UNTITLED

UNTITLED
Nasi goreng



Rio keluar kamar mandi hanya dibalut Handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


Ia menghampiri Bianca yang sedang duduk di kasur sambil memainkan ponselnya.


Bianca menoleh.


"tuh baju Lo" ucap Bianca menunjuk Pada sisi Kasur yang terdapat Setelan jas di baringkan disana.


Rio tersenyum, lalu duduk di samping Bianca.


"sana ganti baju, nanti kesiangan loh" ucap Bianca.


"kan emang udah kesiangan" ucap Rio.


"i-iya sih, tapi kan Harusnya Lo buru buru. kenapa nyantai" ucap Bianca.


"gw kan bos. Sekali kali gw Kesiangan gapapa kan" ucap Rio.


"yaudah terserah Lo. Tapi emangnya kenapa?" tanya Bianca.


"engga, gw cuman mau Natap Istri gw aja" ucap Rio.


"yaudah, tatap aja sampe bosen" ucap Bianca.


"ga bakal bosen sih" ucap Rio.


Bianca Mengangguk.


"iya terserah aja. gw gak bakal larang" ucap Bianca.


Rio tertawa kecil.


"udah ah. nanti gw jadi gak mau pergi kerja karena nyaman liatin muka si cantik ini" ucap Rio mencubit gemas pipi Bianca.


setelah mobil


"yaudah sana pergi kerja. biar bisa nafkahin anak istri" ucap Bianca.


Rio tersenyum.


"iya sayang" ucap Rio.


Rio pun berdiri dan Memakai bajunya.


setelah siap, Bianca mengantar Rio menuju garasi mobil untuk melihat kepergian sang suami.


Bianca melambaikan tangannya saat Mobil Rio sudah keluar dari garasi.


Rio membalas Lambaian tangan sang istri.


setelah mobil Rio mulai menjauh, Bianca pun masuk ke dalam rumah.


di dalam rumah, Bianca Bertemu Reygan yang sedang berjalan menghampirinya.


"bii, dari mana?" tanya Reygan.


"tadi Bianca habis liat Rio pergi ke kantor" ucap Bianca.


"oh, Kaka kira Suami kamu itu suka bolos" ucap Reygan.


"awalnya sih gitu, tapi waktu itu Bianca nasehatin. yaa dan sekarang dia jadi rajin" ucap Bianca.


Reygan mengelus kepala Bianca.


"udah bisa nasehatin suami ternyata Ade Kaka ini" ucap Reygan.


Bianca tersenyum.


"oh iya, Kaka Gak ada urusan lagi di luar?" tanya Bianca.


"gak ada sih, lagi pula besok kan Kaka Udah mau pulang ke Bandung" ucap Reygan.


"Oh iya juga. Bianca sama Rio juga bakal ke Bandung. berarti Bianca harus siapin baju baju Bianca sama Rio" ucap Bianca.


"yaudah sana. mau Kaka bantuin gak?" tanya Reygan.


"gak usah kak. Bianca bisa kok" ucap Bianca.


"yaudah kalo gitu" ucap Reygan.


Bianca pun langsung pergi menuju kamar untuk menyiapkan Semua barang barang yang akan di bawa ke Bandung.


ditengah tengah Persiapan, Bianca terhenti sejenak.


"oh iya. setelah pulang dari bandung, Rio kan bakal ngajak gw ke bali" ucap Bianca.


Bianca pun mengemasi Baju baju nya Yang akan di bawa ke Bandung dan juga yang akan di bawa ke Bali.


selesai Menyiapkan Semua barang yang akan di bawa, Bianca Pergi ke lantai bawah.


Jam menunjukan pukul 11.30.


Bianca melihat Reygan sedang berada di Teras sambil menikmati secangkir kopi.


Ia pun menghampirinya.


"kak. Kenapa gak bilang kalo mau kopi. kan Bianca bisa buatin" ucap Bianca.


Reygan menoleh.


"eh bii. engga kok.. Cuman bikin kopi doang, gampang" ucap Reygan.


Bianca mengangguk.


"udah jam segini, Kak Rey Mau makan apa?" tanya Bianca.


"Hari ini rencananya kamu mau masak apa? Kaka ikut aja" ucap Reygan.


"Di kulkas sih gak ada apa apa, soalnya Bianca belum belanja. Tadinya rencananya sih mau Pesen makanan aja" ucap Bianca.


"oh gitu. Kamu hari ini mau makan apa?" tanya Reygan.


"emm apa ya. Nasi goreng" ucap Bianca.


"yaudah Kaka pesen dulu ya" ucap Reygan mengeluarkan Ponsel nya.


"eh ga usah kak. Biar Bianca aja yang pesen" ucap Bianca.


"udah gapapa. sekali kali Kaka Traktir kamu, kan Kaka juga seminggu ini ngerepotin kamu" ucap Reygan.


"engga kok.kaka gak ngerepotin Bianca. Bianca malah seneng kaka disini" ucap Bianca.


Reygan tersenyum lalu mengelus kepala Bianca.


"Makasih yaa bii" ucap Reygan.


Bianca mengangguk.


"Kaka Traktir kamu gapapa kan?" ucap Reygan.


"emm, yaudah" ucap Bianca.


"makasih ya kak" ucap Bianca.


Reygan mengangguk.


ia pun langsung memesan makanan yang Bianca mau, nasi goreng.


Reygan dan Bianca pun masuk ke dalam rumah.


..


15 menit Reygan dan Bianca menunggu, akhirnya Pesanan Reygan datang.


Reygan menyajikan makanan itu Untuk Bianca dan dirinya.


Saat Bianca Ingin makan, tiba tiba ponselnya berdering.


Kontak bernama 'Rio' menelfonnya.


Bianca langsung mengangkatnya.


[ sayang. makasih ya Kiriman makanan nya ]


"hah? kiriman apa? gw gak Kirim makanan apa apa"


[ ini lohh. tadi ada orang yang nganterin makanan Buat gw. katanya dari Lo ]


"makanan nya emangnya apa?"


[ nasi goreng. enak banget lagi! Lo beli di mana? ]


"nasi goreng?" menoleh kearah Reygan.


[ iyaa ]


"em, yaudah Lo makan yang banyak ya. abisin sampe kenyang"


[ iya sayang, makasih ya ]


Bianca menutup telfonnya.


Lalu ia menatap Reygan.


"kak. Kaka Kirim makanan Ke Rio atas nama Bianca?" tanya Bianca.


Reygan hanya tersenyum tanpa menjawab.


"kak. lain kali Jangan gitu lagii.. Tuh liat! tadi Rio malah bilang makasih nya ke Bianca, harusnya kan ke Kaka" ucap Bianca.


"yaudah gapapa. yang penting dia makan dan suka" ucap Reygan.


"makasih ya kak" ucap Bianca.


"cih, kaya sama siapa aja. santai aja kali bii" ucap Reygan.


"yaudah mending kita makan" ucap Reygan.


Bianca mengangguk.


keduanya pun makan siang bersama.


..


Sore hari.


Bianca dan Reygan sedang Duduk bersama di Ruang santai sambil menonton tv.


"bii" panggil seseorang yang sedang menghampirinya.


Bianca menoleh.


"Rio? kok udah pulang?" tanya Bianca.


"iya, bos Pulang cepet gapapa kan" ucap Rio duduk di samping Bianca.


"ya gapapa sih" ucap Bianca.


"ga boleh lah" ucap Reygan Menyela pembicaraan Rio dan Bianca.


"dih, ikut campur aja Lo" ucap Rio.


Reygan tertawa kecil.


"Rio" ucap Bianca.


"apa sayang" ucap Rio.


"yang beliin Nasi goreng buat Lo tuh buka gw" ucap Bianca.


"terus siapa?" tanya Rio.


"kak Rey" ucap Bianca.


Rio menatap Reygan.


"hahaha boong banget. mana ada Kaka ipar kaya dia perhatian sama Ade ipar nya" ucap Rio.


"Rioo. Jangan gituu" ucap Bianca serius.


Tawa Rio memudar saat Menatap wajah Bianca yang serius.


"beneran?" tanya Rio.


Bianca hanya mengangguk.


Rio menatap Reygan.


"Gw mau bilang makasih, tapi gengsi" ucap Rio sengaja Berkata Dengan Keras.


Reygan hanya tertawa.


"iya sama sama. tapi gak bakal gw maafin" ucap Reygan bercanda.


"iya, gw gak minta dimaafin, lagi pula gw gak salah" ucap Rio.


"ya terserah Lo, Ade ipar Dakjal" ucap Reygan.


"cih, dasar Kaka ipar Iblis" ucap Rio.


Bianca hanya tertawa kecil.


"udah jangan berantem terus" ucap Bianca.


Mereka berhenti bertengkar.


setelah itu Rio mengajak Bianca pergi ke kamar, sedangkan Reygan Pergi ke kamar nya sendiri.


...----------------...