau di apain?" tanya Bianca lagi.


"gak di apa apain sayangg" ucap Rio mengelus kepala Bianca.


"terus masa didiemin aja?!" ucap Bianca.


"ya jadi kalo Lo mau kabur dari rumah lagi, ke apart gw aja, biar gw gak terlalu khawatir dan bisa cepet nemuin Lo" ucap Rio.


"cih, itu nama nya bukan kabur" ucap Bianca.


"terus apa namanya?" tanya Rio.


"itu nama nya cuman pergi doang, gak kabur" ucap Bianca.


"yaudah terserah Lo, yang penting Lo ada di samping gw sekarang" ucap Rio.


Bianca tersenyum.


"udah ah, Lo apa apa gombal Mulu" ucap Bianca.


"cih, gw gak gombal" ucap Rio.


"yaudah terserah Lo, yang penting Lo ada di samping gw sekarang" ucap Bianca mengikuti perkataan Rio.


Rio tertawa kecil.


merekapun melanjutkan perjalanan nya hingga basement, lalu langsung menjalankan mobilnya keluar gedung apartemen.


..


di perjalanan, Bianca terus tersenyum.


Rio yang melihat Kebahagiaan di wajah Bianca juga menjadi bahagia.


"jangan senyum senyum Mulu kek" ucap Rio.


"kenapa?" tanya Bianca heran.


"gw udah bilang, Lo itu terlalu cantik! jangan bikin kecantikan Lo makin menjadi jadi karena Senyuman manis Lo itu" ucap Rio.


Bianca tersenyum.


"tuhkan senyum lagi!" ucap Rio.


"ya Lo nya sih! bisa gak, gak usah gombal terus! udh gw bilang gw sayang sama lo! jangan bikin gw makin sayang sama Lo karena Gombalan manis Lo itu" ucap Bianca.


"cih" ucap Rio tersenyum.


Rio mengelus kepala Bianca.


"mau kemana sekarang?" tanya Rio.


"ke mana aja, yang penting sama Lo" Ucap Bianca.


"tuhkan, ini Lo yang gombal" ucap Rio.


"engga! itu fakta" ucap Bianca.


"yaudah jangan gombal gitu, ntar gw makin cinta" ucap Rio.


"udah gw bilang, jangan terlalu cinta sama gw, ntar gw kecewain, nangis lagi Lo" ucap Bianca.


"cih, nyebelin banget sih Lo" ucap Rio mencubit hidung Bianca sambil tersenyum.


"udah udah, fokus sama Jalanan" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


ia pun memfokuskan pandangannya Pada jalan.


tetapi sering kali ia menatap Bianca sekilas.


"fokus sama jalan Sayangg" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"Iya iyaa" ucap Rio.


Rio kembali fokus pada jalan nya tanpa menoleh kembali pada Bianca.


namun ia terus tersenyum.


..


akhirnya mereka sampai di salah satu tempat yang paling mereka Rindukan untuk didatangi berdua.


Bianca dan Rio berjalan Jalan disekitar tempat itu.


"gw kangen banget taman ini. Tempat Yang punya banyak memori kebahagiaan kita. tapi ada juga memori kesedihan" ucap Bianca.


"memori kesedihan?" tanya Rio bingung.


"iya. 6 bulan yang lalu, Luna Yang cerita tentang Rencana mamah Lo itu disini. terus setelah 5 bulan berlalu, kita ketemu disini, tapi Gw malah minta cerai dari Lo" ucap Bianca.


"yaudah, sekarang hapus memori kesedihan itu, dan bikin lebih banyak memori kebahagiaan sama gw" ucap Rio.


Bianca tersenyum.


ia mengangguk.


"sekarang mau apa di taman ini?" tanya Rio.


"gw mau duduk di bangku yang biasa kita dudukin" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


lalu mereka berdua menghampiri bangku itu.


mereka duduk dan menikmati pemandangan indah taman itu.


...----------------...