
Bianca tertidur di sofa saking kelelahannya.
ia terbangun pada sore hari karena mendengar suara Gemuruh hujan.
"astaga jemuran gw!!" ucap Bianca.
Ia langsung berlari menuju tempat jemuran dan Cepat cepat mengambil pakaian pakaian Yang ia jemur itu dan rela Basah kuyup karena hujan deras.
Bianca terburu buru, namun ada Pakaian Yang terjemur Terlalu tinggi untuk dia gapai.
Ia berjinjit bahkan melompat kecil untuk mengambilnya.
seseorang tiba tiba datang dari belakang Bianca dan membantu Bianca mengambilnya.
Bianca menoleh kebelakang.
"Rio" ucap Bianca.
Rio menarik Bianca masuk ke dalam rumah.
"aduhh, Lo basah kuyup kaya gini. lain kali jangan Hujan hujanan kaya gitu lagi yaa?!! biarin aja jemuran itu basah, jangan Malah hujan hujanan demi ngambil baju baju itu. kesehatan Lo itu lebih penting dari pada Baju baju ituu" ucap Rio.
"iya maaf" ucap Bianca.
Rio mengelus kepala Bianca.
Bianca terfokus pada Pakaian pakaian di keranjang yang basah kuyup itu.
"besok gw harus jemur lagi deh" ucap Bianca.
"gak usah, gw aja. gw gak mau Lo basah kuyup kaya gini lagii" ucap Rio.
"tapi kan siapa tau besok gak hujan" ucap Bianca.
"ya pokok nya gw gak mau. udh nurut aja" ucap Rio.
"iya iya rioo" ucap Bianca.
"yaudah sana Ganti baju" ucap Rio.
Bianca Mengangguk dan langsung pergi ke kamar untuk Mengganti bajunya.
Setelah selesai mengganti baju, Bianca Turun ke lantai bawah.
ia melihat Rio sedang Mengepel lantai Bekas bianca Berjalan.
Bianca menghampirinya dan merebut pel-an nya.
"Gw aja. Lo kan cape baru pulang kantor" ucap Bianca.
"engga. gw gak cape" ucap Rio merebut pel-an nya.
Bianca merebutnya kembali dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.
"ga boleh! gw aja" ucap Bianca.
"gw aja" ucap Rio mencoba merebut pel-an nya dari belakang Tubuh bianca, namun Bianca menghalanginya.
"ga boleh Rioo" ucap Bianca.
Rio kembali Mencoba Merebut pel-an nya, namun karena lantai itu basah, Rio terpeleset dan jatuh pada badan Bianca membuat Bianca pun terjatuh ke lantai.
Rio menumpu badannya dengan lengannya agar tubuhnya tak menimpa Bianca, dan telapak tangannya Ia pakai untuk bantalan Kepala Bianca.
Bianca tersenyum dalam kondisi itu.
"makasih ya" ucap Bianca.
"apa?" tanya Rio.
"makasih Jasa telapak tangannya" ucap Bianca.
Rio Tersenyum.
"Lo lagi keadaan kaya gini malah minta maaf" Ucap Rio.
"aduhh, suami istri dimana mana Romantiss aja bisanya" ucap seseorang dari arah pintu utama.
Rio dan Bianca menoleh.
"kak Rey?!" ucap Bianca.
Bianca dan Rio bangun dari posisinya.
Bianca melihat Rio seperti kesakitan pada lengannya dan telapak tangannya.
Bianca menarik pelan lengan Rio dan berjalan duduk di samping sofa yang sudah Reygan duduki.
"ngapain kaya gitu gituan" ucap Reygan.
"Tadi Rio kepeleset, terus jatohnya ke badan Bianca, jadi Bianca ikutan jatoh" ucap Bianca.
"hah?! terus gimana? ada yang sakit? kepala nya? badannya ketimpa Rio? pasti dia berat" ucap Reygan mengkhawatirkan Bianca.
Reygan menghela nafas lega.
ia Menatap Rio.
"thanks ya, Lo Nepatin janji Lo" ucap Reygan.
"hah? janji? janji apaan?! gw kaya gitu ya emang niat nya biar Bianca ga kenapa Napa. emang nya gw Pernah buat janji sama Lo?" ucap Rio.
"iya. Lo pernah janji Mau jagain Bianca kan. ya thanks karena udah Nepatin janji itu" ucap Reygan.
"iya. tapi gw lakuin itu bukan karena janji ya?! gw lakuin itu karena gw gak mau Bianca kenapa Napa" ucap Rio.
"iya deh terserah Lo, gw cape mau istirahat" ucap Reygan meninggalkan Bianca dan Rio untuk beristirahat ke kamar yang ia tempatkan.
Bianca menatap Rio, lalu tangannya.
Ia memeriksa apakan ada luka.
"ada luka" ucap Bianca khawatir.
"gapapa, dikit doang" ucap Rio.
"lagian Lo dih, kenapa nyelamatin gw. biarin aja kali" ucap Bianca.
"kan demi Lo" ucap Rio tersenyum.
"cih, gombal Mulu anak nya" ucap Bianca.
Bianca meninggalkan Rio dan Pergi mengambil P3K.
setelah itu ia kembali lagi.
Rio tersenyum melihat Bianca yang Begitu perhatian.
"udah sayang gapapa" ucap Rio mengelus kepala Bianca.
"udah diem aja. sekarang gapapa, nanti bakal kenapa Napa" ucap Bianca fokus pada punggung Telapak tangan Rio yang terluka karena menumpu kepalanya.
Bianca Meniup punggung telapak tangan Rio dan Tiba tiba mencium nya.
Rio tertawa tanpa suara saking baper nya.
"udah sembuh" ucap Rio.
Bianca menatap Rio.
"cepet banget" ucap Bianca.
"habis dicium sama Lo sih, makannya Jadi Cepet sembuhnya" ucap Bianca.
Bianca tersenyum.
"ah gombal Mulu Lo" ucap Bianca tersenyum.
"lah, kan Lo yang cium gw. gw gak gombal" ucap Rio.
"oh iya juga ya" ucap Bianca bingung sendiri.
Rio tertawa kecil.
"tangannya gimana? sakit gak?" tanya Bianca.
"dikit" ucap Rio.
Bianca membawa es batu yang di balut kain untuk mengompres lengan Rio.
Bianca melakukannya pelan pelan agar Rio tak kesakitan.
selesainya, Bianca mengantar Rio istirahat ke kamar, dan dia Melanjutkan mengepel Lantai basah itu.
setelah itu, Bianca pergi ke kamar.
ia melihat Rio tertidur di Sofa.
Bianca menghampirinya dan duduk di sampingnya.
ia tersenyum.
"tuhkan, Lo tuh cape habis kerja" ucap Bianca.
"maafin gw ya, harus nya Lo pulang kerja tuh gw siapin minum, tapi gw malah ngerepotin Lo. bahkan sampe bikin Lo Lo luka gini" ucap Bianca mengelus punggung Tangan Rio yang sudah Dibalut plaster.
Lalu Bianca mencium nya.
ia tersenyum.
"selamat tidur.. suami" ucap Bianca.
... ----------------...