
Rio pun mengeluarkan ponsel nya dan memencet nomor Luna.
[ halo? kenapa? tumben nelfon ]
"gw mau nanya sama Lo"
"Lo tau kan Dimana Bianca sekarang?"
[ hah? maksud Lo apa? gw udah gak pernah ketemu dia lagi selama 6 bulan belakangan ]
"j-jadi dia gak cerita apapun soal masalah ini ke Lo?"
[ emang nya masalah apa? ]
"Lo gak perlu tau"
Saat Rio ingin mematikan telfonnya..
[ tapi sebelum gw dan dia gak berhubungan lagi, gw ngomong sesuatu ke dia ]
"apa?"
[ gw bilang ke dia soal rencana mamah Lo sebelum Nikahin Lo sama Bianca ]
"mamah gw? rencana? rencana apa?"
Luna diam sejenak.
[ sebenernya mamah Lo bilang, kalo dia pake Bianca buat Jauhin Tamara dari hidup Lo, dan setelah itu dia mau nikahin kita ]
"APA?!!"
[ m-maafin- ]
belum selesai Luna bicara, Rio mematikan telfon nya dan langsung memencet nomor Reygan.
[ kenapa Lo nelfon gw?! ]
"apartemen adek Lo! gw tau Lo tau kalo adek Lo lagi lagi ada masalah sama gw, dan dia kabur dari rumah. sekarang juga kirim alamat apart adek Lo!!!"
[ buat apa? ]
"ada sesuatu yang harus gw omongin sama dia"
[ gw kirim lewat chat ]
Reygan mematikan Telfonnya.
Rio memeriksa Chat dari Reygan.
isi chat.
>*alamat apartemen Bianca
> gw gak lagi di apart bianca. selesain Masalah Lo sama dia, jangan bikin dia nangis lagi, dan jangan sampe Lo bentak adek gw kaya waktu itu!!
^^^gw bakal jaga adek Lo,^^^
^^^gw minta Lo jangan^^^
^^^pulang dulu sampe besok^^^
> jangan apa apain adek gw bego
^^^gak mungkin gak bakal^^^
^^^gw apa apain, gw punya hak^^^
> terserah Lo lah
Rio langsung berlari keluar dari apartemen nya, dan menuju alamat apartemen Bianca.
..
ia sampai di depan pintu alamat apartemen yang Reygan beri.
ia mengetuk nya.
seseorang membuka sambil berkata.
"kak Rey lupa password apart ini?" ucap Seseorang itu sambil membukakan pintu nya.
"bii" ucap Rio.
Bianca Menatap Rio dengan kaget.
Bianca ingin menutup pintu nya, namun Rio menahannya.
"gw mau ngomong sama Lo" ucap Rio menatap lembut Bianca.
Bianca menghela nafasnya.
ia membukakan pintu nya dan menyuruh Rio masuk.
Bianca dan Rio duduk di sofa berjauh jauhan.
"gw tau alesan Lo tentang kenapa Lo minta gw cerain Lo" ucap Rio.
Bianca hanya menunduk tak mau menatap Rio.
"gw baru tau ternyata mamah kaya gitu. maafin gw ya karena gw gak tau soal ini" ucap Rio.
Bianca tak menjawab nya.
ia hanya menunduk.
"gw mau Lo tau, gw Gak ada niatan sedikit pun buat nurutin kemauan mamah" ucap Rio.
"mau sampai kapan pun, gw gak bakal mau. gw sayang sama Lo, bukan sama luna!! Lo percaya itu kan?!" ucap Rio.
"gw juga percaya kalo alesan awal Lo tentang perceraian yang Lo minta ini tuh pasti bukan karena Lo gak cinta sama gw.. kalau pun emang bener, gw gak bakal ngelepas Lo, karena gw emang gak bakal percaya sama Alesan itu" ucap Rio.
"gw mau Lo tau kalo gw bisa Ngebantah mamah dan papah kalo ini bersangkutan soal Lo. soal kita. apa lagi rumah tangga kita" ucap Rio.
Rio duduk mendekat dengan Bianca, lalu menggenggam kedua tangan Bianca.
"bii, Gw bakal Lakuin apapun supaya Lo bahagia. Lo percaya itu kan?" ucap Rio.
Rio tersenyum.
"gw gak bakal lepasin Lo semudah itu. apa lagi alesan nya gak masuk akal" ucap Rio.
"seharusnya Lo kasih tau alesan kenapa Lo minta cerai itu dari awal, biar gw gak perlu ngerasain kangen yang nyiksa kaya gini!" ucap Rio.
"Lo tau gak sih seberapa gw tersiksa karena Lo, karena kangen sama Lo?!" ucap Rio.
"gw kangen bangett sama lo!!" ucap Rio.
"ada kala gw nyesel pergi dan ninggalin Lo selama 1 bulan itu. tapi ada kala juga gw takut ketemu Lo. gw takut Lo bakal nagih perceraian itu. gw takut banget bii" ucap Rio.
"g-gw juga takut. gw takut Lo Dateng dan kasih surat perceraian. gw takut" ucap Bianca.
"gw juga gak mau pisah sama Lo. gw sayang banget sama Lo, tapi saat itu gw gak tau harus gimana" ucap Bianca.
Rio tersenyum.
ia mengangguk mengerti.
"gw tau kok. Lo itu gak mungkin ngambil keputusan besar kaya gitu kalo emang alesannya Gak masuk akal" ucap Rio.
"maaf soal mamah. maaf karena dia gak Ngerti perasaan Lo, perasaan gw dan perasaan kita" ucap Rio.
Bianca menghela nafasnya, sudah tak bisa menahan air mata nya.
Rio memeluk Bianca.
"kali ini gw gak bakal Nahan Lo buat nangis. nangis aja, gw bakal meluk Lo sampe kapan pun" ucap Rio.
Bianca memeluk erat Rio dan menangis dalam pelukannya.
"maafin gw karena bikin Lo kecewa" ucap Bianca.
"gw gak pernah kecewa sama Lo. sama sekali gak pernah. mungkin waktu itu gw cuman takut kehilangan lo" ucap Rio mengelus kepala Bianca.
Bianca hanya bisa menangis menenangkan dirinya.
ia juga melepas kerinduan nya dengan pelukan hangat Rio itu.
"gw kangen banget pelukan ini" ucap Rio.
"gw juga, gw lebih kangen. kangen bangett " batin Bianca.
Rio memeluk Bianca sangat lama, karena Ingin melepas kerinduannya selama 6 bulan.
.
ia menatap Bianca dengan lembut.
Matanya tertuju pada Bibir manis Bianca.
Ia mendekatkan wajah nya.
mencium dan mel*mat dengan lembut, itu yang dilakukan Rio dengan bibir manis Bianca.
Rio mendorong perlahan membuat posisi Bianca sekarang menjadi tiduran.
Bianca dengan ragu mengalungkan lengannya di leher Rio.
Makin lama, Rio membuat Bianca menjadi tak bisa bernafas.
Rio melepasnya, lalu menatap Bianca seperti meminta izin.
Bianca terdiam sejenak.
lalu ia mengangguk.
Rio kembali mencium nya dan mel*mat nya.
ia menggendong Bianca ala bridal style tanpa melepaskan bibir nya.
Rio menidurkan Bianca di atas ranjang.
lalu mengelus kepala Bianca dengan tulus.
ia mulai mencium kening Bianca, lalu kedua pipinya, dan Kembali lagi pada bibir nya.
setelah itu ia turun menuju leher dan menghisap nya.
ia kembali pada bibir Bianca.
Mel*mat nya masih dengan lembut.
Setelah itu Rio menatap Tanda yang ia buat di leher Bianca.
Rio mengelusnya.
lalu ia tersenyum.
Rio membuka kaos yang ia pakai itu dan membuang nya sembarang.
dan setelah itu ia kembali pada Bibir Bianca yang membuat nya sangat candu.
Bibir nya fokus pada bibir Bianca, sedangkan tangannya merobek kaos yang Bianca kenakan.
Bianca melepas l*matan Nya dan menatap Rio.
"Gw bisa beli 10 truk kaos ini buat ganti nya" ucap Rio.
Bianca menghela nafasnya.
Rio melanjutkannya hingga akhirnya mereka Menjadi pasangan suami istri seutuhnya.
kini Rio memiliki Bianca Dengan utuh, dan Kini Bianca juga Memiliki Rio Dengan utuh.
Bianca kelelahan, namun ia tak bisa Menghentikannya.
Rio melakukannya Hingga malam hari.
ia melakukannya selama 12 jam tanpa Henti.
...----------------...