UNTITLED

UNTITLED
kedatangan Keluarga bianca



pagi hari kemudian.


Bianca terbangun.


ia langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mandi.


Bianca tiba tiba menghentikan langkahnya saat melihat Rio tergeletak di lantai.


Ia Duduk dan membaringkan Kepala Rio di Pahanya.


Ia menepuk nepuk Pipi Rio berusaha membangunkan Rio, dan berhasil.


Rio terbangun sambil memegang pelipis kepala nya dan Sedikit merengek karena merasa pusing di kepalanya.


Rio baru tersadar, dia sedang berada dalam pangkuan Bianca saat Bianca memijat pelipisnya dengan lembut.


"Lo ngapain sih mabuk mabukan?! gak guna banget!" ucap Bianca sambil masih berfokus pada Titik Yang sedang ia pijat.


Rio menatap Bianca yang sedang berfokus itu, Bianca tak menyadarinya.


Rio dengan cepat mengecup pipi Bianca.


Bianca merasa Sangat Jengkel dengan perilaku Rio itu.


Bianca membantu Rio merebahkan badannya di Kasur.


"Lo disini aja, gw mau Bikin minum dulu" ucap Bianca dengan wajah datar tetapi perhatian.


Rio hanya tersenyum sambil menatap Kepergian Bianca.


..


Bianca datang membawa 1 gelas minuman, tak tau apa.


ia juga membawa 1 gelas air mineral.


"nih minum!" ucap Bianca menyodorkan Gelas yang berisi minuman itu.


"ini apa?" tanya Rio.


"jamu buat penghilang Rasa pusing Lo yang habis mabuk mabukan gak jelas" ucap Bianca yang masih datar.


"enak?" tanya Rio lagi.


"gak ush banyak nanya sih, minum aja!!" ucap Bianca yang langsung mencekokan jamu yang ia buat itu pada Rio.


Rio tersedak sekaligus Terbatuk batuk saat Bianca mencekokan Jamu itu.


Bianca Memberi minum air mineral pada Rio.


"Lo bisa yang lembut gak sih, mana gak enak lagi!!" ucap Rio.


"namanya juga jamu" ucap Bianca.


Bianca Langsung berjalan pergi membawa dua gelas itu.


saat Bianca kembali ke Kamar, ia langsung berjalan Menuju kamar mandi.


setelah selesai mandi, ia Berpakaian dan berdandan.


Rio menatapnya dari arah kasur tempatnya berbaring.


"mau kemana Lo?" tanya Rio.


"ada urusan" ucap Bianca singkat sambil sibuk dengan alat make up nya.


"gw gak izinin" ucap Rio.


Bianca langsung terhenti dari kegiatannya dan membalikkan badan Menatap Rio.


"gw ada urusan, Lo kenapa sih?!" ucap Bianca kesal.


"ya gw gak izinin! Lo kenapa sih?! gak nurut banget jdi istri!!" ucap Rio.


Bianca kesal dan Membuang mukanya.


ia kembali sibuk dengan make up nya.


saat Bianca hampir selesai, Rio menarik tangannya dan membuat Make up nya menjadi berantakan.


"gw bilang udah! gw tuh lagi butuh Lo di rumah!! Lo gak kasian sama gw? gw lagi sakit, gak bisa apa apa!!" ucap Rio.


"kalo sakit kenapa Bisa berdiri dari kasur?" ucap Bianca.


"y-ya pokoknya Gw mau Lo disini, gak boleh Pergi!! gw butuh Lo karena sekarang gw sakit" ucap Rio.


"gak usah mabuk mabukan kalo gak mau sakit, dasar gak jelas!!" ucap Bianca.


"Lo bisa gak dengerin apa kata suami Lo? lagi pula ini kewajiban lo untuk rawat gw" ucap Rio.


Bianca menghela nafas jengkel.


ia mengambil Handphone nya yang terletak di Meja riasnya itu, lalu memencet nomor seseorang.


call;


"halo, kayanya gw gak bisa dateng.. maaf ya"


[kenapa? ]


"ada orang ribet disini"


[oh yaudah ]


off call.


Bianca langsung menyimpan Handphone nya dengan kasar dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk menghapus make up dan Mengganti bajunya.


selesai itu, ia Keluar dari Kamar mandi tanpa melirik Kearah Rio yang sedang duduk di kasur.


Bianca menatap sinis dan berlalu meninggalkan Rio.


..


di lantai satu.


Bianca duduk santai dengan wajah datar sambil memainkan Handphone nya.


Rio menghampirinya dan duduk di sampingnya.


Bianca menatap sekilas dengan datar, lalu membuang mukanya dan berfokus kembali pada handphone nya itu.


Rio terus menatap Bianca dengan ekspresi yang tak bisa di artikan.


"berhenti natap gw!" ucap Bianca yang menyadari tanpa menoleh.


Rio membuang tatapannya Pada Bianca itu dan Menyenderkan dirinya pada Punggung sofa.


"hari ini keluarga Lo bakal kesini" ucap Rio menatap Bianca yang langsung menatap nya juga.


"bunda, ayah sama kak Reygan maksud nya?" tanya Bianca sedikit panik.


Rio mengangguk.


Rio menatap Bianca heran.


"Lo kok panik sih? gak seneng?" tanya Rio heran.


"bukan gitu, gw takut mereka kecewa kalo gw sama Lo belum berubah, masih sering berantem dan...." ucap Bianca tak melanjutkan lagi.


"dan apa?" tanya Rio penasaran.


"dan gw belum hamil" ucap Bianca mengecilkan volume Perkataannya.


Rio mengulum bibirnya menahan senyuman.


"yaudah ayo bikin" ucap Rio tanpa rasa malu.


Bianca menendang Betis Rio.


"gw gak mau bercanda ya!!!" ucap Bianca kesal.


"gw gak bercanda.. Lo gak mau bikin mereka kecewa karena Lo belum hamil kan? yaudah ayo bikin lah.. itu cara satu satunya biar Lo bisa hamil!" ucap Rio.


"gak!" ucap Bianca singkat.


Rio menghela nafas sabar.


"yaudah terserah Lo aja.. Lo masih inget janji gw?! 'gw bakal nunggu Lo sampe Lo siap'. gw gak bakal ingkarin janji itu" ucap Rio menatap serius pada Bianca.


Bianca menatap Rio luluh.


Ia sepertinya tak kuat jika Rio sudah Berkata sesuatu yang membuat hatinya meleleh.


"cie meleleh" ucap Rio mencubit lembut dagu Bianca.


"tuhkan, Lo gak pernah Serius sama omongan Lo!" ucap Bianca kesal.


"engga, gw serius.. gw cuman gemes aja liat Lo natap gw kaya gitu" ucap Rio tersenyum ketika melihat Bianca tersenyum malu.


"udah yaa.. jangan marah lagi, katanya gak mau bikin keluarga Lo Kecewa kan? gw yakin, mereka bakal maklumin klo Lo belum mau gw sentuh, tpi gw yakin mereka lagi berharap kita akur.. itu mungkin bakal bikin mereka lebih tenang" ucap Rio.


Bianca mengangguk.


Rio menuntun kepala Bianca agar menyender di bahunya.


ia mengelus rambut Bianca lembut dan penuh kasih sayang.


Bianca merasa bahagia dengan sentuhan Lembut suami nya yang perlahan membuat cintanya semakin dalam.


"maafin Bianca ya mah, Bianca kayanya gak bisa lanjutin tugas dari mamah itu.. Bianca udah berhasil buat Rio jauh dari Tamara dan mungkin Bianca Juga berhasil buat Rio cinta sama Bianca.. tapi untuk tugas selanjutnya, Bianca gak bisa, Bianca gak bisa Jalanin tugas itu!! Bianca Udah terlanjur cinta sama Rio dan Bianca gak bisa tinggalin Rio.. Bianca gak mau ngelukain perasaan Rio, itu juga bakal Lukain Perasaan Bianca" batin Bianca.


"Lo kenapa?" tanya Rio yang menyadari Bianca melamun dari tadi.


"gak kenapa napa, nyaman aja" ucap Bianca.


"nyaman?" ucap Rio Tersenyum.


Rio mencium kening Bianca lama.


"aduh suami istri romantis banget yaa" ucap Seseorang dari arah Pintu utama.


Rio dan Bianca menoleh.


"bunda?!" ucap Bianca kaget.


Bianca yang tadinya Menyender di Bahu Rio, kini duduk dengan tegak.


Rio juga begitu.


"bunda kok gak bilang klo udah nyampe Jakarta, kan Bianca bisa siapin makanan sama minuman " ucap Bianca.


"Gapapa sayang, bunda kan mau Ngasih surprise ke kamu" ucap seseorang itu yang ternyata adalah bunda bianca, laras.


"bunda Dateng sama Ayah dan kak Reygan" ucapnya lagi.


Bianca mempersilahkan Mereka duduk.


lalu ia pergi ke dapur untuk menyiapkan Minuman dan cemilan.


sedangkan Rio mengobrol dengan mereka.


Bianca menyajikan cemilan dan minuman di meja Ruang tamu itu, lalu mereka mengobrol bersama sambil menikmati minuman dan cemilan yang sudah disiapkan Bianca.


...----------------...