
empat malam telah Rio lewati tanpa Melihat senyum indah yang biasa Terpancar dari bibir manis Bianca.
Selama empat malam Rio tidur di kursi samping Bianca.
ia tidur paling lama hanya Sekitar tiga jam , karena dirinya masih dengan keresahan.
bagaimana bisa ia tidur nyenyak sedangkan kondisi Bianca sedang seperti ini.
jam menunjukan pukul delapan pagi, namun Rio masih tak mau Beranjak dari kursi itu.
beberapa orang sudah membujuknya untuk keluar dan beraktivitas, namun Rio tetep duduk tanpa berpindah sedikitpun.
Reygan masuk ke dalam kamar.
ia menghampiri Rio.
"gw tau Lo pengen nemenin Bianca disini, tapi Lo juga harus tetep beraktivitas. Lo juga belum sarapan, mendingan sekarang kita sarapan" ucap Reygan.
"Gw pengen makan masakan Bianca" ucap Rio.
Reygan menghela nafasnya.
"Rio. Lo yang kaya gini tuh bikin semua orang sedih tau ga. Bianca juga pasti sedih kalo tau Lo kaya gini" ucap Reygan.
Tak ada jawaban apapun dari mulut Rio.
Reygan kembali menghela nafas nya.
"Lo mau makan apa? biar gw Yang Beli" ucap Reygan.
"gw mau masakan Bianca" ucap Rio.
Reygan yang sudah mulai kesal itu menarik tangan Rio keluar Kamar Bianca.
Di luar kamar, Rio menghempas tangan Reygan dari tangannya.
"kenapa sih??!!!" ucap Rio dengan nada tinggi.
"Lo yang kenapa!!" ucap Reygan tak kalah tinggi.
"Rio, Lo pikir cuman Lo doang yang sedih sama keadaan Bianca sekarang?!!! Gw, bunda, ayah.. Lo pikir kita ga sedih hah?!!! kita semua sedih Rio!!"
"tapi kita ga kaya Lo!! Lo pikir dengan sikap Lo yang kaya gini, Lo yang terlalu sedih kaya gini nunjukin kalo Lo yang paling sayang sama Bianca hah?!! pernah Bianca bilang kaya gitu?? pernah Bianca bilang kalo orang yang paling sayang sama dia itu, orang yang terlalu sedih sama Keadaan dia!! pernah ga Bianca bilang gitu?!!!!" ucap Reygan panjang lebar dengan nada tinggi.
Rio hanya diam mendengarkan Ucapan kakak ipar nya itu.
"Lo pikir gw ga sedih liat Keadaan Ade gw satu satunya? Lo pikir gw Ga sedih dengan kabar kalo Bianca keguguran dan besar kemungkinan Bianca ga bisa hamil lagi?! gw juga sedih Rio! mungkin jauh lebih sedih dari Lo. tapi gw sadar, kesedihan gw ga bakal bisa bikin kondisi Bianca kaya semula lagi!"
"coba Lo pikir. Dengan Lo kaya gini, apa bisa balikin anak Lo ke rahim Bianca lagi? apa bisa balikin 90% kemungkinan ga bisa hamil Bianca itu jadi kaya semula lagi?" ucap Reygan.
Rio masih terdiam dan mencerna omongan Reygan.
tiba tiba seorang Pria datang menghampiri mereka dan melerai mereka.
"ada apa ini?!" ucap pria itu.
Rio menoleh.
"papah?"
"Rio! gimana kondisi Bianca sayang?" tanya Seorang Wanita yang datang dari belakang Adit.
"mamah?" ucap Rio dengan bingung.
"kalian ada disini? bukannya Kalian sibuk sama perusahaan?" ucap Rio terpotong.
"kita ngobrol sambil duduk aja ya" ucap Risa.
"permisi pah, mah.. Reygan pergi dulu ya" ucap Reygan berpamitan dengan Adit dan Risa.
"iya Rey.. maaf kita baru bisa kesini sekarang ya" ucap Risa.
"gapapa mah" ucap Reygan yang kembali berpamit dan pergi.
ketiga nya duduk.
"kita kesini karena Kita dapet kabar dari Reygan soal kecelakaan Bianca. Gimana keadaan Istri kamu?" tanya Adit.
Rio menunduk.
"Bianca koma mah, pah" ucap Rio.
"terus soal...." ucap Adit Menggantung ucapannya.
"iya. Bianca keguguran dan sembilan puluh persen ga bisa hamil lagi" ucap Rio.
Risa berkaca kaca.
ia ingin menangis, namun ia tak mau membuat Sang putra nya semakin sedih.
Risa mengusap kepala Rio.
"makasih ya mah, pah" ucap Rio.
Keduanya mengangguk.
"oh iya, mamah denger kamu belum sarapan. Kita makan yuk nak" ajak Risa.
Walau sebenernya Rio tak ***** makan, namun ia mengangguk menyetujui Ajakan Risa.
Ia hanya tak enak menolaknya.
Risa Membawa Rio makan di kantin rumah sakit, sedangkan Adit menyusul dan Mengobrol dengan Bayu yang sedang berada di rumah Rio dan Bianca.
di kantin, Risa menatap Rio yang sedang makan dengan lahap.
"Rio" panggil Risa.
Rio langsung mematung mendengarnya.
Ia tiba tiba teringat Dengan Bianca, karena Biasanya Bianca memanggilnya seperti itu.
"Rio" panggil Risa sekali lagi.
Rio terbangun dari lamunan nya.
"i-iya mah?" ucap Rio.
"lagi mikirin apa sih sayang. Bianca?" ucap Risa sembari membereskan Rambut Rio yang acak acakan.
Rio tersenyum tipis menanggapinya.
"engga mah" ucap Rio.
"ga usah boong. keliatan tau" ucap Risa.
Rio Terdiam.
"udah ga usah dipikirin, kamu makan yang banyak ya biar ga sakit" ucap Risa.
Rio mengangguk.
..
dokter datang untuk memeriksa kondisi Bianca.
"gimana kondisi Bianca dok?" tanya Rio.
"kondisi Bianca masih belum membaik. sepertinya akan butuh waktu yang lama Untuk Bianca kembali tersadar" ucap Dokter.
"kira kira paling lama Sampai kapan?" tanya Rio kembali.
"untuk kasus ini, banyak pasien yang mengalami Koma paling sebentar dua bulan, dan paling lama satu tahun dan ada juga Yang sampai... meninggal" ucap Dokter nya.
Rio mematung, mata nya berkaca kaca.
"jadi saya harus nunggu paling sebentar dua bulan buat liat Bianca bangun?"
"saya belum bisa pastikan pak, karena ini hanya perkiraan kasus pasien pasien sebelum nya yang seperti ini" ucap dokter.
Rio menggeleng.
"apa yang harus saya lakuin supaya Ga harus habisin Waktu selama itu buat liat dia bangun dok?!!!"
"pak Rio berdoa saja, semoga mukjizat datang pada Bianca dan Bianca bisa bangun secepat nya" ucap Dokter.
"kalo begitu saya tinggal ya pak" ucap dokter itu yang langsung pergi.
Rio terduduk lemas Di Kursi samping Bianca.
ia menggengam tangan Bianca erat.
"bii, masa gw harus nunggu dua bulan buat liat senyum Lo lagi? gw ga bisa bii"
"dan dua bulan Itu masih perkiraan Yang paling sebentar. perkiraan paling lama itu satu tahun, gw ga bakal sanggup kalo Lo kaya gini sampai satu tahun!"
"gw bakal selalu doain Lo biar Lo cepet bangun! biar Lo ga usah lewatin koma ini sampai dua bulan, bahkan satu tahun!"
"Lo juga harus berusaha ya Bii. jangan biarin keadaan tubuh Lo Makin drop! karena kita disini nunggu Lo bangun, pulih, dan pulang sama gw kaya biasa nya" ucap Rio.
"kalo emang kemungkinan Lo koma dua bulan, gw bakal tunggu kok. gw bakal tunggu sampai Lo bener bener bangun dan liat muka gw" ucap Rio.
Rio senyum tipis dan mencium punggung tangan Bianca.
"gw sayang banget sama lo, bii"
"sayangg banget"
"Lo cepet bangun ya, gw bakal tunggu Lo sampai kapan pun"
...----------------...