UNTITLED

UNTITLED
Kekonyolan Rio



Pagi hari yang cerah bersamaan dengan suasana hati Bianca yang indah. tentunya karena sang suami bersifat romantis pagi ini. Rio memasak sarapan untuk Bianca dan membuat sarapan pagi itu menjadi romantis karena Rio mengajaknya berdansa dengan diiringi musik lembut yang Rio setel dari ponselnya.


"Lo tuh konyol banget. tapi gw suka" ucap Bianca yang kini sedang Duduk di kursi pantai sembari menyenderkan Kepalanya di bahu Rio. "lagian Gw tuh pengen ngabisin waktu berdua sama Lo di Pantai, tapi karena Lo nya cemburuan banget, yaudah gw sewa aja pantai ini buat kita berdua" ucap Rio makin memperjelas kan kekonyolannya pagi ini yang membuat Bianca tertawa sedari tadi.


"Lo tuh aneh banget jadi orang. Kalo tau Lo Bisa senekat ini pake uang Lo cuman buat Bisa ngabisin waktu berdua sama gw sambil ngeliat pemandangan Indah kaya gini, mendingan gw dari awal gak usah cemburuan" ucap Bianca.


Rio menatap Bianca. "lagian gw bakal tetep lakuin itu, karena mereka ngerusak pemandangan indah pantai ini tau gak"


Bianca tertawa pelan. ia kembali menyender di bahu sang suami.


"enak ya senderan di sini?" ucap Rio dibalas anggukan kepala Bianca dan juga senyum yang terpancar jelas di wajah Bianca. "gak mau main air?" tanya Rio.


"ga deh, gw gak bawa baju ganti" ucap Bianca yang tak lagi bersender di bahu Rio.


Rio menatap Bianca. "Lo lupa siapa gw?"


Bianca menatap Rio dengan senyum tipisnya.


"oh ya? emangnya siapa? Rio Rafael yang punya anak buah dimana mana?" ucap Bianca.


Rio memetik jarinya. "tepat sekali sayang. Lo tuh selalu khawatirin sesuatu yang ga perlu di khawatirin tau ga" ucap Rio.


"Tapi itu pantes di khawatirin Rio. kalo seandainya Tenyata Anak buah Lo ada apa apa dan ga bisa bantu kita, Lo mau gw pulang cuman pake Daleman doang?!" ucap Bianca.


"ya ga gitu. Gw bisa Nyuruh siapapun yang ada disini demi Lo" ucap Rio.


Bianca Tersenyum, membuang pandangannya ke arah Laut yang jauh disana.


"liat deh Laut disana. gw punya satu impian yang belum pernah bisa Terwujud. dari dulu gw pengen banget bisa Naik kapal laut dan ngelewatin lautan luas disana, tapi bunda sama ayah gak pernah ngizinin, karena mereka takut gw kenapa Napa disana nanti. Padahal Pesawat juga Resikonya lebih tinggi Buat kecelakaan kan. gw masih ga ngerti sama pemikiran mereka" ucap Bianca mengalihkan pembicaraan.


Rio tersenyum mendengar cerita Sang istri.


"mungkin mereka Terlalu kebawa sama adegan Film Titanic" ucap Rio.


Bianca menoleh Ke arah Suaminya.


"kok Lo tau film kesukaan Bunda sama ayah?" tanya Bianca heran.


"ya ampun sayangg. Gw bukan Cowo yang gak perduli tentang mertuanya" ucap Rio.


"maksud gw, kenapa Bisa sampe tau Film favorit mereka. cuman makanan sama barang yang mereka suka aja itu udah cukup" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"gw pengen lebih dari itu. gw pengen lebih dalem ngenal Mertua gw, karena itu bikin gw lebih dalem ngenal Lo juga" ucap Rio.


Bianca tersenyum.


..


siang hari Yang sangat cerah dan Panas membuat Bianca ingin cepat pulang ke villa.


karena Pantai Tak lagi di sewa oleh sang Rio Rafael, Akhirnya Pantai dibuka untuk umum kembali.


di mobil, Bianca merasa kehausan, namun mereka tak memiliki air mineral di mobil sewaan mereka itu.


"panas banget ya?" ucap Rio sembari mengelus kening Bianca yang berkeringat.


Bianca menjawabnya dengan anggukan kepala nya.


"gw ngebut ya ke villa" ucap Rio.


Tanpa basa basi, Rio langsung menancap gasnya menuju villa dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya mereka sampai di villa kurang dari 7 menit.


Rio memarkirkan Mobilnya dan menggandeng Bianca Menuju villa.


sesampainya di villa, Bianca terduduk lemas di sofa.


Rio menuju Dapur dan mengambilkannya air mineral dingin yang segar.


Bianca meminumnya Hingga Habis setengah botol.


"astaga, kenapa siang ini panas banget" ucap Bianca.


Rio mengelap Keringat Bianca sambil mendengarkan keluh kesah Bianca untuk hari ini.


Bianca terlihat lelah hari ini, padahal Sedari tadi dia tak mengalami kejadian yang membuatnya kesal atau membuatnya lelah. atau mungkin ia lelah karena terlalu bahagia hari ini? entah lah.


"bii, malem ini.." ucap Rio tak melanjutkan Omongannya karena Melihat Wajah lesu dan letih Bianca membuatnya Tak tega.


Bianca menoleh dan menatap penuh pertanyaan.


"kenapa? ada urusan kerjaan lagi malem ini?" tanya Bianca.


"engga kok. gak papa" ucap Rio.


Bianca hanya mengangguk mengerti, namun dalam hatinya penuh pertanyaan.


Bianca menatap heran. "Rio kenapa sih"


..


malam hari begitu cepat datang, namun Sang suami belum keluar dari kamarnya sejak Siang tadi. bahkan makan Siang pun tidak.


Bianca masuk ke kamar berpura pura mengambil sesuatu. ia melihat Rio sedang berada di balkon, terlihat murung.


"Rio kok murung sih" ucap Bianca kebingungan.


Ia menghela nafasnya dan kembali keluar kamar.


Bianca kembali lagi ke kamar membawakan Nampan berisi satu piring makanan dan satu gelas minuman untuk Rio. Bianca juga menyimpan selembar kertas berisi surat untuk Rio.


Bianca kembali keluar kamar dan menutup pintunya.


Tak lama setelah itu, Rio masuk Menuju kamar dan pandangannya langsung tertuju pada Nampan itu.


ia menghampirinya dan tak sengaja melihat Selembar kertas surat di sana. Rio mengambilnya dan membacanya.


Rio, gw habis masak makanan kesukaan Lo nih. di makan ya, habisin! kalo ga habis, malem ini ga usah.


-bianca


Rio tersenyum membacanya. bagaimana Bisa sang istri mengetahui isi hatinya.


Ia cepat cepat duduk di kursi dan memakan makanan yang telah Bianca berikan pada Rio.


ia begitu menikmati makanannya, karena Makanan masakan sang istri begitu lezat.


selesai makan, ia meminum minuman yang telah Bianca siapkan juga.


..


30 menit berlalu, Bianca masuk ke kamar dan membawa Nampan itu keluar kamar.


setelah itu ia kembali Ke kamar. ia melihat Rio yang tak lagi murung, dirinya menjadi lega.


ia duduk di samping Rio yang sedari tadi menatapnya.


"kenapa sih liatin gw Mulu" ucap Bianca.


Rio tersenyum. "engga, gapapa"


"ayo" ucap Rio tiba tiba.


Bianca pura pura bingung "ayo apa?" ucap nya.


Rio cemberut. "ga jadi" ucap Rio membuang muka.


Bianca tertawa pelan. "ayo apa sayang?"


"engga, bukan apa apa" ucap Rio.


Bianca berdiri dari duduknya. "yaudah, gw keluar lagi" ucap Bianca membercandai sang suami.


"iya terserah" ucap Rio.


Bianca cemberut. ia kembali duduk di samping Rio.


"kok cuek gitu. gw kira mau nahan" ucap Bianca.


Rio menghiraukannya.


Bianca begitu gemas dengan sikap Rio itu.


Ia menarik lengan Rio membuat Rio berdiri dari duduknya. ia mencium pipi Rio dan mencubitnya.


"ya ampun Lo gemesin banget sih" ucap Bianca.


Rio masih tak menanggapinya.


Bianca menghela nafas. Ia menarik Rio duduk di kasur.


"Lo mau apa sih?" tanya Bianca yang sekarang benar benar kebingungan. Rio tersenyum melihat kebingungan di wajah Bianca.


Ia mengelus kepala Bianca. "gemesin banget" ucap Rio.


"dih" ucap Bianca makin kebingungan. Padahal tadi Rio sedang kesal dengannya, namun kenapa sekarang ia malah bersikap manis? entah lah, Bianca bingung.


Rio memeluk Bianca tiba tiba membuat Bianca keheranan. Namun selanjutnya, Bianca tak lagi heran. Rio mencium lehernya. "ya. gw udah tau Lo bakal kaya gini" ucap Bianca.


Bianca membiarkan Sang suami, hingga akhirnya mereka bersetubuh Malam itu.


...----------------...