
Bianca menatap Rio Yang sepertinya kecapean.
Ia pergi ke Dapur dan mengambilkan Minuman segar untuk Rio.
"nih" ucap Bianca sambil menyodorkan Gelas berisi minuman segar itu.
"thanks bii" ucap Rio menerima Minuman yang dibawa Bianca, lalu ia langsung meminumnya.
Rio meminumnya dengan terburu buru.
"gw tau Lo haus, tapi pelan pelan aja minumnya" ucap Bianca.
Rio tak mendengarkan Kata kata Bianca itu, dan..
Uhuk uhuk uhuk.
Rio Tersedak karena Ia minum terlalu cepat.
Bianca dengan cepat, memukul mukul Punggung Rio agar Rio tak tersedak lagi.
"kan, apa gw bilang?! pelan pelann!" omel Bianca.
"iya iya sorry" ucap Rio yang sudah tak tersedak lagi.
"dah! sekarang minum lagi, tapi Jangan cepet cepet!!" ucap Bianca.
Rio pun meminum kembali Minuman segar itu.
setelah itu, Rio dan Bianca langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang santai ditemani siaran TV.
sebenarnya Bianca ingin pergi ke kamar dan mandi, karena ia merasa gerah sebab ia menyapu halaman belakang siang hari seperti ini.
tapi Rio malah menarik Bianca ke ruang santai.
Ia bilang, ia ingin ditemani oleh istri nya menonton tv.
"Rio, gw gerah bangett, gw mau mandii!" ucap Bianca yang sedang berusaha melepaskan Tangannya dari Genggaman tangan Rio yang begitu erat.
"nanti!! temenin gw dulu disini kek!!" ucap Rio yang makin mempererat genggaman nya.
"Lo kenapa sih!! gw cuman mau mandi doang, kenapa harus di tahan! gw gak pergi dari rumah ini juga kok!!" ucap Bianca.
"gw cuman mau Lo ada disamping gw terus.. gw gak mau Lo kemana mana!!" ucap Rio.
"drama banget Lo! gw cuman mau Ke kamar mandi dulu" ucap Bianca.
"yaudah mandi bareng gw" ucap Rio.
Bianca rasanya ingin menendang Rio.
"Lo kalo ngomong gak ush ngawurr!!!" ucap bianca kesal.
"engga sayang, gw gak ngawurr.. gw mau mandi sama Lo.. klo bisa mandi keringet dulu, baru mandi air" ucap Rio menggoda Bianca.
"Rio!! sumpah ya gw mau nendang Lo!!" ucap Bianca.
"tendang sini!! Cepett!!" ucap Rio menyentak.
Bianca terdiam tersentak.
Rio tertawa kecil melihat wajah Bianca yang tersentak itu.
" utututu.. engga, gw bercanda kok" ucap Rio Memegang pipi Bianca.
"cih!!" ucap Bianca kesal dan mengibas tangan Rio dari pipinya.
"yaudah sana mandi, bau Lo" ucap Rio mengejek.
"Lo juga bau!" ucap Bianca mengejek balik dengan wajah kesalnya.
"iya ya, gw bau.. Yaudah mandi bareng aja" ucap Rio dan menarik Bianca menuju Kamar.
di kamar.
Rio melepas genggamannya dan membuka baju kaosnya tiba tiba.
Bianca yang melihat itu refleks menutup matanya.
Rio menatap Bianca yang sedang menutup matanya dengan kedua tangannya.
"buka aja matanya, Lo istri gw" ucap Rio.
Bianca sedikit demi sedikit membuka Matanya.
terpampang jelas Perut sixpack sang suami itu.
Bianca melongo.
"iya gw tau gw ganteng, gak ush Gitu juga kali natap nya" ucap Rio.
Bianca menendang Betis Rio.
"gak ush kepedean Lo!" ucap Bianca.
"sekarang gantian, gw juga mau liat" ucap Rio.
"cih, mesum" ucap Bianca berjalan Menuju kamar mandi.
ia sudah membawa pakaiannya Dan juga handuk.
"tunggu bii, gw mau ikutt" ucap Rio berlari ke arah Pintu Kamar mandi.
Rio belum masuk, tetapi Bianca sudah Menutupnya.
"bii, gw mau masukk" ucap Rio menggedor gedor pintu kamar mandi.
"enggaaaa!!" ucap Bianca dari dalam sana.
"Bii!! gw mau masuk.. badan gw bau bangett, gw mau Mandiii!" ucap Rio.
"dirumah ini ada 4 kamar mandi, gak ush drama!!" ucap Bianca dari dalam sana yang sudah mulai mandi.
"tpi gw maunya disini" ucap Rio.
"terserah, tunggu gw aja kalo gitu" ucap Bianca.
"gw maunya mandi sama loo" ucap Rio masih menggedor gedor Pintu Kamar mandi itu.
"engga Rio!" ucap Bianca.
"Gw dobrak ya?!" ucap Rio.
"jangan rioo!" ucap Bianca.
"satu... dua... tii-" ucap Rio terpotong.
"iya iya" ucap Bianca terpaksa.
Ia dibukakan pintu oleh Bianca.
Keadaan Bianca sekarang hanya memakai handuk yang dililitkan di dadanya.
Rio masuk ke kamar mandi itu.
"Lo udh mandi? wangi banget Kamar mandinya" ucap Rio.
"tadi pagi gw Bersihin kamar mandi, kenapa emng nya?" tanya Bianca.
"gapapa, kirain Lo siapin Kaya ginian buat mandi berdua sama gw" ucap Rio.
"cih, kepedean Lo!!" ucap Bianca.
"yaudah ayo mandi" ajak Rio.
"yaudah Lo aja sana Mandi" ucap Bianca.
"kok gw? bareng dong" ucap Rio.
"engga! gw udh mandi" ucap Bianca.
"udh mandi? cepet amat Lo mandi!" ucap Rio.
"y-ya iya, emngnya kenapa?!" ucap Bianca.
"Lo tuh biasanya mandi Lama banget!! Lo boong kan?!" ucap Rio.
"engga lah" ucap Bianca.
"yaudah mandi lagi aja" ucap Rio.
"engga! enak aja Lo!!" ucap Bianca.
"yaudah gw mandi, tapi Lo tetep disini!!!" ucap Rio.
"tapi gw mau-" ucap Bianca terpotong.
"gak ada tapi tapian!! gw cuman minta Lo tungguin gw aja, gw gak minta Lo mandi bareng" ucap Rio.
"y-yaudah iya" ucap Bianca terpaksa.
Rio mulai membuka semua pakaiannya.
Bianca menutup matanya.
Rio mulai mandi, ia mandi di Shower.
Bianca rasanya ingin keluar dari Kamar mandi itu, tetapi ia menyadari Tatapan Rio yang sejak tadi Menatap kearahnya, walau ia tak Menoleh kearah Rio.
.
.
.
selesai mandi, Rio memakai Handuknya dan dililitkan ke pinggang nya.
"udh, ayok Keluar" ucap Rio.
Bianca membiarkan Rio berjalan Didepannya.
saat Rio sudah diluar, Bianca dengan cepat langsung menutup Pintu kamar mandi itu.
Rio yang menyadarinya langsung menggedor gedor pintu.
"bii, kok Lo gak keluar?!!" ucap Rio.
"gw mau mandi" ucap Bianca.
ternyata Bianca berbohong.
sejak tadi, ia belum mandi.
"Lo boongin gw?!" ucap Rio kesal.
Bianca tertawa kecil.
"awas aja ya Lo!!" ucap Rio menggedor keras, lalu ia pergi.
Bianca tak menghiraukannya dan Langsung mandi.
.
.
.
selesai itu, ia Memakai pakaian yang telah ia bawa Ke kamar mandi, lalu ia Keluar dari kamar mandi.
Tiba tiba, seseorang menarik dan memojokkan Bianca ke dinding.
Bianca menatap wajah seseorang itu.
"kenapa si Lo?" ucapnya pada Rio.
"lo masih inget perjanjian tadi pagi?.. Lo udh bikin gw marah, dan sekarang Lo harus Kasih bibir manis Lo ke gw, atau gw bakal lempar Lo dari sana!" ucap Rio menunjuk pada balkon kamarnya.
Bianca menatap Heran Rio.
"emang Kapan gw bikin marah Lo?" tanya Bianca polos.
"Lo bohongin gw" ucap Rio singkat.
"cih, baperan Lo! gw cuman-" ucap Bianca terpotong.
tanpa persetujuan dari Bianca, Rio langsung melahap ganas bibir manis Bianca.
5 menit Rio melahap Bibir manis Bianca.
membuat Bianca tak bisa bernafas.
Bianca ngos ngosan karena ulah Rio.
Lalu Rio tiba tiba Memiringkan kepalanya.
Ia Mencium Leher Bianca dan memberi 1 tanda merah.
setelah itu ia pergi meninggalkan Bianca yang sedang ngos ngosan.
Bianca hanya bisa menatap kepergian Rio, karena ia tak mampus mengeluarkan 1 katapun dari mulutnya.
...----------------...
(like, komen, vote yaa.. Biar author makin semangat upnya)