
Hari ini, kegiatan mereka sangat membosankan.
Hanya menghabiskan hari dengan menonton tv.
siang harinya.
Bianca merasa lapar.
"Rio, mau makan gak?" tanya Bianca.
"Boleh.. sekarang udah masuk waktu makan siang juga" ucap Rio.
"yaudah gw masak dulu ya" ucap Bianca di balas anggukan Kepala Rio.
Bianca pun berjalan menuju Dapur.
saat Bianca membuka Kulkas, Bahan bahan masakan sudah habis.
Ia membuka lemari dapur berharap Ada Mie instan, namun ternyata sudah habis juga.
Bianca baru menyadari bahwa bulan ini, ia belum belanja bulanan.
Bianca pun menghampiri Rio.
"Rio, bahan masakan abis. mie instan juga gak ada.. gw baru inget kalo bulan ini gw belum belanja bulanan" ucap Bianca.
"oh yaudah, kita makan diluar sekalian belanja bulanan" ucap Rio.
Bianca mengangguk menyetujui nya.
mereka berdua pun pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya dan bersiap siap.
Tak lama kemudian, mereka kembali turun dengan pakaian yang berbeda untuk pergi.
Bukan pakaian yang terlalu Ribet, tetapi Pakaian yang cocok untuk digunakan berbelanja siang ini.
Mereka yang sudah kelaparan itu, bergegas keluar rumah dan memasuki mobilnya.
lalu Rio langsung menancap gas menuju tempat tujuan mereka berdua.
ditengah tengah perjalanan, mereka baru menyadari bahwa mereka belum merencanakan akan makan dimana.
Mereka berbincang dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk makan di restaurant Rio.
tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di restaurant mewah milik Rio itu.
Bianca merasa malu saat masuk ke restaurant itu.
lagi lagi mereka makan disana dengan pakaian yang sangat jauh berbeda dengan orang orang yang ada di dalam sana.
pakaian santai yang sangat tidak cocok dengan tema Restaurant ini yang sangat mewah.
Bianca sedikit mengeluh, namun Rio berkata..
"Kita pake baju santai, tapi ini restaurant punya gw.. jadi gak usah khawatir soal penampilan, yang paling penting itu status" ucap Rio.
Bianca menghela nafasnya.
bagaimana pun Rio menasehatinya, ia tetap tak enak dengan Orang orang yang berada di restaurant ini.
ia merasa risih sendiri dengan penampilannya.
"Rio, gw malu banget lagi lagi makan disini pake baju santai kaya gini" ucap Bianca.
"Lo tuh mau pake baju apapun tetep cantik. gak usah malu" ucap Rio.
"ohh, tapi tetep aja rioo...-" ucapan Bianca terpotong saat pelayan datang dan menyajikan pesanan mereka berdua.
"permisi, ini pesanan nya, silahkan dinikmati" ucap pelayan yang menyajikan Pesanan mereka berdua.
"iya makasih ya" ucap Rio.
"e-eh, pa Rio" ucap Pelayan itu gugup.
ia tak menyangka bahwa itu adalah Rio, pemilik restaurant tempat ia bekerja.
Rio tersenyum.
"saya disini cuman Mau makan sama istri saya.. saya gak lagi mau Ngawasin pekerjaan kalian kok. oh iya, tapi saya suka Perilaku kamu yang sangat sopan dengan tamu" ucap Rio.
Rio mengangguk sambil tersenyum.
"kalo begitu saya tinggal ya pak.. selamat menikmati pak, Bu" ucap Pelayan itu sopan, dan langsung berjalan pergi.
"gw suka sama pelayan Lo" ucap Bianca.
senyuman Rio yang tadinya terpampang jelas dan manis, seketika pudar saat mendengar ucapan Bianca.
"hah? Lo gila?! astaga, lebih gantengan gw kali dari pada dia" ucap Rio.
Bianca seketika tertawa.
"Lo apa apaan sih?! maksud gw itu, gw suka cara pelayan Lo melayani tamu dan Dia profesional banget sama pekerjaannya" ucap Bianca.
"o-ohh" ucap Rio cengengesan.
mereka tak lagi Berbincang bincang dan langsung menyantap Pesanan mereka masing masing.
setelah mereka berdua menyantap Semua pesanan mereka masing masing, akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari restaurant itu dan menuju tempat Perbelanjaan.
mereka mendapati toko pusat perbelanjaan saat diperjalanan.
Akhirnya Mereka memutuskan untuk berbelanja di sana.
Toko itu terlihat bagus dan Besar.
mereka pikir, Ini adalah toko Perbelanjaan yang sangat komplit, maka dari itu mereka memutuskan untuk berbelanja disana.
Bianca Sangat excited mengambil semua bahan bahan masakan Dan barang barang yang diperlukan untuk dirumah.
tugas Rio membawa troli Barang.
kadang, ia iseng mendorong trolinya hingga Menabrak Bianca yang sedang berjalan di depannya.
Bianca marah, sedangkan Rio hanya tertawa Melihat kemarahan Bianca.
Bianca tak memedulikannya dan kembali berjalan mencari barang yang diperlukan untuk dirumah.
Bianca dan Rio tiba di salah satu rak, dimana berjejer nya Buku buku.
mulai dari buku pelajaran, buku kamus, buku novel hingga buku komik.
Bianca tercengang melihat itu semua.
Bianca memang dikenal Sangat menyukai Novel.
entah hanya untuk dikoleksi atau hingga dibaca.
Bianca menatap Rio penuh permohonan.
dengan ekspresi baby face, dan bibir yang cemberut membuat Rio tak tega.
"emang nya buat apa?" tanya Rio.
"buat dibaca, terus dikoleksi" ucap Bianca.
"emangnya kalo koleksi buku, Lo mau apain buku itu?" tanya Rio.
"biar gw gak bosen kalo seandainya Lo lagi gak ada dirumah" ucap Bianca.
Rio menatap Bianca.
lalu ia tersenyum.
"yaudah boleh" ucap Rio tersenyum sambil mengelus kepala Bianca.
Bianca sangat excited mengambil beberapa buku yang menarik perhatian nya.
Rio hanya tersenyum melihat tingkah Bianca yang sangat menggemaskan itu.
setelah selesai memilih milih buku, Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi kekasih dan membayarnya.
setelah selesai, mereka memutuskan untuk pulang.
...----------------...