
1 minggu kemudian.
Hari ini adalah hari pernikahan Bianca dan Rio.
mereka berdua sangat membenci hari ini, tpi mau bagaimana pun ini sudah keputusan mereka untuk melanjutkan perjodohan ini.
"Bii, kamu udh siap? " tanya Laras.
Bianca hanya mengangguk.
sedari tadi, Bianca hanya diam dan tak berkata satu patah kata apapun.
Laras dan Bayu sedang sibuk.
lalu reygan menghampiri Bianca dan duduk di pinggir Bianca.
"kamu kenapa sih? kan ini hari pernikahan kamu" ucap Reygan.
"Bianca benci hari ini! kenapa sih Bianca harus nikah sama dia! Bianca juga mau nikah sama orang yng Bianca sayang" ucap Bianca kesal.
"emng kamu lagi sayang sama siapa? " tanya Reygan sambil tersenyum mengejek.
"g-gak ada" ucap Bianca.
"ya maksud Bianca itu nanti, kalo udh ada.. lagi pula Bianca tuh mau ngelanjutin ngampus! kalo kaya gini kn Bianca jdi gk bisa ngampus" ucap Bianca.
"iya juga ya.. ntar kalo kamu hamil, kamu harus jaga anak kamu, terus gak bisa kemana²" ucap Reygan.
"ihh.. Bianca gak mau ya dia nyentuh Bianca! " ucap Bianca kesal.
"tapi kan dia bakal jdi suami kamu hari ini" ucap reygan.
"ya pokoknya Bianca gak mau dia nyentuh bianca sedikit pun" ucap Bianca kekeh.
"yaudah iya deh terserah" ucap Reygan.
.
.
"bii, rey..ayok kita jalan ke gedung" ucap Bayu.
mereka pun pergi menuju gedung yang sudah disewa untuk pernikahan Bianca dan Rio.
.
.
.
.
diperjalanan.
"bii" panggil Laras.
"kenapa? " jawab Bianca.
"ntar, selesai pernikahan ini, Rio akan langsung membawa kamu ke Jakarta" ucap Laras yang membuat Bianca tercengang.
"HAH? " ucap Reygan kaget.
"kok hari ini sih bun! " ucap Reygan.
"iya rey, hari ini.. soalny besok Rio udh harus ngurus perusahaan di sana " ucap Laras.
Reygan dan Bianca bertatapan.
.
.
.
.
.
sesampainya di gedung.
Sudah banyak tamu yang datang.
Bianca di gandeng oleh Laras menuju kursi ijab kobul.
Bianca pun duduk di kursi ijab kobul.
"bagaimana? apa bisa dimulai" ucap penghulu.
"bisa" ucap Bayu yang sudah duduk di depan Rio.
Rio menggandeng tangan Bayu..
"saya nikahkan rio rafael bin aditya dengan anak saya, yaitu Bianca agatta binti saya, Bayu nugroho dengan mas kawin emas batangan 1 kg tunai" ucap Bayu dengan lantang.
"saya Terima nikahnya Bianca agatta binti Bayu nugroho dengan mas kawin tersebut tunai" ucap Rio.
"sah?" tanya penghulu.
"sahh" ucap semua tamu dan saksi.
.
.
.
.
Bianca dan Rio naik ke atas pelaminan dan duduk disana.
semua tamu dan keluarga sedang sibuk menikmati makanan yang telah disiapkan.
"kenapa sih lo bawa gw ke Jakarta hari ini bnget! gw masih mau di sini!" ucap Bianca.
"gw disuruh orang tua gw lah!" ucap Rio.
"ish.. kenapa lo harus mau sih! lagi pula lo gak suka kan deket² sama gw! kenapa lo mau aja disuruh bawa gw serumah sama lo" ucap Bianca.
"bawel banget sih lo jdi orang!! " ucap Rio yang sudah jengkel.
Rio langsung pergi dari pelaminan dan menghampiri teman²nya.
.
.
.
.
.
.
jam 3 sore.
semua tamu sudah berpulangan.
keluarga sedang makan di meja pengantin.
"rencana apa? " tanya Rio.
"rencana bulan madu kalian" ucap Risa yang membuat Rio dan Bianca tersedak.
OHOK OHOK OHOK.
"jadi gimana rencana kalian?" tanya ris kembali.
"gak tau mah" ucap Rio.
"hari ini kalian pergi jam berapa?" tanya Adit.
"kita pergi besok, soalny hari ini Bianca ada acara" ucap Bianca berbohong.
"oh gitu.. yauda besok ya perginya" ucap Risa menanggapi omongan Bianca.
.
.
.
.
.
mereka pun pulang.
Rio pulng ke rumah beralasan merapihkan baju² yang akan dibawa..
sedangkan Bianca, dia dibawa reygan pergi bersenang² berdua.
.
.
.
.
"kita mau kemana kak? " tanya Bianca.
"kaka pengen ajak kamu jalan² sebelum kamu pergi dibawa Rio..ini terakhir kalinya" ucap Reygan.
"kakkk.. jangan gitu ngomongnyaa.. Bianca bakal sering kesini kok" ucap Bianca.
"gak bakalan bisa bii.. kamu bakal sibuk disana.. kaka tau rencana kamu sama tante Risa" ucap Reygan.
"m-maksud kaka apa? " tanya Bianca.
"kamu dan tante Risa mau misahin tamara sama Rio karena tamara itu gak baik buat Rio kan? " ucap Reygan.
"kok kaka tau? " tanya Bianca heran.
"sebelum kamu dikasih tau, kaka udah tau" ucap Reygan.
"emangnya kalo Bianca berusaha miskin tamara sama Rio kenapa? " tanya Bianca.
"kemungkinan besar kamu bakal terpikat dan bakal cinta sama Rio" ucap Reygan.
"hah! gak mungkin! " ucap Bianca.
"bii.. misahin mereka itu susah! Rio udah kena hasut tamara" ucap Reygan.
"cara kamu misahin mereka pasti dengan cara kmu dan rio harus saling memiliki.. kamu harus bikin Rio cinta kan? dan kemungkinan besar, rencana kamu akan kena kamu sendiri.. kamu akan lebih cinta dan sayang sama rio" ucap Reygan.
"gak mungkinn-" ucap Bianca terpotong.
"gak ada yang gak mungkin! " ucap Reygan.
Bianca yang mendengar perkataan Reygan langsung terdiam dan berpikir.
"kaka dukung kamu kok bii.. tapii, kamu harus jaga diri disana.. Tamara orang nya licik" ucap Reygan.
"kok kaka kaya kenal banget sama tamara? " tanya Bianca.
"emm.. k-kaka pernah disuruh tante Risa untuk menyelidiki dia" ucap Reygan.
"ohh yaudah kak.. Bianca bakal lebih hati²" ucap Bianca.
Reygan mengelus kepala Bianca sambil tersenyum.
"belum waktunya kamu tau bii" ucap Reygan dalam hati.
.
.
.
.
.
pulang kemudian.
dirumah.
"bii.. barang² kamu udh bunda beresin.. besok pagi kamu dan Rio akan langsung pergi ke Jakarta" ucap Laras.
"iya bun.. makasih" ucap Bianca.
Bianca langsung pergi ke kamarnya.
.
.
.
.
dikamar.
"semoga disana aku bisa jalanin rencana ini dengan baik.. aku masih takut sih kalo untuk serumah sama Rio.. tapi mau gimana pun dia udh jdi suami aku" ucap Bianca sendiri.
.
.
.
Bianca mengganti bajunya dan bersih².. setelah itu dia tidur di kamar kesayangannya yang akan dia tinggal.
.
.
.
.
.
(like, komen, vote yaa..biar author makin semangat up nya)