
Rio dan Reygan sedang duduk di Kursi Taman belakang.
sedangkan yang lain masih berada di dalam dan asik mengobrol.
"jadi Lo udah Bisa Bikin adek gw cinta sama Lo?" tanya Reygan.
"ya gitulah, itu kan yang Lo mau?!" ucap Rio.
Reygan tersenyum.
"bagus!! gw mau setelah ini, Lo tinggalin bianca!!" ucap Reygan.
Rio menatap Reygan kaget juga bingung.
"maksud Lo apa sih?! gw gak mau yaa nyakitin perasaan dia!!" ucap Rio.
Reygan tertawa kecil.
"jadi Lo udah mulai cinta sama bianca hah?!" ucap Reygan nada tak suka.
"gw gak mau nyakitin perasaan Bianca! Lo tuh kakanya, seharusnya Lo jaga perasaan Adek Lo, bukan suruh orang Buat Lukain perasaan nya!!" ucap Rio nada sedikit tinggi.
"gw ngelakuin ini buat jaga perasaan nya juga!! gw gak mau Bianca ngabisin hidupnya sama cowo kaya Lo!! gw yakin, Bianca gak bakal bahagia hidup sama cowo kaya Lo!!" ucap Reygan.
Rio mencengkram kerah baju Reygan.
"maksud Lo apa?!" ucap Rio kesal.
"Lo pikir gw gak tau selama ini Lo ngapain aja sama Tamara?!" ucap Reygan.
Reygan Menunjuk bibir Rio.
"ini? apa ini? bibir yang udah gak suci ini mau Lo kasih ke adek gw?!! " ucap reygan.
Rio terdiam karena bingung.
ia melepas cengkramannya pada kerah baju Reygan.
ia pun berdiri dari kursi taman itu.
"apa maksud Lo ngomong gitu hah?!" ucap Rio dengan nada sedang.
sebelum Reygan Menjawab, tiba tiba..
"kalian lagi apa?" tanya seseorang dari arah pintu belakang.
Rio dan Reygan menoleh.
"bii, kamu dari kapan disana?" tanya Reygan.
"baru" ucap Bianca yang berjalan menghampiri mereka berdua.
ia pun berdiri di samping Rio.
"kalian lagi apa sih disini berdua?" tanya Bianca yang penasaran.
"gak kenapa Napa, udh ayo masuk!!" ucap Rio menarik Bianca.
Reygan menatapnya dengan kesal dan tak Sudi.
..
Rio sedari tadi duduk terdiam sambil melamun dan sesekali Menoleh kearah Bianca sekilas.
Bianca yang heran ingin menanyakannya, tetapi ia berfikir ini bukan waktu yang pas, karena masih ada Keluarganya disana.
sore harinya, Akhirnya keluarga bianca pamit pulang karena besok Akan ada banyak urusan di kantor.
setelah Bianca Mengantar Mereka ke Depan rumah, Bianca masuk dan duduk disamping Rio yang masih melamun.
"Lo kenapa sih?" tanya Bianca menatap Intens Mata Rio yang sepertinya sedang ada yang dipikirkan.
Rio menoleh, lalu ia juga Menatap intens mata Indah Bianca
tatapan nya beralih ke bibir manis Bianca.
ia Memegang bibir Bianca Dan seperti membasuhnya.
Setelah itu Rio langsung berjalan pergi menuju Kamar dan mengabaikan Bianca.
Bianca menatap kepergian Rio dengan Heran, tapi dia tak mau Bertanya padanya dulu.
ia pikir Mungkin rio sedang banyak pikiran soal Pekerjaannya.
..
malam hari kemudian.
Bianca berjalan menuju kamar nya untuk beranjak tidur.
Matanya juga sudah berat karena sejak tadi ia membereskan rumahnya.
Ia membereskan rumah bukan tanpa alasan, ia Merasa tak ada yang bisa dikerjakan sehingga ia memilih untuk Membereskan rumah yang sudah rapi sejak dulu.
Ia juga tak mau overthingking memikirkan Rio yang tak mau berbicara Pada nya sedikit pun.
Saat dikamar.
ia melihat Rio yang sudah Tertidur di kasur dengan posisi membelakangi Tempat Bianca.
Bianca duduk di kasur tempatnya itu sambil memandangi Rio.
"Rio kenapa sih ? " batin Bianca heran.
Bianca pun tak lagi memikirkannya.
ia merebahkan dirinya dan Akhirnya tertidur.
..
Pagi hari kemudian.
Bianca terbangun dan tak melihat sosok Rio di Kasur sampingnya.
Ia berjalan Mencari Rio di sekitar kamar, namun tak ada.
Bianca pun keluar dari kamar dan menuju lantai 1.
mata Bianca tertuju pada Pintu utama yang terbuka lebar.
tak biasanya Pintu itu dibuka seperti itu.
Ia berjalan menuju pintu utama untuk menutupnya.
Bianca makin bingung, ada apa dengan Rio.
Ia menghampiri Rio, lalu duduk di lantai depan Rio.
"Lo kenapa dari kemarin?" tanya Bianca lembut.
Rio menatap Bianca tulus, lebih dari ketulusan biasanya.
Rio menepuk pahanya Menandakan Menyuruh Bianca duduk di pangkuannya.
Bianca mengerti.
ia langsung berdiri dari posisi duduk di lantai itu, lalu ia duduk di Pangkuan Rio.
Rio memeluknya seperti biasa.
tapi Bianca merasakan Ketulusan Rio yang lebih dalam dibandingkan sebelumnya.
Ia tak tau apa yang terjadi pada Rio, tetapi ia berusaha Memahaminya.
"gw bakal Nurutin apapun yang Lo minta" ucap Bianca mencoba mengerti Rio.
Rio hanya diam Melamun tanpa melepas pelukannya.
Bianca merasa kasihan dengan Rio Yang sepertinya banyak sekali pikiran hingga tak menyauti omongan nya.
cup.
bianca mencium sekilas pipi Rio untuk menenangkan Hati Rio.
Rio menatapnya sambil tersenyum tipis dan mengelus kepalanya.
Bianca tersenyum saat melihat senyuman Rio, tetapi ia masih merasa ada yang mengganjal di hatinya.
mungkin karena Rio tak membalasnya, atau Rio belum juga mau berbicara Padanya.
Bianca berdiri dari pangkuan Rio.
"gw gak maksa Lo buat Ngomong, tapi kalo keadaan hati Lo udah baik, gw bakal siap dengar cerita Lo.. Gw gak mau Lo Mikirin sesuatu sendiri. Suami istri harus saling bagi suka duka kan?!" ucap Bianca.
Rio kembali tersenyum, lalu mengangguk tipis.
Bianca pun berjalan masuk.
tapi ia langsung berjalan mundur saat ada sesuatu yang ingin ia katakan.
"oh iya.. hari ini gw ada reuni Sma, tapi gw gak bakal ikut ko" ucap Bianca.
lalu ia kembali berjalan masuk.
"ikut aja" ucap Rio membuat langkah Bianca terhenti.
Bianca kembali berjalan mundur.
ia menatap Rio heran, bingung, dan penasaran.
"gak deh, gw gak mau, lagi pula itu di bandung" ucap Bianca.
"gw bisa aja berubah pikiran dalam 1 menit" ucap Rio.
"yaudah, lagi pula gw gak mau. gw mau disini aja sama Lo.. lagi pula di sana banyak mantan gw, gw-" ucap bianca terpotong saat Rio tiba tiba berbicara.
"gw Anter" ucap Rio.
Bianca mengulum bibirnya menahan senyuman salah tingkahnya.
"Lo cemburu?" tanya Bianca.
"gak, udh ayo mandi" ucap Rio menuntun Bianca masuk.
Bianca hanya tersenyum, jelas terlihat kecemburuan pada Rio.
..
selesai mereka bersiap siap, mereka langsung pergi menuju tempat Yang Sudah di tetapkan untuk reuni Sma Bianca.
diperjalanan, Bianca masih terus tersenyum salah tingkah mengingat kejadian barusan.
Rio melihat Bianca Yang terus tersenyum hingga pipinya itu memerah.
"Lo kenapa sih?" tanya Rio.
"engga" ucap Bianca yang masih terus tersenyum.
"suami istri harus saling berbagi suka duka. itu yang tdi Lo bilang kan? sekarang Cerita sama gw" ucap Rio.
"Lo aja gak cerita sama gw.. dari kemarin Lo mikirin apa?"
"gw bakal kasih tau setelah Lo cerita sama gw" ucap Rio.
Bianca menghela nafas sabar.
"gw seneng karena Lo udh mau ngomong sama gw" ucap Bianca.
"oh gw kira Lo salting karena Gw cemburu" ucap Rio.
"oh jdi Lo beneran cemburu?" tanya Bianca.
"e-engga" ucap Rio yang baru menyadari kata kata nya barusan.
Bianca hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
"sekarang Lo kasih tau gw, apa yang bikin Lo ngelamun terus dari kemarin?" tanya Bianca.
"gw mikirin Lo" ucap Rio.
"ngapain mikirin, gw kan ada di sini sama Lo" ucap Bianca.
"gw mikirin tentang apa yang diomongin Kaka Lo, gw gak ngerti apa yang dia maksud, tapi gw ngerasa bersalah sama Lo, gak tau kenapa " batin Rio.
"emang nya harus Lo Jauh dulu biar gw mikirin Lo?!" ucap Rio.
kata katanya itu membuat Bianca makin menjadi salah tingkah hingga terbawa perasaan.
"stop! gak ush ngomong lagi!!" ucap Bianca yang kesal karena Rio berhasil membuatnya 2 kali lipat lebih baper.
perjalanan mereka diwarnai oleh canda tawa Dari keduanya.
...----------------...