UNTITLED

UNTITLED
Kekompakan dan perkelahian



Jam 7 malam, Rio dan Reygan sedang duduk di meja makan.


sedangkan Bianca sedang menyiapkan makan Malam untuk mereka bertiga.


Rio berdiri dan berjalan menghampiri Bianca yang sedang memasak, lalu dari belakang, Rio memeluk nya.


Bianca sedikit kaget.


"astaga, ngapain Rioo" ucap Bianca.


"masak apa sih, lama banget" ucap Rio.


"iya sebentar lagi beres kok" ucap Bianca.


"aduhhh, ni suami istri ya! hobi nya mesra mesraan Mulu depan kaka nya" ucap Reygan tiba-tiba.


"gapapa, sirik aja Lo. makannya punya istri kek" ucap Rio.


"Rio. mendingan Lo sini deh, duduk. jangan kaya gitu, ngeganggu Bianca masak" ucap Reygan.


"alah, bilang aja sirik" ucap Rio.


"eh udah dong jangan berantem mulu" ucap Bianca.


Reygan dan Rio berhenti.


Selesai memasak, Bianca menyajikan Masakannya di meja makan.


Reygan dan Rio langsung melahapnya dengan rakus.


Lalu tiba tiba mereka berdua serentak tersedak.


Bianca tertawa kecil.


"kalian tuh Ade Kaka ya. bisa barengan gitu keseleknya. emang kalian berdua gak makan siang?" ucap Bianca.


"iya" ucap Rio dan Reygan bersamaan.


"hah?!" ucap Bianca.


"ga makan siang?! kenapa?" ucap Bianca.


"sibuk" ucap Rio dan Rey bersamaan kembali.


"astagaa. yaudah makan yang banyak. Lagian kalo apa apa tuh pentingin makan dulu, Terlalu sibuk sama pekerjaan juga gak baik " Ucap Bianca menasehati kedua lelaki nya itu.


Rio dan Reygan mengangguk dan kembali makan dengan rakusnya.


Bianca hanya menggelengkan kepalanya.


selesai makan, mereka bertiga duduk di sofa Sambil menyaksikan Acara televisi sepak bola.


Rio dan Reygan mendukung Tim berbeda.


mereka saling berlawanan.


Bianca yang melihat tingkah mereka hanya bisa Tertawa Juga bahagia dengan kedekatan mereka sekarang.


Sampai pada akhirnya, kedua nya tertidur di sofa karena kelelahan saling berlawanan.


Bianca Mencoba membangunkan Reygan, namun ia tak terbangun.


lalu ia mencoba membangunkan Rio, ia pun begitu.


Bianca memutuskan membiarkan mereka tidur di Sofa berdua, sedangkan ia pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


..


pagi hari pada jam 8 pagi.


Bianca baru terbangun.


Ia memulai awal paginya seperti biasa.


mandi Dan ber skincarean.


setelah Selesai, Bianca pergi ke Lantai bawah Untuk menyiapkan sarapan.


ia menatap kearah Sofa tempat Rio dan Reygan tertidur malam tadi.


Namun tak ada siapapun disana.


Bianca Melewatkan Sofa itu dan berlalu menuju Dapur.


ia memasak makanan untuk sarapan.


setelah selesai memasak, Bianca menyajikannya di meja makan.


Bianca Berteriak memanggil nama Rio untuk mengajaknya sarapan.


ia juga memanggil Reygan.


namun keduanya tak ada yang Menghiraukannya.


Bianca Berjalan mencari mereka.


Ia menuju kamar yang di tempatkan Reygan karena ia kira Reygan tadi malam terbangun dan berpindah ke kamarnya.


namun saat dilihat, Reygan tak ada di kamarnya.


Bianca beralih ke kamar Tamu lainnya untuk Menemukan Rio karena ia pikir, Rio Tak mau mengganggunya Jika masuk ke kamarnya Malam malam.


Namun saat dilihat juga, Rio tak ada di kamar tamu itu.


Bianca menjadi bingung.


"kemana mereka berdua?" ucap Bianca kebingungan.


Namun saat itu, Bianca mendengar suara berisik dari arah halaman belakang.


Bianca langsung berjalan menuju halaman belakang itu.


saat sampai, benar saja. kedua lelaki itu sedang Berada disana.


mereka sedang bermain Bola voli pada pagi hari seperti ini.


"Rio, kak Rey. kalian ngapainn" ucap Bianca.


Kedua lelaki itu menoleh ke arah Bianca.


Rio tiba tiba Menghampiri Bianca.


"Bii, masa Kaka lo licik mainnya. ngeselin banget" ucap Rio.


"eh, lo kali yang licik" ucap Reygan.


"lo!!" ucap Rio.


Reygan menghampiri Bianca.


"suami kamu ngeselin banget sih Bii" ucap Reygan.


"Lo yang ngeselin!!" ucap Rio.


"Lo!!!" ucap Reygan.


"udah jangan berantem!!" ucap Bianca tegas.


Kedua lelaki itu terdiam.


"kita sarapan dulu" ucap Bianca.


Rio dan Reygan mengangguk.


Rio langsung menggandeng Bianca masuk ke dalam rumah.


sedangkan Reygan berjalan sendiri di belakang mereka.


sesampainya di meja makan, mereka bertiga duduk dan memulai memakan makanan Bianca untuk sarapannya itu.


"tadi malem kalian kebangun?" tanya Bianca.


Rio menggeleng, Reygan pun begitu.


kedua lelaki itu menggeleng kembali.


Bianca terdiam sejenak.


"terus dari jam berapa Kalian main voli?" tanya Bianca setelah sejenak terdiam.


Rio mengeluarkan Jari enam, sedangkan Reygan mengeluarkan Jari lima.


Mereka berdua saling bertatapan.


"jam enam" ucap Rio.


"jam lima" ucap Reygan.


"jam enam bukan jam lima" ucap Rio.


"jam lima bukan jam enam! jangan so tau!" ucap Reygan.


"dih, Lo gak liat jam ya?! jam 6!! kita main voli tuh dua jam" ucap Rio.


"jam lima! Lo kali yang gak liat jam!" ucap Reygan.


"Lo!" ucap Rio.


"Lo!!!" ucap Reygan.


"STOPP!!!" Teriak Bianca menghentikan perkelahian mereka.


"udah gak usah dibahas. makan aja" ucap Bianca.


Mereka bertiga pun kembali memakan sarapan itu.


selesai makan.


Rio dan Reygan duduk di sofa sambil menonton siaran tv.


sedangkan Bianca membereskan Bekas sarapan.


Rio dan Reygan lagi lagi berkelahi dan berebukan Remote tv dan siaran tv.


Reygan ingin menonton Siaran tv berita, sedangkan Rio ingin menonton siaran tv Upin Ipin.


Bianca hanya bisa menggelengkan Kepalanya cape dengan Tingkah mereka berdua.


setelah selesai membereskan Meja makan dan bekas makan, Bianca melihat Rio dan Reygan masih berebut.


Bianca menghampiri mereka berdua.


"kalian tuh kaya Ade Kaka tau ga. Kada kompak, kasa berantem" ucap Bianca.


Kedua nya menatap Bianca.


"dih, gw Ade Kaka sama dia? amit amitt!" ucap Rio.


"dih, emang gw gak mau?!" ucap Reygan.


mereka kembali berkelahi.


Bianca menghela nafasnya kasar dan itu membuat kedua lelaki itu berhenti bertengkar.


Rio mengalah.


Ia memberi remote tv itu pada Reygan, lalu Reygan menonton siaran tv berita.


Rio menggandeng tangan Bianca. ia tahu bahwa Bianca jenggel dengan perkelahian kekanak Kanakan mereka berdua. Rio lebih baik mengalah dari pada melihat Bianca jenggel seperti ini.


Rio membawa Bianca duduk di sofa Lain yang berada di Ruang Keluarga.


Tempatnya lumayan jauh dari keberadaan Reygan sekarang.


Rio menatap Bianca yang tak mau menatap Rio.


"bii" panggil Rio.


Bianca mengabaikannya.


"eh gw belum dapet morning kiss loh pagi ini" ucap Rio.


Bianca masih mengabaikannya.


"mau Lo yang kasih, atau gw yang ambil?" tanya Rio.


Bianca masih terus mengabaikannya.


Rio menghela nafas nya.


Rio memegang leher Bianca dan Langsung mengambil Morning kiss nya pada bibir Bianca.


Ia dengan rakusnya terus melanjutkan Nya hingga Bianca tak bisa bernafas.


Bianca memegang Kedua pipi Rio, dan melepaskan ci*man itu.


Rio cemberut menatap Bianca.


"mulut Lo bau" ucap Bianca.


"cih" ucap Rio Kesal.


Bianca tertawa kecil.


"bau nya enak maksudnya. Lo makan permen ya?" tanya Bianca.


"engga" ucap Rio.


"kok wangi?" ucap Bianca.


"ga tau. karena dicium Lo terus kali, makannya Wangi" ucap Rio.


"dih, gw gak cium Lo terus" ucap Bianca.


Rio tertawa kecil.


"yaudah kalo wangi cium lagi" ucap Rio.


"engga ah. Sana mandi" ucap Bianca.


"habis mandi ya" ucap Rio.


"engga, Lo ke harus ke kantor" ucap Bianca.


"habis siap siap, lanjut ya" ucap Rio.


"engga rioo" ucap Bianca.


Rio cemberut.


"Yaudah habis apa?" tanya Rio.


"nanti aja ya sayangg. Mendingan Lo siap siap ke kantor" ucap Bianca.


"yaudah. mau ikut gak?" tanya Rio


"kemana?" tanya Bianca.


"ikut mandi" ucap Rio.


"dih, engga! sana sana" ucap Bianca.


Rio tertawa kecil.


setelah itu ia pergi menuju kamar untuk mandi dan bersiap siap ke kantor.


Bianca yang masih terduduk di sofa itu tersenyum.


"kok bisa mulut nya Wangi banget" ucap Bianca.


Bianca tertawa kecil, setelah itu ia pergi ke kamar untuk menyiapkan baju Rio yang akan di pakai ke kantor.


...----------------...