UNTITLED

UNTITLED
1 : Sore sorry



"Ra!" Suara bass yang memanggilnya dari bawah mengharuskan Indira menghela napasnya "Iya, gue tinggal ambil tas kok" Jawab Indira


"Ka, mau ngopi aja kayaknya mesti rapih deh" Celetuk Indy


"Udah yuk, nanti gue telat nih" Ajak Ian, kemudian Ian mengambil kunci mobil yang tergantung di tempat kunci


"Ma, pa kita pergi!" Indy berteriak keras


Indira duduk disamping Ian, sedangkan Indy berada di belakang. Suara lagu yang sedang diputar oleh penyiar radio nyaris membuat Indy berteriak bernyanyi keras.


"Lo mau kemana sih An? Ketemu klien ga mungkin di cafe kan?" Tanya Indira, Ian tertawa


"Well kenapa ga mungkin deh? Klien gue itu kan arsitek, sedangkan kantor gue mau buka cabang baru di Semarang"


Pandangan Ian yang sedang fokus ke jalanan membuat Indira berhenti bertanya dan mulai menyalakan handphonenya.


"Ka Ian, Klien kakak ganteng ga?" Tanya Indy


"Aku cowo Dy... Mungkin kalo tanya sama Indira dia tau"


"Kenapa jadi gue?"


"Ya, soalnya aku mikir sih kak. Kalo ganteng dan dia lajang, kenapa enggak?"


Ian mengangguk "Umur lo udah tua! Pasangan gak ada, kenapa lo gak kenalan aja sama klien gue?"


"Nah ka, kalo ka Ian kan masih lumayan punya ka Kareen. Kalo kakak?" Perjelas Indy


Indira tertawa dan menggeleng "Ngaco lo padaan. Sumpah ngaco"


Ian berhenti di deretan mobil, dan membuka kunci pintunya "Disini?" Tanya Indira


"Iya, masuk aja ke dalam. Bilang reservasi atas nama Ian Owen" Katanya lalu mencabut kunci mobil


"Ka Ian mau kemana?" Tanya Indy


"Ke toilet bentar"


Indy berjalan bersampingan dengan Indira "Kamu gimana Ndy? Kuliah baik-baik aja?"


Indy mengangguk "Sejauh ini aku bisa ikutin materi kok"


"Ada materi yang diulang gak?" Indy mengangguk "Satu aja sih, tapi karna kemarin aku gak masuk. Tapi bisa kok"


Indira mengangguk dan tersenyum, seseorang menabrak tubuh Indira. Semua bukunya terjatuh di lantai, Indira membungkuk dan mengambil separuh buku tersebut


"Aneh, kamu yang nabrak saya. Malah saya bantu" Gumam Indira yang tanpa sadar seseorang itu mendengar


Ketika semua bukunya sudah berada ditangan seseorang itu dia menaikan kacamatanya "Sore, sorry nabrak. Bukunya tebel haha, Saya Remmy"


Indira bingung, karena pria yang dihadapannya menjulurkan tangannya untuk meminta bersalaman dengannya 'apa gak berat?' itu yang terlintas di pikirannya saat ini.


"Mau ke resepsionis ya?" Tanya Remmy, Indira mengangguk "Ya"


"Mba meja reservasi atas nama Remmy Pramono dan Indira...."


"Oh bukan ka, atas nama Ian Owen" Jawab Indy


Resepsionis itu mengangguk "Baik, atas nama Remmy Pramono dengan nomer meja 95 dan atas nama Ian Owen dengan nomer meja 92. Selain itu ada yang bisa saya bantu?"


Remmy menggeleng "Tidak mbak, terimakasih banyak"


Kemudian Remmy, Indira dan Indy berjalan bersama "Kalian ini saudara dari Ian Owen?"


"Masnya ga percaya ya?" Tanya Indy yang langsung dicubit Indira "Gak sopan ah"


"Eh gapapa, jujur sebenernya saya kenal dekat dengan Ian Owen. Saya agak terkejut, bisa langsung ketemu sama saudaranya. Lalu Ian kemana?"


"Tadi dia ijin ke toilet sebentar"


"Oh okay, sebenernya sih saya punya janji sama Ian. Tapi kalo sudah datang saya tunggu sih, sudah ya saya duluan" Indira dan Indy mengangguk


"Oh iya Indira!" Panggil Remmy dan berjalan ke arah mereka "Maaf ya soal tadi, saya gak lihat orang sebenarnya ditambah bukunya berat. Jadi maaf ya kalo ada memar kecil"


Indira menggeleng "Gapapa" Indira mengajak Indy untuk duduk ditempatnya "Gimana? Ganteng gak? Feeling aku sih itu yang mau ketemu sama ka Ian"


"Ya emang dia Ndy, menurut aku biasa aja kok"


"Ck, kakak mah selalu hardworker banget. Soal cinta, kayak gatau apa-apa!"


Indira membuka buku menunya "Ini bayar pakai tagihan siapa ya?"


"Lo lah" Ucap Ian yang berada ditengah mereka


"Ga sedaaap dong?"


"Nih, gue udah reservasi meja. Sesuai permintaan deket panggung, and it's not cheap okay? Masa makanan gue yang bayar juga sih Ra?"


"Yaudahlah, lain kali jangan ketemu disini. Duit gue ga dirembes ya sama kantor!"


"Tau disini bintang 5 banget ka Ian, pantes aja kakak bilang it's not cheap nyatanya bintang 5"


"Ya kan sekalian dek, anyway gue ketemu klien dulu ya disana" ucap Ian dan menunjuk ke meja Remmy. Indy dan Indira mengangguk


"Ka, Black mozzarela beef kayaknya enak" Ucap Indy yang di diamkan oleh Indira "Udah gue bilang, ini pure pake duit gue dek. Diluar area kantor dan diluar jam kerja, duit gue ga dirembes!"


❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄


Next?


Like yaa