UNTITLED

UNTITLED
tugas dari Risa



sesampainya di rumah.


bianca dan Rio masuk ke dalam Rumah dengan membawa box besar berisi gaun dan jas untuk pernikahan.


"udh dapet? coba mamah liat" ucap Risa.


Risa pun membuka dan melihat pakaian yang di pilih Bianca.


"ini bagus banget! kamu hebat banget milih gaunnya bii! " ucap Risa.


"itu gaun terspesial di butik itu" ucap Bianca.


"kita mau liat dong kmu pake gaunnya bii" ucap laras.


"yaudah Bianca ganti dulu ya" ucap Bianca yang langsung membawa gaunnya ke kamarnya untuk di pakai.


.


.


.


.


.


20 menit kemudian.


Bianca keluar kamarnya dengan gaun cantik itu.


Tiba² reygan keluar kamarnya, dan pandangannya tak bisa lepas dari adik cantiknya itu.


"wow.. adek kaka cantik banget! " ucap reygan pada Bianca sambil menghampirinya.


"hehe, kaka bisa aja!.. oh iya kak, bagus gak? " tanya Bianca.


"bagus banget lah! apapun yang dipake adek kaka yang paling cantik mah pasti bagus! " ucap Reygan memuji Bianca.


"haha, yaudah kita kebawah yuk.. ada Rio sama orang tuanya" ucap Bianca mengajak reygan.


"emm.. emangnya mau ngapain? " tanya reygan.


"kayanya mau ngebahas tentang pernikahan aku sama Rio yng 1 minggu lagi" ucap Bianca.


"HAH? 1 minggu lagi? " ucap Reygan kaget.


"i-iya kak" ucap Bianca.


"kok cepet banget sih! " ucap Reygan yang kaget dengan pernyataan dari Bianca.


"iya kak.. semua ini udh disiapin sama kedua orang tua Rio sebelum aku ngambil keputusan" ucap Bianca.


"Bianca juga kaget waktu pertama kali denger dari Rio" ucap Bianca.


"ini mendadak banget! apa kamu siap bii? " tanya Reygan.


"gak tau kak.. Bianca bakal coba buat nerima apapun keputusan mereka" ucap Bianca.


"hm, yaudah kaka ikut kebawah" ucap Reygan.


Reygan pun menggandeng Bianca, karena gaun nya membuat dia kesusahan untuk berjalan.


.


.


.


.


dibawah.


"wow, bagus banget bii.. Bunda suka" ucap Laras yang melihat Bianca memakai gaun itu.


"iya, cantik bnget, gak salah pilih calon mantu" ucap Risa.


"haha bisa aja tan" ucap Bianca tersipu malu.


.


.


.


"loh? Rey, kok kamu bareng Bianca? " tanya Laras heran.


"tadi Rey keluar kamar, terus liat Bianca keribetan jalan jdi Rey bantu" ucap Reygan.


"oh, kalo gitu sekalian kamu gabung untuk mengobrol kan soal persiapan pernikahan Rio dan Bianca" ajak laras.


"em, yaudah" ucap Reygan yang langsung duduk setelah Bianca duduk.


.


.


.


.


"jadi bagaimana rencananya? " tanya Bayu.


"kita udah mempersiapkan semuanya, dan pakaian pengantin juga sudah ada.. kalian tinggal bersiap² menunggu hari H nya saja" ucap Adit.


"apa gedung sudah di sewa? " tanya Bayu lagi.


"sudah" ucap Adit.


"oh yasudah kalo gitu, berarti semua nya sudah siap" ucap Bayu.


"iya, tinggal tentang bulan madunya.. kalian mau dimana? " tanya laras pada Bianca dan Rio.


Rio dan Bianca saling bertatap.


"kita belum tau" ucap Rio.


"apa kalian ingin langsung pergi ke Jakarta saja? " tanya Risa.


"iya! kayanya kita langsung ke Jakarta aja deh" ucap Rio.


"yasudah kalo begitu kita akan mencari tempat yang bagus untuk bulan madu di jakarta" ucap Bayu.


"e-eh gak usah, kita langsung ke rumah yang ada disana aja" ucap Bianca.


"hah? kamu yakin bii? " tanya Laras.


"i-iya.. yakin bun" ucap Bianca.


"hmm.. terserah kalian sih kalo tentang itu" ucap Bayu.


"oh iya Rey, kamu setuju kan soal ini? " tanya Bayu pada Reygan yang sedari tadi hanya diam melamun.


"Rey ikut apa yang kalian mau aja" ucap Reygan.


"hm, yasudah kalo begitu" ucap Bayu.


.


.


.


.


.


sore hari kemudian.


"Laras, Bayu.. kmi izin pulang dulu yaa.. ada pekerjaan di kantor yng harus diselesaikan" ucap Adit.


"oh begitu, yasudah kita bareng dit, saya juga masih ada kerjaan di kantor" ucap Bayu yang langsung bersiap².


"bii, kamu mau gak ikut sma tante? " tanya risa.


"kemana tan? " tanya Bianca balik.


"kerumah tante.. ada yang mau tante omongin sama kamu" ucap Risa.


"oh gitu, yaudah Bianca ganti baju dulu" ucap Bianca yng langsung pergi menuju knarnya untuk mengganti bajunya dengan baju biasa.


.


.


.


setelah mengganti bajunya, Bianca langsung turun dan ikut pada mereka.


setelah itu mereka langsung pergi.


.


.


.


.


.


sesampainya di rumah Rio.


Bayu, Rio dan Adit langsung pergi ke kantor, sedangkan Risa dan Bianca masuk ke dalam rumah.


.


.


.


"bii, tunggu di sini dulu ya, tante mau ke atas dulu" ucap Risa.


"iya tan" ucap Bianca.


Risa pun pergi ke atas.


.


.


.


10 menit kemudian.


Risa turun dan langsung duduk di pinggir Bianca.


"mau ngomong apa emangnya tan? " tanya Bianca.


"gini bii.." ucap Risa.


"tante minta maaf ya kalo tante terlalu maksain kalian buat nerima perjodohan ini.. tante tau kamu anak baik, tante sebenernya punya tugas buat kamu disaat kmu jadi istri Rio" ucap Risa


"tugas apa tan? " tanya Bianca heran.


"kamu kenal Tamara kan? " tanya Risa.


"iya tan, emangnya kenapa? " tanya Bianca kembali.


"iya bii.. sebenernya tante gak setuju sama Hubungan Rio dn Tamara.. dia itu anak jahat.. tante cuman takut Rio dimanfaatin sama dia" ucap Risa.


"loh? emangnya kenapa tan? " tanya Bianca yang bingung dengan ucapan Risa.


"ini! " ucap Risa sambil menunjukan beberapa foto kejahatan Tamara.


mulai dari foto Tamara sedang berusaha mengambil uang kantor, foto Tamara sedang mengancam pemegang uang kantor, lalu foto Tamara yang sedang memarahi Salah satu karyawan kantor, dan foto Tamara sedang mencelakakan Karyawan kantor.


"i-ini beneran tan? " ucap Bianca tak percaya.


"iya bii.. " ucap Risa.


"terus kenapa tante gak tunjukin foto ini ke Rio" ucap Bianca.


"Tante gak bisa ngasih langsung foto ini ke Rio, karena pasti dia gk percaya" ucap Risa.


"terus Bianca harus gimana? " tanya Bianca.


"tante tau, Rio bakal nurut apapun kata seseorang yang paling dia cintai.. jadii, tante minta, kamu buat Rio cinta mati sama kamu" ucap Risa.


"emm.. itu bakal susah tan, tapi Bianca bakal berusaha buat Rio cinta sma Bianca" ucap Bianca.


"makasih ya Bii.. tante tau kamu bisa di harepin" ucap Risa yang langsung memeluk Bianca.


"iya tan sama²" ucap Bianca menerima pelukan Risa.


.


.


.


.


.


(like, komen, vote yaa... biar author makin semangat up nya)