UNTITLED

UNTITLED
Bandara



jarum jam menunjukan tepat pukul 6 pagi.


Bianca baru saja Terbangun. pandangan nya Langsung tertuju pada Wajah pria tampan yang berada persis didepannya.


Bianca tersenyum memandangi wajah suaminya itu. terasa Nyaman dan membuatnya bahagia.


Selama beberapa Menit berlalu ia habiskan Untuk memandangi Wajah Sang suami, hingga akhirnya Rio terbangun. Bianca berpura pura seakan Tak menatap Rio sejak tadi.


Rio yang baru terbangun itu langsung tersenyum menatap Bianca.


Bianca bingung, namun ia tak peduli.


"Rio ayo bangunn" ucap Bianca sembari menggoyahkan Tubuh sang suami.


"iya sayang bentar lagi deh, masih mau tatap wajah cantik nya Bianca soalnya" jawab Rio dengan suara khas bangun tidurnya.


"ihh ayoo bangunnn Rioo. kita kan harus cepet cepet ke bandara" ucap Bianca.


"emangnya Penerbangan kita jam berapa sih?" Tanya Rio.


"jam 12 siang"ucap Bianca.


"oh yaudah, masih banyak waktu berarti. sekarang pengen peluk Bianca dulu" ucap Rio mendekatkan Tubuhnya pada Bianca, dan memeluknya erat.


Bianca menerima pelukan Rio dan tersenyum.


"manja bangettt" ucap Bianca sambil mengelus kepala Rio.


..


pada jam 9 pagi, Bianca dan Rio sudah siap dan akan pergi Menuju bandara.


"Rio, Bianca. hati hati ya disana. mamah harap setelah Pulang dari sana, Bianca udh bawa Rio junior di rahim nya" ucap Risa yang kini sedang mengelus tulus kepala Bianca.


Bianca tersenyum.


"doain aja ya mah"


"kalian disana sampe kapan?" tanya Reygan yang sejak jam 8 pagi sudah berada di sana untuk mengantarkan Adik dan adik iparnya itu menuju bandara.


"satu sampe dua mingguan" ucap Rio.


Reygan mengangguk mengerti.


"yaudah kalo gitu kalian cepet pergi. nanti ketinggalan pesawat" ucap Bayu.


Merekapun berpamitan pada Risa dan adit. Laras dan bayu tak bisa melihat kepergian Bianca dan Rio, karena hari ini begitu banyak Jadwal meeting di kantor nya, karena Meeting kemarin mereka undur.


Risa dan Adit mengantar mereka sampai teras.


"oh iya, berarti kita ke rumah Bunda dulu buat ngambil Barang barang?" tanya Rio.


" gw udh bawain barang barang kalian. tuh di bagasi" ucap Reygan.


Rio dan Bianca menatap Reygan serempak.


"apa?" ucap Reygan yang heran dengan tatapan mereka padanya.


"Kaka! ihh ngerepotin bangett kita tuh sama Kaka" ucap Bianca berjalan mendekat Pada Reygan.


"santai aja Bii, cuman bawa barang barang segini doang. gampang" ucap Reygan.


"tapi kan ngerepotin!" ucap Bianca.


"iya gapapa Bii. gak ngerepotin kok" ucap Reygan mengelus kepala Bianca.


"Kalo udh ngobrol nya, mendingan sekarang kalian langsung jalan. udh hampir jam setengah sepuluh" ucap Adit.


"yaudah. mah, pah. Rio sama Bianca pamit ya" ucap Rio pada kedua orang tuanya itu.


"iya mah, pah. kita pamit ya" ucap Bianca.


Risa dan Adit mengangguk dan melambaikan tangannya.


..


sampai di bandara. Bianca menyuruh Reygan langsung pulang, namun ia tak mau. Ia ingin melihat Kepergian sang adik.


"kak, Kaka beneran gak mau langsung pulang? ini masih lama loh Nungguin pesawatnya. sekarang masih jam setengah sebelas, aku sama Rio masuk pesawat jam dua belas" ucap Bianca.


"iya gapapa Bii, Kaka mau nunggu kalian take off" ucap Reygan.


"udahlah, Lo pulang aja kak" ucap Rio.


"Lagi pula dirumah ga ada siapa siapa. hari ini juga ga ada jadwal meeting" ucap Reygan.


Bianca mengangguk.


mereka duduk di salah satu kursi tunggu. sambil menunggu, mereka mengobrol dan bercanda.


"Rio. ntar Lo nyampe sana jangan langsung nyosor" ucap Reygan.


"lah, terserah gw" ucap Rio.


"iya sih, tapi Bianca ga suka. iya kan bii?" tanya Reygan.


Bianca hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan sang Kaka. ia bingung, karena kadang ia senang, dan kadang ia risih dengan perlakuan Rio yang seperti itu.


"udah bahas yang lain aja. jangan yang kaya gitu" ucap Bianca.


"oh iya. Kalian beneran kesana Buat honeymoon kan? bukan buat kerjaan?" tanya Reygan.


"ada kerjaan dikit doang tapi. selebihnya buat honeymoon" ucap Rio.


wajah Reygan menjadi bingung.


"resto bunga? yang Deket kantor perusahaan papah Lo itu?"


"iyaa, yang Deket gedung perusahaan papah yang ke 2" Ucap Rio.


"o-oh" ucap Reygan dengan wajah yang penuh dengan keraguan. entah apa yang ia pikirkan.


"Lo mau kan? kalo ga mau gapapa, bisage cancel" ucap Rio.


"engga engga. gw mau kok" ucap Reygan.


"tapi Lo kaya ragu gitu? kenapa Lo?" tanya Rio heran.


"engga, udh ga ush di bahas" ucap Reygan.


Rio mengangguk, namun Bianca merasa ada yang janggal dengan Reygan.


ia merasa Reygan penuh tahu di dalam hatinya, namun ia tak tau ada apa di dalam pikirannya.


"kak Rey, Bianca ke toilet dulu ya bentar" ucap Bianca.


Reygan mengangguk.


"ayo Rio. anterin gw" ucap Bianca.


"hah?" ucap Rio bingung, heran, namun senang.


"mau apa emng nya?"


"anterin gw doangg" ucap Bianca menarik Lengan Rio yang kini sedang tersenyum menatap Wajah Sang istri.


Bianca menarik Rio bukan menuju arah toilet, namun ke arah tempat yang sepi.


"sayang, kok kesini? bukannya toilet disana? tapi ini tempat sepi. ohh, mau disini aja? yaudah ayo" ucap Rio.


Bianca berhenti.


"minjem hp lo" ucap Bianca mengulurkan tangannya.


"buat apa? bukannya mau-"


"minjem hp lo Rio!!" ucap Bianca memotong perkataan Rio.


Rio terdiam, ia langsung mengambil ponselnya di saku celananya, dan Memberinya pada Bianca.


Bianca langsung membuka ponsel Rio, namun ia terdiam saat melihat tampilan beranda dan Layar kunci ponsel Rio adalah foto Bianca.


ia menatap Bianca.


"Lo dapet dari mana foto gw?"


"dapet dari bunda Lo lah. bunda kan Yang selama ini suka foto foto in Lo" ucap Rio.


"cih, lain kali jangan kaya gitu" ucap Bianca yang berfokus pada ponsel Rio untuk mencari sesuatu disana.


"kenapa?" tanya Rio.


"soalnya gw baper" ucap Bianca.


Rio yang tadinya cemberut, kini tersenyum dan tertawa kecil.


"emangnya Lo mau cari apa sih sayang?" tanya Rio Mengintip ponselnya yang Bianca mainkan.


Ia melihat, Bianca membawa chat nya dengan wanita Di kontaknya.


"ini siapa?" tanya Bianca menunjukan Chatan nya.


"jangan salah paham sayang, ini tuh cewe Yang mau gw kenalin sama Kaka Lo" ucap Rio.


Bianca mengangguk. ia melanjutkan membaca chatan sang suami dengan wanita itu.


"Lo gak cemburu?" tanya Rio.


"engga" ucap Bianca sibuk dengan ponsel Rio itu.


karena bianca penasaran, ia membuka profil wanita itu. terpampang jelas foto wajah wanita itu.


Bianca terdiam seketika saat melihat foto profil wanita itu.


"kenapa?" tanya Rio.


"Lo kenal sama cewe ini dimana?" tanya Bianca.


"sebenernya sih dia pemilik Resto bunga, kita pernah kerja sama soal resto tapi batal. gw gak bilang dia Pemilik resto itu karena Dia sendiri yang ga mau" ucap Rio.


Bianca menghela nafasnya.


Rio menatap heran.


"kenapa?" tanya Rio.


"dia cewe yang pernah Deket sama kak Rey, tapi waktu kak Rey mau nembak, ternyata dia udh punya calon tunangan" ucap Bianca.


"hah?!" ucap Rio kaget.


"gw mau Lo batalin pertemuan mereka ya" ucap Bianca.


"i-iya. gw batalin" ucap Rio.


...----------------...