UNTITLED

UNTITLED
Bab 130 H -2



Kurang dari 15 menit dari jam 9 pagi Bee telah tiba di rumah Alby yang disambut oleh bu Sofi kepala asisten rumah tangga dikediaman Alby.Bee memperhatikan kediaman Alby yang menurutnya sangat lah luas apalagi hanya dihuni oleh Alby sendiri.Kaki Bee pun melangkah menuju kamar Alby yang sudah dia ketahui dimana letaknya.Tanpa ragu Bee langsung mengetuk pintu kamar Alby begitu sampai di depan kamar Alby.


Begitu terdengar suara sahutan dari dalam Bee langsung memasuki kamar dan tidak lupa menutup pintunya kembali dan menemukan Alby yang duduk di atas kursi rodanya yang sepertinya baru selesai mandi karena masih mengenakan handuk kimononya dan terlihat rambutnya yang masih basah dan berantakan.


Bee menelan ludahnya,entah mengapa tiba-tiba merasakan ada getaran berirama di dadanya.Lelaki tampan di depannya terlihat sangat seksi,handuk kimono yang di kenakannya tampak sedikit longgar di bagian dadanya sehingga memperlihatkan bagian dadanya yang berotot di tambah rambut basahnya yang berantakan menambah kesan seksinya.


Alby terbatuk pelan untuk menyadarkan Bee dari alam sadarnya yang membuat Bee langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kamu merasa tergoda nona ?"tanya Alby dengan nada selidik nan menggodanya yang langsung membuat Bee membuang nafasnya karena malu lalu langsung menggembungkan kedua pipinya dengan mata membesar lalu melihat ke arah Alby.


"Aku mohon , buang jauh-jauh pikiran kotor itu"dengan nada menggoda Alby mengingat Bee yang langsung membuat Bee tertawa mengejek.


"jangan salah paham tuan,saya hanya penasaran dengan apa yang tersembunyi di bawah sana.Apakah sesuai pengakuan tuan kemaren kalau yang itu emang normal"


sahut Bee dengan nada ragunya.


"nona meragukall saya ?"


"saya tidak mengatakan itu,tuan.Tapi kalau tuan merasa tersinggung,apakah itu adalah fakta yang ada ?"


tanya Bee lagi lalu satu jari telunjuknya ditempel di ujung bibirnya dan berjalan mendekati Alby dengan senyum misterinya.


"Kalau begitu saya tantang nona untuk membuktikannya ! bukannya kita harus mengungkap fakta yang ada biar tidak ada penyesalan nantinya "pancing Alby yang membuat tubuh Bee langsung merasa tegang.


"anda tidak punya nyali sepertinya nyonya ?"


tegur Alby karena melihat Bee hanya terdiam sambil melihatnya gugup.


"Kenapa harus takut !


aku harus buktikan sendiri dengan usaha aku !"teriak Bee dengan suara gagunya dan membuat Alby tersenyum.


"Oke ,saya siap dan saya pasrah nona untuk membuktikan keperkasaan saya "bisik Alby dengan nada menggodanya dan membuat langkah Bee terhenti langsung tepat di hadapan Alby.


"aku juga udah pernah bilang sebelumnya,kalau aku itu cowok normal.Melihat situasi yang sepertinya mendukung ini,aku harus membuktikan cowok normal seperti apa aku"ucap Alby lagi pelan yang langsung membuat kegugupan Bee bertambah puluhan kali lipat.


"aku juga cewek normal,By "


balas Bee dengan gugup yang kian kentara di mata Alby.Alby langsung menarik satu tangan Bee dan menggenggamnya kuat sambil matanya terus menatap wajah Bee.Berlahan Alby lalu mendekatkan tangan itu menuju hidung runcingnya.Setelah menghirup dalam kulit tangan Bee,berlahan Alby membawa tangan itu menuju bibirnya dan langsung mengecap kelembutan kulit Bee.


Bee bergidik ngilu di dadanya,spontan menahan nafasnya dan membulatkan kedua matanya.


"Aku cewek normal baik-baik yang tau batasan Alby mesum !"


teriak Bee akhirnya dan langsung menarik tangannya cepat.Lalu dengan teriakannya berlari meninggalkan Alby yang tertawa puas melihat kemenangannya karena berhasil menjahili wanitanya.


----------------------------------------


Bee melihat-lihat handphone tanpa semangat untuk mengusir rasa jenuhnya menunggu Alby.Sudah 20 menit Bee menunggu Alby di ruang tv nya tapi lelaki itu belum juga keluar dari kamarnya.Bee masih bertanya-tanya,apa kepentingannya hingga Alby tadi malam menelponnya untuk datang pagi ini ke rumah Alby.


"hay,Sweety..?"


sapa suara yang Bee sudah bisa tau siapa pemiliknya tanpa melihat rupanya.


"gue lagi malas bedebat !"


jawab Bee judes tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone miliknya.


"gue gak ajak bedebat lo.Gue mau ajak lu main sayang-sayangan !lu gak nolak kan,Bee ?"


Bee langsung mengambil bantalan sofa yang ada disampingnya.Memegang ujungnya kuat lalu dengan sedikit tenaga memukulnya ke wajah lelaki yang sedang duduk dengan memperlihatkan senyum manisnya itu.


"Ne, versi gue kalau main sayang-sayangan !"teriak Bee kesal dan terus memukul bantalan sofa itu ke wajah lelaki itu tanpa ampun.


"perlu aku bantu sayang ?"


tanya Alby penuh semangat begitu melihat tindakan Bee ke Navy.Bee langsung menghentikan aksinya dan menatap Alby dengan kesel.Lalu duduk ke posisi semulanya.


"galak banget calon istri lu,By.Lu pikir-pikir lagi deh untuk jadi suaminya "lapor Navy dengan wajah dibuat ngeri.


"gak dapat jatah makanya ngambek gitu !"sahut Alby yang membuat mata Bee langsung menatap Alby dengan mata membunuhnya.


"jatah ???


gue ketinggalan berita apa ne ?"tanya Navy penuh selidik dan langsung menghampiri kursi roda Alby.


"mau tau aja,lu !"balas Alby dengan senyum misteriusnya.


"jangan bilang kalian udah test drive tadi sebelum gue datang ?"tanya Navy lagi antusias


"test drive ???


apa lagi itu ?"


tanya Bee kesel sambil menatap Navy tajam.


"Ternyata lu masih harus belajar banyak,Bee.Tapi lu harus percaya ma gue kalau lu gak mau menyesal nantinya untuk melakukan test drive itu juga "ucapa Navy dengan wajah seriusnya


"ini tentang apa se sekarang ?aku disuruh pagi-pagi datang kesini untuk bahas test drive ini,By ?aku udah punya SIM juga jadi gak perlu lagi test drive segala" balas Bee


Navy langsung menepuk jidatnya,pusing.Dan Alby tertawa ngakak mendengar jawaban jujur dari Bee.


"lu udah buktikan sendiri Bee kalau Mmm mmm...mmm ?"tanya Navy yang langsung menghampiri Bee lalu bersimpuh dengan satu kaki nya ditekuk dan satu tangannya menggenggam dan digerakkan ke atas.Bee melihat gerakan tangan Navy dengan dahi berkerut berusaha membaca isyarat dari Navy.


"tentany yang kita bahas waktu itu di mobil kalau Albg itu cowok Ee mmm "jelas Navy mencoba memberikan informasi ke Bee yang langsung membuat Bee mendengus kesal.


"bisa lu aja yang bantu gue untuk ngebukti innya ?tanya Bee dengan wajah penuh permohonan dan Navy jadi menunjukan wajah bingungnya.


"kok gue ?"


"ya lu !gue maunya lu "ucap Bee dengan suara sedikit berbisik


"Heiiiiii,


orang nya disini.Kenapa gak tanya langsung aja !"teriak Alby kesal yang langsung membuat Bee dan Navy melihat Alby.


Suara handphone Navy tiba-tiba berdering yang langsung diangkat oleh Navy.


"gue mau balik ke rumah sakit dulu ya "pamit Navy begitu telpon ditutup.


"sesuai permintaan lu,By.Waktu yang dijanjikan sekitar jam 11 paling lama "info Navy lagi dan melihat Bee sambil mengedipkan satu matanya dan itu dilihat langsung oleh Alby.


"jangan berusaha menggoda pacar gue!"dengan kesal Alby mengingatkan Navy.


"untuk gadis yang masih gue cintai sampai detik ini,gue sarani untuk membuktikan ucapan yang kita bahas kemaren agar tidak ada penyesalannya di lu nantinya.Karena kalau boleh jujur,gue juga masih meragukan kenormalan tongkat berharga dari lelaki yang sangat lu cintai itu "dengan tekanan suara serius Navy mengucapkan itu yang membuat Bee langsung memandang Alby dengan mata selidiknya.Alby yang di pandangi dengan tatapan itu langsung mengalihkan matanya ke arah Navy yang sudah tersenyum menatapnya dengan tatapan kemenangan.


Lu coba untuk mencuci otak pacar gue ya !"geram Alby dan Navy langsung bergerak dari duduknya sambil melambaikan tangannya di iringi senyum mengembangnya Navy meninggalkan ruangan itu.


Kini di ruangan tv itu hanya ada Bee dan Navy,Bee tanpa ragu langsung menghampiri kursi roda Alby lalu mendorongnya ke salah satu kursi agar bisa mereka duduk saling berdekatan.


"kamunya nyuruh aku kesini kepentingannya apa,By ?"tanya Bee sedikit serius karena dirinya memang penasaran.


"ntar juga tau "balas Alby datar.


"Mmm,


boleh aku tanya hal yang lebih pribadi,By ?"


tanya Bee ragu


"Mmmm"


jawab Alby dengan senyumannya


"aku sampai saat ini belum tau hubungan seperti apa antara Navy dan kamu ?"


"Haiyyyaaaa,


aku kira bahas masalah tentang kita !


Gimana aku ngomonginya nya.Aku juga sedikit bingung untuk ungkapi hubungan kami.Seperti ini kayaknya,nenek aku dari bunda punya saudara sepupu yang juga nenek-nenek.Sama seperti neneknya bunda yang merupakan moyang aku ya ? yang punya cucu laki-laki satu-satunya.


Jadi keluarga kami memang sangat unik Bee,dari moyang aku sama seperti moyang Dongker juga,setiap satu keluarga hanya memiliki satu anak aja dan hanya mempunyai pasangan dengan sesama anak tunggal saja.Itu makanya keluarga besar aku sangat minimalis dan karena itu aku sangat dekat dengan Navy walau kami sangat jarang ketemu walau hubungan saudara kami bisa dibilang cukup jauh.Hingga sampai pada aku kini yang sepertinya akan mematahkan kutukan itu "


jelas Alby...


"Hehehehe..,


aku bingung,By "


komentar Bee jujur yang membuat Alby terkekeh.


"gini lo sayang kuuu,neneknya bunda punya sepupu yang perempuan juga.Nenek bunda punya anak perempuan yang itu adalah nenek aku.Sepupu nenek bunda juga punya anak perempuan yang merupakan nenek Navy.Dari nenek aku lahir lah bunda aku,dan dari anak nenek sepupu bunda itu lahir juga anak perempuan yang merupakan mama Navy.


Dari bunda menikah dengan ayah lahirlah aku dan dari mama Navy yang menikah dengan papanya lahir lah Navy.


Semenjak dari neneknya bunda itu,nenek bunda yang merupakan anak tunggal menikah dengan kakek bunda yang juga anak tunggal.Terus nenek aku juga nikah dengan kakek yang merupakan anak tunggal.Sampai ke bunda yang menikah dengan ayah yang juga anak tunggal hingga aku lahir yang juga anak tunggal.keadaan aku ini sama juga dengan keluarga Dongker.Tapi,aku sepertinya akan merubah tradisi itu karena aku akan menikah dengan gadis yang memiliki 2 saudara dan telah berjanji berusaha akan memberikan aku banyak anak "jelas Alby lagi panjang lebar dan membuat Bee tersenyum malu dan memperlihatkan lesung pipinya


"kok senyum malu-malu gitu ?"tanya Alby gemas sambil menunjuk dengan jari telunjuknya lubang di pipi Bee.


"aku masih pusing dengan ceritanya ,By.Kok aku seperti di panti jompo gitu karena dari tadi subyek yang di bahas adalah nenek-nenek semua ya"jawab Bee serius yang langsung membuat Alby kesal karena dengan susah payah dan panjang lebar dirinya menjelaskan tapi yang menempel di otak Bee hanyala nenek-nenek saja.


Bu Sofi yang kemudian hadir dan menginformasikan ada tamu yang telah tiba di rumah Alby yang telah membuat janjinya terlebih dahulu dengan Alby.


Alby tersenyum sambil mengucapkan terima kasih ke Bu Sofi lalu dengan semangat mengajak Bee untuk menemaninya bertemu dengan tamunya yang telah tiba.


----------------------------------------


Bee tidak henti-hentinya tersenyum dan terus memandangi cincin berlian yang melingkar dijari manisnya.Sudah satu jam lebih satu peristiwa sejarah dalam hidupnya terjadi,tapi Bee masih merasa ini serasa mimpi.


Bee yang tadinya menemani Alby menemani tamu Alby,harus terperangah karena tamu itu ternyata salah satu disainer baju terkenal di kotanya yang datang untuk merancang baju pernikahannya nanti.Bee tidak percaya dan lebih banyak bengong sehingga tidak banyak permintaan yang terlontar dari mulutnya.Simpel tapi elegan dengan warna silver lembut itu pilihan Bee di hari bersejarahnya.


Setelah desainar baju itu undur diri dari rumah Alby,sejarah baru pun tercipta lagi di kehidupan Bee.Alby langsung mengeluarkan kotak kecil beludru berwarna emas dari saku celananya.


"sebenarnya aku ingin melamar gadis yang aku cintai dengan suasana jauh dari kata sederhana seperti ini.Dan maaf,aku bahkan tidak mampu mewujudkan keinginan itu karena keterbatasan aku sekarang.


Maaf,keadaan ini yang kuanggap baik sekarang untuk mengungkapkan keinginan aku.


Maaf,karena keterbatasan aku ini aku dengan lancang berani memohon untuk meminta mu menikah dengan ku.


Maaf,bila nantinya kita bersama aku tidak lah seperti apa yang kau minta.


Maaf,bila nantinya selain tawa,bahagia aku tanpa sengaja menghadirkan luka dan air mata di hidupmu.


Maaf,kalau nantinya sabar mu telah habis menghadapi ku,aku akan meminta lebih untuk tetap terus bersama ku,


Dan maaf,kalau sekarang tanpa persetujuanmu pun aku akan tetap memasangkan cincin ini di jari manismu !"


Dengan suara sangat lembut Alby mengucapkan itu yang tentunya membuat Bee melelehkan air mata di kedua pipinya.Dan tanpa diminta untuk kedua kalinya Bee langsung memberikan satu tangannya untuk dipakaikan Alby cincin yang telah disiapkan Alby.


Alby dengan senyum bahagianya memakai kannya kedalam jari manis Bee.


"ini salah satu Skenario terhebat dalam hidup ku yang aku pastikan tidak akan aku lupakan.Aku bukan wanita hebat,bukan juga wanita kuat.Layaknya wanita normal yang akan mengeluh apabila lelah,akan menangis apabila tersakiti,marah jika terluka dan tertawa bila bahagia.Aku mohon bantu aku menahan beratnya masalah,bimbing aku menjadi kuat menahan gelombang amarah,ingatkan aku saat kealfaan yang aku ciptakan,tegarkan aku bila kesakitan melebihi batas kemampuan aku,arahkan juga aku bila ada ketimpangan akan sikap juga tutur ku.


Aku wanita tidak sempurana jadi aku pinta jangan tuntut kesempurnaan itu padaku.."ucap Bee dan tanpa ada jawaban dari Alby,Alby langsung merengkuh Bee dalam pelukannya.


"Bee,di makan nasinya jangan di senyumin aja"Alby mengingatkan Alby yang langsung membuat Bee tersipu malu.


"aku dari awal udah yakin banget kalau kamu jodoh aku karena pristiwa yang terjadi diantara kita yang menurut aku bukanlah kebetulan "ucap Alby yang membuat Bee mengernyitkan dahinya bingung.


"gak percaya ?"


tanya Alby yang di jawab dengan gelengan lemah dari Bee.


"dari acara perpisahan SMA contohnya "jawab Alby sambil menunjukan gelang yang di pakai di tangannya kepada Bee.


"gelang yang ku pakai ini sudah berumur 10 tahun lebih,apakah menurut kamu aku kebetulan mendapatkan ini ?"tanya Alby lagi dan di jawab dengan anggukan Oleh Bee.


"lalu bagaimana dengan hadiah dari perpisahan yang kamu dapatkan Bee.Itu adalah sebuah syal rajutan yang terdapat inisial AMM.Apakah kamu tau kepanjangannya ?"tanya Alby dengan serius dan Bee lagi-lagi menjawabnya dengan gelengan.


"Ayo dong Bee,berpikirlah dengan otak encer itu.Coba pikirkan sebuah nama disana"pinta Alby penuh permohonan dan Bee terlihat berpikir lalu membulatkan matanya melihat Alby tidak percaya.


"sudah bisa menebaknya ?"tanya Alby lagi dan Bee meng anggukan kepalanya pelan.


"boleh aku mendengar nya ?"


mohon Alby.


"Alby Mahardika Maulana"jawab Bee hampir berbisik.


"apakah itu suatu kebetulan,menurutmu ?


bahkan ada beberapa kejadian yang menurut aku juga bukan kebetualan.Dan aku akan memberitahu kannya nanti saat kita akan tidur yang pada saat itu kita telah tidur ditempat tidur yang sama "


Mendengar ucapan Alby membuat wajah Bee langsung memerah dan tersipu malu.


"aku hampir melupakan ini juga.Dan aku meminta maaf terlebih dulu karena baru bisa mengatakannya sekarang.Bee ku terlihat sangat cantik memaki kalung itu,dan terima kasih telah mau mengenakannya"


ucap Alby lagi yang lagi-lagi membuat Bee terbuai dalam malu nya karena ini pertama kalinya Bee juga mengenakan kalung pemberian Alby dahulu.