UNTITLED

UNTITLED
kata kata romantis



mereka Sampai rumah pada malam hari, karena setelah pulang dari menjenguk Agra, Rio membawa Bianca berjalan jalan.


Rio mengajak Bianca kekamar.


walaupun Bianca terlihat baik baik saja, tetapi Rio merasakan jiwa Bianca masih merasa tidak tenang.


"bii.. kalo Lo ada sesuatu, bilang ke gw ya. gw masih merasa bersalah sama Lo" ucap Rio.


"merasa bersalah kenapa?" tanya Bianca heran.


"gw ngerasa ini semua karena gw" ucap Rio.


"karena Lo gimana maksud nya?" tanya Bianca.


"ya karena gw asal pergi.. akhirnya lo nyariin gw dan malah ketemu Agra" ucap Rio.


Bianca menghela nafasnya.


"Lo gak usah lebih lebihin Masalah ini deh rioo.. Lo gak usah merasa paling salah diantara kita.. kita berdua tuh gak ada yang salah, Agra nya aja yang bejat" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"kenapa senyum senyum?" tanya Bianca.


"gapapa, Lo cantik" ucap Rio.


"aduh, mau apa lagi Lo hah?!" ucap Bianca.


"engga, gw gak mau apa apa" ucap Rio.


Mereka tak melanjutkan perbincangannya.


saat malam sudah larut, Bianca menuju kasurnya dan menidurkan dirinya disamping Rio yang sudah merebahkan dirinya sejak tadi disana.


Bianca menatap Rio.


"Rio" panggil Bianca membuat Rio menoleh kearahnya.


Rio mendekatkan tubuhnya pada Bianca, dan memeluk pinggang Bianca.


"apa cantik" ucap Rio.


"gw masih penasaran soal omongan Lo yang tadi siang dikantor" ucap Bianca meminta penjelasan.


"yang mana?" tanya Rio.


"itu loh, yang Lo suruh gw jaga diri karena Lo gak bisa terus ada disamping gw.. maksud Lo apa sih?.. Lo gak bakal ninggalin gw kan?" ucap Bianca.


suasana kamar menjadi serius.


"bukan apa apa.. gw cuman nyuruh Lo jaga diri, siapa tau ntar gw pergi keluar kota buat kerja" ucap Rio.


Bianca mengangguk mengerti.


namun dalam lubuk hati nya yang paling dalam, dirinya tak tenang dengan jawaban Rio itu.


"gw bingung sama Lo.. padahal gw cuman ngomong hal sepele, kenapa Lo inget sampe sekarang. kan gw ngomong gitu buat Lo, biar Lo lebih berhati hati dan lebih jaga diri" ucap Rio.


"perasaan gw gak enak" ucap Bianca.


Perasaan Rio yang tadinya baik baik saja, kini malah menjadi tak tenang.


"gw gak mau Lo tau tentang Omongan Kaka lo.. tapi entah kenapa, Lo selalu buat gw gak tega buat terus nyembunyiin ini.. maafin gw ya, mungkin jalan terbaiknya gw harus nyembunyiin ini dari Lo" batin Rio.


Rio mengelus Kepala Bianca untuk menenangkan Bianca.


"gw bakal selalu ada disini sama Lo Bii.. tenang ya" ucap Rio mengecup kening Bianca.


Bianca mengangguk dengan senyuman manis nya itu.


"gw punya satu pertanyaan lagi" ucap Bianca.


"apa hm?" tanya Rio.


"gw masih bingung sama perasaan Lo.. Lo tuh beneran sayang sama gw apa engga sih?" tanya Bianca.


Rio tercengang mendengar pertanyaan Bianca itu.


ia tertawa juga karena melihat kepolosan Bianca.


"bisa gak Lo itung Berapa kali gw Ngomong sayang ke Lo?" tanya Rio.


"emm, gw gak bisa itung.. tapi itu lumayan banyak" ucap Bianca.


"ucapan sayang gw ke Lo itu cuman 4% tanda sayang gw ke Lo.. 96% nya masih gw simpen dan jaga baik baik di hati gw" ucap Rio.


Bianca tertawa terbawa perasaan.


"sekarang gw mau nanya balik sama Lo soal itu" ucap Rio.


"Lo tau gak berapa kali gw ngomong sayang ke Lo?" tanya Bianca.


"jarang" ucap Rio.


"iya.. karena ucapan sayang itu gak menjamin perasaan sebenernya.. sejarang jarang nya gw bilang sayang ke Lo, tapi gw punya 101 cara buat nunjukin 101% rasa sayang gw ke Lo" ucap Bianca.


Rio tercengang mendengar ucapan Bianca itu.


"gw kira kata kata gw paling romantis, ternyata kata kata Lo 1000 kali lebih romatis dan bikin gw gak bisa ngomong apa apa lagi" ucap Rio.


"Lo tau, gw diajarin itu sama mamah Lo tau" ucap Bianca.


"oh ya?" ucap Rio.


"iya.. Dia pernah bilang ke gw kaya gitu.. itu buat Lo" ucap Bianca.


Rio menatap Bianca penuh tanda tanya.


"gw denger, Lo jarang bilang Sayang ke mamah Lo .. mamah Lo selalu berfikir positif tentang itu dan mikir kalo rasa sayang Lo itu besar sampe gak bisa diungkapin lewat kata kata" ucap Bianca.


"mamah ngomong gitu?" tanya Rio.


"iya.. dan gw harap, ekspektasi mamah lo itu sesuai sama kenyataan perasaan Lo" ucap Bianca.


Rio hanya terdiam.


Bianca tersenyum.


ia mencium pipi Rio.


"udah gak usah dipikirin.. gw ngantuk, pengen tidur" ucap Bianca.


"iya, Lo tidur duluan aja ya" ucap Rio.


"gamau, gw pengen tidur barengg.. pengen dielus elus juga sama Lo" ucap Bianca manja.


"cih, istri gw jadi manja ya sekarang" ucap Rio mencubit gemas pipi Bianca.


Rio pun menuruti permintaan sang istri.


Ia mengelus kepala Bianca untuk menidurkan nya.


tak lama kemudian, bianca tertidur karena Elusan lembut Rio yang selalu Rio lakukan pada dirinya dan sudah menjadi candunya.


Rio tersenyum saat melihat Bianca sudah tertidur pulas.


"gw sayang sama Lo.. sayangg banget. semoga semua Masalah ini cepet selesai dan kita bisa hidup berdua tanpa ada masalah" batin Rio.


setelah itu Rio pun menidurkan dirinya.


..


pagi hari.


Bianca terbangun karena mendengar Suara berisik dari arah dapur.


Ia menghampirinya Karena penasaran.


sesampainya di dapur, ia melihat Rio disana.


ia sangat bingung dengan apa yang dilakukan Rio disana.


Bianca menghampirinya.


"ngapain?" tanya Bianca.


Rio menoleh.


"udah bangun?" tanya Rio.


"iyaa...Lo ngapain?" tanya Bianca balik.


"gw lagi bikin sarapan buat Lo. spesial!" ucap Rio tersenyum.


"sarapan spesial? apa tuh?" tanya Bianca kembali.


"ada deh. mending Lo duduk dulu" ucap Rio.


"gw bantu ya" ucap Bianca.


"engga. ini kan spesial buat Lo, jadi harus gw sendiri yang bikin" ucap Rio.


"yaudah" ucap Bianca menghampiri meja makan dan duduk.


tak lama kemudian, makanan disajikan oleh Rio.


"nih, makanan spesial buat Lo" ucap Rio menyajikan makanan yang ia buat untuk sang istri, bianca.


Rio duduk disamping Bianca.


"cobain" ucap Rio.


Bianca mengangguk.


ia pun mencobanya.


Bianca tercengang karena rasanya...


"ENAKK" teriak Bianca.


"beneran enak?" tanya Rio dengan excited.


Bianca mengangguk sambil tersenyum dan melanjutkan makannya.


Rio senang masakannya itu dimakan oleh Bianca, bahkan sampai dipuji.


Ia tak pernah mendapatkan ini dari mantan pacarnya yang sebelumnya.


baik Luna dan Tamara.


Rio sangat Merasa dihargai dan Sangat bahagia Memiliki Bianca.


Bianca selalu bisa melengkapi apa yang belum pernah Rio rasakan.


kecuali..


"gak gak! gw gak boleh berfikir kaya gitu! suatu saat nanti Bianca bakal kasih itu kok.. ini masalah waktu " batin Rio.


Bianca pun telah menghabiskan Makanannya.


Rio pun membersihkannya dan menghampiri Bianca Yang sedang duduk santai di sofa sambil menonton.


mereka menghabiskan pagi ini hanya dengan menonton.


...----------------...