UNTITLED

UNTITLED
Terkilir



pagi hari kemudian.


Bianca mengajak Rio berenang di kolam renang yang tersedia di penginapan itu, tetapi Rio tak mau.


"rioo! gw pengen berenanggg" rengek Bianca.


"yaudah sana" ucap Rio.


"gw pengen berenang sama Lo.. gw gak bisa berenang" ucap Bianca.


Rio tertawa.


"terus Lo ngapain ngajak gw berenang kalo gak bisa berenang" ucap Rio.


"ajarin gw berenang" ucap Bianca.


"gak ah, gw lagi males" ucap Rio.


Bianca cemberut.


Rio menatap Bianca yang cemberut kecewa itu.


"Lo mau main air?" tanya Rio.


Bianca mengangguk pelan.


"yaudah di kamar mandi aja, kan ada bath up.. ngapain susah susah Ke kolam Cuman buat Berendem main air" ucap Rio.


"cih, bath up tuh kecil, gw gak leluasa mainnya.. lagi pula gak bakal cukup buat berdua" ucap Bianca.


"Lo mau ngajak gw maksudnya?" tanya Rio.


"e-engga.. maksud gw tuhh.. emm.. ah! dasar Lo pikiran kotor" ucap Bianca kesal.


Rio tertawa kecil.


"yaudah sekarang Lo mandi, gw mau ngajak Lo Jalan jalan sebelum pulang ke Jakarta" ucap Rio.


"gak ah, gw ngambek sama Lo!!" ucap Bianca melipat tangannya dan membuang muka.


Rio menghela nafas.


"jadinya gak mau pulang?" ucap Rio.


"gak, mending anterin gw pulang ke rumah bunda" ucap Bianca.


"dih, ngambek nya gitu amat.. yaudah iya iya, Lo mau apa? tapi jangan berenang, soalnya gw klo habis berenang bawaannya mau tidur Mulu.. ntar pulang yang nyetir siapa?!" ucap Rio.


"yaudah, sebelum pulang gw mau jalan jalan ke kebun teh, dan Lo harus ikut jalan jalan sama gw! gak ada penolakan yaa!!" ucap Bianca.


Rio mengangguk mengerti.


"iya sayang bawell" ucap Rio.


"dah sana mandi, Lo bau" ucap Rio.


"cih, Lo lebih bau!!" ucap Bianca tak mau kalah.


Rio hanya tertawa gemas melihat tingkah bianca.


..


semua sudah selesai.


barang barang sudah di bereskan, dan mereka sudah siap untuk pulang.


mereka berdua berjalan menuju lobby untuk men check out kan Kamar nya.


di lobby, Rio menyuruh Bianca untuk duluan menuju mobil, sedangkan dia akan men check out kan Kamarnya.


Bianca pun berjalan menuju mobil sambil membawa Barang, karena barang mereka tak terlalu banyak, jdi Bianca sanggup membawanya sendiri.


Bianca memasukan barang barang nya ke dalam Bagasi mobil.


lalu ia masuk ke dalam mobil.


ia membuka handphone nya saat ada notif dari aplikasi chat nya.


chat from Luna


➜ Bii, Lo dimana? gw ada di depan rumah Lo nih


< Eh sorry Lun, gw lagi di Bandung.. kemarin gw ada reuni SMA, terus Rio anterin gw kesini.. Tpi kita gak langsung pulang, katanya rio mau main di bandung


➜ oh gitu.. Lo pulang hari ini kan?


< iya lun


➜ nanti klo udh dirumah kabarin gw ya, gw mau ngajak ngobrol Lo


< mending kita ketemuan aja, kita ngobrol di luar


➜ yaudah, nanti kabarin aja dimana tempatnya.


< iya


off from chat


Rio datang dan masuk ke mobil.


"jadi, kebun teh nya dimana?" tanya Rio.


"ntar gw tunjukin jalannya" ucap Bianca.


Rio mengangguk mengerti. ia mulai menjalankan Mobil nya keluar dari parkiran penginapan itu, dan menuju kebun teh yang Bianca tunjukan.


..


perjalanan tak berlangsung lama.


akhirnya mereka sampai di Kebun teh Itu.


Bianca terlihat sangat senang saat melihat pemandangan kebun teh itu.


Bianca menarik Rio berjalan jalan Di jalanan kebun teh.


Kebun teh itu berbeda dari kebun teh biasanya, kebun teh ini lebih tinggi tumbuhan nya.


Tiba tiba, ponsel Rio Berdering.


ia melihatnya, ternyata itu adalah klien nya.


"bii, Lo tunggu sini ya.. klien gw nelfon" ucap Rio.


Bianca mengangguk.


Rio bertelfonan lumayan lama, membuat Bianca bosan menunggu.


akhirnya Bianca berjalan sedikit dari Tempatnya.


namun saat berjalan, Bianca melihat Puncak dari Kebun teh itu.


Ia berharap bisa melihat pemandangan dari sana.


ia pun berlari Mencari jalan untuk menaiki puncak itu.


Bianca sudah berjalan jauh dari tempat semulanya.


saat Bianca Mencoba menaiki puncak itu, Bianca terpeleset dan kakinya Terkilir.


Bianca terjatuh dan tak bisa bangun.


Ia menangis merasakan sakit di kakinya akibat terkilir.


badannya kini sudah tak terlihat dari jangkauan Pandang orang orang sekitar.


..


Rio kembali ketempat tadi, namun ia tak melihat keberadaan Bianca.


"bii" panggil Rio heran Saat tempat yang tadi Bianca Diami menjadi kosong.


"biancaa.." panggil Rio lagi mulai panik.


ia menatap sekitar kebun itu, namun tak ada siapapun.


Akhirnya Ia berlari berusaha mencari Bianca.


Ia panik karena ia tak menemukan Bianca.


ia terus berteriak memanggil nama bianca dengan sangat keras.


ia terus berlari mengikuti arah labirin kebun itu sambil memanggil manggil Bianca dengan suara yang keras.


sedangkan sekarang kondisi Bianca menjadi semakin lemah karena ia Menghabiskan tenaganya dengan menangis.


Rio terus mengikuti arah labirin kebun itu hingga ia menemukan puncak kebun teh itu.


Ia berfikir, apa Bianca berjalan Dan sedang berusaha menaiki puncak itu?.


ia pun akhirnya berlari mendekati puncak itu.


belum terlalu dekat, tetapi Rio seperti mendengar suara isakan tangisan seorang gadis dari dekat Puncak.


ia berjalan mendekati Puncak.


lalu ia terkejut saat melihat seorang gadis sedang menangis dan terduduk lemas di dekat puncak itu.


"BIANCAA!!" panggil Rio yang berlari mendekatinya dan duduk melutut didepannya.


"R-Rio.." Isak Bianca kesakitan.


"ya ampun Lo kenapa?" tanya Rio khawatir.


"k-kaki gw .. kaki gw sakit " ucap Bianca yang masih terisak.


Tanpa basa basi, Rio langsung menggendong Bianca ala bridal style menuju mobil.


sesampainya di mobil, Rio memasukan Bianca ke dalam mobil di barisan tengah dan merebahkan Bianca.


lalu ia duduk dan menempatkan Kaki Bianca di pahanya.


"ini bakal sedikit sakit, Lo tahan ya" ucap Rio.


Bianca mengangguk pelan.


Rio mulai memijat kaki Bianca dengan pelan dan lembut.


Bianca teriak meringis kesakitan dan menangis.


Rio terus melakukan Itu hingga kaki Bianca sedikit pulih.


"gimana?" tanya Rio.


"mendingan" ucap Bianca.


"bagus deh.. gw lanjutin sampe sakit nya ilang yaa" ucap Rio.


"gausah.. sekarang kita pulang aja ya.. nanti gw bisa telfon tukang urut, Lo juga harus ke kantor kan?" ucap Bianca.


"engga deh, hari ini gw gak mau kekantor dulu.. gw mau ngerawat Lo" ucap Rio.


"gw mau Lo kekantor. gw janji, setelah Lo pulang gw udh sembuh" ucap Bianca.


"gak deh, Lo suka boong" ucap Rio.


"Lo gak percaya sama gw?" ucap Bianca.


Rio mengangguk.


"tadi aja gw suruh diem disana malah kabur" ucap Rio.


"iya maaf, gw bosen soalnya" ucap Bianca.


"lain kali jangan gitu lagi!" ucap Rio.


"iya Rio bawell" ucap Bianca.


"yaudah kita pulang" ucap Rio.


Bianca mengangguk.


"Lo mau duduk di depan atau di sini?" tanya Rio.


"disini aja" ucap Bianca.


"oke" ucap Rio.


Rio berjalan keluar mobil dan masuk ke barisan depan tempat menyetir.


Ia langsung menancap gas dalam kecepatan sedang menuju Jakarta.


...----------------...