UNTITLED

UNTITLED
Bab 115 Akhirnya



*3 tahun setelahnya


Bee menatap sekitar lobby ruangan kantor yang cukup besar itu.Tidak banyak perubahan yang berarti disana.Sedikit ornamen yang di ganti dengan disain yang lebih modern.


"Maha group"


Ucap Bee dalam hati lalu berjalan menuju meja CS yang ada di sana.


" Selamat pagi Ibu ?


ada yang bisa saya bantu "


sapa seorang CS dengan sopan dan ramah tidak lupa juga menyelipkan senyum hangatnya.


"Iya pagi,


saya Queen Bee Cantika sudah ada janji bertemu dengan bapak Atia "


jawab Bee sopan.


"Mohon tunggu sebentar Ibu Queen,saya konfirmasi dulu ke sekretaris Bapak Atia "


pinta CS itu dan dijawab dengan anggukan kepala Bee.


Bee memperhatikan wanita yang sedang menelpon yang ada dihadapannya sambil tersenyum.Telpon telah kembali diletakkan wanita itu ketempatnya.CS itu pun memperlihatkan kembali senyumnya.


"Bapak Atia,lagi ada rapat sekarang dengan kepala-kepala divisi.Rapat di perkirakan akan selesai setengah jam lagi tapi Ibu bisa menunggu langsung ke ruangan bapak Atia di lantai delapan .Ibu nanti akan di tunggu langsung oleh sekretaris Bapak Atia "


Informasi CS itu lagi.


Bee memudarkan senyum nya,lalu berpikir sejenak.


"Ok, Saya langsung ke ruangan Bapak Atia saja"


putus Bee akhirnya dan wanita itu meng anggukan kepalanya sambil tersenyum lalu mempersilahkan Bee berjalan ke arah lift.


----------------------------------------


Kurang dari setengah jam Bee menunggu,Atia telah tiba di ruang kerjanya.Begitu melihat Atia yang muncul di balik pintu,Bee langsung berdiri dari duduknya dan membalas uluran tangan Atia dengan senyumannya.


"Akhirnya...,


tiba juga pegawai potensial yang sudah lama dinantikan.Mari duduk Ibu Bee "


ucap Atia setelah melepas jabatan tangan Bee.


"Mudah-mudahan kemampuan saya bisa lebih dari apa yang perusahaan juga Bapak harapkan"


jawab Bee sopan tapi penuh percaya diri.


"Saya suka itu !


Siap untuk memulai dunia bisnis yang sesungguhnya ?"


"tentu saja Pak,saya datang menghadap Bapak dengan keadaan siap "


"Ok.


saya mau lihat kemampuan kamu "


ucap Atia lalu bangkit dari duduknya,berjalan menuju mejanya dan mengambil sebuah amplop disana.Atia lalu meletakkan amplop itu di atas meja tepat di hadapan Bee lalu kembali duduk dengan posisi menghadap Bee.


"Hari ini,Ibu Bee datang mewakili perusaahan di Asosiasi pengusaha muda Indonesia.Kebetulan Maha Group adalah salah satu perusahaan undangan yang di anggap cukup sukses untuk menjadi pembicara disana.Perkenalkan Perusahan kita !.


Dan disana juga ada perusahaan Steel Co.Maha Group ada wacana untuk bekerja sama dengan Steel Co yang bergerak dibidang pertambangan.Saya mau lihat,kemampuan Ibu Bee.Bisa tidak memanfaatkan waktu yang bersamaan ini dengan hasil yang diharapkan "


jelas Atia lagi dengan senyum yang sulit diartikan oleh Bee.


Bee membuka amplop berwarna coklat itu,lau membaca nya sekilas.


"sepertinya,saya langsung undur diri Pak.Acara di mulai pukul 9 pagi ini,ini sudah jam setengah sembilan.Saya tidak ingin langsung mendapat kesan jelek di hari pertama saya kerja "


ucap Bee sopan dan langsung di setujui oleh Atia.


----------------------------------------


Bee telah sampai di ruang pertemuan Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia pada sebuah hotel bintang 5.Kurang dari 3 menit dari waktu akan di mulai.Bee berjalan dengan di pandu oleh seorang panitia menuju kursi yang ternyata berada di atas panggung,bersama dengan perwakilan beberapa perusahaan-perusahaan besar lainnya.


Acara telah di buka oleh ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia dan dengan suara riuh tepuk tangan peserta yang hadir.Bee yang awalnya fokus pada lembaran kertas di hadapnnya lalu mulai menyapu seisi peserta yang hadir di ruangan itu.


Belum siap Bee mengabsen seluruh isi ruangan matanya telah terpaku mati menuju sebuah meja yang posisinya tepat di hadapan Bee yang di duduki oleh 3 orang lelaki dan satu wanita.


Bee jelas mengenal salah satu sosok lelaki itu.Alby Mahardika Maulana,sosok lelaki yang bertahun-tahun ia coba keluarkan dari hati juga pikirannya.Dari kejahuan terlihat Alby yang lebih tampan dan terlihat makin dewasa.Aura kuat pemimpin bisa terlihat dari wajahnya.Disampingnya juga terlihat wanita cantik dan terkesan seksi,siapa lagi kalau bukan Flora.


Bee hampir saja melupakan keprofesionalan dirinya dalam bekerja karena matanya yang tidak bisa beralih dari mereka,apalagi terlihat sesekali Flora berbisik ke telinga Alby.Bee bahkan sudah tidak nyaman berada diposisi duduknya sekarang.Berharap acara akan segera berakhir saja.


Bee keluar dari toilet dengan masih berusaha menenangkan hatinya.Sapaan suara lelaki sontak membuat Bee mengalihkan pandangannya.


"Ibu Queen dari Maha Group,benar ?"


tanya lelaki yang berumur sekitar 45 tahun itu sopan.


Bee mengulurkan tangannya ke lelaki yang masih terlihat gagah itu dengan tersenyum.


"Bapak dari Steel Co ?"


tanya Bee dengan sopan


"Saya Bintang ?"


jawab lelaki itu memperkenalkan namanya.


"kita bisa makan sian bareng biar lebih akrab lagi dan tentu saja membicarakan rencana bisnis yang akan jalani "


Bintang mengucapkan itu dengan sopan dan Bee pun menerimanya karena tidak ada alasan baginya untuk menolak itu.


Mereka pun akhirnya berjalan ber iringan menuju ruang makan yang telah di siapkan panitia.


----------------------------------------


Bee melihat-lihat makanan yang terhidang di meja besar itu.Mencari makanan yang bisa menarik selera nafsu makannya.Akhirnya,Bee memilih untuk memakan salad sayur dan membawa piringnya menuju meja dimana Bintang duduk.


"eonni,sarang hae !"


terdengar suara yang tepat berada dibelakang Bee.Bee pun sontak membalikan tubuhnya.


"Sempurnaaa..!!!


Sesuai apa yang gue bilang tadi kan.she is back"


Ucap Fathir dengan tatapan kemenangannya kepada dua sosok teman yang ada di sampingnya.


Semua mata menatap tidak percaya tapi takjub melihat wanita yang ada di hadapan mereka.Tidak berbeda jauh juga,Bee pun hampir tidak percaya melihat apa yang ada di hadapanya.


Orsya berlahan melangkah maju melewati kedua temannya untuk dapat langsung berhadapan dengan Bee.


"beneran ini lu,kak ?"


tanya Orsya dengan suara bergetarnya.


Bee memberikan senyum kikuknya kepada Orsya.Bee juga merasa canggung harus bersikap bagaimana.


"Maaf Ibu,anda menghalangi jalan saya"


tegur suara yang kembali terdengar dari belakang Bee.


Bee menggeser tubuhnya untuk memberikan jalan kepada wanita si pemilik suara sambil memberikan senyumnya.


Senyum itu berlahan memudar begitu melihat wanita pemilik suara itu.Flora telah berdiri di hadapan.Tubuh Bee bahkan terasa membeku sekarang,begitu melihat satu diantara dua cowok yang ada didekat Flora ternyata adalah Alby.


Mata Alby dan Bee saling tatap namun membisu.dalam diam sepertinya mata itu saling menyampaikan perasaan amarah juga rindu mereka.


Keduanya sama-sama tidak tahu harus berkata dan bersikap bagaimana.Pertemuan yang sangat dinanti oleh keduanya namun pertemuan yang tidak terduga ini membuat keduanya hanya diam.


"Bee ?"


Ucap suara pelan,namun Bee melihat bukan dari mulut Alby.Karena mulut itu masih setia mengunci rapat.


Aura cukup menegangkan terjadi di sekitar kumpulan beberapa orang itu.Semua mata lalu kembali beralih menuju ke pemilik suara.


Semua menatap penuh tanda tanya melihat lelaki yang memakai jas hitam dan berwajah lumayan tampan itu kecuali Bee dan Alby.


"gak nyangka kita bakalan ketemu disini"


ucap sang cowok lalu memeberikan uluran tangannya Ke Bee.


Bee melihat uluran tangan lelaki itu lalu menatap lelaki itu,dengan berlahan menerima uluran tangan itu.Si cowok tersenyum senang,setelah jabatan tangannya terlepas,sang cowok mengarahkan tangannya ke Alby.Alby pun menerima uluran tangan lelaki itu.


Setelah jabatan tangan terlepas,cowok itu kembali menghadap Bee.


"gue kembali Bee. Sesuai janji yang pernah gue ucapkan dulu "


ucap lelaki itu lagi dengan suara tegasnya.


Bee merasaka tubuhnya sedang berada di dunia lain.Di hadapannya kini berdiri para lelaki muda,tampan,pengusaha muda sukses,yang semuanya telah menyatakan perasaannya kepada Bee di tambah satu cewek cantik seksi yang bisa membuat dunia nya jungkir balik karena rasa cemburunya.


Alby,cowok yang masih sangat dicintainya.Flora yang Bee tidak ingin membahas wanita ini,Orsya yang terlihat masih mencintai dirinya ditambah lagi Rama yang Bee anggap hanya teman baiknya.


Bee bahkan melupakan Pak Bintang yang masih menunggunya pada sebuah meja agar mereka bisa makan siang bersama.