UNTITLED

UNTITLED
Kecewa



setelah berbincang bincang, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk Pulang.


karena hari ini Luna membawa mobilnya, Bianca diantar Luna pulang.


.


.


sesampainya di gerbang rumah.


Bianca turun dari mobil Luna, lalu Luna pamit untuk pulang.


setelah Luna pulang, Bianca masuk kedalam Rumah.


Bianca menatap sekitar, tak ada sang suami.


Bianca tak memikirkan itu, ia berjalan menuju kamarnya.


saat sesampainya di depan Pintu, tak terlihat Rio yang biasanya sedang duduk di kasur.


Bianca berjalan satu langkah untuk masuk ke kamarnya, dan Tiba tiba ada seseorang yang menariknya Dari pinggir Pintu.


seseorang itu menyenderkan Bianca ke dinding.


Cara seseorang Itu memperlakukannya sangat persis dengan sang suami.


saat Bianca melirik seseorang itu, benar saja! itu adalah Rio.


Bianca di kaget kan Bukan karena Rio, tetapi pakaian Rio.. dia hanya memakai Celana pendek dan tak memakai baju.


terlihatlah perut sixpack Rio.


Bianca menutup matanya.


"Apa lagi sih!" ucap Bianca yang sudah muak diperlakukan seperti itu oleh Rio.


"soal pertanyaan Lo yang 'Gw cinta sama Lo apa engga' itu.. gw baru sadar, gw cinta sama Lo, gw nyaman sama lo.. gw seneng Ribut sama Lo karena gw Suka denger Omelan Omelan Lo yang bikin gw makin sayang sama lo" ucap Rio yang masih Mendempet kan Bianca pada dinding.


ekspresi Bianca Datar, tetapi didalam hati, Bianca sangat kaget dengan Ungkapan Rio barusan.


Rasanya Bianca juga ingin mengaku, tetapi Dia sedang berusaha Untuk melupakan rasa itu.


Bianca menghembuskan nafas lembut.


"Terus sekarang Lo ngapain Kaya gini? gak pake baju, cuman pake celana pendek" ucap Bianca.


"gw sayang sama Lo, Gw mau ngelakuin sesuatu Yang tertunda itu" ucap Rio.


Bianca membulatkan matanya.


"t-tapi-" belum selesai Bianca berucap, Rio sudah Langsung mengambil second kiss di bibir Bianca.


Ia begitu sangat Rakus kali ini.


Mel*mat, menggigit dan memasukan lidahnya pada mulut Bianca.


ia menahan lekuk Leher Bianca menggunakan Tangan kanannya.


sedangkan Jari jemari kiri Rio bergerak membuka satu persatu kancing baju Bianca.


saat setengahnya sudah Terbuka, Tiba tiba Bianca menahan Tangan Rio.


Rio melepas Lum*tan nya dan menatap heran Bianca.


"jangan sekarang"


"jangan sekarang Rio" ucap Bianca dongak menatap sendu Rio.


Rio menatap Bianca penuh pertanyaan.


"g-gw belum siap, maafin gw" ucap Bianca yang langsung berlari pergi dari kamar.


Rio menatap Kepergian Bianca dengan Kecewa.


Bianca menguncikan dirinya di kamar Tamu yang jauh keberadaan nya dari Kamar nya dan Rio.


Bianca terduduk lemas dan Juga kecewa dengan Ucapannya barusan.


"maafin gw Rio, gw harus ngejalanin misi.. gw tau, kalo tadi gw gak nolak, sekarang gw udh jadi milik lo, dan Misi gw otomatis bakal selesai.. Tapi bukan itu point dari misi.. point dari misi itu, membuat kamu cinta dan Meninggalkan mu untuk di kejar.. Karena, kalau suatu saat nanti Gw pergi dan Lo kejar, artinya Lo emang udah bener bener cinta sama gw dan berhasil ninggalin jejak Tamara di hati Lo.. gw bakal kasih diri gw disaat gw memang satu satunya di hati Lo" ucap Bianca sambil meneteskan air mata.


Bianca sangat yakin, Sekarang rio sedang sedih dan kecewa, tapi apa Sedih dan kecewanya itu pertanda kalo dia sudah menghapus semua jejak Tamara di hatinya? entahlah, tak ada yang tau kecuali Rio sendiri.


.


.


.


ya! sejak tadi, Rio duduk di sofa sambil mengotak atik hpnya, dan bersikap dingin pada Bianca.


Bianca sadar bahwa Rio sedang Kecewa dengannya, tapi Itu yang memang harus dilakukan Oleh Bianca.


Sekarang dia benar benar Bingung harus Mengobati rasa kecewa Rio dengan apa.


Ya, obat nya hanya Menerima Ajakan Rio barusan, tetapi Itu tak akan mungkin dilakukan Oleh Bianca.


Bianca sangat ambisius soal misi ini.. dia sangat bertanggung jawab jika diberi amanah.


Sekarang, bukan itu masalahnya.


masalahnya, bagaimana memulai obrolan Agar Tak kaku seperti ini?!


mereka berdua sama sama kaku.


Bukan Rio, melainkan Bianca yang kaku karena Rio dingin!


"gw harus gimana sekarang?" batin Bianca bertanya tanya.


Akhirnya Bianca memberanikan diri untuk duduk di samping Rio dan sedikit mengajak ngobrol.


"Rio" panggil Bianca kaku.


Rio tak menjawab.


Bianca cemberut bingung.


"Rio ih, dengerin gw kek! kok Lo dingin sih!!" ucap Bianca.


Rio menoleh tanpa berniat Menjawab.


"Rio.. gw minta maaf sama Lo.. gw belum bisa Kasih diri gw Ke Lo kalo seandainya Lo masih nyimpen Jejak Tamara dihati Lo" ucap Bianca.


"gw udh gak ada rasa sama Tamara sejak Lo Dateng ke hati gw" ucap Rio.


"gw butuh bukti, bukan cuman ucapan Yang semua orang juga bisa berucap kaya gitu!" ucap Bianca.


"Bii.. selama gw hidup, gw gak pernah Mau serius sama cewe.. yang harus Lo tau, gw benci cewe setelah Luna Tinggalin gw.. saat itu, Luna satu satunya cewe yang mau gw ajak serius.. tapi Luna ngecewain gw.. gw cari pelarian, dan akhirnya gw ketemu Tamara, gw bener bener hancur waktu itu dan gak bisa ngapa ngapain lagi, cuman Tamara yang selalu ada disisi gw.. dan akhirnya gw Cinta sama dia.. dan setelah itu Lo Dateng, gw kira Lo cuman Angin yang bakal berlalu, ternyata salah! Lo menetap! Lo menetap dan buat gw berani ngelakuin itu barusan!" ucap Rio.


"apa masih kurang bukti itu buat Lo?" ucap Rio.


Bianca hanya tertunduk diam.


"Lo tau? gw bukan tipe cowo yang berani buat ngajak Cewe, sekalinya gw ngajak cewe dengan serius, selalu aja Di kecewain.. dan itu baru terjadi sama gw kedua kalinya! dan gw selalu Dikecewain sama orang yang gw serius sayang" ucap Rio.


Bianca menatap Sendu Rio.


Entah kenapa, hatinya sakit disaat Kata kata itu terucap dari bibir Suaminya.


Bianca melihat Rio yang sepertinya benar benar sangat kecewa dengan dirinya.


Bianca langsung memeluk Rio dengan tulus dan erat.


"Rio.. gw juga sayang kok sama Lo, bukan berarti gw Nolak Lo gw gak sayang sama Lo" ucap Bianca, sayangnya Bianca berucap didalam hatinya.


Bianca mengusap lembut Punggung Rio.


"maafin gw ya" ucap Bianca dalam pelukannya terhadap Rio.


Rio tak membalas Pelukan Bianca, dia hanya diam.


Bianca melepas Pelukannya dan memegang kedua tangan Rio.


"gw salah, maafin gw ya" ucap Bianca kembali meminta maaf.


Rio hanya Mendiamkannya saja.


"rioo" ucap Bianca menatap memohon.


Rio tak menghiraukannya.


"Rioo, gw harus apa Biar Lo Gak marah lagi sama gw?!" ucap Bianca.


"tinggalin gw sendiri" ucap Rio tanpa menoleh ke arah Bianca.


Bianca menghembuskan nafas lembut.


"yaudah.. gw pergi kekamar, dan nanti malem gw bakal tidur Di kamar tamu" ucap Bianca yang langsung berjalan menuju kamar tamu dan meninggal kan Rio sendiri atas permintaan Rio sendiri.


...----------------...


(like, komen, vote yaa.. Biar author makin semangat upnya)