
Bianca duduk di samping Reygan yang sedang duduk di sofa lobby.
"kak" ucap Bianca membuat Reygan menoleh.
"bii? bukannya kamu.." ucap Reygan tak melanjutkan nya.
"engga, Rio cuman bercanda doang" ucap Bianca.
"loh kok gitu? terus Rio dimana?" tanya Reygan.
"ada. dia lagi istirahat di kamar pribadinya" ucap Bianca.
"oh. Yaudah bagus deh kalo kaya gitu, biar besok kamu bisa Jalan sama Kaka" ucap Reygan.
Bianca tersenyum.
"kak, Ada yang mau Bianca omongin sama Kak Rey" ucap Bianca.
"apa?" tanya Reygan.
"jadi gini. rencananya Bianca mau Ke Bandung buat bicarain masalah kemarin sama keluarga Bianca dan keluarga Rio. rencananya kita ke Bandung bareng Kaka. Kaka gak masalah kan?" tanya Bianca.
"ohh, ya ga masalah lah bii. kakak seneng malah, jadi kakak ke Bandung gak sendiri" ucap Reygan.
"makasih ya kak" ucap Bianca.
Reygan menjawab nya dengan anggukan.
"oh iya, emangnya kenapa kalian gak bawa mobil?" tanya Reygan.
"emm. kata Rio, pulang dari bandung kita bakal langsung ke Bali" ucap Bianca.
"ke Bali? buat apa? Rio ada kerjaan disana?" tanya Reygan.
Bianca tersenyum.
"katanya sih mau Bulan madu" ucap Bianca.
Reygan terdiam sejenak.
"Rio mau ngajak kamu bulan madu?" tanya Reygan.
Bianca mengangguk.
"ngapain?" tanya Reygan lagi.
"Bianca juga gak tau" ucap Bianca.
"terus pulang nya kapan?" tanya Reygan lagi.
"Gak tau, Bianca ikut Rio aja" ucap Bianca.
Reygan menghela nafasnya.
"ya udah. Kaka sih ngizinin, tapi Kalo pulang pulang kamu bawa Dede bayi di perut kamu Gimana?!" ucap Reygan.
Bianca tertawa kecil.
"ya berarti Kaka bakal punya keponakan" ucap Bianca.
"kamu mau secepat nya hamil bii?" tanya Reygan serius.
"Bianca sebenernya belum siap, tapi kalo takdirnya Bianca harus hamil, ya Bianca harus terima gimana pun keadaannya" ucap Bianca.
Reygan tersenyum.
Ia mengelus kepala Bianca.
"jangan cepet cepet hamil, nanti kamu lupain Kaka" ucap Reygan.
"bilang nya sama Rio" ucap Bianca.
"emangnya kenapa?" tanya Reygan.
"ya karna Rio yang kasih benih nya" bisik Bianca.
"yaudah nanti Kaka yang bilang sama dia biar gak kasih benih" ucap Reygan.
Mereka berdua tertawa dengan lelucon itu.
..
pada pukul 18.45, mereka belum pulang dari kantor.
"bii, kamu gak pulang?" tanya Reygan.
"gak tau kak. Rio kayanya masih istirahat. mungkin Bianca sama Rio bakal nginep di kantor" ucap Bianca.
"oh gituu, yaudah Kaka pulang ya" ucap Reygan.
"iya kak. udah malem juga" ucap Bianca.
Bianca memberi kunci rumah pada Reygan, dan Reygan pun langsung pulang.
Bianca pergi menuju ruangan Rio.
setelah sampai, ia masuk dan langsung mengunci pintu
Bianca menatap sekitar di ruangan Rio, tak ada Rio.
Ia berfikir Rio masih istirahat di Kamar pribadinya.
lalu ia langsung menuju kamar pribadi Rio.
Ia masuk dan menatap tempat tidur.
ia melihat sang suami masih tidur di kasur itu.
Bianca menghampirinya.
lalu duduk di sampingnya.
Bianca menatap nya.
"gw Baru sadar kalo dia itu ganteng" ucap Bianca tersenyum.
"padahal gw sayang sama dia udah dari lama, tapi gw baru sadar kalo dia itu ganteng" ucap Bianca.
"dahlah mending gw istirahat aja" ucap Bianca.
Ia berdiri dan menghampiri kasur samping Rio ingin merebahkan dirinya.
..
pada pagi hari.
Bianca bangun.
ia dikagetkan dengan keberadaan Rio di depannya persis, sedang menatap nya sambil tersenyum.
"astaga. Lo ngagetin gw" ucap Bianca memegang Dada nya.
"bii" ucap Rio.
"hm?" jawab Bianca.
Rio masih tersenyum dan terus menatapnya tanpa menjawab.
Rio tak menjawabnya.
Bianca Menatap heran.
"eh Lo tau gak sih.." ucap Rio.
"apa?" tanya Bianca.
"sekarang jam berapa?" lanjut Rio.
"emm.." ucap Bianca mengambil ponselnya melihat jam.
"jam 10" ucap Bianca santai.
Setelah menyadarinya, Bianca langsung terbangun kaget.
"astagaa jam 10?!!!" ucap Bianca.
"kenapa?" tanya Rio.
"gw kan ada janji sama kak Rey" ucap Bianca.
"janji dimana?" tanya Rio.
"gw sama kak Rey mau jalan" ucap Bianca.
"nanti dia kesini kan?" tanya Rio.
"iya, tapi gw belum siap siap" ucap Bianca.
"yaudah sana siap siap, nanti gw suruh Tamara beliin baju buat Lo" ucap Rio.
Bianca mengangguk, lalu ia langsung berlari ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap siap.
15 menit kemudian, Bianca keluar dengan hanya menggunakan handuk yang ia Lilitkan di dadanya.
"Rio, mana bajunya?" tanya Bianca.
"iya sayang bentar, nanti Tamara kesini kok" ucap Rio tanpa melepaskan pandangannya pada tv sejak tadi.
Bianca menghampiri Rio dan duduk disampingnya.
Rio menoleh mendapati Bianca hanya menggunakan handuk.
"Lo mau ngegoda gw?!" ucap Rio.
"dih siapa juga. gw gak ada baju" ucap Bianca.
"yaudah jangan duduk disini" ucap Rio.
"terserah gw lah" ucap Bianca memfokuskan pandangannya pada tv yang sedang menyiarkan acara favorit nya.
Rio meneguk Saliva nya merasakan hawa panas ditubuhnya.
Ia membuka kaos yang sedang ia pakai.
"eh Lo mau ngapain?!" ucap Bianca.
"gerah" ucap Rio.
"o-oh" ucap Bianca kembali memfokuskan Pandangannya pada acara favorit nya di tv.
tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamar pribadi itu.
Rio menyuruhnya masuk.
seseorang itu terdiam saat Melihat Rio tanpa baju dan Bianca hanya menggunakan handuk.
"kalian ngapain?!!" ucap Seseorang itu.
"ngapain gimana maksud Lo?" tanya Rio pada seseorang itu.
"Tamara, mana baju gw" ucap Bianca pada seseorang itu. Tamara.
Tamara menghampiri Bianca dan Rio, lalu menyimpan baju untuk Bianca di samping Bianca.
Tamara menatap bingung, heran dan seperti kesal.
"kalian habis ngapain?!" ucap Tamara.
Bianca dan Rio bertatapan.
Rio tersenyum mendapatkan ide.
"menurut Lo?" ucap Rio.
"j-jadi tadi malem kalian habis.." ucap Tamara.
Rio mengangguk.
Tamara menghela nafasnya kesal.
ia berlari keluar kamar pribadi Rio.
Rio hanya tertawa kecil.
"Lo kok boong sama Tamara?!" ucap Bianca.
"ya gapapa, biar dia gak gangguin gw lagi" ucap Rio.
"emangnya dia masih suka gangguin Lo?" tanya bianca.
Rio mengangguk tersenyum.
"ohh" ucap Bianca santai.
senyuman Rio memudar.
"kok tanggapan Lo cuman gitu?!" ucap Rio.
"terus gw harus gimana?" tanya Bianca.
"Lo gak cemburu?" tanya Rio.
"biasa aja sih" ucap Bianca.
"cih, ngeselin banget Lo. padahal gw selalu cemburu kalo Lo Deket Deket sama Cowo lain, bahkan Kaka kandung Lo sendiri" ucap Rio.
Bianca tersenyum.
"Lo pengen gw cemburuin?" tanya Bianca.
"iya lah. kalo Lo gak cemburu tuh seakan Lo gak peduli sama gw. kaya Lo tuh ga sayang sama gw" ucap Rio.
"tapi kalo gw udah cemburu, Lo gak bakal bisa ngapa ngapain. bahkan Lo meeting sama cewe tua aja Gak bakal gw izinin" ucap Bianca.
"serem banget cemburu Lo. ga jadi deh, yang penting Lo sayang sama gw" ucap Rio.
Bianca tertawa kecil.
"yaudah gw ganti baju dulu" ucap Bianca menuju kamar mandi membawa baju yang Tanara bawa tadi untuk memakainya.
Bianca memakai baju itu, berdandan, dan menunggu Reygan datang menjemputnya.
...----------------...