
Bee memberikan senyum manisnya kepada Ansel sebelum cowok bule itu meninggalkan dirinya.Bee pun memberikan lambaian tangannya ke Ansel saat cowok itu membalikkan badannya untuk kembali melihat Bee dengan tatapan tidak ikhlasnya sejenak sebelum tubuhnya menghilang di balik tembok.
Setelah Sosok Ansel menghilang dari matanya,Bee pun mengalihkan pandangannya ke sosok yang terlihat cengengesan dengan sorot mata tajamnya
yang posisinya hanya berjarak beberapa meter saja dari dirinya.
"perlakuan lu kenapa beda banget ke gue ?
Kasih gue senyuman manis yang sama napa kayak cowok bule tadi !"
Ucap cowok yang memakai pakaian dokter sambil berjalan mendekati Bee.
"lu kenapa nyebeli banget ya dongker ?"
hardik Bee kesal sambil berdecak pinggang menatap Navy
"GUE DOKTERRR !!"
"BODO !
Lu kenapa selalu ngebuat Ansel gak betah lama-lama di dekat gue ?"
"Itu udah tugas gue,ngejaga lu dari kuman -kuman akut seperti contohnya cowok bule itu "
jawab Navy sambil mencubit pelan pipi kanan Bee.
"gue gak suka lu ngebatasi hubungan pertemanan gue gitu.gue juga butuh pergaulan disini "
teriak Bee sambil menghempaskan tangan Navy yang tadi diletakkan dipundaknya setelah mencubit pipinya.
"yang lu butuhi itu cuma gue,percaya de ?"
Bee manarik nafasnya panjang untuk mengurangi sedikit rasa kesalnya.Sudah terlalu sering mereka berdebat tentang banyak hal,yang udah pastinya Navy selalu lebih unggul untuk menyudahi perdebatan itu dengan hasil kesel yang harus diterimanya.
Bee menatap Kesel Navy dengan mulut yang sengaja di runcingkan,menunjukan kepalan tangannya ke wajah Navy lalu berlalu meninggalkan Navy,berjalan menuju pintu kamarnya.
"JANGAN MASUK !"
teriak Bee,memperingatkan karena begitu pintu kamarnya akan di tutup Navy menahan pintu dengan kakinya.
Navy membulatkan matanya sambil tersenyum penuh kemenangan.
"BODO !"
ucap Navy lalu dengan tanpa bersalah tetap mengayunkan langkahnya memasuki kamar Bee.
"Woyy..
gue lagi dalam mode gila sekarang.jangan lu nangis mohon ampun ke gue kalau tiba-tiba gue gak bisa nahan gila gue "
ucap Bee memperingatkan
"lu lupa dengan profesi,gue ?
Walaupun gue bukan dokter jiwa tapi gue tau betul apa yang bisa buat lu ntar normal lagi"
jawab Navy,sambil membaringkan tubuhnya di kasur empuk Bee.
"Gue gak ada tidur sama sekali Bee karena banyak operasi yang harus gue tangani tadi malam.Jangan ganggu tidur gue ya "
ucap Navy dengan mata yang sudah tertutup.
"Lu kenapa selau tidur ditempat tidur gue,se !!"
Sungut Bee kesel,karena Bee juga sebenarnya pengen juga untuk membaringkan tubuhnya di kasur miliknya.
Alby tertawa kecil lumayan lama lalu di lanjutkan dengan senyum simpulnya.
"gue ngerasa lu lagi meluk gue kalau gue lagi tidur di kasur,lu "
jawab Navy jujur dan langsung mendapatkan timpukan kuat dari tangan Bee tepat di dahinya.
"otak lu kotor !"
sungut Bee kesel lalu duduk di kursi belajarnya sambil mengambil handphone dari balik jaket yang belum sempat dilepasnya.
----------------------------------------
Navy mengerjapkan matanya berlahan.Lalu melihat sekelilingnya yang terdengar hening.Lalu matanya menangkap sosok tubuh yang duduk dimeja dengan posisi badan dan wajah yang tertumpu pada meja.
Navy melirik arloji di tangannya lalu mengeluarkan handphone dari sakunya.Lalu melakukan panggilan untuk memesan makanan.Navy memasukan kembali handphone ke saku celananya lalu mengambil selimut tebal diatas kasur yang baru saja di tidurinya.
Navy lalu berjalan mendekati sosok tubuh Bee dan meletakkan selimut tebal diatas tubuh Bee.Bee menggerakkan tubuhnya pelan lalu berlahan membuka matanya dengan sedikit menyipit melihat Navy yang telah berdiri disampingnya lalu menyadari telah menempel selimut tebal di tubuhnya.
Bee lalu menegakkan posisi tubuhnya sambil menahan selimut dengan kedua tangannya yang hampir turun dari tubuhnya.
"cihhh,
lu kayak di film-film romantis gitu yang lagi kasmaran "
ucap Bee dengan suara paraunya khas bangun tidur dan Navy terkekeh mendengar ucapan Bee.
"lu ngerasa jadi terharu gitu,terus mulai kan tumbuh benih-benih cinta lu ke gue "
balas Navy lalu melipat kedua tangannya dan badannya pun mulai tertumpu pada ujung meja dan menghadap Bee dengan tatapan penuh artinya.
"itu se kalau di film-film,Dongker.Masalahnya kita ini ada didunia nyata dan gue gak sama sekali ngerasain apa yang lu harapin "
Ucap Bee sambil membesarkan matanya dan menatap Navy dengan tatapan penuh keyakinan dan bibir terlipat.
"Sebenarnya gimana posisi gue sekarang di hati lu ?"
tanya Navy yang melayangkan matanya ke penjuru ruangan lalu terhenti tajam menatap Bee.
Bee memperbaiki posisi duduknya lalu merapatkan selimut ke tubuhnya karena merasakan dingin yang kian menusuk kulitnya.
"lu ngarep apa di hati gue ?"
"tentu aja gue pengen berada di hirarki tertinggi di hati lu "
"posisi lu itu,sama dan sejajar dengaaaaaaan ,
Nova,Iqbal,Gilang,Reno,Rama,Orsya "
ucap Bee yakin balas menatap Navy dengan senyumannya
"Untuk Alby sendiri ?
kenapa Alby tidak ada di barisan itu ?"
"karena Alby memang berbeda dengan kalian "
"lebih tinggi posisinya ?"
"bisa jadi "
"lebih rendah ?"
"mungkin "
Navy mencebikkan mulutnya,kembali mentap lurus kedepan,Menghirup dalam udara untuk masuk kedalam paru-parunya.
"gimana dengan cowok bule itu ?
apakah mempunyai posisi yang sama dengan Alby ?"
tanya Navy,sambil menatap Bee lebih tajam lagi
Bee tertawa pelan,lalu menundukkan kepalanya.
"pertanyaan yang gak penting !!!"
jawab Bee lalu mencoba bangkit dari duduknya tapi tertahan oleh tangan Navy.
"bagi lu gak penting,tapi penting banget buat gue "
ucap Navy penuh penekanan.
"gue laper "
ucap Bee,terdengar seperti rintihan ditelinga Navy.Dan itu membuat Navy menjadi gemas ditambah dengan tampang Bee yang dibuat memelas.
"Gue udah pesen pizza tadi.Bentar lagi mungkin udah nyampe "
Navy memberi tahu
"O "
"jangan mengalihkan pembicaraan !
gimana posisi cowok bule itu dihati,lu "
"Aslen itu cowok baik,pintar,perhatian,cakep,tajir,humoris.
tentu saja posisinya berbeda dengan posisi lu juga Alby "
jawab Bee ketus karena mulai malas untuk membahas masalah ini.
"semua yang lu bilang,ada pada gue juga Alby.Gak ada bedanya.
Apa yang buat posisi Bule itu lebih spesial ?"
"Aslen punya pesona yang buat hati gue ngerasa berbeda.Pesona itu yang gak gue temui di lu !
PAHAM ?"
ucap Bee penuh penekanan
"Dan pesona itu tentu di miliki oleh Alby jauh kan ?kenapa mereka juga berada di posisi yang berbeda ?"
Bee menarik nafasnya panjang,melirik dengan sudut mata yang tajam pula ke Navy.
"Aslen sungguh sangat takut membuat gue terluka,Aslen menjaga gue dengan sangat hati-hati terutama hati gue.Sementara Alby,selalu membuat gue terluka "
jawab Bee lirih
"lu yakin dengan ucapan lu barusan ?"
"yang mana ?"
"Alby yang selalu membuat lu terluka ?"
"Mmmm "
jawab Bee yang terlihat sedikit ragu
"yakin banget lu ?"
"sangat yakin !"
ucap Bee akhirnya mantap karena terlintas di kepalanya adegan pelukan Flora dan Alby saat di bandara.
"emang lu udah dapat penjelasan dari apa yang lu rasakan itu langsung dari Alby "
"gue gak perlu penjelasan !
gue cukup yakin dan percaya dengan apa yang gue lihat "
"apa yang kita lihat belum tentu sesuai fakta yang ada.Lu wajib meminta penjelasan dengan orang yang bersangkutan langsung.Kalau sampai pikirin jelek lu ternyata selama ini salah.lu bakalan bisa nyesel seumur lu "
"udah gue bilang,gue gak perlu penjelasan.Mata dan otak gue masih berfungsi dengan baik dan bisa menyimpulkan apa yang ada di hadapan gue "
Suara Bee mulai terdengar bergetar karena merasa sesak di dadanya.
Bee mengangkat kepalanya keatas untuk menahan kaca-kaca yang mulai retak di matanya.
Bee lalu menundukan kepalanya.menghapus air mata yang kini mengalir deras dipipinya dengan tangannya.Hatinya terasa sangat pilu.
Bee pun mulai terisak.Bahunya juga mulai terguncang hebat.
"gue rinduu banget ama dia.rindu banget.gue udah gak bisa nahan rasa rindu ini lagi.
Gue,
gue..,
gue gak butuh penjelasan darinya karena gue takut menerima kenyataan yang ada.gue gak siap menerima kenyataan yang menyakitkan itu.gue gak akan pernah siap untuk menerima luka lagi itu "
ucap Bee akhirnya terbata-bata yang bercampur dengan isak tangisnya.
Navy melihat Bee dengan rasa yang campur aduk.Gunung Es itu akhirnya meleleh juga.Navy pun lalu mendekat ke arah Bee.Berlahan di rengkuhnya bahu Bee untuk masuk kedalam dekapan pinggangnya.
Bee pun merengkuh pinggang Navy kuat.Menumpahkan rasa sakit yang dirasakannya mencairkan sedikit rasa rindunya,meluapkan amarah yang muncul didadanya.
Navy dengan lembut pun mengusap lembut bahu Bee.Mencoba memberi kekuatank ke Bee.Langit juga tidak tidak selamanya cerah,Bee.batin Navy sambil menahan sesak di dadanya.