UNTITLED

UNTITLED
Bab 118 Meminta penjelasan



Bee berusaha terus untuk mengembalikan kenormalan dirinya,setidaknya itu yang terus di berputar di otaknya.Bee berjalan dengan menundukan kepalanya mengikuti langkah CEO itu menuju mejanya.


Karena tidak fokus,akhirnya tubuh Bee pun menabrak meja kerja sang CEO dan langkahnya pun terhenti sudah.


Bee merutuki kebodohannya karena melakukan hal konyol yang tidak seharusnya dan itu membuatnya menjadi salah tingkah.


"Maaf pak "


ucap Bee gugup masih tetap menundukan kepalanya.Bee juga mulai merasakan suhu badannya yang panas dingin,detak jantungnya juga mulai berpacu semakin cepat.


Bee membesarkan matanya mencoba mencari kebenaran akan apa yang di lihatnya.Dimeja kerja itu Bee melihat kertas yang bergambar dirinya juga Alby.Itu bukannya hasil dari akhir pertemuan dirinya dengan Alby sehari sebelum keberangkatan dirinya ke luar negri.


Deg,


Bee seperti mendengar suara detakan jantungnya sendiri.Bee mengumpulkan keberaniannya untuk melihat sosok yang masih berdiri di hadapannya.


Bee mengangkat kepalanya hingga dapat langsung melihat wajah yang ada di hadapannya.


Ini masih orang yang sama.pekik batin Bee.Bee yang bengong mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain lalu kembali lagi menuju wajah CEO itu.


Raut wajah dingin Alby tidak dapat di pertahankannya melihat tingkah lucu Bee.Senyum yang hampir merekah menjadi tawa kecil hampir saja tercipta di bibir Alby namun Alby langsung menutupinya dengan batuk kecil yang di ciptakannya.


"Silakan duduk"


ucap Alby canggung di ujung-ujung batuk palsunya.Alby sendiri berpikir bahwa Bee salah tingkah karena harus berhadapan dengan dirinya.Dan salah tingkah nya Bee juga kini menular kepadanya.Bagaimana dirinya harus menghadapi wanita bersuami ini yang masih sangat dicintainya ini.Kerinduannya bahkan belum hilang dari hatinya.Alby yang lebih dulu duduk langsung tersadar dengan kertas yang terpampang foto dirinya dan Bee yang dari tadi terus dipelototinya.Dengan cepat Alby menyambarnya dan memasukannya ke dalam laci mejanya.


Gerakan tangan bak sulap itu ternyata tak luput dari mata Bee.Bee seperti tersadar atas kebodohannya.Ternyata memang dirinya ..,jawab hati Bee sendiri.Bee pun langsung menarik kursi yang ada di hadapan Alby untuk duduk.


5 menit berlalu tanpa ada suara diantara mereka.Alby memperhatikan wajah Bee dengan teliti.Alby tidak dapat melihat mata bulat Bee karena posisi wajahnya yang sedikit menunduk. Tapi Alby bisa menilai Wajah itu terlihat jauh lebih dewasa,pipi yang terlihat lebih cabi itu dengan lapisan sedikit bedak tipis sesekali memperlihatkan lubang mungil disana.Bulu halus tipis masih terlihat juga di atas bibir tipis merahnya.Rambut hitam Bee yang dibiarkannya memanjang tergerai menambah daya tariknya.tubuh Bee juga terlihat lebih berisi.Tubuhnya yang dibalut dengan blazer hitam ketat yang tanpa di kancing membuat kesan smart di diri Bee.


15 menit juga berlalu tanpa ada suara.Sungguh sulit bagi keduanya untuk memulai memecah keheningan di antara mereka.Bee yang tanpa sadar pun kini saling meremas jari kedua tangannya.Apa tujuannya datang ke ruangan ini juga tidak dapat di ingatnya.Sungguh ini lebih menegangkan dari ujian apa pun.


Akhirnya keheningan diantara mereka harus berakhir dengan suara deringan telpon milik Bee.Seperti tersadar dari hipnotis keduanya langsung tersentak dan bersikap kikuk.


Bee langsung mengambil handphone yang berada di saku blazernya.


"Hallo ?"


sapa Bee lembut dan sopan dan berlahan tanpa di sadarinya matanya bertemu dengan mata Alby yang langsung membuat Bee mengalihkan pandangannya.


"Orsya ?"


"kapan ?"


"sekarang ?"


"ntar di kabari lagi,karena ini juga kan jam kerja.Oke ???"


Bee pun mengakhiri telponnya dan meletakkan handphone nya kembali ke saku blazernya.


Alby menatap Bee lagi dengan tatapan tajam dan tidak sukanya.


" aku cuma mau tau aja,alasan kamu ninggali aku gitu aja 6 tahun yang lalu tanpa pamit setelah memberi aku kebahagiaan semu itu ??"


"Hah ?"


jawab Bee panik,karena langsung dihadapkan dengan pertanyaan yang tidak di duganya.


"walau pun alasan kamu udah gak ada artinya lagi buat hidup aku tapi aku pengen tau alasan kamu "


tanya Alby lagi dengan suara lebih dinginnya.


Bee menggigit bibir bawahnya kuat,jari telunjuk tangan kanannya pun menggaruk-garuk ujung pelipisnya karena bingung harus berbuat membuat alasan apa.


"Ini jam kerja, gak etis sepertinya bahas masalah pribadi kita"


jawab Bee dengan sok bijaknya.


"jadi,apa alasan anda datang menemui saya ?"


tanya Alby dengan suara sedikit meninggi yang sontak membuat Bee bergidik ngeri.


"sepertinya kedatangan saya kurang tepat dan kurang persiapan kali ini,Pak.Saya akan kembali lagi menghadap Bapak dengan persiapan yang lebih matang".


ucap Bee dengan sopan dan berniat langsung mengakhiri pertemuan mereka.


"enam tahun lalu kamu pergi tanpa pamit,setelah itu muncul tanpa ada penjelasan sekarang kamu ada di hadapan aku,aku cuma minta penjelasan itu aja,kenapa kamu malah ngindari aku.Aku udah cukup tau diri dengan posisi ku sekarang.Jadi kamu gak perlu takut "


ucap Albu yang ikut berdiri dari duduknya karena melihat Bee yang berdiri lebih dulu untuk meninggalkan dirinya.


"enam tahun lalu aku ninggali kamu dengan fisik yang gak jauh berbeda dengan sekarang,kamu bisa lihat juga nilai diri kamu sendiri sekarang,Alby Mahardika Maulana adalah pengusaha muda sukses yang tampan dan berwibawa.Kamu tumbuh dengan baik,kamu bisa sukses tanpa aku.kamu sehat.


So,


Penjelasan masa lalu tidak la penting"


Jawab Bee dengan nada sinisnya


"Kamu lihat mata aku !!!


ada cahaya kebahagiaan yang dapat kamu lihat !!"


tantang Alby yang kini kedua tangannya menapak di atas mejanya sehingga tubuhnya condong mendekati tubuh Bee dan Wajahnya yang berjarak beberapa centimeter saja dari Bee.


Bee menatap mata Alby yang jelas sudah ada didepan matanya.Sungguh hatinya menginginkan untuk memeluk erat lelaki yang ada dihadapannya kini untuk menebus semua rasa rindunya.Bee tanpa sadar menggerakan tangan kanannya ke arah wajah Alby.


Jari-jari tangannya langsung mendarat di dahi Alby dan menepikan rambut yang terjatuh di dahinya.Bergerak ke alis mata tebal yang tersusun rapi,Lalu bergerak turun ke mata Alby yang terlihat mulai memerah,menyusur lambat hinggap di batang hidung Alby yang mancung dan menyusuri kembali batang hidung lagi.Akhirnya jari itu sampai ke bibir tipis Alby juga.Bee membelai bibir itu lembut lalu jari tangannya bergerak lagi ke pipi tirus Alby.satu telapak tangan kananya telah menempel hangat di pipi Alby.Alby menikmati setiap sentuhan jari-jari Bee yang bermain di wajahnya.


Semua terasa hampir sama dengan apa yang pernah direkamnya di otak juga jemarinya 6 tahun yang lalu.Batin Bee.


"aku menjadi Alby yang sekarang,karena ingin menjadi pendamping yang layak buat kamu,Bee.Aku bisa bertahan dengan kedua kaki ku karena langkah kaki ku yang terus berjalan mencari keberadaan mu,Bee.


Jadi,adil kah ini buat aku ?"


tanya Alby dengan suara bergetarnya yang langsung membuat Bee melepaskan tangannya dari pipi Alby dan tanpa permisi langsung meninggalkan Alby yang masih memandangnya dengan tatapan sakitnya.