UNTITLED

UNTITLED
menggoda



hujan diluar sudah mereda, namun cuacanya masih mendung.


baru saja Rio melihat berita, bahwa sekarang diperkirakan sudah masuk musim Hujan.


Rio melihat Bianca yang sedang berjalan menghampirinya dengan pakaian rapi.


"Rio, gw mau keluar ya.. bosen" ucap Bianca.


"ngapain?" tanya Rio.


"jalan jalan aja, gw bosen" ucap Bianca.


"yah, boleh yah?! oke boleh makasih" ucap Bianca tanpa Mendengar jawaban Rio terlebih dahulu.


Bianca berjalan excited untuk pergi.


Rio dengan cepat menangkap tangan Bianca dan menariknya hingga terjatuh ke pangkuannya.


Rio memeluk erat seakan tak ingin Bianca lepas.


"Lo tau gak sih?! tadi gw liat berita, Sekarang udh mulai Musim hujan.. mending Lo dirumah aja gak ush kelayapan" ucap Rio.


"musim hujan?" tanya Bianca bingung.


"iyaa, jadi Lo gak boleh kemana mana dan gw bakal larang Lo buat kemana mana" ucap Rio.


"gw bosen banget Rio. gw pengen jalan jalan" ucap Bianca.


"nurut sama suami" ucap Rio.


Bianca cemberut.


"yaudah iya" ucap Bianca.


"good girl" ucap Rio mengelus kepala Bianca.


"yaudah sekarang kita Kekamar yu" ajak Rio.


Bianca hanya mengikuti apa permintaan Rio itu.


di kamar.


tidak ada yang spesial Seperti kemarin, namun kehangatan pelukan Rio lebih dari kehangatan pelukan kemarin.


"sekarang Lo ganti baju gih" ucap Rio.


Bianca pun menurutinya.


ia berjalan mendekati lemari, dan mengambil pakaiannya untuk menggantinya.


lalu ia berjalan menuju kamar mandi.


tak lama kemudian, Bianca keluar dari kamar mandi.


Rio yang sedang duduk di kasur, tercengang saat melihat Bianca keluar dari kamar mandi.


pakaian Bianca sangat terbuka.


Ia hanya memakai tanktop dan celana pendek.


Bianca menghampiri Rio dengan wajah cemberutnya.


"udah! terus Lo mau Suruh gw apa lagi hah?!" ucap Bianca yang sepertinya badmood.


"l-lo kok pake baju gini?" tanya Rio gugup karena ia tak pernah melihat Bianca dengan pakaian yang sangat terbuka seperti ini.


"gerah" ucap Bianca sambil mengikat rambutnya.


Rio semakin terpesona dan tak bisa menahan hawa nafsunya itu.


"Lo kenapa harus pake baju gini sih Bii.. Lo mau mancing gw?! " batin Rio terus memandangi tubuh Bianca.


leher, lengan, dan Paha yang sangat indah itu membuat hawa nafsu Rio tak terkontrol.


Rio Menarik Bianca duduk di pangkuannya.


"Rio, Lo jangan macem macem ya.. gw cuman gerah aja" ucap Bianca.


"gerah apa pengen goda gw hah?! Lo gak liat cuaca diluar mendung, Lo bilang gerah?!" ucap Rio.


"tapi gerah bangett" ucap Bianca.


"Lo tuh mau goda gw ya?! kalo mau cari alesan tuh yang masuk akal" ucap Rio.


"gw gak nyari alesan! gw emng gerah" ucap Bianca.


"ah udh, gak ush banyak Omong! kalo Lo goda gw, layanin gw sekarang!" ucap Rio.


"t-tpi gw gak goda Lo Rio! Gw udh pernah bilang kalo gw belum siap, masa gw mau goda Lo!!" ucap Bianca.


Rio tak menjawabnya, dan hawa nafsunya tak bisa ia kontrol.


Ia membalikkan posisi duduk Bianca menjadi menghadap nya.


"gw gak bisa ngontrol hawa nafsu gw bii" ucap Rio menatap lesu pada Bianca.


Bianca menatapnya dengan ketakutan dan ia masih kebingungan tentang pilihannya.


"apa sekarang gw bakal kasih keperawanan gw sama dia? " Batin Bianca yang masih kebingungan.


"g-gw takut" ucap Bianca pada Rio.


Rio mengelus kepala Bianca.


tak menjawab apa apa, tapi Rio langsung melahap Bibir Bianca dengan ganas.


bianca meremas baju Rio.


ia ingin menghentikan Rio, namun Rio semakin ganas, membuat Bianca tak bisa melakukan apapun.


Rio menjatuhkan tubuhnya dan Bianca pada kasur.


posisi nya sekarang, Rio berada diatas dan Bianca dibawah tanpa melepaskan Bibirnya dari bibir Bianca.


Rio melepas bibirnya dan menatap Bianca yang ternyata sedang menangis.


"hey, kok nangis" ucap Rio menghapus lembut Air mata bianca.


"g-gw takut.. g-gw belum siap.. g-gw belum bisa nurutin apa yang Lo mau" ucap Bianca terbata bata akibat menangis.


Rio menatap Bianca kasihan, ada juga tatapan kecewa, namun ia menutupinya dengan senyumannya.


Ia mengelus kepala Bianca.


Rio bangun dari Posisinya sekarang, lalu duduk disamping Bianca yang masih di posisinya.


"gw cuman mau itu doang kok, gak yang lain" ucap Rio.


Bianca menatap Rio.


"t-terus Lo buka kancing, b-buat apa?" tanya Bianca gugup.


"gw gerah aja, sama kaya Lo" ucap Rio berbohong, dan menutupi kebohongannya itu dengan senyumannya yang juga palsu.


"o-oh" ucap Bianca pura pura tak tau bahwa Rio sedang berbohong.


Bianca bangun dari Posisinya dan duduk.


"yaudah, klo gitu gw ganti baju dulu ya" ucap Bianca.


Rio hanya mengangguk.


Bianca mengambil baju nya dari lemari dan berlari ke kamar mandi.


ia mengunci pintu nya.


Bianca terduduk lemas dilantai.


"kenapa sakit banget liat Rio kecewa kaya gitu " batin Bianca meneteskan air mata.


sedangkan Rio yang sedang duduk di Kasur hanya melamun.


"kenapa sakit banget ditolak sama Bianca kali ini " batin Rio.


Entah apa yang mereka pikirkan selanjutnya.


namun hari ini, mereka lewati dengan kecanggungan masing masing.


malam hari.


cuaca lagi lagi mendung.


sepasang suami istri yang diterpa kecanggungan itu, sedang sibuk dengan Handphone nya masing masing.


Entah apa yang sedang mereka Lakukan dengan Handphone nya, hingga mendiamkan satu sama lain.


Keheningan Dalam rumah itu seketika buyar saat handphone Bianca berbunyi.


Nada dering telfon dari Luna ternyata yang membuat keheningan itu buyar.


Bianca mengangkat telfon dari Luna.


"halo"


[ halo bii, Lo kenapa? sini cerita ]


"jangan sekarang ya, gw lagi sama Rio" berbisik.


[ oh oke, besok kita ketemuan aja ya ]


"iya, bye"


telfon pun dimatikan.


"siapa?" tanya Rio.


"Luna" ucap Bianca.


"oh" ucap Rio.


Pembicaraan pun terhenti disitu.


suasana menjadi hening, dan canggung kembali.


Rio yang tak ingin suasana Rumah itu hening, menyalakan Tv nya.


namun ia tak Menontonnya.


Bianca melirik Rio yang sedang fokus pada handphone nya sejak tadi.


Bianca menjadi penasaran, apa yang membuat Rio sangat fokus terhadap handphone nya itu.


"Lo ngapain sih? kok fokus banget" tanya Bianca heran.


"lgi chatan sama cewe" ucap Rio tanpa mengalihkan pandangannya pada handphone nya.


Bianca tertawa kecil.


"ohh, yaudah lanjutin" ucap Bianca.


Rio menoleh pada Bianca.


"kok Lo gak cemburu sih?!" ucap Rio.


"ngapain cemburu.. gw tau, cewe yang Lo maksud itu mamah Lo kan" ucap Bianca.


"cih, kok tau sih" ucap Rio.


"gak ush sok banyak cewe.. gw tau Lo setia sama gw" ucap Bianca.


"yayaya, terserah" ucap Rio.


Bianca hanya tertawa kecil melihat Rio yang kesal karena rencananya itu tak berhasil.


...----------------...