UNTITLED

UNTITLED
hadiah Kaka ipar



selesai Membereskan dan menyimpan barang barang, Rio pergi menuju Kamar untuk menyusul Bianca.


sesampainya di kamar, Rio melihat Bianca sedang duduk di sofa Yang ada di kamar nya itu sambil asik bermain ponsel nya.


Rio menghampirinya dan langsung duduk di sebelah nya.


"asik banget main Handphone nya, mainin apa sih?" tanya Rio.


Bianca menoleh.


" gak main apa apa. gw lagi chatan sama Cowo" ucap Bianca.


"siapa?" tanya Rio.


"Kaka ipar Lo" ucap Bianca.


"Reygan maksud lo?" ucap Rio.


"iya lah, siapa lagi" ucap Bianca.


"bahas apa?' tanya Rio.


"bahas Lo" ucap Bianca.


Rio tertawa.


"kenapa ketawa?" tanya Bianca.


"gw tau kalian ngomongin soal ketampanan, kebaikan, kesopanan, dan semua sikap gw" ucap Rio.


"cih, gak usah kepedean" ucap Rio.


"gw sebenernya Bahas yang lain juga" ucap Bianca.


"apa?" tanya Rio lagi.


Bianca berdiri dari sofa dan berjalan menuju laci samping kasur.


ia mengambil suatu kotak dari laci itu, dan berjalan kembali duduk di Sofa.


"nih" ucap Bianca memberi kotak itu.


Rio menerimanya.


"apa ini? tumben ngasih kaya ginian ke gw" tanya Rio.


"bukan dari gw, dari Kaka ipar Lo" ucap Bianca.


"hah? Reygan?" tanya Rio bingung.


Bianca mengangguk.


"buat apa? dia gak pernah ngasih apapun ke gw, kenapa tiba tiba?" ucap Rio bingung dan heran.


"ambil aja, gak usah banyak Omong" ucap Bianca.


"ini isi nya apa?" tanya Rio.


"buka aja" ucap Bianca.


Rio menatap kotak itu.


ia membukanya.


terlihat jam tangan elit di dalam nya.


Rio menatap kaget.


"ini tuh jam tangan Yang pernah gw mau, tapi gak pernah ke beli" ucap Rio masih menatap jam elit itu.


"serius? emang nya kenapa gak bisa kebeli?" tanya Bianca.


Rio memasukkan Jam tangan itu kembali pada kotak, dan menutup kotak itu.


Ia mengembalikan kotak itu pada Bianca.


"ini terlalu mahal, mendingan Lo balikin ke Reygan aja lagi ya" ucap Rio.


"t-tapi" ucap Bianca.


tiba tiba seseorang muncul dari pintu kamar.


"Lo harus terima, karena gw udah susah payah beli barang itu" ucap seseorang dari arah pintu itu.


Bianca dan Reygan Menoleh.


"kak Rey? Kaka ngapain disini?" tanya Bianca.


Reygan tersenyum, lalu menghampiri Rio dan Bianca.


"Rey, Lo ngapain disini? bukannya Lo udah pulang ke Bandung?" ucap Rio heran.


"gw balik lagi ke sini, ada sesuatu yang harus gw lakuin" ucap Reygan.


Rio hanya mengangguk.


lalu ia menyerahkan Kotak berisi jam itu pada Reygan.


"gw gak mau Nerima ini. ini terlalu mahal, lagi pula dari mana Lo tau gw mau ini? kok Lo bisa tau kalo jam ini yang gw incar dari dulu? jam ini susah loh di dapetin nya, kok Lo bisa dapet? jam ini juga mahal" ucap Rio.


Reygan tersenyum.


"Lo gak usah khawatir soal semua nya, sekarang kalo Lo mau ngehargain pemberian gw ini, Lo harus terima" ucap Reygan.


"tapi kayanya ini lebih cocok di Lo" ucap Rio.


"berarti bakal lebih cocok lagi di Lo" ucap Reygan.


"udah sih, terima aja!" ucap Reygan.


Rio menatap Bianca.


Bianca hanya tersenyum menunggu jawaban Rio.


Rio mengalihkan tatapannya pada Reygan.


"emm.. yaudah, tapi Lo harus punya permintaan Buat gw" ucap Rio.


Reygan tersenyum.


"gw cuman minta Lo jaga adek gw selama nya" ucap Reygan.


"gw bakal jaga adek Lo sampe kapan pun" ucap Rio.


"bagus, gw percaya" ucap Reygan.


..


mereka sedang mengobrol ngobrol di ruang keluarga.


Bianca melihat keakraban suami dan Kaka nya, membuat nya bahagia.


"kak Rey, Kaka sampe kapan di Jakarta?" tanya Bianca.


"semingguan" ucap Reygan.


"oh, terus Kaka tinggal dimana?" tanya Bianca lagi.


"gak tau juga, kayanya di hotel" ucap Reygan.


"kak, Kaka mau gak nginep disini aja" ucap Bianca.


"disini?" tanya Reygan.


"iya. mau gak?" tanya Bianca.


"emang nya gak bakal ganggu?" tanya Reygan.


"engga, kita juga di rumah berdua tuh bosen" ucap Bianca.


"bukannya setiap hari, kita pasti punya kerjaan? gw gak bosen tuh dirumah" bisik Rio berkata jujur.


"udah Lo diem aja, Lo gak kasian Kaka ipar Lo nginep di Hotel sendiri?" bisik Bianca kembali.


Mereka kembali mengobrol pada Reygan.


"iya, Lo nginep di sini aja" ucap Rio.


"beneran?" tanya Reygan.


"iya" ucap Rio.


"yaudah gw nginep disini selama seminggu" ucap Reygan.


Bianca tersenyum.


"yaudah, kamar gw dimana? gw mau istirahat, cape" ucap Reygan.


"ayo, Bianca Anter" ucap Bianca.


Bianca dan Reygan pun Pergi menuju kamar Tamu lantai 2.


berada agak jauh dari kamar Bianca dan Rio.


sedangkan Rio pergi menuju kamar nya dan bersantai di balkon.


tak lama kemudian Bianca datang dan menghampiri Rio di balkon.


"Rio" panggil Bianca.


"hmm?" ucap Rio.


"Gw suka Lo Deket sama Kak Rey" ucap Bianca.


"gw juga suka Lo suka sama kedeketan gw dan reygan" ucap Rio.


Bianca tersenyum.


"oh iya, gw belum bilang makasih ke Reygan" ucap Rio.


"gw udah bilang atas nama Lo kok, tenang aja" ucap Bianca.


"makasih ya sayang, Tapi kayanya besok pagi gw bakal nyamperin dia terus bilang makasih langsung sama dia" ucap Rio.


"yaudah terserah Lo" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"masuk yuk" ucap Rio menggandeng Bianca.


mereka duduk di sofa Sambil menonton film di tv nya.


"Rio" ucap Bianca yang sedang menyender di bahu Rio.


"apa sayang" jawab Rio Yang sedari tadi mengelus elus kepala Bianca.


Bianca sempat terdiam sejenak.


"i love you" ucap Bianca tanpa menatap Rio karena malu.


Rio menatap nya.


Ia tersenyum senang juga kaget.


"tumben banget tiba tiba" ucap Rio.


"ya gapapa, gw kan pengen kaya pasangan pasangan yang lain, yang gampang banget ngomong 'i love you'. sedangkan gw susah banget bilang itu, gw pengen coba" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"i love you too, sayang" ucap Rio.


Bianca senang mendapat jawaban itu.


"mulai sekarang Lo boleh Ngomong apapun sama gw, gak perlu gengsi" ucap Rio.


Bianca menatap Rio.


"gw gak mau kehilangan Lo, gw sayang sama Lo, gw kangen sama Lo walau pun Lo selalu ada di samping gw, gw pengen Lo selalu perlakuin gw kaya gini, gw mau selalu meluk Lo, gw selalu mau natap mata Lo" ucap Bianca mengatakan semua yang ada dalam perasaan nya.


Rio tercengang dengan semua pernyataan yang Bianca ungkap itu.


"gw gak nyangka Lo bener bener sayang sama gw" ucap Rio.


Bianca tersenyum.


Rio meluk Bianca.


"gw juga sama kaya Lo, gw sayang sama Lo, dan semua perasaan yang Lo ungkap itu sama kaya apa yang gw rasain" ucap Rio.


Bianca membalas pelukan Rio.


mereka melanjutkan menonton film.


film yang awalnya ber genre action, kini menjadi romantis karena mereka berdua.


...----------------...