
TOK TOK TOK.
seseorang mengetuk pintu kamar Bianca.
Bianca pun membukakan pintunya.
"disuruh kebawah" ucap seseorang itu.
"gak bisa, gw cape mau istirahat" ucap Bianca yang langsung menutup pintunya.
TOK TOK TOK.
"apalagi sih!!!" ucap Bianca kesal.
"gw disuruh bunda Lo!" ucap Seseorang itu lagi.
"ya klo gw gak mau ya gamau rioooo!!!" ucap Bianca.
"ya harus mau!" ucap Rio yang langsung menarik Bianca menuju ruang makan.
.
.
.
sesampainya diruang makan.
"nih orangnya!" ucap Rio.
"nah.. bii, kita makan bareng sama om Adit, Tante Risa dan Rio ya" ucap Laras.
"gak bisa Bun, Bianca cape" ucap Bianca yang langsung pergi ke kamarnya.
.
.
.
.
.
pagi hari kemudian.
TOK TOK TOK.
"Bii.. udah siap blom? ayok Kaka anter ke kampus" ucap Reygan dari luar sana.
Bianca membuka pintunya.
"udah kak ayok" ucap Bianca.
Reygan dan Bianca pun menuju ke lantai bawah.
Bianca melihat ada Rio disana.
"Bun, yah.. Bianca pergi ke kampus dulu ya" ucap Bianca sambil menyalimi tangan kedua orang tuanya.
"bii! tdi malem kenapa kamu gak mau ikut makan bareng?" ucap Laras menatap tajam Bianca.
"Bianca cape, yaudah Bianca pergi dulu ya" ucap Bianca yang langsung menyelonong pergi.
"tunggu bii!" ucap Bayu.
"apa?" ucap Bianca menengok ke arah ayahnya.
"kamu pergi bareng Rio ya" ucap Bayu.
"gak usah yah!" ucap Reygan tiba².
"biar Reygan aja yang anterin Bianca.. yuk bii" ucap Reygan yang langsung menggandeng tangan Bianca.
"kalo perlu gak usah lagi kesini!" ucap Reygan nada rendah sambil berjalan menghampiri mobilnya.
Reygan dan Bianca masuk mobil, lalu Reygan langsung mengemudikan mobilnya.
.
.
.
.
sesampainya dikampus.
"kak.. Bianca duluan ya"
"oh iya, Kaka hari ini mau kemana?" tanya Bianca.
"gak tau, cuman Kaka gak mau pulang dulu kerumah.. pasti masih ada tu anak brengsek" ucap Reygan.
"loh? bukannya Kaka sama dia sekantor? terus emang hari ini Kaka gak kekantor?" tanya Bianca.
"gak tau.. Kaka lagi males" ucap Reygan.
"tapi kan Kaka asistennya Rio, harusnya Kaka tetep stand by sama Rio" ucap Bianca.
"males deket² sama dia" ucap Reygan.
"yaudah lah terserah Kaka, Bianca langsung masuk ya" ucap Bianca yang langsung menyalimi tangan Reygan.
Bianca pun masuk kedalam kampusnya, dan Reygan langsung pergi entah kemana.
.
.
.
.
Tringg..
bel masuk kelas berbunyi.
dosen pun masuk kedalam kelas.
"selamat pagi anak².. pagi ini kita kedatangan mahasiswa baru" ucap dosen itu.
tiba² ada seseorang yang tidak asing bagi Bianca masuk kedalam kelas.
"ini dia.. silahkan perkenalkan diri" ucap dosen.
"perkenalkan nama saya Rio" ucap seseorang itu yang ternyata adalah Rio.
setelah itu, Rio berjalan menghampiri bangku kosong yang berdampingan dengan Bianca.
"Lo ngapain sih kesini!" ucap Bianca kesal.
"gw ngampus disini!" ucap Rio.
"ya terus kenapa Lo duduk disini? kenapa gak ditempat lain aja sih! kan banyak yang kosong!" ucap Bianca kesal.
"gw maunya disini! gimana dong!" ucap Rio santai.
"haish nyebelin Lo!" ucap Bianca semakin kesal.
pembelajaran dimulai.
.
.
.
.
.
.
tringg..
bel istirahat berbunyi.
"oke anak², kalian boleh istirahat" ucap dosen yang langsung meninggalkan kelas.
Bianca hanya diam saya dibangkunya.
"woii! kekantin yuk, lu blom sarapan kan?" ucap Rio.
"g" ucap Bianca dingin tanpa menoleh.
"nanti gw yang dimarahin bunda Lo!" ucap Rio.
"mau atau gw tarik?" ucap Rio.
"g" ucap Bianca lagi dingin tanpa menoleh.
terpaksa, Rio langsung menarik Bianca menuju Kantin.
"woii apa²an sih!" ucap Bianca memberontak.
.
.
.
.
sesampainya di kantin.
Rio dan Bianca duduk.
"kasar Lo!" ucap Bianca.
"Lo yang nyebelin!" ucap Rio.
"sekarang Lo mau makan apa?" ucap Rio.
"g" ucap Bianca dingin.
"Lo kenapa sih!?" ucap Rio kesal.
Bianca langsung berdiri.
"Jangan deket² gw!" ucap Bianca yang langsung pergi meninggalkan Rio.
"haishh nyebelin banget tu orang!" ucap Rio.
.
.
.
dikelas.
"kenapa?" ucap Clarisa yang melihat Bianca kesal.
"rioo! dia ngampus disini! mana nyebelin banget lagi tu anak!" ucap Bianca.
"Rio ngampus disini?.. kayanya disuruh ortu kamu deh bii! soalnya kan kalian dijodohin, trus pasti ortu kamu dan ortu rio biarin Rio ngampus disini biar makin deket sama kamu" ucap Clarisa.
"iya juga ya, terus aku harus gimana biar mereka gak selalu maksa aku kaya gini!" ucap bianca
"coba pelan² kamu tumbuhin rasa cinta kamu ke Rio, lagi pula Rio udah setujukan sama perjodohan itu? tunggu apalagi?" ucap Clarisa.
"ya tpi kan aku gak cinta sama dia" ucap Bianca.
"cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa! coba deh kalo kamu udh nikah sama Rio, pasti kamu bisa lebih Deket dan banyak waktu buat Deket sama dia dan numbuhin rasa cinta di hati kamu dan hati Rio sekaligus" ucap Clarisa.
"tapi maksud aku tuh cara biar bisa jauh, bukan bisa Deket clar!" ucap Bianca.
"ya karena itu! karena gak ada cara buat ngejauh, ya berarti harus sebaliknya! kalian harus jdi lebih Deket" ucap Clarisa.
"huft.. yaudah deh aku pikir² dulu" ucap Bianca.
Clarisa tersenyum.
Tringgg...
bel masuk kelas berbunyi.
semua mahasiswa dan mahasisiwi masuk kembali ke kelasnya, begitu juga dengan dosen.
lalu pembelajaran langsung dimulai.
.
.
.
.
.
sepulang kampus.
"woy bii!" ucap Rio.
"Hm" ucap Bianca yang meladeni Rio dengan dingin.
"pulang bareng gw! ini perintah bunda Lo!" ucap Rio.
"hm" ucap Bianca.
merekapun pulang menggunakan mobil milik Rio.
.
.
diperjalanan.
"gimana?" ucap Rio tiba².
"apanya yang gimana?" ucap Bianca bingung.
"gimana keputusan Lo maksudnya.. jdi Lo mau Nerima perjodohan ini apa gak?" ucap Rio.
"g tau.. masih mikir" ucap Bianca tanpa menoleh.
"jangan kelamaan mikir" ucap Rio.
Bianca yang bingung langsung menatap tajam Rio.
"akhir² ininlo lagi kenapa sih? kok kayanya nuntut banget gw Nerima perjodohan ini?" ucap Bianca yang sudah Curiga sejak Rio menerima perjodohan ini.
"oke.. akhirnya Lo nanya juga!"
"jadi alesan gw mau Nerima perjodohan ini karena.. gw cinta sama Lo!" ucap Rio.
"hahahha.. emang gw percaya? ya gak lah" ucap Bianca.
"haish! percaya aja kek! biar gw gak usah ngasih tau yang sebenernya!' ucap Rio.
"ya makannya Lo kasih tau gw apa alesan Lo tiba² rubah sikap sama gw?" ucap Bianca.
"karena kejadian waktu di butik, malemnya mamah dan papah gw marah sama gw dan kecewa sama gw! mereka bahkan ngusir gw dari rumah.. mereka gak bakal bolehin gw tinggal dirumah sebelum gw terima perjodohan, dan rubah sikap gw ke Lo! yaudah karena gw gak mau jadi gelandangan gw terima aja perjodohan ini" ucap Rio bercerita.
"ohhhh.. pantesan Lo berubah, ternyata Lo gak mau jadi gelandangan" ucap Bianca.
.
.
.
.
.
skip rumah.
"udah sana Lo pulang! jangan kesini lagi klo perlu!" ucap Bianca yang sudah turun dari mobil Rio.
"gw juga gak mau kali terus²an ketemu Lo! cuman karena gw gak mau jdi gelandangan aja makannya gw kek gini!" ucap Rio.
"yaudah sana!" ucap Bianca.
Rio pun langsung melajukan mobilnya tanpa berkata apapun.
Sedangkan Bianca langsung masuk ke rumah.
.
.
.
.
.
.
(like, komen, vote yaa.. biar author makin semangat up nya)