
2 Minggu kemudian.
pada malam hari.
Keluarga Bianca dan keluarga Rio sedang bermain ke rumah.
Mereka mengobrol, dan sesekali bunda Laras menyinggung Bianca soal cucu.
"gimana nih cucu kok belum ada" sindir Laras.
"iya, mana nihh" lanjut Risa.
"iya nih mah.. Bianca nya nolak terus" ucap Rio.
"loh kenapa bii, kok nolak?" tanya Laras.
Bianca menatap Risa yang juga menatap nya penuh pertanyaan.
entah tentang Masalah misi, atau tentang penolakan Bianca pada Rio.
"g-gapapa Bun.. Bianca bukannya nolak, tapi Bianca Belum siap" ucap Bianca.
"belum siap apanya sayang? kalian itu udah saling mencintai kan? terus apa yang harus diraguin lagi?" ucap Laras.
"Bianca gak ngeraguin apa apa Bun.. Bianca emang belum siap aja" ucap Bianca.
"sayangg, kamu gak boleh gitu! pasangan suami istri tuh harus nya sudah melakukan hubungan.. emangnya kamu gak kasian sama Rio? hak nya Buat milikin kamu seutuhnya selalu kamu tolak" ucap Laras menasehati Bianca.
Rio yang mendengar percakapan mereka hanya tertawa.
Sedangkan reaksi Bianca saat melihat Rio tertawa hanya cemberut kesal.
"mah, Bun.. kira kira waktu yang pas itu kapan ya?" tanya Rio.
Laras dan Risa tertawa kecil.
"pas masa subur Bianca Rioo.. itu waktu yang pas dan tinggi kemungkinan Bianca cepat hamil" ucap Risa.
"ohh gitu" ucap Rio mengangguk mengerti.
"gak usah ngangguk ngangguk, gw gak bakal kasih Lo juga kok" bisik Bianca pada telinga Rio.
Rio cemberut.
"mah, bun.. masa Kata Bianca dia gak mau kasih Rio" ucap Rio melaporkan bisikan Bianca pada telinganya.
Bianca yang mendengar laporan Rio menjadi geram.
ingin rasanya menonjok Muka rio, namun disana ada keluarganya.
Rio hanya tertawa melihat Kegeraman yang sangat terpampang jelas di ekspresi wajah Bianca.
"kok gitu bii.." ucap Laras.
"bukan gitu Bun.. kita kan gatau Perasaan Rio itu beneran buat Bianca apa engga, jadi Bianca mau Mastiin itu dulu sebelum Bianca bener bener kasih diri Bianca ke Rio" ucap Bianca.
Rio menggelengkan kepalanya mendengar alasan yang diberikan Bianca.
Laras dan Risa saling bertatapan.
"o-oh, yaudah kalo emang Bianca pengen nya gitu" ucap Laras.
Bianca tersenyum kemenangan Menatap Rio.
sedangkan Rio hanya menatapnya datar.
disisi lain mereka yang sedang mengobrol, ada Reygan yang sedari tadi hanya diam sambil mendengarkan Obrolan mereka.
Reygan terlihat sangat geram saat Rio mencoba Mengambil perhatian Laras untuk membujuk Bianca agar mau melakukan nya dengan Rio.
Tapi Reygan sangat lega ketika Bianca berhasil memberi alasan yang membuat bianca Bisa kapan saja menolak Rio.
walau menurutnya, Alasan Bianca sangat Tidak masuk akal.
Reygan sudah muak dengan obrolan yang menurutnya itu omong kosong.
Ia berjalan Pergi menuju Taman belakang.
Bianca melihat Reygan yang pergi begitu saja.
karena obrolan Itu sudah selesai, Bianca izin menyusul Reygan.
Rio menatap Bianca.
Bianca heran dengan tatapan Rio.
"kenapa?" tanya Bianca.
"jangan kesana, udah disini aja" ucap Rio.
"apaan sih Lo, gw cuman mau ke kak Rey aja.. nanti kesini lagi kok.. tenang aja kali" ucap Bianca mengelus lengan Rio yang menahan nya Pergi.
Rio pun melepaskannya.
Bianca pun langsung berjalan menuju taman belakang, dimana Reygan pergi.
Rio mengikutinya diam diam.
ia melihat Bianca yang sedang menghampiri dan duduk disebelah Reygan.
ia Mengintipnya dan memantau nya diam diam.
"bii, kok kesini?" tanya Reygan.
"kak Rey kenapa? kok belakangan ini setiap kak Rey kerumah bianca, kak Rey gak pernah ngobrol? bahkan sering banget loh Bianca liat kak Rey tiba tiba Keluar rumah dan duduk disini" ucap Bianca.
"gapapa bii, Kaka gapapa.. sekarang kamu masuk yaa, disini dingin loh" ucap Reygan.
"Bianca gak mau masuk kalo kak Rey gak mau Cerita" ucap Bianca.
"kaka tuh gak kenapa Napa bii.. beneran deh" ucap Reygan.
"gapapa gimana, sekarang kak Rey tuh beda banget sama kak Rey yang dulu" ucap Bianca.
Reygan terdiam sejenak.
"kaka gak suka hubungan kamu sama Rio" ucap Reygan membuat Bianca terdiam dan menatapnya penuh tanya.
"k-kenapa?" tanya Bianca.
"Kaka gak suka aja.. Kaka takut kamu disakitin sama dia bii" ucap Reygan.
Rio yang mendengar obrolan mereka menjadi bingung sendiri.
"bukannya Lo yang nyuruh gw nyakitin Ade Lo?! kok Lo malah nuduh gw" ucap Rio sendiri.
disisi lain, Bianca juga bingung.
"kak.. bukannya dulu Kaka yang nyaranin Bianca buat terima Perjodohan ini dan nikah sama Rio, kok Kaka jadi gak Restuin itu?" ucap Bianca heran.
"Kaka berubah pikiran.. Kalo kamu sayang sama Kaka, selesain Tugas yang dikasih mertua kamu, habis itu kamu harus ceraikan Rio" ucap Reygan.
"kak, tapi Bianca gak bisa! Bianca udah cinta sama Rio" ucap Bianca.
"terserah kamu, berarti kamu emang gak sayang sama Kaka" ucap Reygan.
sekarang, Bianca diambang kebingungan.
ia sangat menyayangi Reygan, namun Ia juga sangat mencintai Rio.
Bianca pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari kursi taman yang ditempatkan Reygan dan masuk ke rumah.
Saat dipintu masuk, seseorang menarik Bianca Hingga masuk ruangan seperti gudang.
"Rio? Lo ngapain narik gw?!" ucap Bianca.
"gw mau ngobrol sama Lo" ucap Rio dengan tatapan serius.
"Ya ngobrol aja, tapi kenapa harus disini?!" ucap Bianca.
"penting dan gak ada orang yang boleh tau" ucap Rio dengan tatapan tajam nya yang sedang serius.
"yaudah Mau ngomong apa?" tanya Bianca.
"apa yang Reygan maksud tugas dari mertua lo?!" tanya Rio dengan tatapan yang masih serius.
Bianca terdiam sejenak.
"jadi dari tadi Rio denger obrolan gw sama Kak Rey?! " batinnya.
"jawab Bianca!!" ucap Rio.
"e-engga, bukan apa apa kok" ucap Bianca berbohong.
"jangan boong sama gw!!" ucap Rio.
"bukan tugas apa apa" ucap Bianca.
"oke! gw bakal tanya Sama Mamah sekarang juga" ucap Rio meninggalkan Bianca diruangan itu.
Bianca berlari menyusul Rio.
Terlihat di sana hanya ada Risa, sedangkan Laras mungkin sedang berada di kamar mandi.
"mah.. Rio mau nanya" ucap Rio.
"apa sayang?" tanya Risa.
Bianca menghampiri Rio.
"Rio, biar gw yang jelasin" ucap Bianca.
Rio menoleh.
"gw mau denger dari mamah, bukan dari Lo!!" ucap Rio.
"mah, apa yang Reygan maksud Tugas dari mamah? mamah kasih tugas apa ke Bianca?" tanya Rio.
Risa Menatap Bianca.
Bianca juga menatap Risa dengan tatapan ingin menjelaskan.
"Bukan apa apa Rio" ucap Risa.
"ckk, kalian semua pada bohongi Rio!" ucap Rio pergi meninggalkan mereka.
Bianca duduk disamping Risa.
"bii" ucap Risa menatap Bianca meminta penjelasan.
"mah.. sebenernya sebelum Bianca nikah sama Rio, kak Rey denger obrolan kita, dan tadi Kak Rey bahas masalah itu.. kayanya Rio denger" ucap Bianca.
Risa mengelus Kepala Bianca.
ia tersenyum.
"sayang.. Gak usah lanjutin semua itu yaa.. Kamu udah berhasil bikin Rio jatuh cinta dan jauh dari Tamara, mamah udah seneng.. kamu gak perlu pergi buat ngetes kebenaran cinta Rio. mamah tau kalo Rio itu gak main main sama kamu" ucap Risa.
Bianca mengangguk.
ia memeluk sang mertua.
Namun dalam hatinya, ia sangat bingung cara menjelaskan Masalah ini pada Rio.
...----------------...