
pagi hari kemudian.
Bianca sudah rapi dan siap.
Bianca pergi ke bawah untuk mengobrol dengan kedua orang tuanya.
terlihat bunda dan ayah sedang mengobrol di ruang santai.
Bianca menghampiri mereka.
"Bun, yah" ucap Bianca yang sudah duduk di sofa.
"kenapa bii?" tanya Laras.
"kemarin Bianca sama Rio udh ngobrol, dan nanti kita mau ngobrolin ini sama ayah, bunda dan orang tua Rio" ucap Bianca.
"oh gitu.. jam berapa?" tanya Bayu.
"sekarang yah, mereka udah siap² menuju kesini" ucap Bianca.
"kalo begitu kita siap² dulu yah" ucap Laras kepada Bayu.
"yaudah kalian siap² aja dulu" ucap Bianca.
Laras dan Bayu pun langsung pergi untuk bersiap² menyambut kedatangan Adit dan Risa, juga Rio.
sedangkan Bianca sedang duduk di sofa sam bil memainkan hpnya.
"kapan mereka sampe?" tanya Reygan yang tiba² datang.
"eh kak.. tdi sih katanya udah siap mau pergi, tapi gak tau sekarang udah dimana" ucap Bianca.
"oh, yaudah Kaka kekamar dulu ya" ucap Reygan yang langsung pergi ke kamarnya.
20 menit kemudian.
bunda dan ayah turun dan menghampiri Bianca.
"udah Diaman mereka?" tanya Laras.
"gak tau Bun, kayanya lagi dijalan deh..s soalnya chat Bianca juga belum dibaca²" ucap Bianca.
"oh, yaudah kalo gitu kita tungguin aja dulu disini" ucap Laras.
"oh iya, Kaka kmu mana?" tanya Laras yang tak melihat keberadaan Reygan.
"Kaka tdi si ke kamar" ucap Bianca.
"loh? Kaka kamu gak Siap² buat nyambut om Adit dan Tante Risa?" tanya Bayu.
"gak tau juga sih yah, soalnya tdi kak Rey langsung pergi ke kamar tanpa ngomong apa².. dia tdi cuman nanya keberadaan Rio dan kedua orang tuanya" ucap Bianca.
"kamu samperin Kaka kamu ya bii.. bilangin, siap² buat nyambut om Adit dan Tante Risa.. dia juga harus tau dan harus ikut obrolan ini" ucap Laras.
"iya Bun, Bianca ke kamar kak Rey dulu ya" ucap Bianca.
dia pun langsung pergi menuju kamar kakanya.
didepan pintu kamar Reygan.
Tok tok tok.
"kak.. ini Bianca, Kaka lagi apa?" ucap Bianca.
"Bianca boleh masuk?" tanya Bianca.
karena tak mendapat jawaban Reygan, Bianca pun langsung masuk.
dia membuka pelan² pintu kamar Reygan.
saat Bianca masuk, dia melihat Reygan sedang duduk di kasur nya dengan keadaan sedih.
Bianca menghampiri Reygan dan duduk di samping Reygan.
"kak.. kok kaka sedih sih.. emang Kaka kenapa?" tanya Bianca yang bingung karena kedapatan Reygan yang sedang bersedih.
"gapapa" ucap Reygan.
"gak usah boong!" ucap Bianca yang sudah tau kalo Reygan bohong.
"em.. Kaka tau kamu udh milih keputusan, kamu milih buat ngelanjutin perjodohan ini kan?" ucap Reygan.
"k-kaka tau dari mana?" tanya Bianca yang heran.
"Kaka gak sengaja denger pembicaraan kamu sama Rio tdi malem di telfon" ucap Reygan.
ya. tadi malam Bianca dan Rio bertelfonan untuk mematangkan rencana mengajak ngobrol kedua orang tua mereka tentang keputusan Bianca itu.
"loh? kok Kaka denger?" tanya Bianca.
"tadinya Kaka cuman ngelewat kamar kamu, cuman pintu kamar kamu kebuka sedikit.. tdinya Kaka cuman mau nutup pintu kamar kamu, tapi Kaka denger kamu lagi telfonan sama seseorang, dan ternyata itu Rio.. kalian ngobrolin tentang keputusan kamu untuk melanjutkan perjodohan itu" ucap Reygan.
"huft.. maafin Bianca ya kalo keputusan Bianca itu udah buat Kaka kecewa.. Bianca gak ada keputusan lain lagi, karena mau segimana pun Bianca nolak, bunda, ayah dan Om Adit, Tante risa bakal terus maksa Bianca buat ngelanjutin perjodohan itu" ucap Bianca.
"iya Kaka ngerti kok.. Kaka cuman lagi mikir aja, gimana ya hari² Kaka kalo kamu udh pergi sama suami kamu" ucap Reygan.
"kakk.. jangan gitu dong.. Bianca jadi ragu buat milih keputusan.. lagi pula, kita udah besar kak.. Kaka juga udah waktunya buat dapet pasangan.. Kaka harus bisa jalanin hidup kaka sama pasangan Kaka" ucap Bianca.
"iya bii.. maafin Kaka ya kalo selama ini cuman bisa ngebebanin kamu dengan pikiran² negatif Kaka" ucap Reygan.
"gapapa kak! udah ah jangan sedih lagi ya" ucap Bianca.
"iya bii" ucap Reygan.
"oh iya kak, kata mamah, Kaka harus ikut obrolan sama om Adit dan Tante Risa" ucap Bianca.
"oh gitu, yaudah nanti Kaka kebawah, kamu duluan aja ya" ucap Reygan yang ok akan bersiap².
Bianca pun pergi dari kamar Reygan, dan menuju bawah.
sesampainya dibawah, terlihat sudah ada Rio dan kedua orang tuanya.
10 menit kemudian, Reygan datang.
Bianca dan Rio langsung saja memulai pembicaraan.
"jadi gini pah, mah, om Bayu, Tante Laras. kemarin Rio dan Bianca udah ngobrol, dan Bianca udah ngambil keputusan tentang perjodohan ini" ucap Rio.
"iya.. dan Bianca memutuskan untuk melanjutkan perjodohan ini" ucap Bianca.
semua senang.
"bagus kalo begitu.. gak sia² kita siapin pernikahan kalian untuk 1 Minggu lagi" ucap Risa.
Bianca dan Rio hanya diam.
"oh iya.. tentang pernikahan kalian, kita sudah menyiapkan semua nya, tinggal pakaiannya aja" ucap Laras.
"iya, jadi kalian hari ini ke butik ya untuk cari baju pengantin" ucap Risa.
"yaudah, kita langsung pergi aja ya" ucap Rio.
semua mengangguk mengiyakan ucapan Rio.
Bianca dan Rio pun pergi menuju butik yang waktu itu mereka kunjungi.
sesampainya di butik.
"selamat pagi bapak dan ibu, ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang pelayan yang ada disana.
"emm, kita mau cari baju pengantin" ucap Bianca.
"ohh buat kalian berdua ya? kalian memang cocok!" ucap Pelayan itu.
"ih najis" ucap Rio.
"emang gw mau di cocok2in sama lu! ya gak lah!" ucap Bianca.
"kita mau pilih baju pengantin yang belum pernah dipesan oleh orang²" ucap Rio.
"oh begitu, mari saya tunjukan" ucap Pelayan itu.
Pelayan itu pun menunjukan baju yang dimaksud Rio.
"ini pak, Bu.. baju ini belum pernah dipesan oleh seorang pun, karena baju ini model terbaru dan termahal" ucap Pelayan itu.
"gimana?" tanya Rio pada Bianca yang sedang mengamati teliti baju itu.
"emm.. bagus" ucap Bianca yang menyukai model gaun itu.
"tapi apa yang istimewa dari gaun ini? padahal modelnya sederhana" ucap Bianca.
"gaun ini model terbaru di butik ini pak, Bu.. dan model seperti ini sangat disukai kalangan masyarakat dan model² terkenal.. tidak terlalu mewah, tetapi elegan" ucap Pelayan itu menjelaskan.
"emm.. saya suka modelnya, sederhana tapi elegan! oke saya akan coba" ucap Bianca yang langsung dibantu pelayan itu untuk mencoba bajunya.
10 menit kemudian.
Bianca keluar dari ruang ganti baju dengan pakaian pilihan nya itu.
Rio yang tdi nya melihat sekilas Bianca, menjadi tak bisa mengalihkan pandangannya pada Bianca.
"apa²an ini, kok dia cantik banget" Batin Rio.
"woy, jangan bengong! bagus gak?!" tanya Bianca.
"c-cantik" ucap Rio keceplosan.
"ha?" ucap Bianca bingung.
"m-maksudnya cantik gaunnya, gak usah kepedean deh!" ucap Rio mengeles.
"iya gw tau!" ucap Bianca.
"sekarang gw bakal pilihin pakaian yang bagus buat Lo!" ucap Bianca yang langsung memilih² pakaian yang cocok untuk Rio.
"nah ini bagus! warna nya juga cocok sama gaun ini" ucap Bianca.
"emm, yaudah gw coba dulu" ucap Rio yang langsung berjalan menuju ruangan ganti.
10 menit kemudian.
Rio keluar dengan pakaian yang sudah dipilih oleh Bianca.
"gimana?" tanya Rio.
"emm.. bagus" ucap Bianca.
akhirnya mereka selesai tentang pakaian pengantin.
merekapun langsung pulang dengan membawa box besar yang berisi kedua pakaian pengantin itu.
( like, komen, vote yaa.. biar author makin semangat up nya)