
pada pagi hari sekali, Rio sudah bersiap siap untuk pergi ke kantornya.
"tumben Lo pagi pagi banget udah siap" ucap Bianca yang masih terduduk di kasur, baru saja Terbangun.
"gw mau meeting jam 8, setelah itu gw free.. gw mau nge gym" ucap Rio yang masih sibuk dengan pakaiannya.
"nge gym? sejak kapan?" tanya Bianca.
"gw udh nge gym dari dulu, Lo aja gak tau" ucap Rio.
"ohh, yaudah" ucap Bianca.
"Lo siap siap, gw mau ngajak Lo ketempat gym gw" ucap Rio.
"iya, sana Pergi" ucap Bianca.
Rio pun berjalan Keluar kamar dan Pergi.
Bianca yang masih Setengah sadar itu memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.
..
Bianca terbangun pada jam 11 siang.
Tadinya Bianca ingin bangun jam 8 pagi karena akan mencuci pakaian pakaian nya dan Rio, tetapi ia malah Dibangunkan oleh Alarm nya itu pada jam 11 siang.
aneh.. padahal Bianca sudah Memasang alarm nya pada jam 8 pagi kemarin malam.
Akhirnya Bianca bangun, langsung mencuci muka dan menggosok giginya.
setelah itu, ia turun kebawah menuju tempat mesin cuci baju yang terletak di pojok Rumah, dekat Dapur.
ia memasukkan pakaian pakaian nya dan pakaian pakaian Rio, lalu Memencet tombol tombol yang ada di Mesin cuci itu.
pakaian pakaian pun digiling oleh Mesin cuci.
Sambil Bianca menunggu, Bianca duduk dan bersantai di ruang santai yang terletak tidak jauh dari dapur.
ia menonton tv, dan Juga memainkan Handphone nya ber telfonan dengan Rio.
call with Rio.
[sayang, gw otw pulang ]
" apaan sih lo, gw tabok ya "
[apa? ]
" gausah manggil sayang sayangan, jijik "
[ yayaya, terserah Lo.. ini gw udh dijalan, Lo cepetan siap siap ]
" gw lagi nyuci baju "
[ ngapain sih, Lo bukan pembantu ]
" bukannya kata lo, kewajiban istri itu ngurus rumah?"
[ iya, tpi ngurus suami kewajiban istri yang paling utama ]
" iya iya, yaudah gw siap siap sekarang "
[ hmm ]
call with Rio off.
akhirnya Bianca mematikan mesin cuci yang baru saja dia nyalakan itu.
lalu ia bergegas bersiap siap.
tak lama, Bianca selesai bersiap siap.
mandi, memakai baju dan sedikit berdandan menghabiskan waktu 20 menit.
outfit yang Bianca kenakan.
Rio belum juga sampai.
ia memutuskan untuk menunggu Rio di lantai satu.
tak lama kemudian, Rio datang.
Rio terdiam saat memandang Bianca dengan pakaian Seperti itu.
"sana Lo ganti baju" ucap Bianca pada Rio.
"Lo yakin mau pake baju ginian kesana?" tanya Rio yang berjalan menghampiri Bianca.
"kenapa emangnya?" tanya Bianca.
"di gym itu bukan cuman ada gw doang bii, disana ada banyak orang! Lo mau pamerin perut Lo ini ke Semua orang?.. bahkan gw suami Lo aja baru pertama kali" ucap Rio.
"sewa tempat aja klo Lo gak mau orang orang liat gw kaya gini" ucap Bianca.
"tunggu tunggu.. kok Lo mau pake baju ginian sih? bukannya Lo gak nyaman pake baju terbuka kaya gini?" tanya Rio yang mengetahui itu dari Mertuanya.
"kok Lo tau?" tanya Bianca.
"bunda Lo ngasih tau ke gw" ucap Rio.
"emm, sebenernya gw emng gak nyaman.. tpi kan Lo suami gw, gapapa kan gw pake baju gini didepan lo?" ucap Bianca.
"y-ya gapapa.. Lo nya gapapa emangnya klo gw liatin terus itu" ucap Rio.
"ya jangan diliatin terus lah, cih dasar mesum" ucap Bianca.
" terserah Lo deh, gw mau ganti baju, habis itu mau sewa tempat gym" ucap Rio.
"yaudah sana" ucap Bianca.
Rio pun berjalan menuju lantai dua, tempat kamarnya berada.
Bianca yang bosan menunggu, akhirnya Pergi menuju dapur untuk memasak makanan untuk di tempat gym nanti.
..
setelah Bianca selesai memasak, ia memasukan masakannya itu pada Tempat bekalnya.
ia membawa nya dan menaruhnya di meja dapur, lalu ia meninggalkannya ke kamar untuk menyusul Rio.
Bianca membuka pintu saat Rio sedang berpakaian Sambil menelfon seseorang.
Rio sedang mengenakan Baju nya, tetapi sepertinya ia kesusahan.
Bianca menghampirinya dan langsung membantunya memakaikan bajunya.
Rio hanya Tersenyum melihat perhatian Bianca.
outfit yang Rio kenakan.
setelah selesai menelfon, Rio mematikan telfonnya.
"telfonan sama siapa sih? sampe gak fokus pake bajunya" ucap Bianca.
"oh" ucap Bianca singkat.
Wajah Bianca seketika berubah masam.
"cih cemburu.. gw emng lagi telfonan sama cewe gym, buat sewa Tempat gym.. gak ush Cemburu gitu" ucap Rio.
"yayaya terserah Lo, gw gak peduli" ucap Bianca.
Bianca berjalan pergi keluar kamar.
Rio tertawa kecil melihat tingkah Bianca.
setelah semua selesai, Rio dan Bianca langsung pergi menuju tempat gym.
Tak lama, mereka akhirnya sampai di tempat itu.
sebelum mereka keluar, Rio meresleting jaket yang Bianca kenakan.
Bianca tersenyum dengan perhatian Rio itu.
Rio menggandeng Bianca masuk.
Rio berbincang soal tempat gym sewaan nya itu dengan yang mengurus nya.
Pengurusnya itu pun mengantar Rio dan Bianca Ke ruangan Gym sewaan Rio.
Pengurus itu meninggalkan Mereka berdua.
Tempat gym yang mereka sewa itu berada dalam ruangan yang sedikit besar.
Rio dan Bianca masuk, dan Rio langsung mengunci pintu tempat itu.
"kenapa dikunci?" tanya Bianca.
"ntar ada yang masuk gimana?" ucap Rio.
"emangnya kali ada yang masuk kenapa?" tanya Bianca lagi.
"ntar ada Yang liat Lo pake baju ginian" ucap Rio yang sedang menatap Bianca membuka jaketnya.
Bianca mengiyakan nya saja.
Rio berjalan mendekati Bianca yang sedang duduk di sofa yang disediakan disana sambil membuka bajunya.
"e-eh Lo mau ngapain?!" ucap Bianca ketakutan.
"hah? apa? gw cuman mau nyimpen baju ini" ucap Rio menyimpan bajunya di samping sofa yang Bianca tempatkan.
"o-oh, gw kira Lo mau ngapain" ucap Bianca.
"haha, Lo tuh pikirannya kotor Mulu sama gw ya" ucap Rio.
"cih, Lo nya aja yang bikin gw pikir yang engga engga" ucap Bianca.
Rio hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
Ia Menarik bianca.
lalu berjalan menuju salah satu Alat gym.
"Lo baru pertama kali kan? gw ajarin ya" ucap Rio.
Bianca mengangguk.
Rio memberi tau cara nya dan juga mengajarkan caranya.
Bianca tersenyum melihat keseriusan Rio dalam Mengajarkan Bianca.
ia menatap Bibir Rio yang sedari tadi menjelaskan tanpa henti.
ia tersenyum dan tanpa henti menatap Bibir Rio tanpa Mendengarkan apa yang dijelaskan Rio.
Rio menyadari tatapan Bianca itu.
ia tersenyum melihat tatapan Bianca yang begitu dalam.
"kayanya Lo lebih tertarik sama olah raga ini" ucap Rio.
ia Menarik Bianca dan Memojokkan Bianca pada dinding.
Lalu ia mengunci tubuh Bianca.
Tanpa banyak basa basi, Rio langsung melahap Bibir Manis Bianca dengan kerakusan.
tak ada yang bisa Bianca lakukan, ia hanya bisa diam.
namun dalam diamnya, ia menikmati nya.
entah apa yang merasuki Bianca, namun Ia mulai tertarik dengan apa yang Rio lakukan ini.
ia dengan ragu mengalungkan lengannya pada leher Rio.
Rio menjatuhkan Tubuhnya Dan tubuh Bianca pada sofa.
Bianca berada dibawah, Rio berada diatas.
Rio semakin ganas, membuat Bianca kehabisan Nafas.
keringat bercucuran dari keduanya saat Rio melakukannya Selama 10 menit.
Rio menyudahinya dan melakukannya tak sampai melewatkan batas.
Rio kembali berposisi duduk, juga Bianca yang sedang kehabisan nafas itu.
"gimana? Lo lebih suka Olahraga ini kan?" ucap Rio.
Bianca tak menjawab nya karena ia sangat kehabisan nafasnya.
Rio tertawa kecil melihat Bianca kehabisan nafas.
Rio mengelap keringat Bianca dengan baju yang ia lepas tadi itu.
Rio juga mengambil minum untuk Bianca.
ia membantu Bianca minum.
"Lo baru gini aja udah ngos ngosan setengah mati, gimana nanti kalo gw mau buat Dede bayi" ucap Rio.
"udh diem Lo, gak usah banyak omong" ucap Bianca.
Rio tertawa kecil.
"yaudah, Lo mau ikutan olahraga yang beneran gak nih?" tanya Rio.
"ga deh, gw mau istirahat.. cape banget gara gara Lo" ucap Bianca.
"yaudah istirahat aja, terus biasain Biar nanti kalo gw mau buat Dede bayi, Lo gak bakal habis nafas sampe kaya gini" ucap Rio yang sedang berjalan menuju salah satu alat gym.
Bianca tak ingin menanggapinya.
Rio pun memulai Menggunakan alat alat gym itu, sedangkan Bianca hanya menatap nya dari kejauhan dengan kagum.
...----------------...