UNTITLED

UNTITLED
hadiah istimewa



hari sudah mulai siang.


matahari hari ini sangat membuat Bianca mengeluh gerah.


Rio sudah seberusaha Mungkin membuat Bianca tak kegerahan.


Ia menyalakan AC, menyalakan kipas angin, hingga ia rela mengipas Bianca dengan buku.


"masih gerah?" tanya Rio yang sedari tadi menatap Bianca seperti gelisah.


"gw udah gak gerah, Lo terlalu berlebihan sampe ngipasin gw kaya gitu" ucap Bianca.


"yaudah Kalo udah gak Gerah" ucap Rio menyimpan buku yang ia pakai untuk mengipas Bianca itu di meja.


"oh iya, mau minum apa?" tawar Rio.


"ga usah" ucap Bianca.


"atau mau Gw tutupin jendela Biar Matahari gak masuk?" tawar Rio lagi.


"engga, gak usah"


"atau mau Ganti baju, biar gak gerah?" ucap Rio.


"engga rioo" ucap Bianca menolaknya lagi dan lagi.


"atau mau-" ucap Rio terpotong.


"engga Rio sayang.. gw gak mau apa apa" ucap Bianca.


Rio cemberut.


"terus maunya apa?" tanya Rio lagi.


"gw gak mau apa apa!" ucap Bianca.


Rio menghela nafasnya.


"yaudah mau makan apa? sekarang udah hampir jam makan siang" ucap Rio.


"apa aja, terserah Lo" ucap Bianca.


"yaudah, Lo tunggu disini" ucap Rio.


Bianca hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Bianca tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.


"ada apa sama dia hari ini? " batin Bianca.


Bianca menghiraukan Tingkah Rio tadi, dan fokus pada acara tv nya.


tak lama, Rio membawa Beberapa Piring yang berisi makanan.


Terlihat dari sajiannya, itu bukan makanan biasa.


itu makanan mewah.


Bianca menatap Rio penuh tanya.


"ini beberapa menu yang ada di restaurant gw" ucap Rio.


Bianca hanya tercengang.


"tapi kenapa menunya ini? biasanya juga menu makan kita yang biasa aja" ucap Bianca.


"hari ini spesial buat istri gw" ucap Rio.


"cih, Lo kenapa sih?!" ucap Bianca bingung.


"ga kenapa Napa" ucap Rio.


Rio mulai Memfokuskan dirinya pada makanan itu.


ia menyendok makanannya, kemudian menyuapi Bianca.


Bianca Menerima nya.


Setelah merasakan masakan Rio, Bianca tidak bisa berkata kata lagi.


"gimana? enak?" tanya Rio.


"gak" ucap Bianca.


"h-hah? yaudah gw pesen makanan aja ya-" ucap Rio terpotong.


"gak salah lagi maksud gw" ucap Bianca tersenyum dan merebut piring Rio.


Ia memakan masakan Rio itu dengan Lahap.


Rio sangat bahagia karena masakan nya itu bisa membuat Bianca lahap makan.


"Lo makan jugaa" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


ia mengambil piring lain dan menyajikan makanan masakannya di piring itu lalu ia memakannya.


saat ia mengunyah Makanan nya, Ia sangat kaget dengan rasanya yang sangat enak itu.


Tak heran Bianca sangat lahap memakan makanan Nya.


"enak kann.. enak banget malahan!" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


"gw mau seterusnya Lo yang masak" ucap Bianca.


Rio tertawa kecil.


"siap istri nya Rio tersayang" ucap Rio mengelus kepala Bianca.


Bianca tertawa kecil.


merekapun melanjutkan melahap makanan masakan Rio dengan lahap.


..


Mereka kini sedang berada di halaman Belakang.


selesai makan tadi, Bianca mempunyai keinginan Menyiram tanaman di halaman belakang.


Rio Menurutinya.


Ia menyiram Tanaman di halaman Belakang.


sedangkan Bianca disuruh Duduk di kursi halaman yang tak jauh dari Posisi Rio sekarang.


Rio sedang menyirami Tanaman Berduri.


Ia menyuruh Bianca duduk karena ia takut Bianca terkena duri itu.


Namun Bianca malah berjalan mendekati Rio.


ia menepuk Bahu Rio membuat Rio kaget.


karena Rio kaget, Bianca juga ikut kaget dan tak sengaja tangannya terkena Duri.


Bianca meringis kesakitan.


ia menangis.


"astaga bii" ucap Rio membawa Bianca duduk di kursi halaman.


"kan apa gw bilang, jangan Kesituu! biar gw ajaa, jdi gini kann" ucap Rio.


"Stt gak usah minta maaf.. gw yang minta maaf" ucap Rio.


Bianca menatap Rio.


Rio meninggalkan Bianca sebentar dan kembali membawa P3K.


Ia mengobati luka di tangan Bianca Yang terkena duri itu dengan hati hati.


Bianca hanya bisa tersenyum melihat Rio yang sangat peduli dengannya.


setelah selesai diobati, Rio membalut luka Bianca dengan plester.


"dah! Lo gak usah khawatir yaa, ini bakal cepet sembuh.. kalo Lo mau apapun, bilang gw aja yaa" ucap Rio.


Bianca mengangguk.


"yaudah gw lanjutin Nyiram tanaman, Lo duduk disini aja yaa" ucap Rio.


Rio berdiri dari duduknya dan ingin kembali menyiram tanaman untuk Bianca, tetapi Bianca menarik tangan lengan Rio, membuat Rio terduduk kembali.


"udh gak usah dilanjutin" ucap Bianca.


"kenapa?" tanya Rio.


"kita masuk Rumah aja yaa" ucap Bianca.


Rio mengangguk menerima permintaan Bianca.


Merekapun masuk kedalam Rumah dan Duduk disofa biasa mereka.


Entah apa Yang terjadi, tetapi setelah Kejadian tadi di halaman, Bianca menjadi manja.


Ia terus Menggandeng tangan Rio bahkan saat Mereka berdua sedang duduk pun.


Rio senang dan bahagia jika Bianca manja seperti ini,


karena ia sangat jarang mendapati Bianca yang manja kepadanya.


"Rio, hari ini Lo mau ke kantor?" tanya Bianca.


"iya sih, cuman nanti sore" ucap Rio.


"gw ikut ya" ucap Bianca.


"emangnya mau apa ?" tanya Rio.


"bosen" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


"yaudah nanti sore kita ke kantor bareng yaa" ucap Rio.


Bianca mengangguk sambil tersenyum.


..


sore hari kemudian, mereka Berdua bersiap untuk pergi ke kantor.


Mereka langsung pergi saat semuanya sudah siap.


tak butuh waktu lama untuk sampai di kantor, karena Kantor tak terlalu jauh dari rumah mereka.


Rio keluar dari mobil, Bianca pun begitu.


Bianca berlari mendekati Rio yang sudah berjalan duluan dan menggandeng tangan Rio.


Bianca menjadi bingung saat Semua karyawan Berbaris menyambut kedatangan Rio.


"selamat datang pak Rio" ucap semua karyawan serentak.


Rio membalasnya dengan senyuman nya.


lalu saat Mereka berdua sedang berjalan, tiba tiba Tamara datang dan mencegat Jalan Rio dan Bianca.


"hai pa Rio.. selamat ulang tahun ya pak" ucap Tamara.


Bianca tercengang saat Tamara Berkata seperti itu.


Ia menatap Rio penuh tanya.


"iya makasih" ucap Rio datar dan menarik Bianca menuju ruangan kantor.


Rio mengunci ruangannya dan duduk di samping Bianca yang sudah duduk terlebih dulu di sofa yang tersedia diruangannya.


Rio menatap Bianca yang juga sedang menatapnya dengan cemberut.


"maaf ya gak ngasih tau Lo.. gw pengen kasih surprise ke Lo" ucap Rio.


Bianca menghela nafasnya.


"maafin gw ya, gw istri Lo tapi gak tau ulang tahun lo" ucap Bianca.


"Gapapa bii, gw tetep Bahagia Kok" ucap Rio.


"oh iya, gw gak punya kado buat Lo" ucap Bianca.


"emm, Gw mau jadi dari Lo" ucap Rio.


"apa Itu? ntar gw Beli deh" ucap Bianca.


Rio duduk lebih mendekat pada Bianca.


Ia mendekatkan wajahnya.


"ini" ucap Rio menunjuk Bibir Bianca.


Bianca cemberut berfikir.


"kasih gak yaa" ucap Bianca.


Rio menatap Bianca penuh harap.


Bianca tertawa kecil.


"yaudah, boleh" ucap Bianca.


Senyuman Rio terpampang jelas saat Bianca mengizinkannya.


Rio memegang leher Bianca dan mendekatkan Wajahnya lebih dekat.


Bibirnya menyentuh bibir Bianca, dan ia pun mel*mat nya lembut.


kali ini, Bianca belajar membalas l*matan Rio.


Rio sedikit kaget, namun ia bahagia.


Bianca memberi Rio 20 menit untuk itu.


melepasnya dan kembali melakukannya, itu yang dilakukan mereka berdua sekarang.


selepas melakukannya 20 menit, terlihat Bianca sedikit kelelahan.


Namun Bianca juga bahagia melihat kebahagiaan Yang terpampang jelas di wajah Rio.


"itu hadiah buat lo" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"ini hadiah paling istimewa dari ulang tahun gw yang lainnya, dan ini hari ulang tahun terbahagia di dalam hidup gw" ucap Rio mengelus Kepala Bianca.


Bianca tersenyum.


...----------------...