
Bianca memutuskan untuk pergi membeli obat.
"Rio, gw tinggal beli obat buat Lo dulu ya" ucap Bianca.
Rio hanya mengangguk.
Bianca cepat cepat pergi menuju apotek terdekat.
Bianca Menunggu taksi yang lewat, namun tak ada satu pun yang lewat.
"haduh, ini taksi pada kemana sih?!" ucap Bianca.
Bianca akhirnya memutuskan untuk memesan taksi online.
Tak lama kemudian, Taksi online itu datang.
Bianca menyuruh supirnya untuk cepat.
20 menit, akhirnya Bianca sampai di apotek.
sebenarnya Apotek itu tidak terlalu jauh, namun dijalan tadi sangat macet hingga membuat Bianca lama diperjalanan.
Ia cepat cepat masuk Ke dalam Apotek dan memberi resep obat yang Dokter beri pada nya.
Apoteker Pun langsung mengambil beberapa Obat Yang ada di daftar Resep dokter yang Bianca tunjukan, Lalu Membungkusnya.
Bianca membayarnya lalu pergi.
Lagi lagi Taksi sangat susah di temukan.
Ia ingin memesan taksi online, namun ponsel nya Lowbat.
"ck! kenapa lowbat sih?!!!" ucap Bianca kesal sendiri.
Akhirnya ia memutuskan menunggu taksi lewat.
Sudah sekitar setengah jam Bianca menunggu, namun Taksi belum juga ada yang lewat.
Namun tiba tiba Bianca tertuju pada Satu mobil angkutan umum.
Ia memberhentikan angkutan umum itu.
"maaf mbak, saya udah gak Narik lagi" ucap supir nya.
"pak,tolongin saya yaa.. Dari tadi saya Nunggu taksi tapi gak ada yang lewat juga.. Suami saya dirumah lagi sakit" ucap Bianca.
"oh baik mbak, silahkan masuk" ucap supir itu.
Bianca akhirnya masuk dan Menunjukan jalan menuju Rumahnya.
15 menit saja, akhirnya Bianca sampai di depan rumah.
ia turun dan Membayar Supir itu.
"terimakasih mbak" ucap supir.
"iya pak, terimakasih juga udah Bantu saya" ucap Bianca.
Bianca langsung berlari ke dalam rumah.
Ia cepat cepat menuju Kamar.
saat ia sampai di kamar, ia melihat Luna sedang duduk disamping Rio sambil mengelus tangan Rio.
Luna juga Mengelus elus pipi Rio dengan wajah khawatir.
Bianca yang sedari tadi buru buru ingin sampai rumah, sekarang ia menghampiri Rio dan Luna dengan lesu dan wajah nya begitu murung.
"bii, Lo dari mana aja sih?! Lo gak khawatir apa? Rio lagi sakit Loh!! harus nya Lo yang ada disini Buat dia, bukan gw!!" ucap Luna Membentak Bianca.
Mata Bianca Berkaca kaca.
Rio menatap nya.
ia melepas kan genggaman tangan Luna pada tangannya, dan menggengam tangan Bianca.
tapi Bianca melepasnya.
"iya maafin gw, gw salah" ucap Bianca pada Luna sambil menyimpan Obat Yang ia beli di meja Samping kasur.
Ia pun Pergi dari kamar itu.
ia duduk di tangga Dengan lesu.
"gw gak nyangka Pengorbanan gw tadi Itu sia sia" ucap Bianca.
"gw udah Berusaha Buat cepet cepet Dateng kesini bawa obat buat Rio, tapi nyatanya Sampai sini gw malah liat Luna dan Rio berdua.. Luna sebegitu khawatir nya sama Rio sampai bentak gw kaya gitu.. apa dia masih punya rasa sama Rio? dan apa Rio juga?!" ucap Bianca murung.
tak terasa air mata nya jatuh satu persatu.
entah apa yang ia rasakan, namun ia sangat Tak suka melihat Rio dekat dengan Luna.. mungkin cemburu.
ia juga Sangat kecewa karena Pengorbanan nya untuk mendapatkan obat dan cepat cepat sampai rumah itu sia sia.
saat ia sedang merenungkan dirinya, tiba tiba Luna berteriak memanggil Bianca.
Bianca menghampiri Luna yang berada di kamar.
"kenapa?" tanya Bianca.
"Rio pingsan!" ucap Luna.
Bianca langsung panik dan khawatir.
Ia cepat cepat Menelfon salah satu pekerja yang sering membantu Rio untuk datang kesini menggunakan ponsel Rio.
Tak lama kemudian, satu pria datang dan membantu mereka membawa Rio ke Rumah sakit.
.
.
sesampainya di rumah sakit, Rio di bawa ke ruangan UGD dan ditangani oleh dokter.
bianca hanya bisa terduduk lesu.
Bianca memutuskan Untuk Pergi dari sana.
namun tiba tiba Luna menahannya.
"bii! Lo liat?! Rio jadi kaya gini karena siapa hah?! kenapa Lo tadi pergi, kenapa Gak rawat Rio?!! liat, sekarang Rio jadi kaya gini karena siapa?! karena Lo Bianca!!!!" ucap Luna Membentak Bianca.
Bianca menghela nafas menahan tangisannya.
"Lun, Lo tau tadi gw dari mana hah?! LO TAU GAK?!!! gw beli obat buat Rio lun!!! Gw udah berusaha Buat cepet cepet sampe ke rumah, tapi di jalan emang macet dan buat Gw lama diperjalanan!!! dan sesampainya dirumah gw malah ngeliat Lo dan Rio berdua! Lo ngelus ngelus pipi Rio, Lo genggam tangan Rio!! apa Lo gak ngerti perasaan gw hah?!! gw cemburu!! Dan bentakan Lo dirumah tadi itu buat apa? Lo khawatir sama Rio? Lo masih sayang sama dia hah?!! kalo masih sayang, silahkan urus dia!!" ucap Bianca yang sudah benar benar sakit hati dengan semua ucapan dan bentakan Luna.
Bianca sudah tak bisa menahan air matanya.
ia berlari keluar rumah sakit dan duduk di kursi taman rumah sakit.
Ia langsung menangis deras disana.
Ia tak Memikirkan keadaan sekitar, ia hanya ingin menangis dan melampiaskan semuanya.
Rasanya ia benar benar sudah tak bisa mengendalikan Diri nya sendiri.
pikirannya berantakan.
Ia menangis Hingga sesenggukan.
hingga matanya sembab dan pipinya Basah.
Tiba tiba seseorang duduk di sampingnya dan memberi sapu tangan.
"pake ini, gw gak mau Liat Lo nangis kaya gitu" ucap seseorang itu.
Bianca menoleh dan melihat siapa itu.
"a-alza? lo ngapain disini?" tanya Bianca.
Seseorang yang Bianca panggil alza itu tak mau menjawabnya sebelum Bianca Menghapus air matanya.
Bianca dengan ragu mengambil sapu tangan yang diberikan alza dan menghapus air matanya.
"bii, gw disini karena denger kabar dari salah satu pekerja di kantor bos gw, kalo bos gw masuk rumah sakit.. Gw kesini buat Jenguk dia, tapi gw malah liat Lo disini.. Lo ngapain? kenapa Nangis?" tanya alza.
Alza adalah salah satu dari beberapa Mahasiswa di kampus Bianca yang dulu, yang pernah berusaha mendekati Bianca.
alza sudah pernah ditolak oleh Bianca saat ia mengutarakan perasaan nya pada Bianca.
Namun alza tak menyesali dan memusuhi Bianca.
alza dan Bianca pernah berteman dekat, namun alza harus pergi keluar kota untuk Bekerja.
"g-gw.. suami gw sakit dan ada disini" ucap Bianca.
"s-suami?" ucap Alza kaget.
"iya.. gw udah nikah" ucap Bianca.
"o-oh" ucap Alza terlihat kecewa.
"terus kenapa Lo nangis?" tanya Alza.
Bianca menghela nafas.
"gapapa, urusan pribadi" ucap Bianca tersenyum menyembunyikan masalah nya.
alza mengangguk mengerti.
"oh iya, Lo emang nya kerja dimana? bos Lo siapa? kayanya Suami gw kenal" ucap Bianca.
"oh, gw Kerja di perusahaan pak Rio" ucap Alza.
Bianca tercengang.
"r-rio?" tanya Bianca.
"iya, Lo kenal?" tanya Alza.
"r-rio suami gw" ucap Bianca.
Alza kaget dengan pengungkapan Bianca.
"suami Lo?" tanya Alza.
Bianca mengangguk.
"tapi gw gak pernah liat Lo di kantor Rio" ucap Bianca.
"oh iya, gw Baru pulang dari kampung keluarga gw.. kakek gw meninggal dan beberapa bulan gw harus disana" ucap Alza.
"oh gitu.. turut berduka cita ya" ucap Bianca.
"iya makasih ya bii" ucap Alza.
"oh iya, gw mau jenguk Pak Rio, Lo mau ikut?" tanya Alza.
Bianca terdiam.
"kaya nya gw gak ikut dulu.. tapi gw boleh minta tolong gak?" tanya Bianca.
"apa?" tanya Alza.
"tolong tanyain kondisi Rio ke dokter" ucap Bianca.
Alza tersenyum.
ia mengangguk.
"makasih ya za" ucap Bianca.
alza pun pergi untuk Menjenguk Rio sekaligus menuruti permintaan Bianca.
sedangkan Bianca duduk menunggu kabar tentang Rio dari Alza.
...----------------...