UNTITLED

UNTITLED
bekerja sama



Bianca keluar rumah dan tak hiraukan mereka.


Bianca mencari tempat yang nyaman untuk dia menyendiri.


.


.


.


Bianca melihat taman kecil di komplek perumahan nya.


disana banyak tumbuhan asri dan indah.


Bianca memutuskan untuk duduk di salah satu bangku taman yang sudah berada disana.


.


.


.


.


"gw ini apasih! kaya cuman orang asing doang kayanya dimata mereka.. gw kan istri Rio, ya walau gak ada cinta diantara kita, tapi kita udah terikat sama hubungan ini! gak bisa diapa²in lagi" ucap Bianca mengomel sendiri.


"huftt.. tapi demi rencana mamah Risa, aku bakal berusaha" ucap Bianca.


Tiba² ada seseorang memegang pundak Bianca.


"Hai.. kenalin, aku luna" ucap seseorang itu.


"oh hai.. ada apa ya? " tanya Bianca.


"kamu Bianca kan? " ucap luna.


Bianca mengangguk.


luna pun langsung duduk di pinggir Bianca.


Bianca bingung karena seseorang yang tidak di kenal langsung duduk di sampingnya.


Luna menatap Bianca yng kebingungan.


"aku itu anak dari temennya tante Risa, mertua kamu.. aku di suruh untuk menemani kamu di jakarta dan membantu misi mu" ucap Luna to the point.


"b-bantu? maksudnya gimana? " tanya Bianca bingung.


"aku akan bantu kamu untuk pisahin Rio dan Tamara" ucap Luna.


"maksudnya kamu udh tau klo aku mau misahin mereka? " tanya Bianca heran.


Luna mengangguk.


"aku tau, pasti tdi mereka ngelakuin yang engga² kan di depan kamu? Tamara emang gitu, tapi kamu gak boleh nyerah! dia selalu berusaha misahin siapapun yang dekat bahkan memiliki hubungan dengan Rio.. dia tu licik.. dia buat kamu sakit hati, biar kmu menggugat cerai pada rio.. tapi kamu jangan kemakan sama omongan dan perilakunya, apapun itu! " ucap Luna yang sepertinya sudah kenal dengan sifat tamara.


"kayanya kamu udh kenal ya sama tamara" ucap Bianca yang heran atas semua omongan tentang Tamara itu.


Luna langsung salah tingkah dan taktau mau menjawab apa.


"eee.. aaa, ituu.. emm" ucap Luna tak tu akan menjawab apa.


"udh.. kasih tau aja, aku gak bakal kasih tau siapa² kali! " ucap Bianca.


Luna menatap Bianca, lalu dia menggembuskan nafas.


"r-rio itu.. mantan aku" ucap Luna.


"ohhh" ucap Bianca biasa saja.


Luna kaget dengan perilaku Bianca.


"kamu gak marah? gak kaget gitu? kan kamu istrinya Rio! " ucap Luna.


"haha.. aku sama dia gak ada rasa kali! santai aja oke!! lagi pula pantes lah kmu itu pernah punya hubungan sama Rio, kamu cantik! Rio pasti ke semsem" ucap Bianca santai.


"o-oh.. aku kira kamu bakal marah" ucap Luna


"santai ajaa" ucap Bianca.


.


.


.


.


"oh iya.. apa alesan kamu mau bantu aku? " tanya Bianca.


"karena aku mau nyingkirin manusia jadi²an itu! aku yakin dia punya niat jahat sama Rio" ucap Luna yang sepertinya sangat dendam dengan Tamara.


"gimana caranya? " tanya Bianca.


"cara nya adalah.. kita buat Rio cinta sama kamu" ucap Luna.


"iya aku tau"


"terus apa yang harus aku lakuin sekarang? " tanya Bianca.


"emm.. gampang! kamu harus bersikap lemah, lembut, selalu sabar sama semua perilakunya,kamu juga harus bikin Rio penasaran sama kamu" ucap luna.


"bikin penasaran? mksudnya gimana? " tanya binc bingung.


"kamu harus bikin dia bingung sama semua yng kmu lakuin misalnya, kamu berperilaku baik sama dia, tapi kamu gak mau ngomong sama dia, atau kamu Diemin dan maklumin apa yang dia lakuin, tapi kamu tetep berperilaku baik sama dia" ucap Luna.


Bianca hanya mengangguk mengiyakan ucapan Luna.


.


.


.


.


.


.


"kalo gitu, aku pergi dulu yaa.. kamu sekarang harus pulang oke! " ucap Luna.


"iya lun.. kamu hati² ya" ucap Binanca sambil melihat kepergian Luna.


setelah Luna pergi, Bianca pun memutuskan untuk pulang.


.


.


.


.


.


sesampainya dirumah.


Bianca masuk.


baru saja Bianca masuk, Bianca sudah melihat pemandangan yang tak baik didepannya.


terlihat Tamara dan Rio sedang bermesraan di sofa ruang santai.


Bianca berusaha sabar dengan perilaku mereka.


Bianca akhirnya pergi ke dapur dn memasak banyak makanan.


.


.


.


.


.


Bianca menyajikan semua makanannya di meja.


Bianca memanggil Rio dan tamara untuk makan.


Rio dan tamara pun datang sambil bergandengan.


lalu mereka duduk.


"sayang, kamu mau makan apa? aku yang ambilin" ucap Tamara.


Rio pun memilih makanan² yang dia ingin makan, lalu diambilkan oleh tamara.


tamara menyajikan makanan untuk Rio, dan menyuapi nya.


"seharusnya yng jdi istri kamu tuh aku!! liat dia!? dia diem aja, gak nyiapin apa² buat kamu" ucap Tamara menyindir Bianca.


"ehemm.. enak makanannya? iyalah, gw yang masak! " ucap Bianca membalas kata² tamara.


tamara meras kesal karena merasa kalah.


Bianca hanya diam tak memerhatikan mereka.


Bianca mengacuhkan mereka dan lanjut memakan makanannya.


.


.


.


.


.


setelah selesai makan.


Tamara dan Rio langsung pergi tanpa satu kata pun pada Bianca.


Bianca juga hanya diam dan membiarkan mereka pergi.


.


.


.


setelah mereka pergi, Bianca duduk di sofa tempat yang tadi diduduki oleh Rio dan Tamara.


dia menyender pada punggung sofa.


tetapi, tangannya tak sengaja masuk pada sela² sofa.


Tetapi anehnya, Bianca merasa ada sesuatu di sela² sofa itu.


Bianca mengambil sesuatu itu.


saat diambil, betapa kagetnya Bianca saat melihan ternyata itu adalah k*ndom yang masih dibungkus rapih didalam bungkusnya.


Bianca sangat kaget hingga dia berpikir yang tidak² tentang Rio dan tamara.


"mereka habis ngapain? "


"apa mereka tdi habis gitu? "


"tapi ini masih terbungkus rapi"


"apa mereka pernah melakukan itu? "


Bianca overthinking karena menemukan itu disela² sofa.


Bianca membawa itu dan membuangnya sangat jauh dari rumah.


.


.


.


Bianca kembali ke rumah dan pergi ke kamar.


.


.


.


.


.


Malam kemudian.


terdengar suara mobil Rio masuk ke garasi.


Bianca tak ingin menyambut Rio, akhirnya dia pura² tidur.


.


.


.


.


Cklek..


Pintu kamar terbuka.


Rio melihat Bianca yang sudah tertidur.


"apa²an dia! kenapa dia tidur di kasur! " ucap Rio yng langsung menghampiri Bianca.


.


.


"woiii" ucap Rio.


Tak dihiraukan.


"WOIII! lo ngapain tidur di kasur! lo tidur di lantai! gw gak sudi tidur sekasur sama lo! " ucap Rio.


makin tak dihiraukan.


karena tak dihiraukan, Rio akhirnya menggendong Bianca ala brydal style dan meidurkan Bianca di lantai dengan alas Selimut.


setelah itu, Rio pergi ke kamar mandi untuk bersih² dan mengganti bajunya.


setelah itu, Rio keluar dan langsung rebahan di kasur.


tak lama kemudian, Rio tertidur.


.


.


.


.


.


.


.


(like, komen, vote yaa..biar author makin semangat upnya)