
pada siang hari Yang sangat terik, Bianca Sedang duduk di Balkon kamar.
"Bii.. hari ini siang terik banget, Lo kok nongkrong disini sih" ucap Rio.
"gw mau hirup udara segar.. Bosen banget Liatin nya Lo Mulu" ucap Bianca.
"Lo mau hirup udara segar, apa liatin tetangga?!" ucap Rio karena ia melihat sedari tadi Bianca menatap seorang Tetangga yang juga sedang menongkrong di balkon kamarnya.
Bianca cengengesan.
"emang gak cukup apa Muka gw buat Lo pandangin? Lo gak suka sama muka gw?!" ucap Rio.
"gw suka liat muka Lo, tpi gw bosen aja.. sesekali mau cuci mata kek" ucap Bianca.
"cuci mata sama suami Lo aja kenapa sih, harus banget sama cowo lain?!" ucap Rio kesal.
Bianca menghela nafas nya.
"yaudah, sini mana muka nya" ucap Bianca.
Rio yang tadinya membuang mukanya, kini menoleh kearah Bianca.
Bianca tersenyum.
Ia terus memandangi Rio.
"gw boong.. Gw gak bakal Bosen liat muka Lo" ucap Bianca.
"kalo gitu jangan pernah Lepas pandangan Lo dari gw" ucap Rio.
Bianca mengangguk.
Rio tersenyum.
"gw sayang banget sama Lo" ucap Rio.
Bianca hanya mengangguk.
"kok gak bales?" tanya Rio.
"asal Lo tau, Rasa sayang itu gak harus diungkapin.. cukup dirasain dan di tunjukin" ucap Bianca.
"tapi gw lebih suka kalo Lo ungkapin itu" ucap Rio.
Bianca Tersenyum.
"GW SAYANG RIOO" Teriak Bianca.
Rio tertawa.
"iya sayang, gw juga" ucap Rio.
Bianca tersenyum.
"Rio.. kalo seandainya kita berdua waktu dulu Gak setuju buat nikah, apa kita bakal kaya gini?" tanya Bianca.
"yang jelas gw gak bakal nyesel seumur hidup gw karena udah Milih nikah sama Lo.. Lo kebahagiaan gw" ucap Rio.
"Lo bikin setiap pagi gw mau Bangun cepet demi Liat wajah Lo, bikin setiap siang gw Lebih Cerah, dan bikin setiap malam gw lebih bercahaya" ucap Rio lagi.
"Lo tuh ya! gak usah kebanyakan gombal" ucap Bianca.
"Yaudah ayo masuk" ucap Rio.
Bianca dan Rio pun akhirnya masuk.
"Gw Belum masak buat makan siang, Lo tunggu disini aja ya" ucap Bianca.
"gak usah sayang, gw mau ngajak Lo makan di Restoran gw" ucap Rio.
"gak ah" ucap Bianca.
"kenapa?" tanya Rio.
"gw gak suka makan di restoran Lo" ucap Bianca.
Rio langsung menatap heran Bianca.
"makanan koki gw Gak enak? maafin gw yaa.. kalo gitu sekarang gw Pecat dia dan Ganti sama koki yang lebih bagus lagi" ucap Rio.
"bukan itu maksud gw" ucap Bianca.
"terus apa?" tanya Rio.
Bianca cemberut.
"Lo pasti sering banget ngajak mantan mantan Lo ke restoran Lo. gw gak suka Lo ngajak gw ke tempat yang pernah Lo Kunjungin sama mantan mantan Lo" ucap Bianca.
"loh, waktu itu Lo gak pernah masalahin itu" ucap Rio.
"y-yakan sekarang beda" ucap Bianca.
"gw sekarang cemburuan orang nya" bisik Bianca.
Rio tertawa kecil.
"lagi pula gw gak pernah pergi ke restoran itu sama mantan mantan gw kok sayang" ucap Rio mengelus kepala Bianca.
"boong" ucap Bianca cemberut.
"sebelum gw nikah sama Lo, Restoran itu bukan punya gw. itu punya papah. gw pernah mau ngajak Luna kesana, tapi Luna gak mau. katanya sih dia Mau makan makanan Pinggir jalan aja" ucap Rio.
"cihh" ucap Bianca masih cemberut.
"Lo Gak usah cerita ceritain masa lalu Lo kek" ucap Bianca kesal.
Rio tertawa kecil sambil mengelus ngelus kepala Bianca.
"Iya sayang, yaudah ga bakal cerita cerita lagi" ucap Rio.
Bianca terdiam sejenak berfikir.
"tapi Lo beneran gak pernah ngajak mantan mantan Lo itu ke Sana kan?" tanya Bianca lagi.
"iya sayang, beneran" ucap Rio.
"yaudah ayo pergi" ucap Bianca.
Rio tersenyum.
"Iyaaa, ayooo" ucap Bianca menarik ujung baju Rio.
"gak ganti baju dulu?" tanya Rio.
"kita kaya gini aja cakep" ucap Bianca membuat Rio tertawa kecil.
"yaudah ayo" ucap Rio menggandeng Bianca.
..
sesampainya di Restoran Rio, Bianca menggandeng mesra Rio.
semua karyawan Membungkuk Hormat.
Ada beberapa Karyawan yang menggosipi penampilan Bianca dan Rio.
"pa Rio pake baju gitu aja ganteng, tapi kok penampilan istri nya gitu sih.. cantik sihh, tapi kampungan" ucap salah satu karyawan wanita.
"iya, gak cocok banget jadi istri pemilik restoran mewah ini.. mendingan gw Yang jadi istri nya" ucap Karyawan wanita lainnya.
itu terdengar oleh telinga Bianca.
"Rio Rio" panggil Bianca.
"kenapa sayang?" tanya Rio.
"ada karyawan Lo yang gosipin penampilan gw" bisik Bianca.
"yang mana?" tanya Rio.
"itu" ucap Bianca sedikit menunjuk pada 2 orang yang menggosipi penampilan mereka.
Rio menghela nafasnya.
ia ingin pergi menghampiri mereka, namun Bianca menahannya.
"mau kemana?" tanya Bianca.
"mau pecat mereka berdua" ucap Rio.
"gak usah, lagi pula mereka bener.. Penampilan gw kampungan banget" ucap Bianca cemberut.
"yang penting lo cakep" ucap Rio.
mendengar perkataan Rio itu, Bianca ingin tertawa.
"gw jadi gak pd" ucap Bianca.
"kenapa? Lo cantik" ucap Rio.
"gw tau gw cantik, tapi penampilan gw kaya gembel ginii" ucap Bianca.
"Lo cantik bii, gak usah dengerin kata kata mereka" ucap
"beneran?" tanya Bianca.
"iya sayangg" ucap Rio.
Bianca tersenyum.
lalu ia menarik Rio menghampiri ke dua karyawannya itu.
"hai" sapa Bianca pada kedua karyawan itu.
"selamat siang pak, Bu" ucap Salah satu karyawannya.
Bianca tersenyum.
"penampilan kalian bagus" ucap Bianca.
"terimakasih Bu" ucap kedua karyawan nya.
"Bu Bianca juga cantik, tapi sayang nya penampilannya Kampungan" ucap Salah satu Karyawan itu.
Rio yang mendengar itu ingin sekali marah, namun Bianca menahannya.
Bianca tersenyum dan mengangguk.
"setidaknya saya Cantik walau pakai Baju kampungan kaya gini, dari pada kalian Yang penampilannya bagus, tapi mukanya biasa aja.. Ups.. saya salah bicara yaa" ucap Bianca.
kedua karyawan itu langsung menatap Bianca dengan kesal.
Rio tersenyum melihat Bianca yang berani berbicara itu.
"oh iya.. Kalau pun menurut kalian saya gak cocok Jadi istri Rio.." ucap Bianca.
ia menggandeng mesra lengan Rio sebelum melanjutkan Perkataannya.
"setidaknya Rio pilih saya sebagai istrinya" lanjut Bianca sambil tersenyum.
"kata kamu, " ucap Bianca menunjuk salah satu karyawan yang berkata bahwa Ia lebih cocok menjadi istri Rio.
"kamu lebih cocok jadi Istri Rio kan? coba tanya sama Rio, apa dia mau kamu jadi istri nya?" lanjut Bianca.
Rio tertawa kecil mendengar perkataan Bianca.
Ia mencium kening Bianca.
"Saya pilih Bianca karena Bianca lebih cocok dengan saya.. oh iya, jika kalian masih ingin kerja disini, jangan Asal bicara, apa lagi tentang Istri saya" ucap Rio.
kedua karyawan itu menunduk.
Bianca tersenyum menatap Rio.
"kalau begitu saya dan Rio pergi dulu ya" ucap Bianca.
Rio dan Bianca pun pergi meninggalkan Kedua karyawan itu dan duduk di kursi khusus mereka.
setelah itu mereka berdua memesan makanan.
...----------------...