
hingga sore, Rio masih belum selesai.
Bianca terus merengek padanya ingin pulang.
"iya bii, gw masih banyak kerjaan" ucap Rio berfokus pada dokumen dokumen kantornya.
Bianca cemberut kesal.
saking kesalnya, ia merebut dokumen yang sedang Rio baca.
Rio menghela nafas sabar.
"sayangg, gw lagi baca itu. balikin yaa" ucap Rio.
"gak" ucap Bianca menyembunyikan Dokumennya di belakang tubuhnya.
"siniin bii" ucap Rio.
"ga mauuu" ucap Bianca.
"bii!!" ucap Rio.
"engga!" ucap Bianca.
"BIANCA!!" bentak Rio membuat Bianca tersentak.
"LO TUH YA!! GW CAPE, GAK UDAH BANYAK BERCANDA!! GW GAK MAU BERCANDA!!" ucap Rio nada tinggi.
Bianca menunduk, ingin menangis.
Bianca sepertinya takut.
atau bisa dibilang ia kaget karena Rio membentaknya.
karena tak biasanya Rio membentaknya.
Bianca berjalan Mundur sambil menunduk ketakutan.
Ia menyimpan dokumen Rio di sofa dan langsung berlari menuju pintu keluar.
Bianca membuka pintunya, namun ia dikagetkan dengan keberadaan Tamara di depan pintu.
ia tak mempedulikannya, dan kembali berlari.
Rio ingin mengejar, namun Tamara malah menahannya. Mendorong Rio, lalu mengunci pintunya.
"Lo apa apaan sih?! gw mau Ngejar Bianca!!" ucap Rio.
"Stt! Lo gak usah banyak tingkah!! gw mau sekarang juga Lo jadi milik gw Rio!!" ucap Tamara dengab senyuman licik nya.
"maksud Lo apa?!! jangan berani macem macem, atau gw bakal pecat Lo!!" ucap Rio.
"silahkan pecat gw. setelah Selesai ini" ucap Tamara.
"Apa Apaan Sih Loh?!!!" ucap Rio.
"diem aja, dan nikmatin permainan gw" ucap Tamara.
Tamara Ingin mencium bibir Rio, namun dengan cepat Rio langsung mendorongnya hingga tersungkur.
"gw gak bakal Main fisik sama Lo, tapi ini udah keterlaluan!!" ucap Rio.
Lalu ia langsung menuju pintu keluar membuka kunci nya dan berlari mencari Bianca.
Rio menanyakan keberadaan Bianca pada beberapa karyawannya, namun mereka berkata tak ada yang melihat Bianca.
Rio terus mencari nya di semua titik kantor.
namun ia tak menemukan hasil.
"ck!! gw apa apaan sih tadi!! dasar bodoh!!" ucap Rio pada dirinya hingga memukuli Kepalanya sendiri.
..
.
.
Pada pagi hari yang cerah, namun hati Rio mendung dan kosong.
5 bulan setelah pergi nya Bianca, Rio semakin terpuruk.
hari demi hari ia lewati tanpa Bianca disampingnya, membuat nya tak bisa menahan rindu nya dan terus menangis mengingat Bianca.
Ia tak menyangka bahwa Bianca akan pergi selama ini.
ia sangat menyesal membentak nya.
namun Rio mempunyai feeling, bahwa Bianca tak pulang karena alasan lain.
alasan yang mungkin sedang Bianca tangisi.
Hati rio terus merasakan bahwa Bianca sedang terus menangis dengan Pikiran nya yang sangat berat.
Rio duduk terpojok di kamar nya sambil memegang bingkai foto Bianca.
Tangisannya pecah karena betapa rindunya dia dengan sang istri.
Rio sungguh merindukan senyuman nya, tawa nya, cemberut nya, marah nya, dan semua yang selalu ia lakukan pada Rio. termasuk mencium nya.
sekarang yang bisa ia lakukan hanya Memandangi foto Bianca dan mengelusnya dengan air mata yang terus mengalir membasahi foto Bianca di bingkai.
"Lo dimana sih Bii. 5 bulan Lo dimana?! ada apa?!" ucap Nya sambil terus menatap Bianca di bingkai foto.
Namun tiba tiba Dering ponsel nya membuatnya tak fokus.
Ia meraba saku dan mengeluarkan ponsel nya.
Kontak bernama "punya gw" menelfon ya.
Ia buru buru mengangkatnya.
"bii?"
[ gw gak mau basa basi, temuin gw di taman biasa ]
Bianca langsung mematikan telefon nya.
ia buru buru keluar rumah tanpa mengganti bajunya.
ia langsung menancap gas mobil nya menuju taman biasa mereka.
sesampainya disana, Rio berlari ketempat duduk biasa mereka.
benar saja.
ia melihat sosok gadis sedang duduk menunggu.
Dengan cepat ia berlari dan memeluk gadis itu, namun gadis itu tak Kembali memeluknya.
"Lo dari mana aja? ada apa?" ucap Rio.
Bianca Melepas pelukan Rio.
dengan datar, Bianca berkata..
"gw minta Lo cerain gw sekarang" ucap Bianca.
"Hah?!" ucap Rio dengan kaget nya.
"Lo tuh apa apaan sih?! Lima bulan Lo pergi tanpa kabar, tiba tiba hari ini Lo nelfon dan minta gw temuin Lo, sekarang Lo minta gw cerain Lo?! maksud Lo tuh apa sih?!!!! ada apa bii?!" ucap Rio nada tinggi.
"gw gak mau basa basi" ucap Bianca.
"yaudah sekarang kita pulang" ucap Rio menarik tangan Bianca, namun Bianca melepasnya kasar.
"gak Rio!" ucap Bianca.
"kenapa sih?!!! setidak nya Lo ngomong alesan Lo minta cerai, jangan kaya gini!!" ucap Rio.
Bianca menghela nafasnya.
"gw gak cinta sama Lo" ucap Bianca.
Rio menatap Bianca kecewa.
"terus selama ini apa?! Semua yang kita lakuin itu apa bii?!! Lo gak cinta sama gw?! Lo bohong sama gw selama ini?!!" ucap Rio dengan nada tinggi nya.
"semua pengorbanan gw dan pengertian Gw ke Lo buat apa, kalo seandainya Lo gak ngerti perasaan gw" ucap Rio.
Rio menghela nafas kecewa.
"gw kecewa sama Lo" ucap Rio yang langsung pergi.
Bianca terduduk lemas di Kursi taman.
ia menangis sesenggukan.
"maafin gw Rio, gw sayang sama Lo" ucap Bianca sesenggukan.
.
.
hari sudah siang, ia terus menangis.
tiba tiba seseorang duduk dan mengelus Punggungnya.
Bianca menatap nya.
Saat menatap nya, ia langsung menangis Deras dan memeluk nya.
"alzaa" ucap Bianca memeluk erat seseorang itu.
Alza menerima pelukannya, dan kembali memeluk Bianca.
alza akan menunggu hingga Bianca sudah mulai tenang.
.
.
Bianca sudah merasa mulai tenang.
"cerita sama gw" ucap Alza.
Bianca menunduk menahan tangisannya.
"tadi gw ketemu Rio setelah 5 bulan gak ketemu" ucap Bianca.
"gw minta dia cerain gw" ucap Bianca.
"kenapa bii? ada apa?" tanya Alza
Bianca kembali sesenggukan.
"ternyata Gw dan dia di jodohin, ada alesannya" ucap Bianca.
alza menatap penasaran.
"ayah gw dan papah Rio sepakat, jodohin gw supaya ayah gw Bisa punya kedudukan lebih tinggi di Perusahaan Papah rio. Dan juga mamah Rio, cuman jadiin gw sebagai pengusir Tamara dari hidup Rio. karena mamah Rio mau menikahkan Rio sama Luna" ucap Bianca.
alza menatap kasihan juga prihatin dengan Kondisi Bianca sekarang.
Alza hanya bisa mengelus punggung nya agar bianca bisa lebih tenang.
"maafin gw gak bisa bantu apa apa. tapi gw bisa jadi pendengar yang baik buat Lo" ucap Alza.
Bianca mengangguk.
"gapapa za. gw gak butuh bantuan lo, karena mungkin keputusan gw ini yang paling terbaik" ucap Bianca.
"walau mungkin gw bakal terluka di sisa hidup gw" ucap Bianca.
"gw bakal selalu ada di sisi Lo bii" ucap Alza.
Bianca mengangguk, lalu memeluk nya.
alza menenangkan Nya Dan membawa nya ke Apartemen yang Bianca Sewa selama ini.
...----------------...